350 research outputs found

    PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN SANTRI (Studi Multisitus di Pondok Pesantren Al Mursyid Ngetal dan Pondok Pesantren Al Anwar Ngadirenggo Pogalan Trenggalek)

    No full text
    Muhasibih, Moh. Haris. 12506194079. Tahun 2021. Peran Pondok Pesantren dalam Menanggulangi Kenakalan Santri ( studi multisitus di Po ndok Pesantren Al Mursyid Ngetal dan Pondok Pesantren Al Anwar Ngadirenggo Pogalan Trenggalek. Tesis, Jurusan Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Dosen Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Elfi Muawanah, S.Ag, M.Pd, (2) Dr. Khoirul Anam, M.Pd.I Kata kunci : Peran, Pondok Pesantren, Menanggulangi Kenakalan Santri Pondok Pesantren merupakan kekayaan khazanah budaya umat Islam Indonesia yang khas. Sebagai lembaga pendidikan dan lembaga sosial keagamaan, pesantren telah terbukti menjadi barometer pertahanan moralitas umat Islam. Berdasarkan hasil observasi penulis di Pondok Pesantren Al Mursyid Ngetal dan Pondok Pesantren Al Anwar Ngadirenggo, Pesantren di harapkan mampu melakukan perubahan masyarakat di lingkungannya ke arah transformasi nilai- moral dan nilai keislaman. Penelitian ini mengkaji tentang Peran Pondok Pesantren dalam Menanggulangi Kenakalan Santri di Pondok Pesantren Al Mursyid Ngetal dan Pondok Pesantren Al Anwar Ngadirenggo dengan fokus penelitian; (1) Bagaimana bentuk-bentuk kenakalan santri di Pondok Pesantren, (2) Bagaimana peran ustadz Pondok Pesantren dalam menanggulangi kenakalan santri, (3) Bagaimana peran kyai Pondok Pesantren dalam menanggulangi kenakalan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu pengumpulan data berupa kata-kata bukan angka dengan tujuan menggambarkan keadaan atau kegiatan yang terjadi dilapangan (field research) dan mudah dicerna atau dipahami masyarakat umum.Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Pengecekan data dilakukan dengan teknik trianggulasi, diskusi dengan teman sejawat. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut kemudian dikategorisasi, dijelaskan hubungan hubungan, baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Bentuk bentuk kenakalan santri dapat di terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: (1) Kenakalan ringan seperti: membolos, gaduh di dalam kelas, berpakaian tidak sesuai ketentuan, terlambat sholat jamaah ke Masjid, membawa barang yang di larang, (2) Kenakalan sedang: seperti membawa uang padahal dilarang, ghosob (meminjam barang tampa izin), keluar pondok tanpa izin, bertengkar.(3) Kenakalan berat seperti mencuri, pacaran. Kemudian Peran ustadz Pondok Pesantren dalam menanggulangi kenakalan santri adalah menjadi pengajar, pendidik dan pembina bagi para santri dengan membantu membentuk kepribadian santri, pembinaan akhlak, menumbuhkan karakter santri, dan juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai makhluk yang beragama melalui (1) keteladanan, (2) pendekatan dan bimbingan (3) pembiasaan. Sedangkan peran kyai Pondok Pesantren dalam menanggulangi kenakalan santri adalah adalah sebagai pemimpin dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam pendidikan pesantren. Seluruh kegiatan yang ada didalam pesantren termasuk proses belajar mengajar haruslah atas persetujuan kyai

    On the spatial and temporal coherence of wireless vehicular short range channels

    No full text
    We consider spatial and temporal coherence of the vehicle–to–vehicle (V2V) wireless communication channel with focus on a suburban residential highway. The dominant reflectors in such an environment are vehicles passing in the adjacent lane and houses along the road. Instead of treating the reflectors as point targets, the V2V short range propagation environment requires partitioning of the illuminated reflector side into sufficiently small tiles. The channel transfer function is obtained as a superposition of specular reflections from the tiles, the line–of–sight (LOS) component, and the ground reflection. The tile size is selected to ensure that the ratio of the tile area to the tile–to–receiver distance satisfies the far field conditions. The reflected power is described by the tile radar cross section (RCS). The bistatic physical optics RCS model is adapted to account for the tile’s orientation with respect to the ray geometry. We apply the superposition model to the numerical analysis of two general scenarios for a 22MHz channel in the 2.4GHz band. The first scenario considers a single vehicle reflector passing in the lane adjacent to the V2V communication pair. Both the vector network analyzer (VNA) experiments and the tiling model analysis illustrate that repositioning of the reflector, the transmitter, or the receiver by a few centimeters results in change of the signal power by several decibels. The second scenario analysis characterizes the channel coherence statistics for the suburban residential highway. We consider the V2V single lane LOS and non–LOS geometries, where in the latter the receiver is shadowed by a large vehicle. The reflectors are both houses and vehicles passing in the opposite direction. The measure of channel coherence is the normalized spatial covariance calculated by correlating transfer functions corresponding to feasible receiver position pairs and performing spatial smoothing. The area of feasible receiver positions is divided into contiguous squares whose size ensures wide sense quasi–stationarity within the square. Irrespective of direction the correlation remains high and a typical sedan roof usually does not provide sufficient spacing to obtain average inter–antenna correlation lower than 0.5. The upper bound on coherence time extends over the transmission time of multiple packets for systems in the considered band, and does not allow for usable time diversity.Ph.D.Includes bibliographical referencesIncludes vitaby Haris Krem

    PERAN TOKOH ISLAM DALAM DISEMINASI NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI BANYUMAS (Studi Kasus pada Peran Ahmad Tohari dan Moh. Roqib)

    No full text
    Aji Santoso, Peran Tokoh Islam dalam Diseminasi Nilai Pendidikan Multikultural di Banyumas (Studi Kasus pada Peran Ahmad Tohari dan Moh. Roqib). Tesis, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2017. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa kondisi masyarakat di Indonesia dihuni oleh banyak sekali perbedaan budaya. Keragaman budaya merupakan keniscayaan dari Tuhan yang tidak bisa kita tolak. Di daerah yang memiliki tingkat kemajemukan yang sangat tinggi biasanya memiliki potensi untuk terjadi sebuah konflik. Untuk itu perlu adanya solusi untuk mencegah potensi tersebut muncul di masyarakat. Pendidikan multikultural adalah salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, karena pendidikan multikultural sangat menghargai segala macam bentuk perbedaan. Untuk itu perlu adanya peran seseorang agar nilai-nilai dari pendidikan tersebut dapat tertanamkan dengan baik. Banyumas yang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah juga memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi. Untuk itu pendidikan multikultural juga harus ditanamkan dengan baik di dalam Banyumas agar potensi-potensi konflik tidak muncul dalam masyarakat Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tokoh islam dalam diseminasi nilai pendidikan multkultural di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian (informan) yang terdiri dari Ahmad Tohari, Moh. Roqib, Daniel Agus H, Muhammad Faisal Danial dan Haris Hidayatullah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Milles Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Ahmad tohari dan Moh.Roqib dalam melakukan diseminasi nilai pendidikan multikultural dikarenakan ingin mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan ingin selalu menyebarkan kebaikan kepada sesama. Hal ini dapat dilihat dari beberapa landasan yang mempengaruhinya, yaitu: landasan filosofis, landasan sosial dan budaya, dan latar belakang pemikiran yang semua hampir sama. Kedua, nilai yang didiseminasikan oleh Ahmad Tohari dan Moh. Roqib adalah nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai kemanusiaan, nilai sikap menerima keragaman, kebersamaan, kedamaian dan nilai sikap menghargai keragaman. Ketiga, dalam proses diseminasi nilai pendidikan multikultural yang dilakukan oleh Ahmad Tohari dan Moh. Roqib terdapat faktor pendukung, yaitu memiliki banyak media yang digunakan dalam melakukan diseminasi nilai pendidikan multikultural melalui FKUB, aspek kepenulisan, dan aspek pendidikan dan penghambat yang menyertai perjalanannya, yaitu masih adanya truth claim dari masing-masing agama sehingga Ahmad Tohari dan Moh. Roqib sering mendapatkan kritikan karena pemikirannya terlalu terbuka dengan agama lain. Walaupun demikian tidak menjadikan proses diseminasi nilai pendidikan multikultural yang dilakukan menjadi terhenti

    KEBIJAKAN STRATEGIS TRANSFORMATIF PENDIDIKAN ISLAM: Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Lembaga Pendidikan Islam.

    No full text
    Buku Kebijakan strategi Pendidikan Islam Ini merupakai kumpulan tema-tema materi perkuliahan. buku ini lahir sebagai upaya mendalami dan memahami baik secara teroi maupun praktik dalam pengelolaan pendidikan yang saat ini dikembankan di lembaga pendidikan Islam khusus di perguruan tinggi tentang integrasi-interkoneksi keilmuan di lembaga pendidikan Islam. misalnya UIN Jogja yang dikenal dengan jaring laba-laba” di sini menggambarkan sebuah struktur keilmuan yang bersifat integratifinterkonektif, UIN Malang dengan Integratif Universal Ulul Albab melalui metafora pohon ilmu. Hakikatn dan UIN Surabaya dengan twin tower, yang menjadi bagian penting dari paradigma keilmuan yang akan dikembangkan di IAIN Sunan Ampel yang berupaya menuju UIN Sunan Ampel dan UIN Jakarta, integrasi keilmuan dialogis universal, dengan tagline: knowledge, piety, integrity. Dengan demikian dari berbagai bidang keilmuan yang dimiliki dapat dijadikan barometer dalam penguatan dan pengembangan keilmuan di berbagai bidang yang relevan dari masing-masing perguruan tingggi

    Model Prediksi Anggaran Biaya Pemeliharaan Jalan Provinsi Di Kabupaten Sampang

    No full text
     Rata-rata Biaya pemeliharaan Jalan Provinsi di Kabupaten Sampang sebesar Rp.786.616.000,- per-kilometer. Faktor Data Historis Kerusakan Jalan, Kondisi Drainase Jalan, Lalu Lintas Harian, data Curah Hujan, Ketrampilan Tenaga Kerja dan Kualitas Material secara simultan memberi pengaruh signifikan terhadap Biaya Pemeliharaan Jalan Provinsi di Kabupaten Sampang yaitu sebesar 75,6%. Dengan Fhitung = 9,820 > Ftabel = 2,59. Variabel pada penelitian ini yang berpengaruh paling dominan terhadap Biaya Pemeliharaan Jalan Provinsi di Kabupaten Sampang adalah faktor Data Historis Kerusakan Jalan dengan koefisien terbesar yaitu 94,65 dan Kondisi Fungsionalitas Drainase Jalan. Strategi yang bisa digunakan dalam meminimalisir Biaya Pemeliharaan Jalan Provinsi adalah strategi jangka panjang yaitu menjaga agar kerusakan jalan tidak sering terjadi dengan salah satu cara paling penting adalah menjaga Drainase Jalan.

    Potret Keber-Agamaan Masyarakat Sumenep

    No full text

    ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PEKALONGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan yang tercermin dalam pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto dengan menggunakan variabel independen Investasi, Angkatan Kerja dan Ekspor dan menganalisis strategi pengembangan pertumbuhannya. Data yang digunakan adalah data sekunder PDRB, Kredit Modal Kerja dan Investasi serta Ekspor dari tahun 1993 s/d tahun 2009. Sumber data berasal dari Kantor BPS Kota Pekalongan, BAPPEDA Kota Pekalongan dan Propinsi Jawa Tengah, Kantor BPPT Kota Pekalongan, Bank Indonesia Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi secara signifikan dari variabel Investasi, sedang variabel angkatan kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan sedang variabel ekspor negative tidak signifikan.Hasil penelitian strtategi pengembangan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan analisis AHP dengan menggunakan software Expert Choise 11 menghasilkan pilihan prioritas utama pada Kriteria Investasi dengan alternative Kebijakan Singkronisasi Regulasi Pemerintah dengan Dunia Usaha. Berdasarkan perhitungan dengan software SPSS 17 diperoleh hasil untuk variabel independen Investasi nilai t-hitung sebesar 8,886 > dari t-tabel 2,16 sedang untuk variabel independen Angkatan Kerja diperoleh hasil t-hitung sebesar 0,401 < t tabel dan variabel independen Ekspor nilai t hitung sebesar -1,521 < t tabel 2,16. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara individu Investasi berpengaruh secara postif terhadap pertumbuhan ekonomi sedang Angkatan kerja berpengaruh posiif tapi tidak signifikan dan ekspor tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji F menyatakan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dimana nilai Determinasi atau R^2 sebesar 0,864 yang berarti bahwa 86,4 % PDRB dapat dijelaskan oleh variasi Investasi, Angkatan Kerja dan Ekspor sedang 36 % disebabkan oleh faktor lain. Perhitungan dengan Expert Choice 11 diperoleh prioritas utama dari tujuan strategi pengembangan pertumbuhan ekonomi diperoleh Alternatif Singkronisasi Regulasi Pemerintah dengan Dunia Usaha menjadi pilihan utama dengan bobot sebesar 0,212 dengan inconsistency index sebesar 0,05. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, Angkatan Kerja , Ekspor , Strategi Pengembangan Pertumbuhan

    Potret Keber-Agamaan Masyarakat Sumenep

    No full text
    Abstract The chanting of the verses of al-quran is still popping up around the regions in the Sumenep Regency region every day even every time, by carrying out the process of reading and learning the quran. This is proof of the strong and strong portrait of the Sumenep community, even on the other hand shows the enthusiasm to ward off the existence of a regulation on al-qur'an illiteracy made by the Sumenep Regency government, which is actually something that is not important Kata Kunci: Gemar membaca al-qur’an, potret keber-agamaan masyaraka

    Pola komunikasi seorang Blater anggota DPRD Kabupaten Sampang dengan anggota DPRD yang mempunyai latar belakang berdeda

    No full text
    Dalam kehidupan masyarakat Madura, kaum blater merupakan suatu golongan social yang menjadi orientasi kepemimpinan masyarakat. Blater dapat menjadi pusat orientasi kepemimpinan masyarakat karena mereka memiliki keberanian, kelebihan ilmu kanuragan, dan juga mempunyai kharismatik yang tinggi sehingga disegani oleh masyarakat. Sebagai salah satu ikon sosial masyarakat Madura, blater tidak bias dipisahkan dari lintasan sejarah yang melatar belakangi kemunculannya. Pada fokus dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana komuniakasi seorang blater anggota DPRD kabupaten Sampang dengan anggota DPRD yang mempunyai latar belakang berbeda. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Metode kualitatif digunakan dengan alasan dapat mencari dan mendapatkan informasi sedalam-dalamnya dari sumber data tanpa harus dipatok dengan pertanyaan tertutup, observasi peneliti juga berperan selama di lapangan dan dokumentasi dikumpulkan jika ada. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh kaum Blater cenderung melalui komunikasi interpersonl. Dengan istilah lain komunikasi tersebut juga disebut komunikasi verbal dan no verbal. Komunikasi verbal dan non verbal dilakukan suapaya apa yang disampaikan oleh kaum Blater dapat tersampai kan kepada anggota DPRD yang lain. Pola komunikasi kaum Blater yang tegas dan tidak berbelit-belit membantu untuk menyampaikan pesan yang disampaikan kepada komunikan sehimgga pesan nya dapat tersampaikan dengan baik, di tambah karismatik dan kewibawaan yang tingga yang merupakan salah satu simbol dalam komunukasi semakin mendukung penyampaian pesan kaum Blater
    corecore