109 research outputs found

    Analisis Pengungkapan Sustainability Report Terkait Ketenagakerjaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Indonesia Sustainability Reporting Awards (Isra) 2015

    No full text
    Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan perbaikan pembangunan berkelanjutan adalah dengan melaksanakan pengungkapan pelaporan berkelanjutan yang diwujudkan dalam laporan berkelanjutan (Sustainability Report) sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) yang dikenal dengan sebutan G4 Guidelines. Penelitian ini membahas mengenai analisis pengungkapan sustainability report terkait ketenagakerjaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) 2015, selain itu analisis juga dilakukan untuk melihat pola pengungkapannya oleh perusahaan manufaktur dengan sampel 3 perusahaan dan data amatan sebanyak 6 laporan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik kualitatif analisis isi untuk menganalisis data. Kesimpulan yang dapat diambil adalah praktik pengungkapan SR telah dilakukan oleh perusahaan manufaktur di Indonesia, akan tetapi pengungkapan yang dilakukan belum cukup lengkap dan rinci. Selain itu ditemukan pula bahwa pola pengungkapan antar satu perusahaan sampel dengan yang lainnya cenderung berbeda.In order to improve the continuous development by the company is implementing the disclosure in sustainability report. Sustainability report had guidelines, known as G4 Guidelines issued by Global Reporting Initiative (GRI). This research discusses sustainability report disclosure related to the human resources in manufacturing companies listed in Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) in 2015, furthermore this research discusses the company’s disclosure pattern. Samples of the research are 3 companies with 6 sustainability reports. Content analysis techniques used to analyze data. As the conclusions, there are inconsistency between the disclosure practice with the G4 Guidelines. The other finding was found that company disclosure was not met the criteria of the G4 Guidelines indicators. It was also found that the disclosure pattern between one company to another is quite different

    Anisa Puspitasari Tradisi Kupatan Dalam Ritual Rebo Wakasan Perspektif Living Qur'an

    No full text
    This writing aims to find out how the process of the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual and also the author tries to examine the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual from the perspective of living qur'an in Cikalahang Village, Pabuaran Village. This research uses a qualitative research method with a case study approach that relies on collecting secondar and primary data sources. Secondary data obtained through literature studies, such as journals or articles, books and other reading materials and primary data sources include observations and interviews. The results of this study show that in the perspective of living qur'an, the Rebo Wakasan ritual is seen as a community response to the Qur'an. Phenomena contained in the Rebo Wakasan ritual in Cikalahang village such as: Prayers, dhikr, praying, giving alms and reading surahs of the Qur'an together are the result of the interpretation of the Cikalahang village community on the function of the Qur'an which according to them can protect from various disasters by the will of Allah SWTPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dan juga penulis berusaha mengkaji tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dilihat dari perspektif living qur’an di Kampung Cikalahang Desa Pabuaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus yang mengandalkan pengumpulan sumber data sekunder dan primer. Data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, seperti jurnal atau artikel, buku dan bahan bacaan lainnya dan sumber data primer meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perspektif living qur’an, ritual Rebo Wakasan dipandang sebagai respons masyarakat terhadap Al-qur’an. Fenomena yang terdapat dalam ritual rebo wakasan di kampung cikalahang seperti : Sholat, berdzikir, berdo’a, bersedekah dan pembacaan surah-surah al-qur’an secara bersama merupakan hasil dari interpretasi masyarakat kampung Cikalahang atas fungsi al-qur’an yang menurut mereka bisa melindungi dari berbagai bala musibah atas kehendak Allah SWT.&nbsp

    PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan)

    No full text
    Yuni Puspitasari, Agus Yulianto, S.H., M.H., Bahrul Ulum Annafi, SH., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan dimana untuk mengetahui hambatan  dalam pelaksanaan peraturan menteri keuangan dan memberikan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan diberlakukannya sistem pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik dengan menggunakan e-biling. Mengingat  dalam pelaksanaannya diharapkan untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak.  namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan ini masih terdapat beberapa wajib pajak yang masih belum memahami akan penggunaan e-billing. Sehingga permasalahan terkait pelaksanaan pembayaran pajak secara elektronik dapat dianggap ringan apabila terdapat sosialisasi dari instansi tersebut terhadap wajib pajak terdaftar mengenai pemahaman dan penggunaan e-billing dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik. Kata Kunci : pelaksanaan, wajib pajak, e_billing  ABSTRACT In writing of this thesis, the author discusses about the implementation of Minister of Finance Regulation Number 242/PMK.03/ 2014 concerning Procedures of Payment and Tax Deposit conducted at Pratama Pamekasan Tax Service Office which aimed to understand obstacles in the implementation of Minister of Finance Regulation and its solution to overcome those obstacles.  It was motivated by the enactment of payment and deposit system using e-billing. Considering that the implementation was expected to facilitate taxpayers in making payment and deposit of taxes.  In reality, however, this implementation shows that some taxpayers still did not understand how to use e-billing. Therefore, the obstacles related to the implementation of tax payment electronically can be understandable if there is a socialization from the institution towards registered tax payers related to understanding and using e-billing in order to handle payment and deposit of taxes electronically. Keywords: implementation, taxpayer, e-billin

    Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening

    Towards high resolution operando electron microscopy of a working catalyst

    No full text
    The objectives of this PhD project are to address the challenges of in-situ TEM and introduce a new generation of in-situ TEM equipment. In Chapter 2 the in-situ TEM facilities are introduced, focusing on the nanoreactor that has gone through quite some development stages during this project. Several types of in-situ TEM nanoreactors were fabricated using Microelectromechanical Systems (MEMS) technology, which enables miniaturisation of the complete catalytic reactor (reactor column, heating system and gas system). The different generations of nanoreactors are the glued nanoreactor (GNR), the wafer bonde

    Kinetika Reaksi Pirolisis Enceng Gondok

    No full text
    Enceng gondok merupakan tanaman pengganggu dalam ekosistem air karena pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga perlu dipikirkan cara untuk pemusnahan tanaman ini. Namun enceng gondok merupakan biomassa yang mempunyai kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin yang tinggi. Pirolisis adalah metode yang tepat untuk mengubah biomassa yang diproses secara termal menjadi produk yang bernilai. Pirolisis merupakan proses degradasi termal untuk mengahasilkan bio-char, bio-oil dan bio-gas tanpa adanya oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari suhu optimum dari proses pirolisis dan mencari parameter kinetika untuk membantu peneliti dalam merancang reaktor dan memahami reaksi yang terjadi. Model yang diusulkan untuk mempresentasikan reaksi pirolisis enceng gondok adalah Compatting model. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu 600°C merupakan suhu optimum untuk mengahasilkan bio-oil. Dengan menggunakan program matlab konstanta kinetika reaksi pada pembentukan gas pada proses pirolisis enceng gondok adalah  k1=3,4997exp-14069,21/RTmen-1,  konstanta kinetika reaksi pembentukan bio-oil adalah k2=0,3430exp-3059,451/RTmen-1  dan konstanta kinetika reaksi pembentukan char adalah k3=0,2526 exp-2313,395/RT men-1

    Comparison of the Use of NaOH and KOH Activators in the Manufacture of Activated Carbon from Cassava Peel (Manihot utilissima)

    No full text
    Cassava (Manihot utilissima) is a staple food beside rice and corn for Indonesia people. Cassava peel is a waste of cassava processing agroindustries such as  tapioca flour industry, fermentation industry, and staple food industry. This waste contains a fairly high carbon element of 59,31%. Cassava peel has the potential to be used as raw material for activated carbon because of its high carbon content. Activated carbon production involved some steps such as preparing raw materials, carbonization, activation, neutralization, and analysis of water content, ash, iodine number, and analysis of the pore surface area of activated carbon. Activated carbon was activated using NaOH and KOH with concentrations of 0.1; 0,2; 0,3; 0,4; and 0,5N. The results showed that activated carbon which activated with 0,4N NaOH and 0,5N KOH provided the closest parameter with SNI 06-3730-1995 standard. The use of NaOH activator can increase the surface area of activated carbon compared to KOH activator

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Konseling Pranikah dan Pemahaman Materi Keluarga Berencana terhadap Sikap Calon Pengantin dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Sempu, Banyuwangi: The Influence of Quality of Premarital Counseling Services and Understanding of Family Planning Materials on the Attitudes of Prospective Brides in Using Contraceptive Devices in Sempu District, Banyuwangi

    No full text
    Kesiapan pranikah merupakan hal dasar pernikahan yang dimulai dari segi kesehatan reproduksi karena pernikahan berkaitan erat dalam hal  memiliki anak. Konseling pranikah perlu untuk perencanaan memiliki anak. Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program Konseling pranikah dengan bekerjasama dari berbagai lintas sektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana dengan sikap calon pengantin dalam menggunakan alat kontrasepsi. Penelitian ini merupakam penelitian observasional analitik. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional dengan variabel independen (kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana) dan variabel dependen(sikap calon pengantin menggunakan alat kontrasepsi). Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden. Sampel diambil secara acak (Simple Random Sampling). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan Nilai sig. pada uji F yaitu sebesar 0,901 (> 0,05) dan nilai F hitung (0,105) lebih kecil dari F tabel (3,23). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa nilai signifikasi > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh  antara kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana dengan sikap calon pengantin dalam menggunakan alat kontrasepsi di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Namun, calon pengantin diharapkan tetap harus melakukan konseling kepada petugas (Tim Pendamping Keluarga) terkait kesiapan memiliki anak untuk lebih dapat memahami dan mendalami materi terkait KB, kesiapan dan kesehatan kehamilan

    Distribusi Ukuran Granul dari Tepung Singkong dengan Tepung Tapioka sebagai Pengikat pada Rotary Drum Granulator

    No full text
    Granulation is a process of monoparticle attachment with a particular mechanism to form a bigger and compact particle which is called granule. Granulation application has been used on many industries like pharmacy and agriculture industries. Research about granulation has been done continuously to get predictive models for various cases. The model which is only applicable to the specific material used in this research is expected to be useful to optimize the perfomances of the granulator in the industries. This research aims to develop the kinetics model of granule size distribution of cassava flour and its connection to granulation time by varying the mass of tapioca starch as the binder in rotary drum granulator. 2 grams of Cassava flour and tapioca starch were mixed in the rotary drum granulator and then water was sprayed during the granulation process. The duration of granulation were 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. The variations of mass of the binder used in this research were 1, 1,5, and 2 gram. The granules were dried in the oven at 80°C until 30 minutes, and afterwards the granules were screened through various screen layers with different mesh size. The results of this research show that binder mass variations do not influence the layering rate of granule, and the increase of binder mass will decrease the birth rate.Granulasi merupakan proses pelekatan partikel-partikel serbuk tunggal denganmekanisme tertentu menjadi partikel yang lebih besar dan saling menyatu yang disebut granul. Penelitian seputar granulasi terus dilakukan agar diperoleh model matematis yang bersifat prediktif. Model yang hanya berlaku spesifik terhadap bahan yang dikaji ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk perancangan dan optimasi granulator di industri. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi distribusi ukuran granul tepung singkong dengan variasi jumlah tepung tapioka sebagai pengikat (binder). Tepung singkong sebanyak 2 gram dan tepung tapioka dengan jumlah yang divariasikan diaduk hingga merata kemudian diputar dengan putaran konstan dalam rotary drum granulator sambil disemprot air. Lamanya proses granulasi diatur selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Variasi pengikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1, 1,5, dan 2 gram tepung tapioka. Pengeringan dilakukan menggunakan oven selama 30 menit dengan suhu 80°C. Granul kering diayak dengan berbagai ukuran ayakan untuk mengetahui distribusi populasi granul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah pengikat tidak berpengaruh terhadap laju layering. Penambahan pengikat akan menurunkan birth rate
    corecore