1,721,482 research outputs found

    Eksistensi Mirwan Sebagai Ranger Orgen Tunggal dalam Penyutradaraan Film Dokumenter Potret "240BPM++"

    Full text link
    Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter potret “240BPM++” merupakan karya yang menceritakan potret tentang eksistensi seorang Ranger orgen tunggal bernama Mirwan yang ada di daerah Tulang Bawang Barat, Lampung. Ranger ialah seseorang yang memainkan instrument keyboard pada orgen tunggal. Orgen tunggal yang dianggap amoral, bising, keras dan syarat akan sisi negatif oleh orang kebanyakan, namun orgen tunggal juga punya dampak yang cukup signifikan terhadap kebudayaan musik yang ada di daerah tempat Mirwan tinggal. Melalui tokoh bernama Mirwan, kita akan melihat banyak kejadian dan hal menarik dari dinamika hidupnya di orgen tunggal, seperti pelarangan orgen tunggal yang tak tepat guna dan fungsi bagi Mirwan, bagaimana cara orgen tunggal dinikmati di daerah tempat Mirwan tinggal serta hal-hal yang bersifat kontradiksi baik dari sisi agama, ekonomi dan humanis di dalam ekosistem orgen tunggal yang dijalani Mirwan. Berbagai kejadian, interaksi dan permasalahan yang dialami Mirwan dalam kehidupannya sehari-hari maupun di dunia orgen tunggal yang ia tekuni ialah benang merah dari film ini. Film ini diceritakan dengan struktur kronologis dari awal sejarah hidup Mirwan sampai bagaimana ia bisa masuk serta hidup dari orgen tunggal dan melalui berbagai macam masalah yang ada

    Peramalan permintaan paprika untuk perencanaan produksi pada pt. saung mirwan

    Full text link
    lndonesia memiliki kelimpahan sumberdaya hortikultura tropika berupa keanekaragaman genetik yang luas. Demikian pula keanekaragaman sumberdaya lahan, iklim dan cuaca yang dapat dijadikan suatu kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam agribisnis hortikultura dimasa depan. Produk-produk hortikultura nusantara yang terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias dan tanaman obat merupakan salah satu andalan Indonesia, baik di pasar domestik, regional maupun internasional. Dalam pengembangan hortikultura lndonesia, berbagai tantangan dan kendala yang perlu diperhatikan dan ditanggulangi segera adalah penanganan di tingkat hulu. Penanganan pada tingkat hulu tersebut masih belum dilakukan dengan teknologi yang memadai sehingga belum memberikan hasil yang maksimal, baik kualitas maupun kuantitasnya. Pada umumnya budidaya hortikultura yang dilakukan oleh petani masih mengandalkan pengalaman secara turun temurun dengan menggunakan teknologi yang masih tradisional. Produksi komoditas hortikultura lndonesia seperti sayur-sayuran, buahbuahan dan bunga-bungaan belum kontinyu dan mutu produk yang dihasilkan pun sangat beragam. Produk yang diinginkan konsumen adalah produk dengan mutu yang baik dan seragam dengan standar mutu tertentu, khususnya pasaran ekspor. Dengan iklim lndonesia, sebenarnya petani-petani di lndonesia mampu menghasilkan produk hortikultura sepanjang musim guna memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. PT. Saung Mirwan adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, khususnya sebagai produsen dan trading company di bidang sayuran dan bunga. Perusahaan tersebut mengawali kegiatannya sebagai produsen sayur-sayuran dengan menerapkan teknik budidaya secara hidroponik untuk tanaman-tanaman tomat beef, tomat cherry dan lain-lain termasuk beragam jenis sayuran yang cukup eksklusif seperti ketimun Jepang (kyuri), brocoli, lettuce, cabe Jepang (shisito) dan paprika. Banyaknya relasi dan kedekatan pemilik PT. Saung Mirwan dengan pakar-pakar pertanian di Negeri Belanda yang unggul dengan produk-produk pertaniannya memberikan keuntungan tersendiri kepada PT. Saung Mirwan. Mereka sering berkunjung ke PT. Saung Mirwan untuk memberikan konsultasi atas berbagai ha1 mulai dari masalah teknologi, informasi pasar, koperasi maupun kemitraan. Pasar lokal yang telah menjadi pelanggan tetapnya adalah hampir semua Swalayan yang ada di Jabotabek dan sekitarnya seperti HERO, SOGO, GELAEL, YOGYA, DIAMON, TOP, MATAHARI, KEMFARM dan lain-lain yang jumlahnya kurang lebih 30 swalayan dengan semua outletnya. Dilain pihak, untuk pasar ekspor yang telah dirintis sejak tahun 1997, PT. Saung Mirwan baru memasarkan produk-produknya dengan produk unggulan paprika ke Singapura, Hongkong dan Taiwan. Untuk komoditas lainnya seperti tomat chery, zukini, tomat beef dan berbagai jenis lettuce baru dirintis mulai tahun 1998. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri, maka untuk memperbesar volume produksi, PT. Saung Mirwan menerapkan pola kemitraan, baik dengan petani-petani kecilltradisional maupun dengan petani yang memiliki modal cukup besar. Kemitraan tersebut sudah berlangsung sejak lebih dari lima tahun lalu. Hingga saat ini PT. Saung Mirwan telah mengadakan kerjasama dengan tidak kurang dari 250 mitra petani yang tersebar di berbagai daerah seperti di sekitar Bogor, Sukabumi, Bandung, Lembang, Cipanas dan Garut. Dalam perkembangannya, persaingan dalam agribisnis hortikultura di Indonesia sudah sangat kompetitif. PT. Saung Mirwan yang telah lebih dari 15 tahun bergerak di bisnis ini merasakan adanya arus perubahan arah para pemodal yang sedang berlomba-lomba melangkah ke bidang agribisnis. Hal ini terbukti dengan meningkatnya frekuensi kunjungan tamu-tamu para pengusaha maupun peserta pelatihan dan dari lembaga-lembaga pendidikan serta lembagalembaga pemerintah ke PT. Saung Mirwan yang ingin menggali informasi maupun melakukan penjajakan. Beberapa diantaranya bahkan telah menjalin kemitraan bersama PT. Saung Mirwan. Semakin ketatnya tingkat persaingan dalam pemasaran produk-produk hortikultura tersebut khususnya paprika membuat permintaan pasar ekspor maupun pasar lokal terhadap produk PT. Saung Mirwan sangat fluktuatif. Pada suatu saat PT. Saung Mirwan mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar, pada saat lain sering terjadi kelebihan produksi. Hal ini membuat PT. Saung Mirwan mengalami kesulitan dalam memperkirakan jumlah permintaan yang berakibat pada kesalahan dalam membuat perencanaan produksi yang akan datang. Berdasarkan pengalaman di PT. Saung Mirwan, paprika hanya mampu bertahan disimpan dalam ruang pendingin selama seminggu. Kelebihan produksi hortikultura khususnya paprika PT. Saung Mirwan selama ini dibuang untuk mengurangi biaya penyimpanan dan menjaga stabilitas harga pasar. Strategi tersebut berdampak negatif yakni mengakibatkan kerugian ataupun mengurangi laba perusahaan. Oleh karena itu diperlukan metode peramalan yang tepat agar prakiraan produksi tidak jauh menyimpang dari realisasi. Persaingan yang ketat dalam produksi hortikultura membuat permintaan pasar ekspor dan lokal terhadap produk PT. Saung Mirwan sangat fluktuatif. Dengan demikian perumusan masalah dalam geladikarya ini adalah bagaimana metode peramalan permintaan pasar paprika yang digunakan PT. Saung Mirwan selama ini, faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala keakuratan perarnalan dan bagaimana metode peramalan yang sebaiknya digunakan oleh PT. Saung Mirwan agar didapat peramalan yang lebih akurat. Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan geladikarya ini adalah (1) menganalisa metode peramalan permintaan pasar paprika dan produksinya yang selama ini digunakan oleh PT. Saung Mirwan, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam keakuratan peramalan permintaan pasar dan (3) memberikan alternatif solusi metode peramalan permintaan yang bermanfaat untuk rencana produksi Pi. Saung Mirwan. Ruang lingkup geladikarya yang akan dilaksanakan dibatasi hanya pada komoditas paprika. Komoditas ini dipilih karena selama ini prakiraan permintaan paprika yang dilakukan oleh PT. Saung Mirwan paling besar penyimpangannya dari realisasi dan volume penjualannya juga paling tinggi. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap memberikan rekomendasi sedangkan implementasinya diserahkan kepada pihak manajernen PT. Saung Mirwan. Metode yang digunakan dalam geladikarya ini adalah studi kasus, sehingga akan didapatkan suatu gambaran yang luas mengenai subjek yang diteliti. Pengolahan data permintaan pasar paprika pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Minitab 11 for Windows. Data yang dikumpulkan dianalisis terlebih dahulu secara statistik sederhana untuk mencari deviasi antara orderlproduksi dengan penjualan selama ini. Adapun yang termasuk dalam analisis ini adalah tabulasi dan perhitungan persentase rata-rata deviasi antara produksi dengan rata-rata penjualan. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui pola data. Bila pola data telah diketahui, ha1 ini sangat membantu dalam menentukan metode apa yang sebaiknya digunakan dalam peramalan. Analisa pola kecenderungan data dilakukan dengan analisis korelasi diri. Korelasi diri adalah korelasi antara variabel yang selisih (lag) satu periode atau lebih dengan variabel itu sendiri. Jika data acak maka korelasi diri lag 1 mendekati 0 atau tidak ada hubungan antara nilai time series dengan nilai selisihnya. Jika data memiliki trend maka korelasi diri lag 1 tinggi atau berbeda dengan 0 secara nyata. Korelasi diri untuk lag 2 masih tinggi, tetapi tidak setinggi lag 1, demikian seterusnya. Jika datanya musiman, korelasi diri yang signifikan akan muncul pada time lag tertentu, misalnya 4 untuk triwulan dan 12 untuk tahunan (Hanke,1995). Setelah pola kecenderungan data diketahui, dilakukan pemilihan metode peramalan. Bila pola data stasioner dapat digunakan metode rata-rata sederhana, rata-rata bergerak dan pemulusan eksponensial tunggal. Peramalan untuk pola data trend digunakan pemulusan eksponensial ganda dan regresi sederhana serta bila pola data musiman digunakan metode Winter dan dekomposisi. Metode ARIMNBox-Jenkins dapat digunakan untuk seluruh pola data. Bila dilihat dari produk yang diteliti, paprika tergolong ke dalam produk biologis yang bersifat musiman. Oleh karena itu metode peramalan yang digunakan adalah metode Winter dan dekomposisi. Data yang diperoleh adalah data permintaan paprika selama 95 minggu. Peramalan dilakukan dengan menggunakan basis minggu karena sesuai dengan permintaan paprika yang berbasis mingguan. Peramalan jumlah permintaan paprika PT. Saung Mirwan dengan menggunakan metode Winter memberikan hasil yang lebih baik. Galat peramalan permintaan paprika hijau lokal, kuning lokal, oranye lokal, merah lokal, kuning ekspor dan merah ekspor dengan pendekatan MAPE masing-masing sebesar 30% , 37% , 42,19% , 24% , 40% , dan 41% dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil peramalan jumlah permintaan paprika secara umum untuk tahun 2001 paprika hijau lokal, kuning lokal, oranye lokal, merah lokal, kuning ekspor dan merah ekspor masing-masing sebesar 99983,57 kg, 82916,49 kg, 7737,45 kg, 370778,50 kg, 25813.11 kg dan 26299,50 kg. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. (1) Metode peramalan permintaan paprika yang digunakan PT. Saung Mirwan hanya berupa intuisi dan perkiraan kasar tentang kecenderungan yang akan terjadi satu tahun ke depan. Metode ini berdasarkan pada intuisi satu orang staf pemasaran yang biasa melakukan peramalan dan dengan melihat data permintaan paprika terakhir. Dari data tersebut dilakukan perkiraan berapa jumlah permintaan paprika yang akan diinginkan oleh konsumen. (2) Galat peramalan permintaan paprika yang tinggi terjadi karena metode peramalan yang digunakan belum baik dan rentang waktu peramalan sangat lama sehingga perubahan pola permintaan tidak dapat diantisipasi dengan cepat. Selain itu, satu nilai hasil peramalan diasumsikan berlaku untuk beberapa minggu sedangkan pada realisasinya permintaan konsumen sangat fluktuatif. (3) Peramalan jumlah permintaan paprika PT. Saung Mirwan dengan menggunakan metode Winter memberikan hasil yang lebih baik. Galat peramalan permintaan paprika hijau lokal, kuning lokal, oranye lokal, merah lokal, kuning ekspor dan merah ekspor dengan pendekatan MAPE masing-masing sebesar 30% , 37% , 42,19% , 24% ,40% , dan 41% dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil peramalan dengan menggunakan metode Winter tersebut disimpulkan .bahwa permintaan total paprika hijau, oranye dan merah lokal untuk tahun 2001 diramalkan akan meningkat masing-masing sebesar 37,7% , 187,6% dan 20,3% sedangkan paprika kuning lokal, kuning ekspor dan merah ekspor diramalkan akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 11,6% , 44,6% dan 72%. (4) Temuan penelitian berimplikasi pada penyediaan paket komputer beserta program peramalan (minitab) untuk bagian pemasaran. Agar ha1 tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, perlu diberikan pendidikan dan pelatihan statistic mengenai peramalan kepada staf pemasaran yang bertanggung jawab pada proses peramalan. Selain itu, perlu dilakukan survey pasar untuk melihat pola permintaan paprika di lapangan. Untuk itu perlu dilakukan pembagian kerja staf pemasaran dalam melakukan peramalan secara statistik dan survey pasar. Sebagai upaya untuk meningkatkan dan menjaga keakuratan hasil peramalan, maka diberikan saran-saran sebagai berikut. (I) Mengganti metode peramalan yang berupa intuisi dengan pendekatan statistik menggunakan metode Winter. Peramalan dengan metode Winter tersebut sebaiknya dilakukan setiap minggu karena permintaan paprika berfiuktuasi setiap minggu. Namun penggunaan metode ini perlu ditinjau kembali bila terjadi perubahan pola permintaan paprika. (2) Perusahaan perlu memberikan batasan berapa persen galat peramalan yang masih bisa diterima agar dapat diantisipasi dengan melakukan persediaan dan pembelian dari luar mitra. (3) Perlu dilakukan pengamatan terhadap perubahan permintaan yang terjadi akibat adanya liburan yang bersifat musiman seperti hari raya dan liburan sekolah. (4) Perlu melakukan pengawasan dan bimbingan yang lebih ketat dan intensif kepada mitra yang meliputi aspek mutu dan produktifitas perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan yang terjadwal. Pendidikan dan pelatihan merupakan elemen penting dalam mengembangkan manajemen kualitas. Seluruh anggota organisasi mulai dari manajemen puncak sampai karyawan terendah harus memperoleh pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya. Pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan mutu dapat lebih ditekankan pada karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi tanpa melihat tingkat pendidikan

    Pengaruh keberadaan agroindustri PT Saung Mirwan terhadap strategi nafkah rumah tangga pedesaan Desa Sukamanah, Bogor

    No full text
    Penggolongan suatu wilayah menjadi perkotaan atau pedesaan dilakukan pada Sensus Penduduk 2010. Bentuk strategi pembangunan atau pemberdayaan yang dilakukan oleh negara-negara berkembang salah satunya adalah industrialisasi. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari industri PT Saung Mirwan di Desa Sukamanah, Megamendung. 2) menganalisis pengaruh dari dampak keberhasilan industri yang ditimbulkan terhadap strategi nafkah rumah tangga pedesaan PT Saung Mirwan di Desa Sukamanah, Megamendung. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana). Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden dan 30 orang kontrol diketahui bahwa PT Saung Mirwan memberikan manfaat bagi penduduk RW 01 Desa Sukamanah. Keberadaan industri PT Saung Mirwan ini memberikan dampak terbukanya lapangan bekerja dan peningkatan pendapatan. Dampak keberadaan agroindustri yang ditimbulkan mempengaruhi strategi nafkah rumah tangga pedesaan.Penggolongan suatu wilayah menjadi perkotaan atau pedesaan dilakukan pada Sensus Penduduk 2010. Bentuk strategi pembangunan atau pemberdayaan yang dilakukan oleh negara-negara berkembang salah satunya adalah industrialisasi. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari industri PT Saung Mirwan di Desa Sukamanah, Megamendung. 2) menganalisis pengaruh dari dampak keberhasilan industri yang ditimbulkan terhadap strategi nafkah rumah tangga pedesaan PT Saung Mirwan di Desa Sukamanah, Megamendung. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana). Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 orang responden dan 30 orang kontrol diketahui bahwa PT Saung Mirwan memberikan manfaat bagi penduduk RW 01 Desa Sukamanah. Keberadaan industri PT Saung Mirwan ini memberikan dampak terbukanya lapangan bekerja dan peningkatan pendapatan. Dampak keberadaan agroindustri yang ditimbulkan mempengaruhi strategi nafkah rumah tangga pedesaan

    PENGUASAAN KATA SANDANG BAHASA JERMAN SISWA SMA NEGERI 3 SINJAI DALAM MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA

    Full text link
    ABSTRAK Mirwan. 2019. Penguasaan Kata Sandang Bahasa Jerman Siswa SMA Negeri 3 Sinjai dalam Menyusun Kalimat Sederhana. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Mantasiah R und Syukur Saud ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data dan informasi tentang tingkat penguasaan kata Sandang bahasa Jerman dalam menyusun kalimat sederhana dan faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan kata sandang bahasa Jerman siswa SMA Negeri 3 Sinjai dalam menyusun kalimat sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuatitatif. Untuk mengumpulkan data digunakan tes tertulis, dan angket tertutup. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan teknik persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Sinjai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 83 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kata sandang bahasa Jerman siswa SMA Negeri 3 Sinjai dalam menyusun kalimat sederhana berada dalam kategori Kurang (58,34%). Kata Kunci: Kata Sandang, Kalimat Sederhana, Bahasa Jerma

    S1

    No full text
    jurnal: Analisa & Evaluasi Sisa Material Ruko Di MakassarAbstract: the Material is one of the key components in building construction. The use of the material in the field often cause the rest of the material is high enough, the rest of the material minimization efforts will assist contracting companies increase profits as much as possible while reducing the influence of environmental impact. This research was conducted to determine the source and cause of the factors as well as the material management in the type of building construction materials warehouse. Research Data obtained through the distribution of Questionnaires to the field Manager, supervision of the field, the implementation of the field, and the foreman home project store (shop) in Makassar. The results showed that the quantity of the material is the largest brick and sand, with a highly influential source of cause is implementation, and material handling in lapanagan, whereas the type of material that most affect the rest of the material is concrete, ceramics, cement, ready mix concrete and bricks

    teuku mirwan saputra's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    PENGEMBANGAN VARIAN RASA PRODUK PADA UMKM KERUPUK MAK MIRWAN DI DESA TALANG NANGKA, KEC. LEMBAK, KAB. MUARA ENIM

    Full text link
    Salah satu desa di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim yaitu desa yang Bernama Desa Talang Nangka, Desa ini memiliki banyak UMKM yang menjual kerupuk ikan seperti pada umumnya yang memiliki persaingan jual yang tinggi. Tujuan dari program pengabdian kepada Masyarakat ini supaya kerupuk Mak Mirwan dapat bersaing dengan UMKM dalam maupun luar daerah. Metode pelaskanaan pengabdian ini menggunakan metode interview di lapangan, yaitu tahap survei, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan di desa Talang Nangka, tepatnya dirumah Mak Mirwan. Berdasarkan hasil dari analisis dan wawancara , kami melakukan penambahan inovasi para rasa pada kerupuk Mak Mirwan, Kerupuk ini sendiri kami tambahkan varian rasa pedas gurih yang beda dari kerupuk ikan lainnya dan kami sediakan dengan kemasan yang berbeda serta harga yang terjangkau. Varian rasa yang kami berikan sangat di cocok dengan warga desa Talang Nangka yang membutuhkan perubahan rasa pada kerupuk yang seperti itu itu saja, peminat kerupuk varian rasa beragam, di mulai dari anak-anak, remaja, serta para orang tua yang menyukai makanan rasa pedas. Dari pengabdian kepada Masyarakat di desa Talang Nangka ini, dapat disimpulkan bahwa Masyarkat desa Talang Nangka menyukai perubahan pada rasa Kerupuk ikan Mak Mirwan

    TINDAK TUTUR DIREKTIF HUMANIS DALAM FILM ANAK NEGERI KISAH MASA KECIL GANJAR PRANOWO SUTRADARA MIRWAN ARFAH

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai-nilai humanis yang ditandai salah satunya rasa tidak peduli dengan sesama. Akibatnya terjadinya kesalahpahaman persepsi terhadap orang yang menerapkan nilai-nilai humanis. Maka tujuan dari penelitian ini menganalisis nilai-nilai humanis dalam film yang berupa tindak tutur direktif. Analisis yang dilakukan berupa bentuk dan fungsi tindak tutur direktif humanis dalam Film Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo Sutradara Mirwan Arfah. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak. Metode simak atau penyimakan karena memang berupa penyimakan yang dilakukan, yaitu menyimak penggunaan bahasa. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dasar sadap, teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode analisis data adalah metode padan pragmatis yaitu metode analisis bahasa yang alat penentunya ada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang bersangkutan dan mitra wicara sebagai alat penentu. Teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) yang digunakan untuk mengklasifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur direktif humanis. Metode penyajian hasil analisis adalah informal, yakni mendeskripsikan hasil dengan menggunakan kata-kata. Hasil penelitian bentuk tindak tutur direktif dalam film Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo Sutradara Mirwan Arfah meliputi: (1) bentuk tindak tutur direktif humanis langsung 46 data terdiri atas modus deklaratif 1 data, modus interogatif 5 data, dan modus imperatif 40 data. (2) Bentuk tindak tutur direktif humanis tidak langsung 3 data terdiri atas modus deklaratif 1 data dan modus interogatif 2 data. Bentuk tindak tutur direktif humanis yang cenderung digunakan dalam film Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo Sutradara Mirwan Arfah adalah langsung modus imperatif. Nilai-nilai humanis pada bentuk tindak tutur direktif adalah kepedulian. Hasil penelitian fungsi tindak tutur direktif humanis yang terdapat dalam film Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo Sutradara Mirwan Arfah meliputi: (1) meminta 22 data, (2) memohon 4 data, (3) mengajak 2 data, (4) bertanya 5 data; (5) memerintah 6 data; (6) melarang 2 data, (7) memaafkan 1 data, dan (8) menasihati 7 data. Fungsi tindak tutur direktif humanis yang cenderung digunakan dalam film Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo sutradara Mirwan Arfah adalah meminta. Nilai-nilai humanis pada fungsi tindak tutur direktif humanis adalah kepedulian

    Strategi pengembangan teknologi dan inovasi usaha tanaman hias di pt. saung mirwan

    Full text link
    PT. Saung Mirwan memproduksi berbagai jenis tanaman hias, seperti krisan, mawar mini, kalanchoe, gloxinia, dan lain-lain. Tanaman hias tersebut saat ini hanya memenuhi permintaan pasar dalam negeri. PT. Saung Mirwan memenuhi permintaan pasar di dalam negeri sebesar 26 juta batang per tahun. Pengalaman melakukan ekspor tahun 2002 sebesar 35-45 juta tangkai stek krisan ke Jepang atau 50-60 persen dari produksi bunga krisan diekspor ke Jepang. Nilai perdagangan bunga krisan untuk pasar dalam negeri mencapai Rp 60 miliar per tahun. Nilai ini tidaklah sedikit, terutama jika pemanfaatan teknologi dapat dimaksimumkan. Meskipun demikian, tuntutan akan perluasan areal dan peningkatan kapasitas produksi tersebut menuntut kesiapan internal perusahaan, terutama dukungan dari seluruh karyawan. Kesiapan internal perusahaan dalam mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan ini perlu didukung dengan penerapan manajemen teknologi. Manajemen teknologi diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh dengan menghasilkan produk dan jasa yang bermutu tinggi. Dengan penerapan manajemen teknologi ini juga dapat melahirkan inovasi dan kinerja yang baik dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya yang ada. Penerapan manajemen teknologi dalam perusahaan mencakup penggunaan komponen perangkat teknologi (technoware), perangkat sumber daya manusia (humanware), perangkat teknologi informasi (inforware) dan perangkat organisasi perusahaan (orgaware). Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi komponen teknologi dan inovasi usaha tanaman hias di PT. Saung Mirwan saat ini, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap usaha tanaman hias, baik dari sisi internal maupun dari sisi eksternal, (3) Merumuskan berbagai alternatif strategi pengembangan teknologi dan inovasi usaha tanaman hias di PT. Saung Mirwan, dan (4) Merekomendasikan prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan teknologi dan inovasi usaha tanaman hias di PT. Saung Mirwan. Berdasarkan analisis SWOT, faktor internal yang berpengaruh terhadap pengembangan teknologi dan inovasi usaha tanaman hias di PT. Saung Mirwan adalah faktor kekuatan meliputi: 1) komunikasi yang baik antara manajer dan bawahan, 2) kualitas produk yang dihasilkan baik, 3) memiliki keanekaragaman jenis tanaman hias, 4) memanfaatkan teknik produksi hasil inovasi, 5) kekuatan tawar-menawar terhadap pemasok kuat, 6) kekuatan tawar-menawar terhadap pembeli kuat, sedangkan faktor kelemahan terdiri atas: 1) ketidakdisiplinan karyawan, 2) keterbatasan modal, 3) tingginya biaya transportasi, 4) ketidaktersediaan bidang penelitian dan pengembangan. Faktor eksternal meliputi faktor peluang adalah: 1) meningkatnya pembangunan gedung perkantoran, real estate dan hotel, 2) insentif pembebasan PPN, 3) perkembangan iptek dan teknologi informasi yang semakin pesat, 4) meningkatnya pesanan pada hari-hari tertentu, sedangkan faktor ancaman terdiri dari: 1) standar mutu ekspor yang tinggi, 2) ketidakpastian permintaan terhadap produk tanaman hias, 3) persaingan antarperusahaan/petani sejenis, 4) potensi masuknya pendatang baru, 5) tren pasar yang selalu berubah. Alternatif strategi pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat dilakukan PT. Saung Mirwan, terdiri dari empat pilihan strategi yaitu: (1) peningkatan penggunaan teknik produksi untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan peluang pasar yang ada, (2) mengintensifkan komunikasi dengan mitra pemasok dan pembeli dalam rangka mendapatkan masukan informasi untuk inovasi dan teknologi yang dibutuhkan, (3) meningkatkan kemampuan dan disiplin SDM dan (4) melakukan kemitraan dengan unit litbang (universitas, balai litbang tanaman hias) untuk menghasilkan inovasi yang dapat memenuhi tuntutan jaminan mutu ekspor, tren pasar dan mengantisipasi pendatang. Prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan teknologi dan inovasi di PT. Saung Mirwan adalah (1) peningkatan penggunaan teknik produksi untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan peluang pasar yang ada, (2) melakukan kemitraan dengan unit litbang (universitas, balai litbang tanaman hias) untuk menghasilkan inovasi yang dapat memenuhi tuntutan jaminan mutu ekspor, tren pasar dan mengantisipasi pendatang, (3) mengintensifkan komunikasi dengan mitra pemasok dan pembeli dalam rangka mendapatkan masukan informasi untuk inovasi dan teknologi yang dibutuhkan, (4) meningkatkan kemampuan dan disiplin SDM. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini antara lain PT. Saung Mirwan sebaiknya mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan-pelatihan teknologi dan inovasi karena SDM merupakan aset perusahaan dan kunci utama keberhasilan perusahaan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi yang ada. Dengan demikian perusahaan akan mampu menghadapi ketatnya persaingan usaha tanaman hias yang ada. Selain itu kemajuan perusahaan dalam pengembangan teknologi dan inovasi produk memerlukan dukungan penuh terhadap kegiatan litbang sehingga sebaiknya PT. Saung Mirwan segera memperkuat kegiatan tersebut sebagai modal utama menghadapi era perdagangan bebas. Penelitian ini hanya terbatas pada identifikasi komponen teknologi dan inovasi, sedangkan untuk mengetahui kondisi tersebut ada analisis lain yang dapat ditambahkan yaitu TAM (Technology Acceptance Model) untuk mengetahui tingkat kemampuan dalam menerima teknologi di perusahaan sehingga hasil analisis yang lebih mendalam dapat dilakukan, dan sebaiknya melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan juga karena pengembangan teknologi dan inovasi tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan modal

    ANALISIS STRATEGI USAHA BUNGA POTONG PT. SAUNG MIRWAN

    Full text link
    Increasing demand of cutting flower make agribisnis business of cutting flower increasing, too. So with competition situation which the company Saung - Mirwan Ltd where located at Cisarua Bogor who experienced in agribisnis business. This company want to increased business strategy with chooses better alternatif strategy. Process of choosing alternatif did with analyze internal – external factor and learn of influence factor. Reasearh showed that supplies have important role to decide alternatif strategy becalise company depend with get of flower seed, and so with high cost investment. But, probability of demand and strong position in the competition very profitable. Choose of allernatif strategy what can do it is with research invesment and development of unites joint venture with farmer. In side the company can to develop lokal product with high quality. Development of lokal marketing strategy needs attention for antisipation over production
    corecore