53 research outputs found

    KONSELING KKLOMPOK BERORIENTASI KEACAMAAN IJNTUK MEMNGKATKAN MOTIF BERPRESTASI : Hasil Studi Eksperimen Bersama Himpunan Mahasiswa Islam Cabang kabupaten Garut

    Full text link
    Perkembangan peradaban tidak lepas dari adanya perkembangan pada unsurunsur materi-keduniawian. Pada sebagian bangsa lain upaya untuk itu telah berjalan optimal. Indonesia yang mempunyai kekhasan sebagai masyarakat berkembang dengan perasaan ketuhanan ritual keagamaan yang cukup tingggi memerlukan tritmen tersendiri dalam mengupayakan peningkatan peradaban di Indonesia. Pengetahuan rasional belum begitu lama dikenal di Indonesia. Secara umum sekolah-sekolah formal yang mengajarkan pengetahuan dengan paradigma rasional, baru diajarkan setelah banyak perguruan tinggi di era Pembangunan Nasional. Dalam waktu yang belum lama ini, dirasakan perlunya mengkoiaborasikan antara keunggulan ilmu-ilmu rasional dan keunggulan ajaran agama yang universal. Tantangan melakukan perpaduan antara agama dengan ilmu pengetahuan rasional semakin menjadi urgen ketika adanya ketimpangan disaat terjadi pemisahan. Masyarakat Indonesia sebagai subjek pembangunan tidak bisa membiarkan perubahan terjadi begitu saja. Agama harus menjadi landasan dan pilar dalam menyusun peradaban di Indonesia. Peradaban sekuler tidak menampakkan keunggulan dengan sejati. Agama dengan segenap potensi iman, ajaran dan keteladanan sejarah tidak bisa dibiarkan dalam proses pembangunan peradaban. Adanya perbedaan kemajuan suatu perdaban antara suatu bangsa dengan bangsa yang lainnya banyak dipengaruhi oleh faktor intern manusianya. Indonesia yang mempunyai sumber daya alam yang baik boleh jadi lebih baik tingkat perekonomian dan kualitas pendidikan dengan Negera Jepeng. Perbedaan ini dicoba dipecahkan oleh McClelland dengan melakukan serangkaian penelitian. Penelitiannya bertemu dengan suatu jawaban, bahwa maju tidaknya suatu peradaban sangat ditentukan tingkat motif berprestasi masyarakatnya. Apa yang disebut-sebut virus mental, boleh jadi benar adanya dan perlu upaya penumbuhan yang subur dalam rangka mengejar ketinggalan pembangunan di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan peradaban manusia yang agamamis dengan motif berprestasi tinggi antara lain dengan membuat formulasi konseling kelompok berorientasi keagamaan. Perlunya konseling kelompok format demikian didasarkan pada kenyataan bahwa pada umumnya konseling tidak dingacu secara langsung pada agama konselinya. Motif berprestasi yang dicirikan dengan adanya rasa percaya diri, oftimis, berpikir positif, penuh kesungguhan, berencana, kreatif, berani mengambil resiko dan bertanggung secara umum tidak ada yang salah dilihat dari segi agama, sehingga kedua keunggulan teori motivasi dan agama bisa dipadukan. Perpaduan itu dilakukan dengan perlakuan konseling kelompok. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian adalah "sejauh mana tingkat keandalam perlakuan konseling berorientasi keagamaan dalam meningkatkan motif berprestasi ? Untuk menjawab penelitian ini dengan jelas diajukan pertanyaan uraian, yakni bagaimana skor tes motif berprestasi sebelum dan setelah perlakuan. VI Anggota organisasi massa, Himpunan Mahasiswa Islam dijadikan sebagai subjek penelitian. Mahasiswa dalam hierarki sosial merupakan kelompok tengah yang telah mengalami persentuhan antara kelompok atas dan kelompok bawah. Mahasiswa bisa jadi merupakan komponen bangsa yang bisa mewakili perpaduan masyarakat dalam berbagai tingkatan. Dilihat dari segi umur mahasiswa merupakan kader penerus kepemimpinan. Dengan alasan ini, penelitian mengambil mahasiswa sebagai subjek penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling berorientasi keagamaan andal dalam meningkatkan motif berprestasi. Keandalan itu dilihat dari adanya perubahan yang signifikan antara hasil skor tes di awal dan diakhir perlakuan konseling kelompok. Berdasarkan temuan penelitian itu, penelilti merekomendasikan perlunya upaya konseling kelompok yang berorientasi keagamaan dalam rangka meningkatkan motif berprestasi. Agar bisa mencapai hasil optimal dalam pelaksanaanya direkomendasikan perlunya konselor yang kompetcn dalam bidang konseling kelompok dan mempunyai integritas keagamaan yang tinggi. Format konseling berorientasi keagamaan untuk meningkatkan motif berprestasi direkomendasikan bisa digunakan untuk kepentingan peningkatan kualitas pengelola perusahaan dan instansi pemerintah. Juga direkomendasikan, bahwa konseling kelompok merupakan cara alternatif dalam melakukan dakwah agama meningkatkan kualitas umat yang agamis dan prestatif

    Islamic Counseling Guidance in Increasing the Maturity of Student’s Career

    No full text
    This research aims to develop the format of Islamic career guidance through lectures in an effort to improve optimal career maturity with good processes and results. The research method combines quantitative and qualitative methods together. This research involved a department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da\u27wah and Communication, State Islamic University Bandung. The results showed that, there were four methods as efforts to intervene career advancement, they are career theory lectures, career portfolios, field trips, student presentations of career inspiration read from books. Different time share method for portions. Better than more interesting. The final result of career maturity through career guidance courses can achieve high career maturity. This research can be widely used as an effort to improve career progress through career guidance.Penelitian ini bertujuan membangun format bimbingan karir Islam melalui perkuliahan dalam upaya meningkatkan kematangan karier yang optimum secara proses maupun hasil yang baik. Penelitian menggunakan metode kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama. Penelitian ini melibatkan satu jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat metode sebagai upaya intervensi kematangan karier, yakni; ceramah teori karier, portofolio karier, kunjungan lapangan, presentasi mahasiwa dan buku bacaan inspirasi karier. Hasil akhir tindakan kematangan karier melalui mata kuliah bimbingan karier dapat mencapai kematangan karier tinggi dan sangat tinggi.  Penelitian ini dapat digunakan secara luas sebagai upaya peningkatan kematangan karier melalui bimbingan karier

    Dakwah Pemberdayaan Partisipasi Keluarga

    Full text link
    This paper aims to describe the dynamics of family empowerment in supporting da\u27wah programs in the countryside. Changes to the order of life, including in the rural areas, need adaptation from the da\u27wah movement that can balance and fill the changes towards a more qualified society. The family is the smallest group component, at most, and is most directly related to da\u27wah activities in the countryside. Family participation as a subject and missionary partner will determine the overall success. The research method used is a qualitative approach with community empowerment interventions. The target community is religious leaders and the community of the da\u27wah congregation, including: DKM chairmen, the reciters of recitation, and the asatidz, worshipers of mothers and teenagers as well as children of pengajian worshipers. Data obtained in the form of social and religious activities that have taken place in the village of Mandalasari. First, Social and Religious Activities. Second, Da\u27wah activities based on Empowering Family Participation. Third, the Role and Obligations as Family Members in empowering da\u27wah. Writing can describe a case about empowering da\u27wah through family participation in the countryside.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika pemberdayaan keluarga dalam mendukung program dakwah di pedesaan. Perubahan pada tatanan kehidupan termasuk di pedesaan perlu adaftasi dari gerakan dakwah yang bisa mengimbangi dan mengisi perubahan menuju masyarakat yang lebih berkualitas. Keluarga merupakan komponen kelompok terkecil, paling banyak, dan paling berhubungan langsung dengan kegiatan dakwah di pedesaan. Peran serta keluarga sebagai subjek dan mitra dakwah menjadi sangat menentukan akan keberhasilan secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan intervensi pemberdayaan masyarakat. Masyarakat sasaran adalah tokoh-tokoh keagamaan dan masyarakat jamaah dakwah, meliputi: Para ketua DKM, Ibu-ibu penggerak pengajian, dan para asatidz, para jamaah Ibu-ibu dan remaja serta anak-anak jamaah pengajian. Data yang diperoleh berupa keegiatan sosial dan keagamaan yang telah berlangsung di Desa Mandalasari. Pertama, Kegiatan Sosial dan Keagamaan. Kedua, Kegiatan Dakwah berbasis Pemberdayaan Partisipasi Keluarga. Ketiga, Peran dan Kewajiban sebagai Anggota Keluarga dalam dakwah pemberdayaan. Tulisan dapat menggambarkan suatu kasus tentang dakwah pemberdayaan melalui partisipasi keluarga di pedesaan

    Analisis karier karyawan perempuan: Efikasi diri, etos kerja dan kinerja Islami

    Full text link
    Tulisan ini ditujukan adalah untuk memetakan karier perempuan dilihat dari aspek efikasi diri, etos kerja Islam dan kinerja pada karyawan perempuan, serta bagaimana performansi yang dicapai dalam hal etos kerja dan kinerja. Guna menjawab tujuan ini, digunakan metode penelitian yang dapat memberikan panduan cara memperoleh jawaban. Penelitian dalam permasalahan ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis, untuk menggambarkan karier Islami terhadap etos dan kinerja karyawan perempuan di Fakultas Dakwah dan Kominikasi UIN SGD Bandung. Subjek penelitian ini adalah karyawan perempuan dari unsur tenaga kependidikan dan dosen. Teknik pengumpulan data, melalui kajian literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan etos kerja Islam dalam karyawan perempuan mencakup batasan konsep, proses ets kerja, tujuan, kegunaan, dan fungsi, serta ciri-ciri. Berkenaan dengan kinerja karyawan perempuan terdapat cakupan istilah kinerja, faktor yang mempengaruhi, dan sistem evaluasi kinerja. Performansi karyawan perempuan dalam kampus UIN Bandung, meliputi aspek instrumen reward dan punishment dalam etos dan kinerjanya, serta kontribusi dari penerapannya. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang karyawan perempuan dalam Islam dilihat dari aspek etos kerja, kinerja dan efikasi diri berkarier

    PENGARUH BIMBINGAN KARIER PADA KEMATANGAN KARIER DAN EFIKASI DIRI

    No full text
    Penelitian ini untuk menjawab  format perlakuan bimbingan karier yang sesuai pada perguruan tinggi agama Islam. Penerapan layanan bimbingan karier dapat mengalisis pengaruh bimbingan karier terhadap efikasi diri dan kematangan karier dengan penajaman pada aspek gender dan latar belakang studi. Bentuk Penelitian berupa metode kombinasi  antara metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan. Penelitian kualitatif untuk mengetahui aspek-aspek kebutuhan bimbingan karier, sedangkan penelitian kuantitatif untuk mengetahui derajat dan hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan (1) pelayanan bimbingan karier Islam dapat memberikan hasil yang baik, berkualitas, dan bermanfaat, (2) terdapat respons antusias dari mahasiswa (konseli) atas pelaksanaan bimbingan karier Islam, (3) pengaruh bimbingan karier pada kematangan karier 0,66 (p 0,01), bimbingan karier Islam pada kematangan karier melalui efikasi diri 0,50 (p 0,01), bimbingan karier Islam terhadap keseluruhan aspek karier sebesar 0,72 (sangat kuat). Analisis pengaruh pada aspek gender wanita 0,55 (p 0,01), lelaki 0,14 (p 022). Analisis latar belakang pendidikan, mahasiswa dengan latar belakang pendidikan agama mempunyai pengaruh 0,52 (p 0,01), latar belakang pendidikan umum 0,39 (p 0,01). Program bimbingan karier Islam menunjukkan optimisme pada kematangan karier dan efikasi diri, terlebih pada mahasiswa wanita dan mahasiswa yang berlatar belakang sekolah agama

    Konsep Dasar Bimbingan Karier Modern dalam Perspektif Manusia Religius

    Full text link
    Terdapat suatu perbedaan yang membentang antara manusia perspektif religi dan materi. Dalam pandangan materi, manusia seperti binatang yang dibekali akal dan kemampuan lainnya untuk kesejahteraan hidupnya. Sementara dalam perspektif religi, manusia merupakan makhluk mulia. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji manusia sebagai makhluk relegi dan implikasinya dalam bimbingan karier modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan, (1) hubungan karir dengan agama memiliki pada periode awal perkembangan bimbingan karir adanya perbedaan antara pandangan agama dan pekerjaan, (2) pada periode selanjutnya agama dan karier saling mendekat, dan (3) pada saat ini, agama dan karier menjadi kesatuan yang terintegrasi

    Bimbingan dan konseling Islam pada sektor industri

    Full text link
    Sektor Industri menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan guna menaikan taraf hidup masyarakat Indonesia. Keberadaan masyarakat industri bagaikan dua sisi mata uang, satu sisi diuntungkan dengan peningkatan pendapatan (ekonomi), di sisi lain dirugikan dengan adanya target produksi yang dapat berdampak pada nilai-nilai sosial dan mengurangi nilai-nilai religiusitas. Perubahan sektor dari agraris menjadi sektor Industri akan berdampak pula pada perubahan sosial budaya, maka industrialisasi sebagai suatu aspek dalam pembangunan akan merubah struktur dan fungsi sosial masyarakat. Industrialisasi bukan hanya mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, melainkan juga menimbulkan hal-hal lain pada kehidupan masyarakat seperti pertambahan penduduk yang cukup tinggi sebagai akibat datangnya penduduk dari daerah lain sebagai tenaga kerja di pabrik-pabrik, terjadi pola pergeseran ekonomi masyarakat, pergeseran dalam pola hidup serta aspek lainnya. Kebutuhan akan konseling semakin meningkat akibat semakin beragamnya masalah yang dihadapi karyawan. Ketika diterpa masalah emosi dan perilaku, para karyawan dapat mengambil manfaat layanan konseling industri. Contohnya, seorang karyawan merasa tidak aman dengan pengunduran diri, sedangkan karyawan lain ragu-ragu mengambil resiko yang disyaratkan suatu promosi jabatan, sehingga karyawan tersebut tidak bisa berkembang dalam pekerjaannya

    MENEGASKAN DEFINISI BIMBINGAN KONSELING ISLAM, SUATU PANDANGAN ONTOLOGIS

    No full text
    Membentangkan definisi bimbingan konseling Islam tidak mudah, terlebih lagi sifat bimbingan konseling Islam merupakan integrasi religi, teoritis, dan empiris. Keberadaannya bersinggungan dengan realitas di para pelaku sekitarnya. Dalam sorotan historis, perbedaan antara konseling Islam dengan konseling pada umumnya dalam kemungkinan mempengaruhi atau dipengaruhi. Tujuan penelitian ini untuk membentangkan definisi bimbingan konseling Islam, kajian atas pola pemikiran falsafah Islam dan konvensional, serta dinamika dalam upaya rumusan yang menyeluruh. Penelitian menggunakan kepustakaan (library research). Jenis penelitian termasuk kualitatif deskriptif pada literatur-literatur dan sumber-sumber, dan atau penemuan terbaru mengenai bimbingan konseling. Sifat penelitian kepustakaan ini kajian kritis dan historis. Pengumpulan data dalam bentuk verbal simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan definisi bimbingan konseling Islam telah menunjukkan ketegasan pada misi Islam. Unsur-unsur definisi dalam bimbingan konseling Islam, setidaknya mencakup: (1) layanan yang proaktif, bukan apatis apalagi pasif, (2) dilakukan oleh ahli, (3) dilakukan kepada individu, baik dalam konseling perorangan maupun kelompok dan massal, (4) berupa nasehat, dukungan, dan saran yang sesuai dengan kaidah agama Al-Qur'an, Sunnah dan turunannya, (5) ditujukan untuk mengembangkan diri, mencegah penistaan dan memecahkan masalah agar individu dapat mengoptimalkan potensi, (6) memperhatikan aspek jasmani, rohani dan lingkungan, (7) meraih kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat
    corecore