1,721,017 research outputs found
ANALISIS TOKOH PEREMPUAN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C NOER ( PERSPEKTIF FEMINISME )
ABSTRAK
Anggraini, Nery Hudha. 2020. Analisis Tokoh Perempuan dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Naskah Drama Mega-mega Karya Arifin C Noer (Perspektif Feminisme). Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Progam Sarjana Universitas Islam Majapahit. Pembimbing: (I) Wawan Hermawan, M.Pd., dan (II) Rani Jayanti, S.Pd., M.Hum.
Kata Kunci: Feminisme, Ketidakadilan Gender, dan Nilai Pendidikan Karakter
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama mega-mega meliputi : (1) Marginalisasi tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega karya Arifin C Noer, (2) Kekerasan yang dialami tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega karya Arifin C Noer, (3) Beban Kerja yang dialami tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega karya Arifin C Noer, (4) Stereotipe yang dialami tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega karya Arifin C Noer, (5) Subordinasi yang dialami tokoh perempuan yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega karya Arifin C Noer, (6) Nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega Karya Arifin C Noer.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sudut pandang Feminisme. Data dalam penelitian ini berupa teks yang termasuk bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotype, kekerasan dan beban kerja serta nilai pendidikan karakter dalam naskah drama mega-mega. Penelitian ini tidak terkait tempat, tetapi berupa naskah drama. Waktu penelitian ini dimulai November 2019 sampai Agustus 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Penelitian memainkan peran langsung sebagai instrument utama dalam penelitian. Validasi data diperoleh melalui triangulasi teori. Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah model analisis konten dengan pengadaan data, penelitian unit analisis, penentuan sampel, pencatatan data, inferensi, dan analisis.
Berdasarkan hasil dari penelitian yaitu bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam naskah drama mega-mega meliputi (1) marginalisasi kemiskinan dalam perekonomian dalam hal pekerjaan, (2) subordinasi menganggap salah satu jenis kelamin lebih penting atau lebih utama dibanding dengan jenis kelamin lainnya yakni perempuan, (3) stereotype yakni pelabelan atau penandaan yang sering kali bersifat negatif yang ditujukan pada perempuan, (4) kekerasan yang dialami perempuan berupa serangan terhadap fisik maupun mental psikologis seseorang dalam bentuk pornografi dan tindakan dalam pemukulan, (5) beban kerja yang dialami perempuan untuk mencari nafkah menghidupi diri sendiri dan (6) nilai pendidikan karakter dalam naskah drama mega-mega secara keseluruhan meliputi nilai religius, nilai jujur, nilai peduli sosial, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai menghargai prestasi, nilai cinta damai, nilai tanggung jawab
Aspek Kehidupan Sosial Dalam Naskah Drama Mega-mega Karya Arifin C. Noer (Sebuah Telaah Sosiologi Sastra Ian Watt)
penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan konteks sosial pengarang dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer, (b) mendeskripsikan sastra sebagai cermin masyarakat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer, (c) mendeskripsikan fungsi sosial sastra yang terdapat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah dialog-dialog yang terdapat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C.Noer. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca, dan teknik pencatatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat dan fungsi sosial sastra dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer berdasarkan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arifin C. Noer menggunakan sejumlah tokoh pada naskahnya terlibat beberapa konflik dan menghasilkan bahwa drama yang diangkat oleh Arifin C.Noer sangat dekat dengan dunia keseharian dalam realita kehidupan, yaitu banyak sekali ditemui kaum gelandangan yang hidup tidak layak di sekitaran Alun-alun kota Yogyakarta serta posisi satrawan yang juga dipandang sebelah mata. Drama ini merupakan drama yang mengandung kritik tajam terhadap ketimpangan sosial sehingga Mega-mega merupakan refleksi aspek kehidupan sosial. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah menggunakan konsep dasar tentang konteks sosial pengarang, karya sastra sebagai cermin masyarakat dan fungsi sosial sastra.
Kata Kunci : Aspek Sosial, Konteks Sosial, Cermin Masyarakat, Fungsi Sosial, Sosiologi
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam dialog naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer digunakan sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini dilakukan dengan cara memilah-milah tuturan yang termasuk kedalam tindak tutur ilokusi dalam naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer, kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori bentuk tindak tutur ilokusi menurut John R. Searle. Peneliti menggunakan langkah-langkah metode analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian adalah bentuk tindak tutur ilokusi meliputi: (1) bentuk aseptif dengan maksud mengeluh, memberitahukan, menyatakan, melaporkan dan menuntut, (2) Bentuk direktif dengan maksud menyarankan, menasehati, meminta, memerintah dan memohon, (3) bentuk komisif dengan maksud memanjatkan doa, berjanji, bersumpah dan menawarkan, (4) bentuk ekspresif dengan maksud memuji, menyalahkan, berbelasungkawa, meminta maaf, mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat, (5) bentuk deklaratif dengan maksud memberi nama dan menentukan. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Naskah Drama, Mega-Mega, Arifin C. Noe
Perilaku Masyarakat Urban dalam Drama Mega, mega Karya Arifin C.Noer implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA
Drama Mega,mega karya Arifin C.Noer merupakan salah satu drama yang menggambarkan perilaku yang terjadi pada masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku masyarakat urban dalam drama Mega,mega karya Arifin C.Noer dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan antar disiplin ilmu, yakni sosiologi dan sastra yang memfokuskan penelitiannya pada hubungan manusia dengan semesta. Perilaku masyarakat urban pada tahun 1966 dapat digambarkan melalui masyarakat dalam drama Mega,mega berdasarkan perilaku yang dihadirkan para tokoh. Analisis drama Mega,mega ini dapat memenuhi kompetensi dasar dalam pemebelajaran sastra yakni untuk mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama. Melalui pembelajaran ini siswa diharapkan dapat saling menghargai antar sesama dan mau berusaha untuk mencapai impian. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemiskinan sangat berpengaruh terhadap prilaku masyarakat urban. Kemiskinan tersebut disebabkan dari berbagai unsur antara lain: kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang, kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam dan kemiskinan buatan serta kemiskinan struktural. Akibat kemiskinan tersebut maka muncullah perilaku-perilaku negatif masyarakat urban disebabkan tekanan untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka, akan tetapi kesempatan untuk mendapat pekerjaan tidak ada. Perilaku negatif tersebut antara lain: menjadi pengemis, mencuri dan menjadi wanita tunasusil
GAMBARAN PENGUNGSI PASCA KEMERDEKAAN PADA NASKAH DRAMA MEGA-MEGA DAN NASKAH DRAMA GERBONG (STUDI SASTRA BANDINGAN)
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang kondisi sosial pada keadaan ekonomi para pengungsi pasca kemerdekaan dalam naskah drama bertema revolusi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah drama yang berjudul Mega-mega karya Arifin C Noer dan naskah drama Gerbong karya Agam Wispi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra yang fokus pada kondisi sosial pada keadaan ekonomi pengungsi pasca kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil penelitian yang dipaparkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi sosial pada keadaan ekonomi yang dialami para pengungsi pasca kemerdekaan pada naskah drama Mega-mega dan naskah drama Gerbong
DISKRIMINASI DAN SUPERIORITAS PEREMPUAN DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER
Sastra dan tokoh perempuan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Perempuan menjadikan sastra menjadi lebih indah dan berwarna. Tokoh perempuan tersendiri menjadi sebuah pewangi di antara jalannya karya sastra yang beraneka, seperti pada hahlnya drama. Pada naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer ini, aktivitas atau alur ceritanya menggambarkan banyak diskriminasi, selain itu tokoh perempuan menjadi sentral alur dan aktivitas semua adegan yang dilakukan dalam naskah dramanya. Tidak seperti nasib tokoh perempuan kebanyakan yang menderita di dalam karya sastra Indonesia yang lain, tokoh Mae dalam naskah drama ini mampu mendominasi aktivitas dan menjadi superior dalam kelompoknya, serta mendapat pengakuan dan posisi tersendiri. Tujuan penelitian ini berusaha mengungkapkan dan menjelaskan superioritas tokoh perempuan yang ada dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deksriptif. Deskriptif kualitatif dalam penelitian menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengkaji unsur superioritas tokoh perempuan yang terdapat pada naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer. Langkah analisis data yang dilaksanakan antara lain 1) penyajian, 2) reduksi, dan 3) pengambilan kesimpulan. Hasil dari analisis yang dilakukan pada penelitian ini antara lain: 1) diskriminasi dan superioritas perempuan dalam bidang sosial dan 2) kekuasaan atau penguasaan perempuan dalam hal ekonomi.Kata kunci: Diskriminasi, Superioritas, Naskah Drama
Tokoh dan Penokohan pada Naskah Drama Mega-Mega Karya Arifin C. Noer: Analisis Hegemoni Gramsci
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tokoh dan penokohan serta ideologi dalam drama Mega-Mega, mengidentifikasi ideologi yang paling banyak terjadi, dan meneliti hegemoni yang terjadi dalam drama tersebut dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan teori hegemoni Gramsci. Sumber data utama untuk penelitian ini adalah naskah drama tahun 1968 Mega-Mega yang ditulis oleh Arifin C. Noer dan pertama kali muncul di majalah Horizon. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca catatan-catatan. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kualitatif menggunaan metode deskriptif. Ahli-ahli dijadikan sebagai konsultasi untuk memastikan validitas data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan ada empat ideologi yaitu humanisme, kapitalisme, materialisme, dan feminisme. Ideologi yang paling banyak terjadi adalah materialisme. Ideologi materialis anak-anak Mae, kelompok dominan, cukup kuat untuk menguasai ideologi humanis Mae dan beberapa saudara laki-lakinya, kelompok yang subordinat. Sebagai hasilnya, gambaran tokoh dan penokohan dari tokoh sentral yaitu Mae dan lima tokoh tambahan yaitu Retno, Panut, Hamung, Koyal dan Tukijan serta ideologi dalam drama Mega-Mega menurut hegemoni Gramsci muncul sebagai tanda persetujuan atau keberhasilan hegemoni
PEMERANAN TOKOH MA’E DALAM NASKAH MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C.NOOR DENGAN METODE AKTING STANISLAVSKY
Naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noor mengangkat tentang ketimpangan sosial yang terjadi pada masyarakat urban. Ma’e sebagai tokoh yang dituakan dari kelompoknya, selalu menyembunyikan kesepian yang dihadapi dan mengharapkan mempunyai anak yang dilahirkan. Tokoh lain yang hidup di alun-alun sudah di anggap Ma’e sebagai anak sendiri. Kesepian yang selalu menghantui Ma’e tergambar saat semua tokoh meninggalkan Ma’e sendirian di alun-alun Yogyakarta. Mewujudkan tokoh Ma’e dalam naskah Mega-mega Arifin C. Noor, pemeran menggunakan metode akting Stanislavsky. Lewat metode ini seorang pemeran harus mampu meyakinkan penonton, bahwa setiap tindakan yang dihadirkan benar-benar terjadi oleh tokoh Ma’e di atas panggung. Perwujudan tokoh tidak hanya di lihat dari fisik, tetapi juga mampu memberikan penjelasan psikologi yang di alami oleh tokoh Ma’e. Pemeran harus mampu membuat penonton berempati dengan tokoh yang dihadirkan. Proses dalam mewujudkan tokoh dilalui dari beberapa aspek, seperti mendandani tokoh, memvisualkan tokoh secara maksimal, memberikan property pendukung yang dibutuhkan dalam mewujudkan tokoh Ma’e
TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NASKAH MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARABAHASA INDONESIA DI SMA
ABSTRAK
Iswanto, 2020. Tokoh dan Penokohan dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer dan Implikasinya dalam pembelajara bahasa Indonesia di SMA. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Leli Triana, S.S., M.Pd.
Pembimbing II : Vita Ika Sari, M.Pd.
Kata Kunci : Tokoh dan Penokohan, Mega-mega karya Arifin C. Noer, pembelajaran Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang tokoh dan penokohan yang ada dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan watak dan karakter tokoh yang terlibat dalam naskah naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. (2) Mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam peembelajaran sastra di SMA..
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif. Objek Penelitian ini adalah tokoh yang terlibat dan karakter tokoh yang terlibat dalam naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Sumber data penelitian ini adalah naskah Mega-mega Karya Arifin C. Noer. Wujud data penelitian ini adalah dialog dari setiap tokoh yang ada dalam naskah. Penyedian data yang digunakan dengaan memanfaatkan sumber tertulis untuk memperoleh data. Teknik analisis data dangan menyajikan dalam bentuk kata-kata untuk memperjelas kajian.
Hasil penelitian ini meliputi tokoh sentral yaitu Mae dan lima tokoh tambahan yaitu Retno, Panut, Hamung, Koyal dan Tukijan. Penokohan menggunakan teknik ekspositori dan teknik dramatik ditemukan hasil : (1) Mae, digambarkan sebagai karakter janda tua, kesepian, penunggang kuda, bijaksana, tanggung jawab dan penyayang, (2) Retno, digambarkan sebagai karakter janda muda, cantik, wanita tuna susila, kasar (3) Hamung, digambarkan sebagai karakter laki-laki pincang, kasar, perokok, suka memaki, oportunis. (4) Panut, digambarkan sebagai karakter, pencopet, nakal dan pemalas. (5) Koyal, digambarkan sebagai laki-laki dekil, pengemis, permain suling, urang waras dan rakus. (6) Tukiijan, digambarkan sebagai karakter laki-laki berpendirian, menyukai Retno memiliki, keras dan kasar. Hasil penelitian ini relevan untuk diajarkan sebagai materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMA, pada kelas XI kurikulum 2013 yaitu KD 4.18 mempertunjukan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.
Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran kepada pembaca agar lebih memahami tentang tokoh dalam naskah drama dan bagi pengajar supaya dapat menemukan naskah yang tepat dengan kelas yang diajar
GAYA BAHASA DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
ABSTRAK
MAULANA, MUKHAMAD ILHAM, 2020. “Gaya Bahasa dalam Naskah Drama Mega-mega Karya Arifn C. Noer dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA”. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Lely Triana S.S,M.Pd.
Pembimbing II :Vita Ika Sari,M.Pd.
Kata Kunci : gaya bahasa, naskah drama, implikasi pembelajaran
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk, jenis dan makna gaya bahasa yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-mega Karya Arifin C. Noer dan (2) Implikasi pembelajaran bentuk, jenis dan makna gaya bahasa yang terdapat dalam Naskah Drama Mega-Mega Karya Arifin C. Noer pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer berupa naskah drama karya Arifin C. Noer yang berjudul Mega-Mega. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, jurnal, internet, atau bahan tertulis yang berhubungan dengan pokok permasalahan guna menunjang kelengkapan data. Wujud data pada penelitian ini berupa kata dan dialog yang mengandung gaya bahasa dalam naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer.
Hasil penelitian ini dapat ditemukan beberapa penggunaan gaya bahasa yaitu majas perbandingan dan majas penegasan. Majas perbandingan meliputi personifikasi, hiperbola, metafora, sinekdok, simbolik, dan asosiasi, sedangkan dalam majas penegasan terdapat klimaks dan antiklimaks. Hasil penelitian dalam jenis majas perbandingan ditemukan 18 data hiperbola, 9 personifikasi, 1 metafora, 1 sinekdok, 1 simbolik, dan 4 asosiasi, sedangkan dalam jenis majas penegasan terdapat 1 data antiklimaks dan 1 data klimaks. Hasil penelitian tersebut dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA kelas X semester 2 yang ada di Silabus dan RPP Bahasa Indonesia berisi dalam kompetensi dasar, yaitu menganalisis gaya bahasa dalam puisi.
Saran untuk pembelajaran memproduksi teks puisi siswa harus mampu menguasai majas-majas. Guru hendaknya dapat memberikan contoh cara membuat puisi yang baik dengan majas untuk memperindah setiap kata.
ABSTRACT
MAULANA, MUKHAMAD ILHAM, 2020. "Language Style in the Mega-Mega Drama Script by Arifn C. Noer and Its Implications for Learning Indonesian Language in High School". Thesis Indonesian Language Study Program. Faculty of Teacher Training and Education. Pancasakti University, Tegal.
Advisor I: Lely Triana S.S, M.Pd.
Advisor II: Vita Ika Sari, M.Pd.
Keywords: language style, drama script, implications
The purpose of this study is (1) Describe the form, type and meaning of the style of language contained in the Mega-mega Drama Script of Arifin C. Noer and (2) The implications of learning the form, type and meaning of the style of language contained in the Mega-Mega Drama script by Arifin C. Noer on learning Indonesian in high school.
This research uses descriptive method with a qualitative approach. Data sources from this research are primary and secondary data. Primary data is in the form of a play by Arifin C. Noer, entitled Mega-Mega. Whereas secondary data is data obtained from books, journals, internet, or written material related to the subject matter in order to support the completeness of the data. The form of data in this study is in the form of words and dialogues containing language style in the Mega-Mega drama script by Arifin C. Noer.
The results of this study can be found several kind of language style, namely the comparison and the affirmation. Comparative forms include the figures of speech as personification, hyperbole, metaphor, synecdohe, symbolic, and association, while in the affirmation there are climax and anticlimax. From the comparison data research is found 18 hyperbole data, 9 personifications, 1 metaphor, 1 synecdoche, 1 symbolic, and 4 associations, while in the type of affirmation there are 1 anticlimax data and 1 climax data. The results of these studies can be implicated in learning Indonesian language for tenth grade student of Senior High School by the second semester, which contained as the basic competence for analyzing language style on poetry in the syllabus and lesson plan for learning Indonesia language.
Based on the results of this study indicate that, in learning to produce poetry texts students must be able to master the majas. The teacher should be able to give examples of how to make good poetry using figure of speech to beautify each word
- …
