21 research outputs found
Larian maya = Virtual run / Dr. Masyitah Md Nujid
Larian maya merupakan bentuk larian secara individu/ berkumpulan bila-bila masa walau di mana jua pelari melakukan larian tanpa bersemuka dan tanpa tertakluk kepada tentatif program rasmi. Ia dipanggil maya apabila larian dibuktikan dengan memuatnaik gambar sendiri (selfie) dan bukti kilometer larian menggunakan aplikasi larian seperti STRAVA disertakan kepada penganjur program. Dengan era digital dan komputer, kebanyakan aktiviti sosial boleh dilaksanakan dengan norma baharu. Persatuan Sukan dan Kebajikan Kakitangan (PSKK) UiTM Cawangan Pulau Pinang dengan julung kalinya telah menganjurkan UiTM Pulau Pinang New Norm Virtual Run 2020 dengan slogan #silalarijanganduduk. Inisiatif ini diwujudkanbagi memastikan warga UiTM Cawangan Pulau Pinang kekal aktif dan sihat di waktu Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) ekoran wabak pandemik COVID-19 yang menyerang seluruh dunia pada akhir Januari 2020
Peranan Pemerintah Hindia-Belanda dalam Perdagangan Sagu di Wilayah Ambon-Maluku Tengah pada Tahun 1880-1900
Putri Maya Masyitah , ???Role of the Dutch Eastern Government for Sago Commerce in Ambon Island-Central Maluku from 1880 to 1900.??? Supervised by Prof. Dr. Abd. Rasyid Asba, M.A and Margriet Moka Lappia, S.S., M.S.\ud
\ud
Sago is the staple food of the eastern part of Indonesia, especially in the area of Ambon, Central Maluku. This food was famous not only for local people but also for the colonial government. Sago was one of the important commodities in commerse in the 19th century. Back then the production of the spices in Ambon was controlled by the colonial government and the Sago was also the favorite commodity. This is the reason why I got keen interest to study about Sago, because Sago was not only important as their food for local people but also as a trading commodity affecting the economy of the natives and the colonial government.\ud
\ud
The research aims to explain about Ambon island as a trade route in the 19th century and to understand the situation of Sago commerce in Ambon region particulary in the last 20 years in the 19th century. In addition to that it reveals the role of sago for the economy of Central Maluku Ambon in 1880 to 1900
A Teacher's Questions in English Classroom of SMA Negeri 1 Lawang
ABSTRAK SUMMARY Masyitah, M. 2018. A Teacher's Questions in English Classroom of Eleventh Graders of SMA Negeri 1 Lawang. Undergraduate Thesis, Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dr. Utari Praba Astuti, M.A. (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M.Ed. Keywords: teacher's questions, English classroom, eleventh graders. An interaction between the teacher and the students in a classroom is inevitable. It creates a connection which provides a better atmosphere in the teaching and learning process. Questions from the teacher areclassified as one of the interaction. Questioning is regarded as important to develop critical thinking skill, problem-solving, and self-confidence.This research is aimed to identify the types of questions that are used in the classroom and examine the functionfor certain questions that are asked in the classroom. Therefore, theresearcher formulates two research problems: (1) Whattypes of teacher's questions are raised by the English teacher of eleventh graders of SMA Negeri 1 Lawang?(2) What are the functions of the questions asked by the English teacher of eleventh graders of SMA Negeri 1 Lawang?; and (3) How often did the teacher raise the question for each type and function? This research employs a descriptive qualitative design. The research uses purposive sampling method to choose the subject. This subject was chosen since the teacher uses the scientific approach and asks numerous questions in the teaching and learning process. The researcher discovered the fact when the researcher did the internship program at the school. The subject of this current research is one of the English teachers that taught eleventh grade at SMA Negeri 1 Lawang. The instruments includedhuman instrument, observation, and interview. The data are collected through videotaping the classroom activity and interview the teacher. The data are analyzed through transcribing thevideothen presenting the data in the form of tables and graphics. The findings reveal that (1) types of the teacher's questions raisedby the teacher are procedural, knowledge, comprehension, application,analysis, synthesis, and evaluation. The total of the questions is 215 questions. Among those questions, procedural questions were asked in a total of 10 questions. Knowledge questions were asked 95 times. Next, there are 64 comprehension questions. There was merely one application question during the observations. Furthermore, there were 22 analysis questions. Next, the teacher asked 7 synthesis questions. Finally, the teacher asked 16 evaluation questions. (2) from a total 215, the teacher asked questions to check the students' understanding in a sum of 88. Then, the teacher asked the students to elicit information a lot as well. There were 83 questions asked. On the other hand, the teacher never asked the students to make a prediction. Next, the teacher asked 2 questions to control the classroom. The teacher mainly asked knowledge and comprehension question. This is in line that the teacher also mainly asked to check the students' understanding. The teacher asks numerous knowledge and comprehension questions to check the students' understanding. Furthermore, the teacher asks a lot of question to elicit information from the students. This is in line that the teacher also asks numerous analysis, synthesis, and evaluation questions. Twosuggestions are proposed by the researcher, teachers should ask higher order thinking questions more. The lower order thinking questions require the students to recall information. Meanwhile, the higher order thinking question requires the students to think and speak more; and the researcher suggests as well that in the future study, the subject of the research should involve more than one teacher. As a matter of fact, every teacher is unique. Thus, it influences their questioning strategy. Masyitah, M. (2018). Pertanyaan Guru di Kelas Bahasa Inggris dari Siswa Kelas Sebelas SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Utari Praba Astuti, M.A. (II) Dr. Johannes A. Prayogo, M.Pd., M.Ed. Kata kunci: pertanyaan guru, kelas Bahasa Inggris, siswa kelas sebelas. Interaksi diantara guru dan murid di kelas adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Hal inimenciptakan koneksi yang memberikan atmosfer yang lebih baik dalam proses belajar mengajar. Pertanyaan dari guru termasuk pada salah satu bagian dari interaksi. Pertanyaan dianggap penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pertanyaan yang digunakan di kelas dan membahas fungsi untuk pertanyaan-pertanyaan tertentu yang ditanyakan di kelas. Akhirnya, peneliti merumuskan dua masalah penelitian: (1) apa saja jenis pertanyaan yang ditanyakanoleh guru Bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang?; dan (2) apasajafungsidari pertanyaan yang diajukanoleh guru Bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang?. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan metode purposive sampling untuk memilih subjek. Subjek dari penelitian ini adalah salah satu guru bahasaInggris yang mengajar di kelassebelas di SMA Negeri 1 Lawang. Instrumen yang digunakan adalahhuman instrument, observasi, dan wawancara. Data dikoleksi melalui perekaman aktifitas dalam kelas dan mewawancarai guru. Data dianalisis melalui penerjemahan video lalu menyajikan data dalam bentuk table dan gambar. Temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) tipe pertanyaan yang ditanyakan oleh guru adalah procedural, knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, and evaluation. Total dari pertanyaan guru adalah 215 pertanyaan. Di antara pertanyaan-pertanyaan itu, pertanyaan procedural ditanyakan dalam total 10 pertanyaan. Pertanyaanknowledgeditanyakan 95 kali. Selanjutnya, pertanyaan comprehension 64 kali. Hanya ada satu pertanyaan application selama pengamatan. Selanjutnya, ada 22 pertanyaan analysis. Selanjutnya, guru menanyakan 7 pertanyaan synthesis. Akhirnya, guru menanyakan 16 pertanyaan evaluation. (2) dari total 215 pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman siswa dalam jumlah 88. Kemudian, guru menanyakan 83 pertanyaan kepada siswa untuk mendapatkan informasi dari mereka juga. Di sisilain, guru tidak pernah meminta siswa untuk membuat prediksi. Selanjutnya, guru mengajukan 2 pertanyaan untuk mengendalikan kelas. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru itu bervariasi tergantung pada topik pelajaran. Guru akan mengajukan banyak pertanyaan lower order thinking skills jika topic pelajaran saat itu untuk pengantar topik baru; karena guru ingin memastikan para siswa memahami pelajaran. Selanjutnya, ada 8 fungsi pertanyaan yang digunakanoleh guru dalam penelitian ini. Yang paling sering digunakan adalah untuk memeriksa pemahaman siswa dan memperoleh informasi dari siswa; dan fungsi yang paling jarang digunakan adalah membuat prediksi. Ada dua saran yang diajukan oleh peneliti, guru harus mengajukan pertanyaan higher order thinking skills lebih banyak. Pertanyaan berpikir tingkat rendah mengharuskan siswa untuk mengingat informasi. Sementara itu, pertanyaan berpikir tingkat tinggi mengharuskan siswa untuk berpikir dan berbicara lebih banyak; dan peneliti menyarankan juga bahwa dalam studi masa depan, subjek penelitian harus melibatkan lebih dari satu guru. Faktanya, setiap guru itu unik. Dengan demikian, itu mempengaruhi strategi bertanya mereka
Peran Organisasi Santriwati Darul Hijrah Putri (OSDA) dalam Membina Akhlak Santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri
Maya Rahmatina. 2012 Peran Organisasi Santriwati Darul Hijrah Putri (OSDA) dalam Membina Akhlak Santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Rusdiana Hamid M.Ag. (II) Dra. Hj. Masyitah, M.Pd.I
Penelitian ini bertolak dari latar belakang mengenai akhlak yang sangat fundamental dalam kehidupan kita. Pondok Pesantren merupakan tempat dalam pembinaan akhlak dan sebagian orang tua pun mempercayai akan hal itu salah satunya adalah Darul Hijrah Putri. Adapun yang mendominasi dalam pembinaan akhlak bagi santriwati adalah OSDA. Mereka diberikan banyak peran dan tanggung jawab oleh pimpinan Pondok dalam bimbingan dan pembinaan santriwati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran yang dilaksanakan OSDA dalam membina akhlak santriwati. Metode yang dilaksanakan OSDA dalam membina akhlak santriwati serta usaha pondok pesantren Darul Hijrah Putri dalam membina peran OSDA
Jenis dan pendekatan penelitian ini bersifat lapangan (field research) yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif, yakni memaparkan seluruh kejadian dan gejala-gejala yang muncul pada saat penelitian berlangsung.
Berdsarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa OSDA telah berperan sebagai figure teladan, sebagai pembimbing dan sebagai korektor dalam membina akhlak santriwati. Adapun metode yang dilaksanakan OSDA dalam membina akhlak santriwati yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan dan metode ganjaran. Sedangkan usaha yang dilaksanakan Pondok dalam membina peran OSDA yaitu Mengadakan pengarahan serta bimbingan ketika OSDA baru menjabat, melakukan pengawasan kepada OSDA, mengadakan pertemuan dengan ketua bidang satu bulan sekali, dan memecahkan permasalahan yang terjadi disekitar OSDA
Perbandingan Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roscoe.) dari Varietas berbeda terhadap Aktivitas Motorik dan Volume Eksudat Tikus Putih Jantan Rematik
Telah dilakukan penelitian uji efek antirematik ekstrak Jahe (Zingiber
officinale Roscoe.) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi larutan carrageen
1% pada lutut tikus secara intraartikular, terhadap aktivitas motorik dan volume
eksudat. Tikus putih jantan sebanyak 50 ekor dengan berat 180-200 gram, yang
dibagi menjadi lima kelompok, yaitu 10 ekor untuk Kelompok Jahe Merah, 10
ekor Kelompok Jahe Gajah, 10 ekor Kelompok Jahe Emprit, 10 Ekor Kelompok
Pembanding dan 10 ekor Kelompok Kontrol. Untuk kelompok uji diberi ekstrak
Jahe dengan dosis 30mg/KgBB, kelompok pembanding diberi larutan Asetosal
dengan dosis 80mg/KgBB dan kelompok Kontrol diberi Aquadem, masingmasing
perlakuan diberikan secara oral dengan volume pemberian sebanyak 1,0
ml satu kali sehari. Masing-masing kelompok diterapi selama dua hari. Parameter
yang diamati berupa volume eksudat yang terbentuk pada lutut tikus pada hari
kedua setelah diinduksi carrageen dan lama waktu aktivitas motorik tikus saat
melewati lorong kaca sepanjang 1,5 meter pada hari kesatu setelah diinduksi
carrageen dan hari kedua setelah diinduksi carrageen. Hasil yang diperoleh
menunjukken bahwa ada perbedaan yang signifikan pada ketiga varietas Jahe
sebagai antirematik
PERSPEKTIF SEJARAH sebagai ILMU dan PENGARUHNYA untuk MASA KINI
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa guna pembelajaran sejarah atau ilmu sejarah dan apa pengaruh belajar sejarah di masa kini. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan pendekatan historical narative dan literatur review. Dari penelitian ini dapat disimpulkan beberpa hal yakni Pertama Sejarah merupakan salah satu yang termaksud dalam ilmu kemanusiaan bersamaan dengan ilmu ekonomi, sosiologi dan antropologi, psikologi, perbandingan agama, dan lain sebagainya. Kedua ilmu ilmu sejarah berguna untuk banyak aspek diantaranya: bidang pendidikan, bidang penelitian, jurnalisme, pegawai negeri seperti pegawai departemen luar negeri, diplomat, konsultan jenderal di luar negeri, dan masih banyak lainnya. This article aims to provide an overview of what the benefits of studying history or historical science are and what the influence of studying history is today. The method used is the historical research method with a historical narrative approach and literature review. From this research, several things can be concluded, namely: Firstly, history is one of the humanities sciences along with economics, sociology and anthropology, psychology, comparative religion, and so on. Both historical sciences are useful for many aspects including: education, research, journalism, civil servants such as foreign department employees, diplomats, general consultants abroad, and many other
The effect of compaction pressure for on properties of binary and ternary magnesium alloys
LANGUAGE STYLE OF FITZGERALD IN THE GREAT GATSBY
The aims of this study were to observe (1) the language style often used in textual appearance in literary works, (2) the figures of speech function in mediating the variables to produce the language style of Fitzgerald’s novel. The research was descriptive qualitative approach. The source of the data in this research was the novel The Great Gatsby written by Fitzgerald. The data were collected by using note-taking technique and were analyzed by listing and categorizing figures of speech based on stylistics approach proposed by Geoffrey Leech and Mick Short’s theory. The results of the research indicated that (1) this research has seven categories of figures of speech. The mostly used is simile which has 38 data, metaphor which has 4 data, personification which has 25 data, irony which has 15 data, hyperbole which has 14 data, litotes which has 6 data and the last is synecdoche which has 3 data. In those figures of speech, the researcher found that the author used animals, other living objects, inanimate objects, visible and invisible things to express human feeling, attitude, and characteristic toward something in certain situation and condition so that the readers can understand clearly the objective of the author expression. (2) The use of figures of speech in mediating the variables to produce the language style of Fitzgerald’s novel has function to increase the readers’ taste, to persuade the readers, to increase the artistic effect, to clarify idea, to influence the readers’ feeling and thinking and to emphasize idea of the author.
The Trade of Sago in Ambon, 1880-1900
During the late 19th century, sago in Ambon turned out not only to be a subsistence crop used as a staple food, but also as a commercial crop. Historical sources shown that sago became one of the important commodities in trade in the 19th century, as one of the commodities that affected the economy of the Ambonese people and the colonial government. Sago became a prominent commodity when the spices trade decreased. So, there is commercialization process of sago as an important trade commodity. In this connection, this article examines several issues, the sago became a strategic commodity and the role of sago in the Ambonese economy during 1880-1900. It is analyzed by using the historical method, which emphasized on primary sources based on official reports in the form of colonial publications. According to the study, between 1880 -1900 it was known that the local community and colonial government traded the sago. One interesting thing is that aside from being a staple food, sago is also used as a currency that is bartered with other commodities that have the same value. For the colonial government, sago became a commercial commodity that was quite productive, even having become an export commodity to various countries, such as Singapore and Europe. The colonial government sold sago in various forms such as bundles, basketry, slabs, flour, and grains. In addition, the government also rents sago lands to Christians and Muslims merchants for a specified period and cost
EFEK PREMEDIKASI MIDAZOLAM 0.05MG/KGBB IV TERHADAP TEKANAN DARAH DAN LAJU NADI PADA PASIEN PRA ANESTESI DI RUMAH SAKIT PERTAMEDIKA UMMI ROSNATI BANDA ACEH
Operasi merupakan tindakan yang banyak menimbulkan kecemasan. Hal tersebut menyebabkan timbulnya respons stres, dengan akibat dapat terjadinya peningkatan tekanan darah dan laju nadi. Midazolam merupakan obat premedikasi yang mampu menurunkan tingkat kecemasan. Peningkatan tekanan darah dan laju nadi akibat stres psikologi sebelum menghadapi tindakan operasi, dapat mempengaruhi kondisi yang tidak menguntungkan. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan laju nadi pada pasien setelah premedikasi Midazolam 0,05 mg/kgbb IV. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan analitik prospektif. Sampel yang diambil usia antara 12-60 tahun, dan tidak ada kontraindikasi terhadap pemakaian midazolam 0,05 mg/kgbb IV. Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh pemberian midazolam terhadap tekanan darah sistol setelah 2 menit, dan diastol setelah 2 menit P0.05. Pemberian Midazolam tidak berpengaruh terhadap laju nadi setelah 1 dan 2 menit P>0.0
