1,720,975 research outputs found
Magnetic Measuring Instrument Based on Arduino Uno Microcontroller and its Implementation as A Learning Medium
This study aims to develop a magnetic measuring instrument based on Arduino Uno microcontroller and apply the results as a learning medium to measure student achievement. This tool is designed to provide precise magnetic measurements using sensors integrated into the Arduino Uno. The measurement method implemented in this tool allows users to obtain magnetic data accurately and efficiently. This research is a Research and Development research using a five-stage ADDIE model. In preparation for the study, the analysis stage has been carried out. The Design, Development, and Implementation stages are carried out at the stage of research implementation. Evaluation is carried out at every stage starting from preparation, implementation to research reporting. The results of the research obtained based on the validation of material and media experts obtained an average value of 81 with a very feasible category so that the Arduino Uno microcontroller-based magnetic measuring instrument can be used in classroom learning. The results of the post test and pritest revealed that the Arduino Uno microcontroller-based magnetic measuring instrument proved effective in improving student learning outcomes with an N-Gain value of 0.76 in the high category. The implementation of this magnetic measuring instrument not only focuses on technical aspects, but also on its use as a learning medium. With a simple interface design and clear user guidance, the tool is expected to provide an interactive and effective learning experience. Users can understand the concept of magnetism and apply it in a practical context with the help of this tool. This research contributed to the development of magnetic measuring instruments that are affordable, easy to use, and can be applied in various learning contexts. Thus, the results of this research can be a reference for the development of similar technologies and provide benefits in the field of science and technology education
IMPLEMENTASI ALAT UKUR KEMAGNETAN BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SAINTIFIK
Teknologi yang ditawarkan dalam peneltian adalah mikro kontroler yang di padukan dengan kebutuhan alat ukur kenagnetan di laboratorium pendidikan fisika UPGRI pntianak. Penelitian ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi yang begitu pesat. Penguatan pelaksanaan pendekatan saintifik melalui metode ilmiah yaitu hasil eksperimental dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ardiunouno. Desain free eksperimen digunakan dalam penelitian ini untuk mengekstrak informasi dari subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan di Pendidikan Fisika UPGRI Pontianak. Objek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika UPGRI Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung dengan instrumen penelitian berupa pertanyaan pretest-posttest dan angket respon serta wawancara. Diperoleh rata-rata respon seluruh aspek sebesar 79% dengan kriteria tinggi. Keefektifan pembelajaran diperoleh berdasarkan rata-rata gain ternormalisasi <g> sebesar 0,57 dengan kriteria sedang. Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang diperoleh dari angket respon setelah diberikan perlakuan sebesar 81%, kategori sangat tinggi. Hasil wawancara menunjukkan adanya konsistensi peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran listrik magnet
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA KELAS VIII SMP N 1 MEMPAWAH HILIR BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI GAYA
Penelitian  ini merupakan penelitian pengembangan (R&D). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangan bahan ajar fisika kelas VIII berbasis kearifan lokal pada materi gaya dan untuk mengetahui kelayakan dari bahan ajar tersebut. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D atau Four-D merupakan singkatan dari define, design, development, and disseminate. Namun pada penelitian ini dimana model 4-D dimodifikasi menjadi 3-D tanpa melalui tahap akhir yaitu penyebaran. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan media yang valid yang terdapat pada langkah ketiga yaitu pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dan alat pengumpulan data berupa lembar validasi ahli materi dan ahli media. Ada pun validatornya yaitu validator menurut ahli materi 2 orang dan  ahli  media  2  orang.  Instrumen  yang digunakan  berupakan  skala penilaian untuk mengetahui kualitas bahan ajar yang menggunakan skala likert dengan lima kategori disusun dalam bentuk checklist. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa Bahan ajar fisika kelas VIII berbasis kearifan lokal berdasarkan penilaian menurut ahli materi dengan skor rata-rata 79% dengan kriteria layak, sedangkan penilaian menurut ahli materi dengan skor rata-rata 77% dengan kriteria laya
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LISTRIK MAGNET BERBASIS ANDROID DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran Listrik Magnet berbasis android di Program Studi Pendidikan Fisika. Penelitiaan ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model yang dikemukakan oleh Thiagarajan dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap pendiseminasian (disseminate). Kelayakan media pembelajaran berbasis android divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan media pembelajaran listrik magnet berbasis android di Program Studi Pendidikan Fisika berjalan dengan baik dengan keluaran berekstensi .swf, .Apk dan exe yang dapat dijalankan pada android.Kata kunci: Media Pembelajaran, Listrik Magnet, Android
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LISTRIK MAGNET BERBASIS ANDROID DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI PONTIANAK
This study aims to: (1) develop android based magnet learning media in Physics Education Study Program; (2) to know the feasibility of learning media of Magnet Power based on androiddi of Physics Education Program. This research is a research and development (R & D) which refers to the model proposed by Thiagarajan by using 4-D model (Four-D Models) which consists of four stages, namely: define, design stage, development (develop), and dissemination stage (disseminate). The feasibility of android-based learning media is validated by material experts and media experts. Based on the result of data analysis, it is concluded that (1) the learning media of Android-based Magnet Electricity in Physics Education Study Program successfully developed with 4-D (Four-D Models) model that is define, design, develop, and disseminate. (2) learning media of Magnet Power based on android in Physics Education Study Program developed feasible to use with very good category.Keywords: Learning Media, Magnet Electricity, Android
Development of Arduino-Based Electrical Practicum e-Module
The development of IoT-based innovative learning media to improve student competence is needed in the era of industrial revolution 4.0. This study aims to develop an electrical practicum e-module using the Arduino Uno experimental tool to get valid, practical, and effective criteria. The research method uses R&D with four D models. The development stage consists of the stages of defining, designing, developing, and limited dissemination. Data analysis used descriptive analysis with Aiken V. The results showed that the e-module get the criteria of high validity with index V = 0.87. 60% of the total number of students responded positively to the media, and 40% were very active when using the media, so the modules developed were considered practical. The effectiveness level of the module shows that 100% of the students get a higher learning outcome value than the learning completeness score, so it can be concluded that the e-module has met the effective criteria
PENGEMBANGAN BUKU AJAR FISIKA BERBASIS KARAKTER DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar fisika berbasis karakter dengan pendekaatan kearifan local Kalimantan Barat yang memenuhi indicator valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah R&D, dengan pendekanatan four D. Tahapan pengembangan terdiri dari tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi terbatas. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang validator dan 75 orang siswa SMA kelas X pada tahun ajaran 2019/2020. Penentuan kriteria kevalidan menggunakan uji indeks Aiken V. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria kevalidan komponen penyajian buku ajar, kelayakan isi dan kebahasaan buku ajar telah memenuhi kriteria validitas tinggi dengan rata-rata indeks V = 0,96, sehingga secara keseluruhan disimpulkan buku ajar fisika berbasis karakter dengan pendekaatan kearifan local Kalimantan Barat memenuhi indicator valid telah memenuhi kriteria valid dengan kategori validitas tinggi. Tingkat kepraktisan buku ajar menunjukkan bahwa 60,53% dari jumlah keseluruhan mahasiswa memberikan respon sangat positif terhadap buku ajar dan 67,52% siswa sangat aktif saat menggunakan buku ajar, sehingga buku ajar yang dikembangkan dinyatakan praktis. Tingkat keefektifan modul menunjukkan bahwa 81% dari siswa memiliki nilai hasil belajar lebih tinggi dari nilai ketuntasan (75) setelah menggunakan buku ajar, sehingga dapat disimpulkan bahwa buku ajar fisika berbasis karakter dengan pendekaatan kearifan local Kalimantan Bara telah memenuhi kriteria efektif
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis IoT dan Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
The implementation of an independent curriculum by the government has an impact on the world of education. Classroom learning requires teachers to be active in developing project-based learning. The development of IoT (Internet of Things)-based physics learning media and its effect on student's critical thinking skills is the goal of this research. The research method used is research and development (R&D) with the Four-D model with the steps of Define, Design, Develop, and Disseminate. The results of the development of IoT-based physics learning media show that the assessment of experts (material and media experts) is in a very Worthy category. The results of the questionnaire response of 70 students also rated this media "very good" with a percentage value of 90.92%. In addition, the post-test results revealed that IoT-based physics learning media proved effective in improving students' critical thinking skills with an N-Gain value of 0.73 in the high category.Penerapan kurikulum merdeka oleh pemerintah berdampak terhadap dunia pendidikan. Pembelajaran di kelas menuntut guru untuk aktif dalam mengembangan pembelajaran berbasis proyek. Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis IoT (Internet of Thinks) dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan medel Four-D dengan langkah Define, Design, Depelop, dan Disseminate. Hasil pengembangan media pembelajaran fisika berbasis IoT menunjukkan bahwa penilaian para ahli (ahli materi dan media) dengan kategori sangat layak. Hasil angket respon 70 orang siswa juga menilai media ini “sangat layak†dengan nilai persentase 90,92%. Selain itu, hasil post-test mengungkapkan bahwa media pembelajaran fisika berbasis IoT terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai N-Gain 0,73 dengan kategori tinggi
PENGGUNAAN LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUIL PADA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
This research aims at finding out the differences and interaction of the implementation of teaching media, mathematical capability, and critical thinking towards the students’ learning achievement. The method used in this research is experimental method. The population was all IV semester students of Physics Education Department of IKIP PGRI Pontianak in the academic year of 2015/2016. The writer used cluster random sampling to get the sample. Data analysis was done by using three ways anava varians analysis. Based on the data analysis, it can be concluded that: 1) there are differences of cognitive and affective learning achievement to the students who are taught by using guided inquiry model with real and virtual laboratory; 2) there are differences of students cognitive learning achievement with high and low mathematical capability; 3) there are differences to psychometric learning achievement to the students who have high and low critical thinking; 4) There is no interaction between Guided Inquiry Model using real and virual laboratory, high and low mathematical capability, and high and low critical thinking towards the students learning achievement
MEDIA PEMBELAJARAN MUSSCHENBROEK BERBASIS ARDUINO DENGAN RELAY DAN SENSOR MAX6675 UNTUK MENINGKATKAN HOTS DAN KREATIVITAS
This study aims to obtain a proper and effective form of Arduino-based Musschenbroek learning media with MAX6675 relays and sensors in increasing HOTS and student creativity, as well as knowing student responses to the developed Arduino-based Musschenbroek learning media with MAX6675 relays and sensors. This research is a development research with ten stages, including: information gathering research, planning, initial development, initial testing, main product revision, main testing, operational product revision, operational field testing, final product revision, and dissemination. The research subjects involved in the research, namely: experts, lecturers, colleagues, and students were selected by cluster random sampling technique. Analysis of the feasibility of learning media and student responses is determined qualitatively. The results showed that Arduino-based Musschenbroek learning media with relays and MAX6675 sensors in increasing HOTS and valid creativity with very good criteria. Students gave a very good response to learning media.SDGs diwujudkan melalui pendidikan yang disebut dengan Education for Sustainable Development (ESD) salah satunya melalui sistem pembelajaran dan penilaian berorientasi pada berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan kreativitas peserta didik. HOTS dan kreativitas peserta didik di sekolah maupun perguruan tinggi masih rendah. Tidak sedikit sekolah dan bahkan Perguruan tinggi pendidikan yang menghasilkan mahasiswa calon guru sains (fisika) yang masih terkendala dengan terbatasnya media pembelajaran salah satunya alat percobaan Musscehenbroek konvensional yang belum dapat mengembangkan HOTS dan kreativitas sehingga mahasiswa belum tanggap dengan perkembangan teknologi menyongsong era revolusi industri 4.0. Di sisi lain, telah tersedia teknologi berbasis Arduino dan sensornya yang terbukti mampu meningkatkan HOTS dan kreativitas. Ada potensi penggunaan sensor modul sensor MAX6675 dan relaynya untuk membentuk teknologi Musscehenbroek yang terotomatissasi dengan lebih praktis dan efektif. Dengan demikian, diperlukan kajian media pembelajaran Musschenbroek berbasis arduino dengan relay dan sensor MAX6675 untuk meningkatkan HOTS dan kreativitas. Pengembangan media pembelajaran ini sejalan dengan renstra penelitian IKIP PGRI Pontianak pada topik unggulan pengembangan media pembelajaran dan secara spesifik pada kajian dasar dan pengembangan media pembelajaran berbasis bidang studi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk media pembelajaran Musschenbroek berbasis Arduino dengan relay dan sensor MAX6675 yang layak dan efektif dalam meningkatkan HOTS dan kreativitas mahasiswa, serta mengetahui respon mahasiswa terhadap media pembelajaran Musschenbroek berbasis Arduino dengan relay dan sensor MAX6675 yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan sepuluh tahapan, antara lain: penelitian pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan awal, pengujian awal, revisi produk utama, pengujian utama, revisi produk operasional, pengujian lapangan operasional, revisi produk akhir, dan diseminasi. Subjek penelitian yang terlibat dalam penelitian, yaitu: ahli, dosen rekan sejawat, dan mahasiswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Analysis data kelayakan media pembelajaran dan respon peserta didik ditentukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Musschenbroek berbasis Arduino dengan relay dan sensor MAX6675 dalam meningkatkan HOTS dan kreativitas valid dengan kriteria sangat baik. Peserta didik memberikan respon yang sangat baik terhadap media pembelajaran
- …
