1,721,049 research outputs found

    Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Partisipasi Politik Aktivis Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis media sosial yang digunakan aktivis mahasiswa PPKn Yogyakarta dalam partisipasi politik, (2) memetakan topik partisipasi politik aktivis mahasiswa PPKn di media sosial terkait masalah-masalah publik, (3) menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai sarana partisipasi politik aktivis mahasiswa PPKn Yogyakarta dalam partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naturalistik. Penelitian dilakukan di Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Yogyakarta (HMP UPY), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (HIMA PKnH UNY), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Cokroaminoto (HMJ PPKn UCY), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Ahmad Dahlan (HMPS PPKn UAD). Informan dalam penelitian ini sebanyak 20 orang aktivis mahasiswa PPKn di Yogyakarta dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi teknik. Analisis data hasil penelitian menggunakan model dari Milles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instagram dan facebook merupakan jenis media sosial yang biasa digunakan oleh aktivis mahasiswa secara bergantian. Aktivis mahasiswa jarang menggunakan twitter dan youtube hanya digunakan untuk nonton video. Instagram merupakan jenis media sosial yang paling sering digunakan karena keunggulannya seperti informasi yang cepat, mudah pengunaanya, dan lebih popular dibanding media sosial yang lain; (2) masalah publik yang menarik bagi aktivis mahasiswa di media sosial adalah politik, hukum, kebijakan pemerintah dan informasi yang ada di daerah asal aktivis mahasiswa. Aktivis mahasiswa mengelola informasi yang ada di media sosial dengan cara membagikan dan menjadikannya sebagai bahan diskusi bersama aktivis mahasiswa yang lain; (3) partisipasi politik aktivis mahasiswa di media sosial termasuk kategori aktif. Bentuk partisipasi politik dilakukan secara individu di media sosial berupa update status (ekspresi politik), menandatangani dan membagikan petisi, mengomentari dan memberi masukan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah di media sosial. Aktivis mahasiswa memanfaatkan waktu senggang dalam menggunakan media sosial. Kata Kunci: Media Sosial, Partisipasi Politik, Aktivis Mahasiswa

    INOVASI MENGEJAR TARGET BACA SISWA/I DI PEDALAMAN PAPUA DENGAN KATA FAMILIAR MENGGUNAKAN TULISAN TIGA WARNA

    Get PDF
    Berangkat dari true story penulis yang pernah mengajar selama dua tahun di pedalaman papua. Permasalahan yang mendasar sangat penting saat pertama masuk mengajar di SD Inpres Poga adalah siswa tidak bisa baca. Kendala yang dihadapi dilapangan ialah siswa tidak datang sekolah disebabkan rumah siswa jauh dari sekolah, ada kegiatan pembagian dana atau duka (proses kebumi orang meninggal), selain itu juga siswa datang sekolah dalam satu minggu hanya dua sampai tiga kali. Berdasarkan keprihatinan akan permasalahan dan kendala yang dihadapi, inovasi kata kunci untuk mengejar target baca siswa. Penggunaan kata familiar yang biasa didengar oleh siswa dengan tulisan warna membantu mengejar target baca siswa. Kata familiar berasal dari kata yang biasa diucapkan dan dilihat sebagai contoh duka dan batu. Kata familiar erat kaitanya dengan budaya dan kearifan lokal pada masyarakat tertentu.Kata kunci: Baca, Inovasi, Kata Familiar, Tiga Warn

    Kewargaan digital dalam membentuk nasionalisme mahasiswa di era digital

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kewarganegaraan digital dan nasionalisme di kalangan mahasiswa di era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan digital dapat membentuk nasionalisme di kalangan mahasiswa dengan cara yang positif. Mahasiswa yang memiliki identitas digital yang kuat, partisipasi online yang aktif, dan tanggung jawab digital yang tinggi cenderung memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap nilai-nilai nasionalisme dan merasa lebih terlibat dalam memperjuangkan kepentingan negara. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterampilan digital dan keterampilan sosial dapat ditingkatkan untuk meningkatkan nasionalisme di era digital. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara kewarganegaraan digital dan nasionalisme dan memberikan masukan bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang lebih baik di era digital

    PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS NILAI-NILAI KENUSANTARAAN

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan metode dalam pembentukan karakter warga negara muda agar memiliki semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) pembentukan karakter warga negara muda melalui pembelajaran wawasan kebangsaan yang meliputi cinta tanah air, nasionalisme dan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan. 2) penanaman wawasan kejuangan berupa sikap pantang menyerah, patriotis dan rela berkorban. 3) wawasan kebudayaan yang merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia dan menghargai kebudayaan yang multikultural. 4) pembentukan karakter juga didukung oleh guru yang berperan sebagai pamong yang menerapkan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu pengayoman, pengajaran, pengasuhan, dan keteladanan. Proses pembentukan karakter kebangsaan berbasis nilai-nilai kenusantaraan membentuk pribadi warga negara muda di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah menjadi lebih nasionalis, dan patriotik. ABSTRACTThis study aims to find methods in building the character of young citizens so that they have a national spirit. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is located at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using data triangulation techniques. The results of this study are: 1) the formation of the character of young citizens through learning national insight which includes love for the motherland, nationalism and the importance of a sense of unity and oneness. 2) the cultivation of fighting insights in the form of unyielding, patriotic and self-sacrifice attitudes. 3) cultural insight which is an attitude of upholding the noble values of the Indonesian nation and respecting multicultural culture. 4) character building is also supported by teachers who act as tutors who apply Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely protection, teaching, nurturing, and exemplary. The process of forming a national character based on archipelagic values forms the personality of young citizens at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java, to become more nationalist and patriotic

    Globalisasi dan Gadget Dikalangan Anak Usia Dini: Dampak Penggunaan, Peran Orang Tua dan Guru

    Get PDF
    Globalisasi merupakan  suatu  proses yang  berkaitan erat dengan kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga membuat berbagai macam aspek kehidupan ikut merasakan perubahan dari kemajuannya. Kemajuan Arus globalisasi membuat semua kalangan usia dapat merasakan dampak dari perkembangan kemajuan teknologi dan informasi tersebut, termasuk anak usia dini.  Salah satu kemajuan teknologi informasi diera globalisasi yaitu gadget.  Anak usia dini sangat tertarik untuk menggunakan gadget hingga membuat mereka mempunyai dunia baru didalam gadget yang mereka gunakan. Dari metode kajian literatur yang digunakan dalam penelitian ini dinilai mampu memberikan gambaran dan perbandingan terhadap dampak dan peran penting orang tua serta orang-orang disekitar lingkungan anak usia dini dalam memberikan pengawasan terhadap penggunaan gadget diusia mereka. Sehingga diperoleh hasil bahwasanya, pada anak usia dini rasa keingintahuan mereka sangatlah tinggi, ditambah banyaknya aplikasi yang tersedia didalam gadget yang membuat mereka semakin tertarik untuk menggunakanya. Penggunaan gadget pada anak usia dini tentu memiliki dampak tersendiri bagi mereka, dikarenakan usia mereka yang masih belum mampu memfilter situs-situs yang tersedia. Namun penggunaan gadget dapat memberikan dampak positif pada anak usia dini jika lingkungan disekitar mereka ikut  peduli dan saling memantau anak usia dini dalam menggunakan gadget nya sehingga tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang  gaptek, dan merupakan salah satu langkah untuk memajukan bangsa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore