1,920,793 research outputs found

    KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)

    No full text
    Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable. Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable

    INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH MANIFESTASI PANAS BUMI KRETEK, SANDEN, PUNDONG KABUPATEN BANTUL D.I. YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK

    No full text
    Acquisition of geomagnetic field has been done at Kretek, Sanden, Pundong,Bantul and Panggang, Gunung Kidul, Yogjakarta Province on 14 s/d 17 October dan 7,8,9,12 November 2009 in orde to interpreted the subsurface structure. Data has been collected by Proton Precession Magnetometer (PPM), Global Positioning System (GPS) and geology compass. The raw data has been processed and performed using IGRF (International Geomagnetics Reference Field) correction to obtain total field magnetic anomaly. Upward continuation was performed at 300 meters heigh by Magpick. Qualitative interpretation was done by analyzing regional and local anomaly maps. Quantitative interpretation was done 2 ½ D modelling cross-sectionanomaly maps using Mag2DC for Windows Software. The result of 2-D modeling produces anomaly objects was susceptibility value (0,0405) in cgs unit for the first object, susceptibility value (0,0425) in cgs unit for the second object, susceptibility value (-0,0085) in cgs unit for the third object. The anomaly objects had depth in + 580 meters from the surface and was considered the rock which had been experience demagnetitation proses

    PERSPEKTIF PENGARANG DALAM MASING-MASING NOVEL NYAI DASIMA KARYA G. FRANCIS DAN S.M. ARDAN

    No full text
    Judul penelitian ini adalah PERSPEKTIF PENGARANG DALAM MASING-MASING NOVEL NYAI DASIMA KARYA G. FRANCIS DAN S.M. ARDAN. Penelitian ini bermula dari permasalahan: 1) Bagaimana struktur masing-masing novel Nyai Dasima karya G. Francis dan S.M. Ardan? 2) Bagaimana perspektif kedua pengarang dimunculkan dalam novel Nyai Dasima? Berdasarkan pokok permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui struktur masing-masing novel Nyai Dasima karya G. Francis dan S.M. Ardan, 2) untuk mengetahui perspektif kedua pengarang dimunculkan dalam novel Nyai Dasima. Penelitian ini menggunakan pendekatan intertekstual (hubungan antarteks) dan sosiologi pengarang. Sebuah karya sastra diteliti untuk kemudian dikaitkan dengan karya sastra yang telah ada sebelumnya, serta dikaitkan juga dengan sosiologi pengarangnya (lingkungan sosial pengarang). Objek penelitian ini adalah novel Nyai Dasima karya G. Francis dan S.M. Ardan. Prosedur penelitian mencakup metode dan teknik penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu mengumpulkan data, menyusun klasifikasi dan menginterpretasi data. Data-data dideskripsikan dengan cara memunculkan fakta-fakta yang berhubungan dengan struktur dan perspektif pengarang yang terdapat dalam masing-masing novel Nyai Dasima karya G. Francis dan S.M. Ardan. Berdasarkan hasil analisis struktur didapatkan bentuk penokohan yang dapat merepresentasikan perspektif pengarang dalam masing-masing novel Nyai Dasima. S.M. Ardan menolak karakterisasi tokoh yang digagas oleh G. Francis yang bernada anti-muslim dan anti-pribumi. Analisis struktur sangat berkaitan erat dengan hasil analisis karya yang menggunakan pendekatan intertekstual dan sosiologi pengarang

    PENGGUNAAN LAPORAN LABA RUGI PER SEGMEN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGEVALUASI PRODUKTIVITAS MASING -MASING SEGMEN STUDI KASUS PADA PT "X" MOJOKERTO

    No full text
    Dengan banyak bermunculannya perusahaan yang memproduksi lebih dari satu jenis produk, perusahaan dituntut untuk dapat mengetahui profitabilitas masing-masing produk. Dengan demikian perusahaan memerlukan laporan sebagai alat manajemen dalam melihat profitabilitas masing-masing produk. Laporan laba-rugi per segmen merupakan laporan alternative yang dapat membantu manaj emen dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan disusunnya laporan laba-rugi per segmen, pihak manajemen dapat menelusuri secara terpisah kondisi atau aktivitas dari masing-masing segmen, untuk kemudian memutuskan langkah apa yang harus diambil secara cepat dan akurat

    Analisa penerapan biaya bersama (joint cost) untuk menetapkan harga pokok masing-masing jenis produk pada UD. Mitra Usaha Surabaya

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa bear biaya bersama yang diterapkan kepada masing-masing produk untuk menentukan harga pokok produksi masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan obyek penelitian yang dianalisa adalah kayu ulin yang merupakan bahan baku utama pembuat flooring dan sumpit. Dalam hal ini adalah kayu ulin yang dianalisa, sedang untuk data produksi yang dianalisa adalah data produksi yang terjadi selama tahun 2001. Biaya produksi serta biaya-biaya lainnya yang telah disusun digunakan untuk menghitung alokasi biaya bersama dengan menggunakan metode harga jual relatif . Langkah pertama alokasi adalah menghitung nilai jual relative dengan mengalihkan kualitas produk dengan harga jual produk per unit. Kemudian menghitung nilai pasar hipotesis serta menghitung berapa besar prosentase harga pasar hipotesis. Akhirnya mengalokasikan biaya bersama masing-masing produk untuk menghitung harga pokok masing-masing produk. Pengalokasian biaya bersama ke masing-masing produk yang dilakukan oleh penulis dibandingkan dengan pengalokasian perusahaan. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui adanya perbedaan penerimaan laba yang diperoleh perusahaan . Untuk flooring ukuran 18 mm x 90 mm x 900 mm mengalami penurunan laba sebesar Rp. 10.066.200,6, hal ini disebabkan karena harga pokok produk mengalami kenaikan sebesar Rp.313.278. Sedangkan untuk flooring berukuran 18mm x 90 mm x 750 mm, 18 mm x 90 mm x 900 mm serta sumpit berukuran 7 mm x 20 mm x 200 mm mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp.29.199.413,4 , Rp. 30.640,932,4 , Rp. 14.447,283,77. Hal tersebut disebabkan karena adanya penurunan harga pokok, masing-masing sebesar Rp. 31.438 , Rp. 43.720 , Rp. 356.313. Dari analisis yang dibuat diharapkan bisa membantu perusahaan dalam mengalokasikan biaya bersama pada masing-masing produk sehingga perusahaan dapat mengetahui seberapa besar masing-masing produk dapat memberikan kontribusi laba dan perusahaan dapat mengambil keputusan secara tepat

    Medan orang muda tunjuk bakat: Peserta perlu lebih kreatif dalam mempersembahkan karya masing-masing

    No full text
    SINTOK - Para peserta terutamanya penuntut universiti perlu lebih kreatif dalam mempersembahkan karya masing-masing bagi memberi kesan kepada penonton seterusnya melayakkan mereka merebut hadiah dalam pertandingan Inspirasi P. Ramlee

    PERBANDINGAN NUTRISI DAN KEBERTERIMAAN PRODUK JIPANG - COKELAT YANG DIOLAH MASING - MASING DARI BERAS KETAN HITAM DAN PUTIH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nutrisi dan keberterimaan jipang-cokelat yang diolah masing-masing dari beras ketan hitam dan beras ketan putih. Cokelat yang digunakan sebagai bahan substitusi pengganti gula merah, adalah cokelat susu. Beras ketannya disiapkan sebagai beras ketan goreng. Adonan dibuat dengan komposisi beras ketan konstan 160 g, sedangkan cokelat susu masing-masing 80 g, 160 g, dan 240 g. Hasil penelitian menunjukkan produk jipang-cokelat dari beras ketan hitam, kadar lemak, protein, dan karbohidratnya berada pada kisaran masing-masing 39,00 – 55,18 %, 7,67  - 13,67 % dan 37,09 - 39,12 %. Sedangkan yang dari beras ketan putih masing- masing 34,62 – 39,76 %, 7,47 – 13,47 %, dan 37,14 - 38,75 %. Skor keberterimaan panelis terhadap produk berada pada kisaran 2,9 - 3,7 untuk produk dari beras ketan hitam, dan pada kisaran 2,6 - 3,0 untuk produk dari beras ketan putih (dengan rentang skor 1-4)Kata Kunci : jipang- cokelat, nutrisi, keberterimaan produk.

    PERHITUNGAN HARGA POKOK DAN PEMBEBANAN MASING -MASING TIPE RUMAH PADA PERUSAHAAN "GM" DI SURABAYA

    No full text
    a. PT. "GM" dalam membebankan harga pokok penjualan tidak sesuai dengan SAK yang mengakibatkan Manajemen tidak dapat mengetahui berapa harga pokok untuk masing-masing tipe rumah sehingga mengakibatkan kesalahan dalam penentuan harga jual. b. Setelah diadakan revisi cara penghitungan harga pokok rurnah maka terjadi kenaikkan harga pokok penjual,m r;..;nah tahun 1995 sebesar 3,28% dan ..ahun 1996 sebesar 0,72%. Bila dengan cara sebelum revisi dihasilkan harga pokok yang sama meskipun tipe rumah berbeda sebesar Rp. 6.906.687,32/unit untuk tahun 1995 dan Rp. 9.231.967,57 / unit untuk tahun 1996. Sedangkan setelah revisi akan dapat diketahui harga pokok rumah untuk masing-masing tipe Rp. 7.176.061,49 untuk tipe 21, Rp. 11.337.613,24 untuk tipe 36, Rp.14.265.918,42 untuk tipe 45 pad a tahun 1995 dan Rp. 8.521.728,27 untuk tipe 21, Rp. 13.913.850.10 untuk tipe 36, Rp.18.006.497,44 untuk tipe 45 pad a tahun 1996. Angka ini lebih akurat dibandingkan penelitian dari cara sebelum revisi

    Analisa Kualitas Layanan pada Masing-Masing Fakultas di Universitas Surabaya dengan Pendekatan Quality Function Deployment

    No full text
    Pada era globalisasi ini semua pergwuan tinggi di lndonesia khususnya dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas lulusannya. Dengan lulusan yang berkualitas maka para sarjana baru tersebut mampu bersaing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang makin sempit. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah dengan meningkatkan kualitas layanan terhadap mahasiswa selama menjalani kuliah di perguruan tinggi tersebut. Universitas Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi merasa perlu untuk meningkatkan kualitas layanannya karena jika tidak memperhatikan kualitas layanannya maka akan menyebabkan banyak mahasiswa yang terganggu proses belaiarnya. Tentu saja ini tidak dikehendaki oleh niahasiswa sebagai pemakai jasa Universitas Surabaya. Untuk itu diperlukan penelitian tentang apa yang dibutuhkan mahasiswa selama berkuliah dan apakah Universitas Surabaya sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Karena Universitas Surabaya mempunyai 6 fakultas dan masing-masing fakultas mempunyai pelayanan masing-masing. Maka yang dilakukan adalah membandingkan tingkat kepuasan fakultas satu dengan yang lainnya untuk mengetahui posisi fakultas tersebut dan dapat diketahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing fakultas. Dengan pendekatan QFD, pihak universitas dapat mengembangkan kualitas layanannya lebih berdasarkan kebutuhan mahasiswa daripada keinginan universitas sendiri. Metode ini mengumpulkan kebutuhan mahasiswa yang tercermin dari tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan mahasiswa selama berkuliah di Universitas Surabava

    Akibat Hukum Pengajuan Gugatan Yang Terpisah Oleh Masing–Masing Pihak Dalam Suatu Perkara Yang Sama Di Pengadilan Hubungan Industrial

    No full text
    Pada Skripsi ini, Peneliti mengangkat Permasalahan hukum tentang pengajuan gugatan pada suatu sengketa perburuhan yang akan diselesaikan pada tahap pengadilan yakni pada Pengadilan Hubungan Industrial dimana pada pasal 14 undang–undang no 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dalam pengaturannya dapat mengajukan gugatan yang terpisah oleh masing–masing pihak dalam suatu perkara yang sama di Pengadilan Hubungan Industrial, Permasalahan ini dilatarbelakangi dari adanya kekaburan hukum pada pasal 14 UU No 2 tahun 2004 yakni, pasal 14 ayat (1) memberikan kewenangan kepada para pihak atau salah satu pihak untuk melanjutkan perselisihan ke Pengadilan Hubungan Industrial jika upaya mediasi gagal. Pasal 14 ayat (2) menjelaskan pelaksanaan pengajuan gugatan dilakukan oleh salah satu pihak, sehingga pengaturan pada pasal 14 memperbolehkan pengajuan gugatan yang terpisah oleh masing–masing pihak dalam suatu perkara yang sama di Pengadilan Hubungan Industrial. Skripsi ini mengangkat rumusan masalah : Apa Akibat Hukum jika Gugatan yang diajukan oleh masing–masing Pihak diterima di Pengadilan Hubungan Industrial?, dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan meotde pendekatan perundang-undangan (statute approach). Bahan Hukum yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bahan hukum primer sekunder dan tersier yang diperoleh peneliti dan dianalisis dengan menggunakan teknik Interpretasi Sistematis Dalam penelitian ini, pada tahapan pengajuan gugatan kepada pengadilan Hubungan Industrial berdasarkan pasal 14 undang-undang no 2 tahun 2004 dapat menimbulkan pengajuan gugatan oleh masing-masing pihak yang bersengketa dengan gugatan yang terpisah kepada Pengadilan Hubungan Industrial, karena pada pasal 48 undang-undang no 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman menjelaskan bahwa Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara yang akan diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak ada, atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya. Sehingga gugatan yang diajukan oleh masing-masing pihak dalam suatu perkara yang sama dapat diterima dan diperiksa oleh pengadilan hubungan industrial, sehingga akan terjadi pemeriksaan terhadap 2 gugatan dalam satu perkara yang sama di Pengadilan Hubungan Industrial yang diajukan oleh masing-masing pihak dan peristiwa ini akan menciptakan akibat hukum dari pengajuan gugatan yang terpisah tersebut. xii xii Hasil dari skripsi ini adalah pengajuan gugatan yang terpisah oleh masing–masing pihak dalam suatu perkara yang sama di Pengadilan Hubungan Industrial, dapat berakibat hukum yakni, lahirnya 2 putusan dari hakim yang memeriksa pada masing–masing perkara yang memungkinkan lahirnya baik hasil putusan yang sama atau berbeda, sehingga yang merupakan masalah adalah ketika putusan yang berbeda akan menimbulkan pertentangan antara pelaksanaan putusan dari satu perselisihan tersebut
    corecore