1,615 research outputs found
Membaca Ulang Gagasan Genre Sastra Hizib
RESENSI BUKU

Sastra Hizib oleh Murtadho Hadi. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2007. Cetakan I. Halaman 109 + xi. Diresensi oleh Mashuri, Surabaya</jats:p
Tindak Tutur Ekspresif Pada Novel Hubbu Karya Mashuri
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tuturan ekspresif yang ditemukan pada novel Hubbu karya Mashuri. Novel Hubbu merupakan karya Mashuri yang memperoleh penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Novel Hubbu karya Mashuri menceritakan kehidupan Jarot yang digadang-gadang sebagai penerus pesantren warisan leluhurnya. Namun, ketika beranjak dewasa, Jarot dihadapkan dengan berbagai konflik psikologis, antara memilih mengemban tanggung jawab untuk memimpin pesantren warisan leluhur, cinta, dan kehidupan di luar pesantren yang didambakan. Novel Hubbu karya Mashuri memiliki bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif. Berdasarkan latarbelakang tersebut, rumusan masalahnya adalah bagaimana bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri? Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam novel Hubbu karya Mashuri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatf. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Hasil penelitian ini, ditemukan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif berupa tindak tutur meminta maaf, memuji, berterima kasih, mengeluh, memprotes, menyalahkan, mengkritik, marah, dan mengucapkan selamat. Fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan adalah mengungkapkan perasaan, mengisyaratkan maksud tertentu, dan memperhalus bahasa
Katalog naskah kuno di Jawa Timur
Buku ini berisi tentang kumpulan naskah kuno yang ada di di berbagai tempat penyimpanan di daerah jawa timu
Timur Jawa: balada tanah takat
Buku ini dibuat untuk memelihara semangat para penulis agar terus berkarya. Buku ini juga dibuat sebagai impelentasi program untuk mengembangkan dan memberdayakan komunitas-komunitas sastra di Jawa Timur. Buku ini berisi delapan puluh lima puisi karya sastrawan Jawa Timur
Kebijakan Menteri Pendidikan Mashuri Saleh Terhadap Pendidikan Indonesia (1968-197Kebijakan Menteri Pendidikan Mashuri Saleh terhadap pendidikan Indonesia (1968-1973)3)
Pendidikan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembangunan sebuah Bangsa. Di Indonesia, perjalanan sistem pendidikan Nasional telah mengalami berbagai dinamika dan transformasi sejak masa kemerdekaan. Pada masa awal Orde Baru yang menjadi saksi dari berbagai perubahan signifikan dalam kebijakan pendidikan nasional yang banyak dipengaruhi oleh kondisi historis pada masa transisi orde lama ke orde baru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang biografi Mashuri Saleh dan Keadaan Pendidikan Sebelum masa Orde Baru (1945-1966) serta kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Mashuri Saleh selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1968-1973.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan melakukan beberapa tahapan. Tahap pertama heuristik yaitu tahap pengumpulan data yang dilakukan melalui tahapan kepustakaan dan beberapa dokumentasi yang didapatkan ketika di lapangan, tahap kedua yaitu kritik merupakan proses melakukan uji validitas, tahap ketiga yaitu interpretasi atau penafsiran dengan menganalisis dan menggali informasi menggunakan teori politik dan kebijakan publik yang digagas oleh David Easton serta teori the great man yang digagas oleh Thomas Carlyle, tahap terakhir yaitu historiografi mencakup metode penulisan, penyajian, atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah selesai.
Adapun hasil Dalam penelitian ini menunjukan bahwa Kebijakan pendidikan Mashuri Saleh (1968-1973) dilandasi oleh konteks transisi Orde Baru yang memprioritaskan stabilitas dan pembangunan, serta warisan masalah pendidikan seperti ketimpangan mutu dan akses, kurikulum usang, dan ledakan penduduk. Menghadapi tantangan ini, Mashuri menerapkan pendekatan analisa sistem, mengintegrasikan pendidikan dengan Repelita I, dan terbuka pada pengaruh global. Lima landasan kebijaksanaannya menekankan pendidikan berwawasan luas, terintegrasi dengan pembangunan nasional, komprehensif, dikelola secara integral, serta memperhatikan aspek kualitatif dan kuantitatif. Upaya ini bertujuan mendepolitisasi pendidikan dan menjadikannya sarana pencerdasan bangsa yang relevan dengan kebutuhan zaman, didukung oleh lembaga seperti Badan Pengembangan Pendidikan (BPP) untuk riset dan pengembangan kebijakan berbasis data
Penguatan Manajeman Keuangan di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang Mashuri
Finance is one of the resources that directly supports the effectiveness and efficiency of education management. In the implementation of financial education, it has a very determining potential and is an inseparable part in the study of educational management. This study is intended to answer the problems: (1) How is financial planning in Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang. (2) How is the financial implementation of MI Al Khoiriyyah 1 Semarang. (3) How is the financial evaluation of MI Al Khoiriyyah 1 Semarang. This research is a type of qualitative research, which was carried out at Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang. The data was obtained by means of interviews, observation and documentation. All data was analyzed using a descriptive approach using the logic of induction, deduction and reflection. This study shows the results that: (1) Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang in carrying out planning, namely in the form of budget preparation, has done it well. (2) In financial implementation, Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang does this by bookkeeping of incoming and outgoing funds. (3) The evaluation carried out by Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang takes the form of supervision and inspection. Supervision is carried out by the madrasa head as a leader who is directly responsible to any party. Meanwhile, the inspection is carried out by the head of the madrasah and the madrasah committee. Inspections are carried out on the budget prepared, cash, namely through incoming and outgoing funds and on goods owned by the madrasah. The transparency built by Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang is carried out by providing notifications to students' parents through notification letters, as well as accountability to them by providing information about the use of funds if necessary.Finance is one of the resources that directly supports the effectiveness and efficiency of education management. In the implementation of financial education, it has a very determining potential and is an inseparable part in the study of educational management. This study is intended to answer the problems: (1) How is financial planning in Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang. (2) How is the financial implementation of MI Al Khoiriyyah 1 Semarang. (3) How is the financial evaluation of MI Al Khoiriyyah 1 Semarang. This research is a type of qualitative research, which was carried out at Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang. The data was obtained by means of interviews, observation and documentation. All data was analyzed using a descriptive approach using the logic of induction, deduction and reflection. This study shows the results that: (1) Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang in carrying out planning, namely in the form of budget preparation, has done it well. (2) In financial implementation, Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang does this by bookkeeping of incoming and outgoing funds. (3) The evaluation carried out by Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang takes the form of supervision and inspection. Supervision is carried out by the madrasa head as a leader who is directly responsible to any party. Meanwhile, the inspection is carried out by the head of the madrasah and the madrasah committee. Inspections are carried out on the budget prepared, cash, namely through incoming and outgoing funds and on goods owned by the madrasah. The transparency built by Nahdlatut Mubtadiin Nangger Sampang is carried out by providing notifications to students' parents through notification letters, as well as accountability to them by providing information about the use of funds if necessary
SIMBOLISASI KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL HUBBU KARYA MASHURI: SEBUAH PENDEKATAN SEMIOTIK
Permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini, (a) Bagaimana makna
dan amanat novel Hubbu karya Mashuri dalam tinjauan semiotik? (b) Bagaimana
nilai-nilai sosial novel Hubbu karya Mashuri dalam kehidupan masyarakat?
Tujuan penulisan ini adalah (a) Mendeskripsikan makna dan amanat novel
Hubbu karya Mashuri dalam tinjauan semiotik.(b) Mendeskripsikan nilai-nilai
sosial novel Hubbu karya Mashuri sebagai nilai-nilai dalam masyarakat.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah (a) Jenis penelitian
menggunakan metode kualitatif. (b) Bentuk penelitian novel Hubbu terarah pada
penelitian kualitatif bersifat deskriptif. (c) Sumber data penelitian ini adalah novel
Hubbu karya Mashuri, diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama merupakan
cetakan pertama pada tahun 2007. Novel Hubbu terdiri dari 235 halaman. Data
berupa kata, kalimat berbentuk ungkapan, dan dialog antara tokoh yang berkaitan
dengan tujuan penelitian. (d) Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
pustaka. (e) Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Simpulan analisis meliputi: (a) Makna yang terkandung dalam novel
Hubbu yaitu Islam dan budaya Jawa bisa disatukan yang disimbolkan oleh tokoh
utama. Proses penyatuan ini melewati kebimbangan dalam konflik, yang
membuatnya semakin yakin jalan yang ditempuhnya. Pemberontakan terhadap
nilai-nilai sosial sering terjadi dalam kehidupan sosial. Amanat yang disampaikan
adalah berkorban untuk orang lain dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab. (b)
Nilai-nilai sosial dalam novel Hubbu yang dapat kita ambil adalah dari cerita
sastra jendra yang dihadirkan pengarang dalam novel ini. Nafsu-nafsu manusia
yang jelek butuh pengendalian dari diri kita sendiri dan sangat tergantung juga
dengan lingkungan sekitar. Selain itu, melarikan diri dari masalah bukanlah suatu
jalan terbaik y ang akhirnya dapat menimbulkan masalah yang baru lagi
dikemudian hari
Effect of chickpea in production of chickpea biscuit / Nurilyani Mashuri
The study was carried out to determine the suitable amount chickpea to be added in the biscuit formulations. The chickpea biscuit was prepared with addition of raw chickpea with different formulation that consist of 5%, 10%, 15% and 20% of chickpea. Basic formulation of biscuit was developed without addition of chickpea. Evaluation of colour of biscuit was measured by using Minolta colorimeter CR-300. The high amount of chickpea was found to be the best formulation and it was agreed with appearance attributes in sensory evaluation results. Determination of texture by using texture analyzer TAXT2i indicated that there were textural changes in biscuit baked with addition of chickpea in formulation. The results showed that the fracturability of biscuit increased as the proportion of chickpea in formulation was increased. It was found that biscuit baked analysis and sensory evaluation with different amount of chickpea results texture of chickpea biscuit positively correlated with texture of sensory evaluation. The findings in this study revealed that, biscuit with the addition of chickpea was acceptable. This type of biscuit will increase the usage of chickpea and also could provide biscuit with high nutritional valu
- …
