1,720,973 research outputs found
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sekolah Dasar di Kabupaten Kulonprogo Selama Pandemi Covid 19
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program belajar dari rumah untuk mata pelajaran PJOK jenjang SD di Kabupaten Kulonprogo selama terjadinya Pandemi Covid-19
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluasi, desain penelitian menggunakan CIPP meliputi Content, input, proses,product. Subjek penelitian ini yaitu guru-guru PJOK untuk jenjang SD yang ada di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta masing-masing Kapanewon diambil 10 sekolah sebagai responden, sehingga keseluruhan responden berjumlah 40. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara serta observasi yang dilakukan langsung oleh peneliti.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tahap Content Guru PJOK dalam pembelajaran daring mampu menyiapkan, merumuskan, menggunakan media bahan ajar serta materi yang akan diberikan. Tahap Input Pembelajaran yang diberikan seusai dengan Prota, Promes dan Silabus, metode yang digunakan untuk penyampain materi secara daring sudah diberikan dengan seusai kondidi saat pandemi. Tahap process Pada tahap process evaluasi yang dilakukan meliputi proses belajar mengajar yang dilakukan guru PJOK saat pembelajaran daring dimasa pandemi menyesuaikan dengan kondisi siswa, RPP dan Silabus juga memperhatikan kondisi pembelajaran daring. Tahap Product Pada tahap ini ini evaluasi meliputi product pembelajaran yang dilakukan secara daring
Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin dengan Nyeri Persalinan
Sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri. Rasa nyeri pada persalinan lazim terjadi dan merupakan proses yang melibatkan proses fisiologis dan psikologis pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu bersalin (usia, paritas, pendidikan) dengan tingkat nyeri ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observational analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin pada kala I fase aktif di Puskesmas Jatinegara pada bulan Juni 2019. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan kuota sampling yaitu sebanyak 50 orang ibu bersalin Kala I Fase Aktif yang datang ke Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden dan data sekunder berasal dari rekam medik pasien. Pengukuran tingkat nyeri persalinan dilakukan dengan menggunakan Universal Pain Assessment Tool. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil Penelitian tidak terdapat hubungan antara usia, paritas, pendidikan, pekerjaan dengan nyeri persalinan, hal ini disebabkan karena nyeri persalinan bersifat subyektif dan dipengaruhi oleh banyak faktor
Karakteristik Lansia di Desa Tanjung Anom Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah
Populasi lansia meningkat sangat cepat. Tahun 2020, jumlah lansia diprediksi sudah menyamai jumlah balita. Sebelas persen dari 6,9 milyar penduduk dunia adalah lansia. Penelitian ini merupakan penelitian secara survey dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Anom Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Waktu pengambilan data pada bulan Oktober 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik Lansia yang ada di Desa Tanjung Anom. Penelitian ini merupakan penelitian secara survey dengan menggunakan desain cross sectional. Metode Pengambilan sample dengan menggunakan random sampling sebanyak 42 orang. Hasil penelitian sebagian besar lansia tidak memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS), hampir semua lansia melakukan pemeriksaan kesehatan di sarana pelayanan kesehatan, sebagian besar lansia memenuhi kebutuhan sehari-harinya secara mandiri dan sebagian besar lansia mempunyai aktifitas sosial keagamaa
Relation Of Education, Age, And Parity To The Choice Of Family Planning Methods
Indonesia is the fourth largest contributor to the population in the world after China, India and the United States. The 2017 IHDS showed the total fertility rate (TFR) was 2.4 children per woman. One program to reduce population growth rates and TFR is through the Family Planning (KB) program. This study aims to determine the relationship of education, age and parity to the choice of contraceptive methods for long and short-terms in Tanjung Anom Village, Salaman Subdistrict, Magelang Regency, Central Java Province. This research is descriptive analytic with cross sectional method. The data collection was done in October 2015. The study sample was women of childbearing age who used contraception in both long and short terms, as many as 46 people. The research instrument used was a questionnaire. Data was analyzed by univariate and bivariate. The result of the study showed that there was no significant relationship among education, age and parity towards the choice of both long and non-long contraception methods. The selection of contraceptive method is not only influenced by education, age and parity, but also by Socio-Demographic factors, Socio-Psychological factors, and health service
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS ATAS ANTARA SD NEGERI PROMAN DI DATARAN TINGGI DENGAN SD NEGERI HARGOMULYO DI DATARAN RENDAH DI KECAMATAN KOKAP KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Kebugaran
Jasmani siswa kelas atas antara SD Negeri Proman daerah dataran tinggi dengan
SD Negeri Hargomulyo di dataran rendah di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon
Progo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan
teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas atas di SD Negeri Hargomulyo dan SD Negeri Proman di Kecamatan
Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Jumlah siswa kelas atas di SD Negeri Proman
sebanyak 23 anak, sedangkan jumlah siswa di SD Negeri Hargomulyo sebanyak
19 anak. Instrumen yang digunakan dalam penelititan ini adalah Tes Kesegaran
Jasmani Indonesia tahun 2010 untuk anak usia 10 – 12 tahun dari Kementerian
Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Tahun 2010. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas
atas SD Negeri Proman yang ada di dataran tinggi dengan klasifikasi baik sekali
21.7% siswa, 43.5% siswa dalam klasifikasi baik, 30,4% dalam klasifikasi sedang,
4.4% siswa dalam klasifikasi kurang dan 0% dalam klasifikasi kurang
sekali.Sedangkan hasil penelitian di SD Hargomulyo yang berada di dataran
rendah yaitu 0% siswa dalam klasifikasi baik sekali, 3.6% siswa dalam klasifikasi
baik, 45,8 % dalam klasifikasi sedang, 42,2 % dalam klasifikasi kurang dan 8,4 %
dalam klasifikasi kurang sekali. Rata-rata di SD Negeri Proman yaitu 17,70 dan
rata-rata untuk SD Negeri Hargomulyo yaitu 12,47. Untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan menggunakan uji-t dengan hasil t hitung = 5,081 dan t tabel =
2.021 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan tingkat
kebugaran jasmani siswa kelas atas antara SD Negeri Proman di dataran tinggi
dengan SD Negeri Hargomulyo di dataran rendah.
Kata kunci : Aktifitas Jasmani dan Tingkat Kebugaran Jasmani Ana
Risk Factors of Premature Rupture of Membrane
Maternal mortality rate in Indonesia based on 2012 Indonesia Demographic and Health Survey is 359 per 100,000 live births. Causes of the maternal mortality are still dominated by bleeding, preeclampsia/eclampsia and infections. One of causes of infections is premature rupture of membrane (PROM). PROMmay increase morbidity and mortality among mothers and children. Incidence of PROM is amount 10.7% of all childbirths. This study aimed to analyze risk factors of PROM incidence at Mother and Child Hospital of ANNISACiteureup, Bogor District in 2014. This study was analytical study using case control design. Samples consisted of case as many as 114 mothers who suffered from PROM and control as many as 228 mothers who did not suffer from PROM. Results of study showed that risk factors of PROM were age, parity, education. Based on multivariate analysis, education was the most dominant risk factor toward PROM incidence.AbstrakAngka kematian ibu di Indonesia berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu tersebut masih didominasi oleh pendarahan, pre-eklampsia/eklampsia, dan infeksi. Salah satu penyebab infeksi adalah ketuban pecah dini (KPD). KPD dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan anak. Insiden kejadian KPD sekitar 10,7% dari seluruh persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian KPD di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) ANNISA Citeureup, Kabupaten Bogor tahun 2014. Penelitianini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Sampel terdiri dari 114 orang kasus ibu yang mengalami KPD dan kontrol sebanyak 228 ibu bersalin yang tidak mengalami KPD. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terhadap kejadian KPD yaitu usia, paritas, pendidikan.Berdasarkan analisis multivariat, didapatkan faktor yang paling dominan berisiko terhadap kejadian KPD yaitu pendidikan.</jats:p
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Secara Dini pada Anak Sekolah Dasar (SD)
Indonesian Child Protection Commission states that at least 45 children who are victims of sexual violence every month. Early sex education for children is essential to prevent sexual violence but many parents have opinion that sex education for children are taboo. This study aims to determine what factors are associated with the level of knowledge of parents against early sex education for children. This research was conducted in Primary School Kartika VIII-5, South Jakarta 2014. This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study are parents of students in grade 1 in Primary School Kartika VIII-5 South Jakarta. Samples were selected by total sampling method resulting on 60 respondents. Collecting data using questionnaires. Data analysis techniques using chie square. Results showed that there were a significant relationship between education, social and cultural values, and exposure information with knowledge about sex education at an early stage, while the work are not related. In conclusions, this study factors was correlated with parents knowledge about early sex education for children in Primary School Kartika VIII-5 were education, social and cultural values, and exposure information. Expected for parents to improved information about early sex education for children, so parents have good knowledge abou t sex education
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Secara Dini pada Anak Sekolah Dasar (SD)
Indonesian Child Protection Commission states that at least 45 children who are victims of sexual violence every month. Early sex education for children is essential to prevent sexual violence but many parents have opinion that sex education for children are taboo. This study aims to determine what factors are associated with the level of knowledge of parents against early sex education for children. This research was conducted in Primary School Kartika VIII-5, South Jakarta 2014. This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study are parents of students in grade 1 in Primary School Kartika VIII-5 South Jakarta. Samples were selected by total sampling method resulting on 60 respondents. Collecting data using questionnaires. Data analysis techniques using chie square. Results showed that there were a significant relationship between education, social and cultural values, and exposure information with knowledge about sex education at an early stage, while the work are not related. In conclusions, this study factors was correlated with parents knowledge about early sex education for children in Primary School Kartika VIII-5 were education, social and cultural values, and exposure information. Expected for parents to improved information about early sex education for children, so parents have good knowledge abou t sex education.</p
ANALISIS DIFFERENTIAL SETTLEMENT PADA CERUCUK, OPRIT JEMBATAN DI TANAH LUNAK
Oprit jembatan adalah timbunan tanah atau urugan di belakang abutment yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan.Dalam hal ini, Oprit jembatan berada di tanah lunak, yang memiliki partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer mengandung leburan silika dan atau aluminium yang halus.Daya dukung yang rendah, menyebabkan penurunan tanah (Settlement) yang tinggi dan liquifaksi.Untuk memperbaiki daya dukung tanah dapat dilakukan dengan Metode Mohr-Coloumb.
Metode Mohr-Coloumb(1900) menyuguhkan teori keruntuhan tentang material yang menyatakan bahwa keruntuhan pada suatu material akibat kombinasi krisis antara tegangan normal dan geser, dan bukan hanya akibat tegangan normal maksimum atau tegangan geser maksimum saja.
Terdapat dua metode analisa yang kami lakukan yaitu analisa permodelan Oprit jembatan dengan variasi panjang pile dan tanpa pengunaan Pile pada STA1+200menggunakanprogram Plaxis 8.2. didapatkan hasil Output berupa Deformed Mesh, Excess Pore Pressure, Total Displacement dan Effective Stresses.
Berdasarkan analisa pada program Plaxis 8.2 didapatkan hasil penurunan tanah (Settlement) dengan variasi panjang pile dan tanpa pengunaan Pile dari akhir konstruksi selama 10 tahun pada masing-masing tanah STA 1+200 tidak boleh melebihi sebesar 10 cm – 20 cm setelah konstruksi selesai dibangun.
Kata Kunci : Oprit jembatan, Tanah Lunak, Penurunan Tanah (Settlement), Metode Mohr-Coloumb, Plaxis 8.
- …
