1,794,974 research outputs found
Maryam Tayebi: Multi-layer exploration
Research Image Runner-Up: Maryam Tayebi (ABI) | Multi-layer exploration.</div
Stilistika Kisah Maryam Dalam al-Qur’ān
viiABSTRAKAl-Qur’ān merupakankitab agama, namun dalam penyampaiannya iamenggunakan keindahan sastra yang luar biasa jika dicermati lebih dalam lagidengan menggunakan kacamata sastra. Kisah merupakan salah satu sarana untukmenyampaikan pesan-pesan teologis dan humanis kepada manusia, ternyatamengandung unsur linguistik dan seni. Salah satu kisah yang terdapat dalamalquran adalah kisah Maryam, kisah yang terdapat dalam 9 surat dan terdiri dari47 ayat ini merupakan satu-satunya kisah perempuan yang ada di dalam alquran.Maka dari itu peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjutterkait dengan permasalahan-permasalahn linguistik yang ada di dalamnya. Olehsebab itu, hal yang paling penting dalam pengambilan objek material dalampenelitian ini adalah mengungkap tentang fenomena kebahasaan dan nilaikesusastraan yang ada dalam kisah tersebut. Oleh sebab itu, peneliti memilihuntuk mengkajinya dengan menggunakan teori stilistika. Alasan pemilihan teoriini adalah karena stilistika mencakup semua aspek kabahasaan, baik semantik,sintaksis, morfologi dan juga imageri yang merupakan sarana untuk mengungkapsecara utuh kedalaman, keindahaan dan kebermaknaan gaya penuturan yang adadalam kisah Maryam.Adapun fokus penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana unsur-unsur pembentuk wacana kisah Maryam serta bagaimana stilistika gayapemaparannya.Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui unsur-unsur pembentuk wacana kisah Maryam dan untuk mengetahui gaya pemaparankisah Maryam dalam alquran.Penelitian iniadalah penelitiankualitatifyang bersifat dekrptif.Dalampenelitian ini peneliti menggunakan metode simak,dengan teknik dasar sadap,serta teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat dalamproses penyediaan data.Hasil penelitiandalam bidang morfologi ditemukannya pemakaian fi’ilmabni majhūl, pemakaina fi’il muḍari’ dan lain sebagainya. Sedangkan dalam
viiiaspek sintaksis, adalah gaya taqdim. Oleh karena itu banyak ditemukan maf’ulyang mendahului fa’il, khābār yang mendahului isim danlain sebagainya. Dalamhal semantik, penggunaan sinonimi, antonimi, dan polisemi mampu memberikanefek kepuasan dan pemahamamn yang lebih mendalam terkait kisah Maryamdalam alquran. Adapun gaya retoris dan kiasan dalam kisah Maryam ditemukanbeberapa aspek, diantaranya adalah majāz, kinayāh, aliterasi, asonansi, litotes,prolepsis, paradoks, pleonasme, dan kiasmus
Mariam Jafri Vs. Maryam Jafri
Mariam Jafri Vs. Maryam Jafri (2019), single screen, HD video, 9:11 minutes.
The starting point for the video Mariam Jafri Vs. Maryam Jafri is an image of my sculpture, Anxiety, that has been turned into a stock photo for licensing on the Getty Images website, without my prior knowledge or permission. Getty Images is the largest stock photo agency in the world. Getty took the photograph at Frieze Art Fair in London in October 2017. The voiceover traces the work’s trajectory from a readymade sculpture for sale at an art fair to a stock photo for licensing online and finally, to a video commissioned by a Kunstahalle, a space meant to guarantee the autonomy of art. The work reflects upon the role of originality, artist labor and copyright in our culture of sampling and remixing. The video’s title references the caption accompanying the photograph which misspells my name. The title also references an earlier work I made in 2012, called Getty Vs. Ghana which examined the unauthorized copyrighting of African independence day photographs by multinational stock photo agencies, including Getty Images and Corbis. Co-commissioned by TAXISPALAIS Kunsthalle Tirol and Contemporary Art Gallery of Vancouver.
Vimeo link: https://vimeo.com/spikefilmandvideo/review/313158285/cabe9ab30
Bermula dari CITREX UMP penyelidikan Maryam diiktiraf di persada antarabangsa
KUANTAN, 1 Oktober 2021 – Bagaikan bulan jatuh ke riba, demikian perumpamaan sesuai buat adik Maryam Muzamir, 11, yang merupakan anak kepada pensyarah Universiti Malaysia Pahang (UMP), Profesor Madya Ts. Dr. Muzamir Hasan yang mengharumkan nama Malaysia di persada antarabangsa apabila meraih anugerah dalam Pertandingan Inovasi dan Reka Cipta Antarabangsa Kanada ke-6 (iCAN 2021), di Toronto, Kanada, baru-baru ini
Maryam bayam
Maryam Bayam is a Malaysian brand name. This company makes crunchies, masks, crunchies, and other accessories like headbands and earrings. Maryam Bayam items stand out because all of their accessories are handcrafted from the local batik design
Keynote Address by the Honourable Maryam Monsef, Minister for Women and Gender Equality and Rural Economic Development
Keynote Address by the Honourable Maryam Monsef, Minister for Women and Gender Equality and Rural Economic Developmen
Karakter Maryam dalam Al-Qur’an
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hakikat karakter Maryam dalam al-Qur’an, untuk mengetahui wujud karakter Maryam dalam al-Qur’an, dan untuk mengetahui hikmah karakter Maryam dalam al-Qur’an. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan jenis penelitian library
research, data dikumpulkan dengan mengutip, menyadur dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap literatur yang representatif dan
relevan dengan masalah yang dibahas., lalu mengulas dan menyimpulkan. Pendekatan penelitian ini multidisipliner yakni ilmu tafsir, pedagogik, historis dan sastra. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudu’i (tematik), yakni suatu metode yang mufasirnya berupaya menghimpun ayat-ayat dari berbagai surah dalam alQur’an
dan yang berkaitan dengan persoalan yang telah ditentukan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakikat karakter Maryam dalam alQur’an adalah sunnatullah bahwa dalam pendidikan Maryam ada dua unsur yakni unsur Ilahiyah
dan unsur manusia sehingga Maryam lahir sebagai wanita terpilih di zamannya dan melahirkan seorang Nabi yang juga terpilih dari keluarga pilihan. Karakter Maryam terbentuk dari para pendidiknya (orang tua dan pengasuhnya) yang berkualitas. Sedangkan wujud karakternya terdapat dalam berbagai karakter terpuji Maryam yakni wanita pilihan yang disucikan Allah swt, wanita yang memelihara kehormatannya,
wanita yang taat pada Allah swt., serta ahli rukuk dan sujud, orang yang sangat benar, wanita yang pandai bersyukur, wanita yang bersungguh-sungguh mendidik anaknya dan tidak banyak bicara. Hikmah karakter Maryam adalah kaum muslimah semestinya meneladani karakter Maryam dalam al-Qur’an, yang mengantarkan muslimah sebagai wanita pilihan yang di ridhai Allah dan melahirkan generasi emas, akidah para Rasul adalah sama yakni mengesakan Allah swt, urgensi menjadi pendidik yang berkualitas, dan Maryam serta Isa as adalah tanda kekuasaan Allah swt. Implikasi penelitian ini adalah: ditemukannya konsep-konsep pendidikan
karakter dalam ayat-ayat kisah Maryam sehingga karakter Maryam dalam al-Qur’an sudah semestinya diteladani oleh seluruh kaum muslimah di zaman modern ini. Zaman di mana kebebasan dianggap sebagai hak asasi manusia. Padahal pada hakikatnya kebebasan yang tiada terbatas itu semakin menjauhkan diri manusia dari fitrahnya sebagai seorang makhluk yang tugasnya adalah menyembah Allah sang Khalik,
mentaatinya dan meninggalkan segala larangan-Nya
Kecerdasan adversitas Maryam dalam QS. Maryam Ayat 16 – 26
Penelitian ini membahas kecerdasan adversitas Maryam dalam Qs.Maryam ayat 16 – 26. Alasan penulis memilih Qs.Maryam ayat 16 – 26 karena pada ayat tersebut mengkisahkan Maryam waktu mengandung dan melahirkan, yang telah kita ketahui Maryam merupakan perempuan yang suci dan bliau bisa hamil tanpa adanya perantara dari seorang laki – laki manapun, karena semua itu atas kehendak Allah SWT. Ketika Maryam sedang mengandung dan melahirkan putranya banyak masalah atau ujian yang ia hadapi. Sehingga dia harus menghadapi semua masalah atau ujian yang diberikan oleh Allah SWT dengan menggunakan kecerdasannya. Kecerdasan adversitas, yang ditemukan oleh Paul G.Stoltz menurutnya adalah ukuran kemampuan seseorang untuk mengahadapi kesulitan. Kecerdasan adversitas mengacu pada kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan atau kesulitan dan menyelesaiakannya dengan mengubah pemikiran dan perilaku seseorang dalam menanganinya.
Fokus pembahasan pada penelitian ini yaitu Bagaimana penafsiran Qs.Maryam ayat 16 – 26 dan Bagaimana kecerdasan Maryam dalam menghadapi segala persoalan yang digambarkan dalam Qs.Maryam :16-26. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat library research (kepustakaan). Sumber data primernya adalah kitab – kitab tafsir berupa kitab Kitab Tafsir Ruhulma’āni fi Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim wa As Sab’ Al Matsani karya Abi Al Fadl Shihab Ad Din As Sayyid. Dalam mengnalisis data – data yang telah diperoleh penulis menggunakan metode descriptive analysis dan menggunakan teknik analisis isi. Dari kedua metode tersebut maka penulis bisa memberikan gambaran yang mengenai penafsiran Qs. Maryam ayat 16-26 sehingga dapat mengambil pesan yang terkandung dalam tafsir tersebut. Disamping itu peneliti juga menggunakan pendekatan tafsir, yaitu penulis menggunakan metode penafsiran Al Qur’an dari segi tafsir tematis (maudhu’i).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran pada Qs.Maryam:16-26 ini menggambarkan seorang Maryam dari proses dia mengandung sampai melahirkan putranya, dan kecerdasan Maryam ketika menghadapi berbagai persoalan yang telah digambarkan pada Qs.Maryam:16-26 yaitu sabar, ikhtiar, ikhlas atas segala takdir, raja’ (harapan)
Kenabian Maryam Perspektif Mufassir Andalusia
This research was conducted because there are differences of opinion among mufassir regarding the prophetic status of women, especially Maryam. Some commentators such as al-Alusi prefer to classify Maryam as a guardian of Allah SWT. However, Ibn Kathi>r and al-Razi are of the opinion that Maryam is considered a s}iddi>qah and not a prophet. However, Mufassir Andalusia has his own opinion on the issue of the prophethood of women, especially Maryam. The problem examined in this research is the interpretation of Andalusian mufassir regarding Maryam's prophetic verses and Maryam's prophetic status. The object of research is in surah al-Baqarah verse 253 and Maryam verse 19, which is supported by interpretations of other verses such as those in Surah Ali 'Imran verse 42. The aim of formulating this problem is to find the Andalusian interpreter's interpretation of the prophetic verse Maryam. This has implications for Maryam's prophetic status according to Andalusian commentators. The problem above is in the nature of library research, so this research uses descriptive analytical research methods. These two methods are used to explain the Andalusian mufassir's interpretation of surah al-Baqarah verse 253 and surah Maryam verse 19. The conclusion of this research is that according to the Andalusian mufassir they agree on Maryam's prophetic status because of Maryam's firm faith, the conception of Jesus, and the incident of Gabriel coming to Maryam is proof of Maryam's prophethood
Para Maryam
In a form of a letter, the text explores the works of Iranian artist and filmmaker Maryam Tafakory
- …
