1,721,019 research outputs found
Developing ICT for Primary and Secondary Mathematics Teacher Professional Development: The Use of VTR in Lesson Study
Most (mathematics) teachers candidates have little opportunity to observe effective
teaching in an actual classroom as many of their first learning experiences were based in a
traditional classroom where rules were applied methodically to solve problems. In other words,
they lack the experience base to meaningfully observe the classroom’s complex and rapid
interactions. The use of video tape recorder (VTR) is one of the aspects of developing ICT to
promote teachers professional development. Through Lesson Studies activities, some
Indonesian teachers have experiences to reflect their teaching through VTR. Reflecting good
teaching practice of mathematics form different context through VTR was proved to evidently
encourage and motivate teachers to improve their teaching competencies. In some parts of the
activities of teachers professional development programs in Indonesia, year 2002‐ 200, the
reflections through VTR of Japanesse context and Indonesian context resulting teachers’
perception that it was a good model of mathematics teaching that can possibly be implemented
in Indonesia. However, the techers were aware that to implement such good model there are
some fundamental constraints should be overcome.
Key Words: ICT, VTR, professional development, mathematics teacher, lesson stud
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DENGAN METODE SAINTIFIK MATERI VOLUME BANGUN RUANG UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS berbasis pendekatan Realistic Mathematics Education dengan metode Saintifik materi volume bangun ruang untuk siswa SMP kelas VIII. Kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari tiga aspek kualitas yaitu kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation.
Penelitian pengembangan ini menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS berbasis pendekatanRealistic Mathematics Education dengan metode Saintifik materi volume bangun ruang untuk siswa SMP kelas VIII. Hasil penilaian perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh dua dosen ahli dan guru matematika menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dan memenuhi kriteria minimal baik. Penilaian RPP oleh satu dosen ahli materi dan guru matematika mendapat skor 4,19 dengan klasifikasi valid. Sedangkan penilaian LKS oleh dua dosen ahli dan guru matematika mendapatkan skor 4,30 dengan klasifikasi sangat valid. Hasil analisis data angket respon guru dan siswa menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dikatakan praktis dengan nilai rata-rata total 4,14. Dari hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan klasifikasi baik dengan persentase rata-rata keterlaksanaan pembelajaran mencapai 86,7%. Hasil penilaian kompetensi siswa menunjukkan perangkat pembelajaran dikatakan sangat efektif karena memenuhi klasifikasi ketuntasan klasikal mencapai 82,14%.
Kata kunci: perangkat pembelajaran, Realistic Mathematics Education, Saintifik, volume bangun ruan
Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika SMP di Kota Yogyakarta
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika SMP di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi model discrepancy model dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan sampel sebanyak 22 SMP untuk pengumpulan data kuantitatif dan 6 SMP untuk pengumpulan data kualitatif. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika SMP di Kota Yogyakarta termasuk dalam kategori cukup. Adapun faktor pendukung adalah (1) visi dan misi sekolah; (2) adanya peraturan dan tata tertib yang telah diatur sekolah, (3) dukungan dan kerjasama yang baik antar warga sekolah; (4) kondisi siswa yang memiliki dasar karakter baik; (5) contoh perilaku positif guru sebagai teladan. Sedangkan faktor penghambat adalah (1) guru belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika; (2) guru mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nilai karakter dari kompetensi dasar pada mata pelajaran matematika; (3) guru belum dapat mengimplementasikan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran matematika dengan baik; (4) sarana dan prasarana yang belum lengkap; (5) dokumentasi penilaian sikap siswa masih lemah. Character Education Implementation in Mathematics Teaching and Learning of Junior High School in Yogyakarta AbstractThe aim of this research was to describe the implementation, supporting factors and obstacles the implementation of character education in mathematics teaching and learning of junior high school in Yogyakarta. This research is an evaluation research discrepancy model with the quantitative and qualitative approach. The study involved 22 samples of SMP for quantitative data collection and 6 SMP for qualitative data collection. The results from this study revealed that character education implementation in mathematics teaching and learning of junior high schools in Yogyakarta was good. Supporting factors were: (1) the vision and mission of the school; (2) ground rules that have been designed by the schools; (3) support and cooperation among school members; (4) student’s condition who have a basic good character; and (5) examples of positive behavior of teachers as role models. Obstacles were: (1) teachers do not have enough understanding of character education especially in the implementation in mathematics teaching and learning processes; (2) teachers have difficulties to identify the character values from the basic competence of mathematics; (3) teachers have not been able to implement character education integrated to mathematics teaching and learning processes properly; (4) poor teaching and learning facilities in some schools; and (5) poor documentation of students’ character assessment.</jats:p
Realistic mathematics education: An approach to improve problem solving ability in primary school
Mathematical problem solving was an crucial skill to be mastered by primary school student so that will help student to unravel their problems encountered in everyday life. By using the realistic mathematics approach, stundents learn mathematical concept based on reality or scope around students. This study aimed to develop an eligible learning materials and test the effectiveness of learning materials based on realistic mathematics education to enhance the problem solving skill of primary school students. This research and development study was conducted in Sawangan Subdistrict, Magelang Regency, Central Java, Indonesia. The testing subjects consisted of 12 students in the the preliminary field, there were 42 students in the main field, and 90 students in the operational field that divided into experiment dan control class. The data were collected by interviews, observation, and tests. The analyzing N-gain score and t-test with a significant level of 0.05 done to find out th effectiveness of the teaching materials. The developed of realistic mathematics eduation learning materials is feasible and effective in improving problem solving skill with significance value of 0.000 (p≤0.05). It can enhance the problem solving skills of 4 th grade elementary school
TRIANGLE CONCEPT CONSTRUCTION THROUGH ETHNOMATHEMATICS-BASED ONLINE LEARNING OF KALAMATA FORT ARTIFACTS
This study aimed to construct a triangle for junior high school students through online learning based on the Ethnomathematics of Kalamata Fort Artifacts. This research is descriptive qualitative research with a case study type. The data collection methods used are concept understanding tests and interviews. The subjects of this study were three students who were grade VII junior high school students with high (S1), medium (S2), and low (S3) abilities. In this study, the data analysis conducted was descriptive. The data analyzed in this study are the results of concept understanding observations and interviews conducted by researchers on research subjects. The results showed that constructing the concept of triangles through online learning based on the Ethnomathematics of Kalamata Fort Artifacts had a good impact on the concept understanding ability of grade VII junior high school students
Model Pembelajaran Matematika Kontekstual Berbasis Metakognisi untuk Siswa Sekolah Dasar.
Penelitian ini bertujuan (1) Menghasilkan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi yang layak digunakan untuk keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis di SD, (2) Menghasilkan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi yang praktis untuk peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa SD, (3) Menghasilkan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi yang efektif untuk peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa SD.
Penelitian ini merupakan research and development (R & D) yang mengikuti pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD dan Guru SD di Kabupaten Nganjuk yang telah menerapkan Kurikulum 2013. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data analisis kebutuhan yang dikumpulkan berupa pengamatan, tes, dan wawancara; data validitas model pembelajaran dengan skala penilaian; data kepraktisan model pembelajaran dengan lembar observasi dan angket; dan data keefektifan model pembelajaran dengan soal tes keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial.
Temuan penelitian adalah (1) Model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi layak berdasarkan penilaian ahli/praktisi. Kualitas validitas model pembelajaran dari aspek isi/materi, desain berkategori layak menurut ahli/praktisi. (2) Model pembelajaran matematika kontesktual berbasis metakognisi praktis digunakan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa berdasarkan hasil penilaian observasi keterlaksaaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, aktivitas guru dan siswa, dan respon guru dan siswa. (3) Model pembelajaran matematika kontesktual berbasis metakognisi efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi dan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis yang diajarkan dengan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis metakognisi lebih baik dibandingkan dengan yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik dan Konvensional ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent comparison-group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin yang terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian adalah dua kelas. Penentuan sampel diambil dengan memilih kelas secara acak untuk dikenai perlakuan dengan pembelajaran matematika dengan Pendekatan Matematika Realistik dan pendekatan Konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrument tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematika. Koefesien reliabilitas instrumen tes adalah 0,711, dengan SEM adalah 1,741. Untuk mengetahui efektif tidaknya pembelajaran matematika realistik dan pendekatan konvensional pada masing-masing variabel, data dianalisis secara univariat dengan statistik uji one sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Kemudian untuk membandingkan keefektifan pembelajaran matematika realistik dan pembelajaran konvensional, data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan ditindaklanjuti dengan analisis secara univariat pada taraf signifikansi 0,025 untuk pengujian dua arah. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik tidak efektif ditinjau dari kemampuan penalaran tetapi efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematika; (2) pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa; dan (3) pembelajaran pendekatan matematika realistik lebih baik dari pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa.
Kata Kunci: pendekatan matematika realistik, konvensional, kemampuan penalaran , dan kemampuan komunikasi matematika
Is it Effective using Peer Tutoring with Realistic Mathematics Education Approach to Improve Slow Learners’ Mathematics Attitudes?
This study was aimed to describe the effectiveness of peer tutoring method with Realistic Mathematics Education approach applied in inclusive classes to improve slow learners' mathematics attitudes. Type of this research was quasi experiment with one-group pretest-posttest design. The sample was chosen by using convenience sampling from slow learners of VII Grade Junior High School which consisted of 31 students scattered into 3 inclusive classes. The instrument used in this study was a non-test instrument in form of questionnaires. The effectiveness criteria in this study was based on 1) the average score of final questionnaire was higher than the initial questionnaire score, 2) the final questionnaire score shows that more than 75% of the whole students gained the minimum “good†criteria. The result shows that applying peer tutoring learning method with Realistic Mathematics Education approach in inclusive classes was effective to improve slow learners' mathematics attitudes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN SETING PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBER HEAD TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP KELAS VII
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran
geometri berupa RPP dan LKS melalui pembelajaran kontekstual dengan seting
pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) pada materi
segiempat dan segitiga untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa SMP
kelas VII. Kualitas produk yang dikembangkan dinilai berdasarkan aspek
kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.
Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model
ADDIE, yaitu Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Develop
(Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluate (Evaluasi). Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Muntilan. Instrumen yang
digunakan untuk mengukur kualitas perangkat pembelajaran adalah lembar
penilaian RPP dan LKS untuk mengukur kevalidan, angket respon siswa dan
lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mengukur
kepraktisan, dan tes kemampuan penalaran untuk mengukur keefektifan.
Kualitas kevalidan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid
berdasarkan persentase RPP yaitu 100% untuk aspek komponen RPP dan skor
rata-rata 4,46 dari skor maksimal 5,00 untuk aspek lain dengan kriteria sangat
baik serta skor rata-rata LKS yaitu 4,5 dari skor maksimal 5,00 dengan kriteria
sangat baik. Kualitas kepraktisan memenuhi kriteria praktis berdasarkan skor ratarata
angket respon siswa 3,6 dari maksimal 5,00 dengan kriteria baik dan
persentase lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu 91%
dengan kriteria sangat baik. Kualitas keefektifan memenuhi kriteria efektif
berdasarkan hasil pretest dan posttest dengan peningkatan persentase ketuntasan
dari 6% menjadi 67% dengan kriteria baik.
Kata kunci: Perangkat pembelajaran, Kontekstual, Number Head Together,
Kemampuan penalara
Pengembangan Model Pembelajaran Mobile Matematika berbasis Projek (Pj-B Mob Math) dengan kerangka TPACK untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Keterampilan Abad 21,
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK untuk meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan abad 21 (berpikir kritis, berpikir kreatif inovatif, komunikatif, dan kolaboratif), (2) menghasilkan perangkat pendukung model pembelajaran yang dikembangkan, (3) mengevaluasi kelayakan model dan perangkat pendukung model pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan, (4) menganalisis dampak instruksional model pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK terhadap peningkatan prestasi belajar dan penguasaan keterampilan belajar abad 21, yaitu keterampilan berpikir kritis matematis, berpikir kreatif & inovatif, keterampilan komunikasi dan keterampilan kolaborasi.
Penelitian ini merupakan penelitian desain pendidikan yang sering disebut sebagai penelitian pengembangan, menggunakan desain model Plomp. Prosedur pengembangan terdiri atas lima fase yaitu: fase investigasi awal (prelimenary investigation), fase desain (design), fase realisasi/konstruksi (realization/ construction), dan fase tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation, and revision), dan fase implementasi (implementation). Subjek penelitian adalah Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK, yang diujicobakan kepada siswa SMAN 1 Depok Sleman Kelas XII. Data yang dikumpulkan berupa: (1) data kuantitatif, yaitu skor kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk; dan (2) data kualitatif, yaitu saran perbaikan produk oleh para validator atau praktisi, serta komentar dari siswa terkait pelaksanaan model pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa (1) lembar validasi model pembelajaran, (2) lembar validasi RPP, (3) lembar validasi LKPD, (4) lembar validasi bahan ajar flipbook, (5) lembar validasi LMS Pj-B Mob Math, (6) lembar validasi Buku Petunjuk LMS Pj-B Mob Math, (7) lembar penilaian kepraktisan dari guru, (8) lembar penilaian kepraktisan dari siswa, (9) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, (10) tes hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis matematis, dan (11) lembar penilaian keterampilan berpikir kreatif inovatif, (12) instrumen penilaian diri keterampilan komunikasi & kolaborasi, dan (13) lembar observasi keterampilan komunikasi & kolaborasi.
Sintaks Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK: (1) Orientation, (2) Start with the Essential Question, (3) Design a Plan for the Project, (4) Create a Schedule, (5) Monitor the students and the Progress of the Project, (6) Assess the Outcomes. Produk yang dihasilkan berupa Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK beserta panduan model dan perangkat pendukung pelaksanaan pembelajaran berupa RPP, LKPD, LMS Pj-B Mob Math, buku petunjuk penggunaan LMS, bahan ajar flipbook dan penilaian berupa tes prestasi belajar dan penilaian keterampilan abad 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK dan perangkat pendukungnya memiliki tingkat kevalidan sangat baik. Hasil uji coba memenuhi kriteria praktis. Hasil penilaian guru menunjukkan kepraktisan dengan kriteria sangat baik, dan respon siswa menunjukkan kepraktisan dengan kriteria baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK terlaksana sebesar 98%. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran siswa menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK efektif untuk meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan abad 21 yang ditunjukkan dengan pencapain skor rata-rata prestasi belajar 80,39, terjadi ketuntasan secara klasikal 90,18%, dan berdasarkan uji t2 hotelling untuk nilai pretes postes terdapat perbedaan yang signifikan pada skor prestasi belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis matematis setelah pemberian treatmen dengan Model Pembelajaran Pj-B Mob Math dengan kerangka TPACK
- …
