92 research outputs found

    Integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal

    No full text
    Moh. Nailul Author (Nim: 3103088), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, skripsi Integrasi Pendidikan Ketrampilan Dalam Kurikulum Madrasah di MAN Kendal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana pelaksanaan integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif lapangan, adapun untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Program pendidikan ketrampilan sebagai pendidikan yang dapat memberikan bekal ketrampilan yang praktis, terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat. Integrasi pendidikan ketrampilan tidak mengubah kurikulum di madrasah (melaksanakan pendidikan agama dan pendidikan umum). Kurikulum ketrampilan ini dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan/mempunyai ketrampilan dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan siswa berupa ketrampilan yang dimilikinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan integrasi kurikulum pendidikan ketrampilan (workshop) di Madrasah Aliyah Negeri Kendal telah berjalan dengan baik. Pendidikan ketrampilan dilaksanakan dalam bentuk intrakurikuler (muatan lokal) dan ekstrakulikuler (program khusus/workshop).. Kurikulum (materi) pendidikan ketrampilan mengacu pada berbagai ragam kemampuan, seperti ketrampilan elektronika, tata busana dan otomotif. Pelaksanaan pendidikan ketrampilan ini untuk dapat mengaktualisasikan potensi-potensi bakat dan minat siswa, agar dapat digunakan untuk memecahkan problem yang dihadapi, ketrampilan yang dimiliki sebagai bekal siswa dalam menghadapi dunia kerja jika siswa tidak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para civitas akademika, para mahasiswa, para pengajar, dan para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang

    HAK TANGGUNGAN YANG DIBEBANKAN PADA JAMINAN HAK ATAS TANAH MILIK ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Pada Kantor Notaris/PPAT Herny Wahdaniyah Wahab, S.H., M.Kn di Kabupaten Malang)

    No full text
    Granting of mortgage rights involves a debt repayment guarantee agreement between the mortgagee and the mortgagee. Both parties in the agreement must have legal capacity. However, in the process, a minor is involved as the owner of the rights and he cannot carry out legal acts himself. Given that in the legal regulation of mortgage rights, the mortgagee must have legal authority over the land that is being pledged. Therefore, the agreement cannot be made directly by a minor. The type of research used in this study is empirical research (field-research) with a sociological legal approach method concerning mortgage rights imposed on the collateral of land rights owned by minors. The results of this study indicate that mortgage rights on land owned by minors are carried out with a credit agreement. The land certificate is updated to include the new owner of the rights due to inheritance. Furthermore, the determination of guardianship from the Court is also required so that his rights can be represented. In this case, the SKMHT is used to bind the APHT which must be made by the PPAT according to the existence of the land. APHT includes promises related to mortgage rights and must involve related parties and witnesses. Thus, the implementation of the mortgage must comply with legal requirements to ensure protection for the parties involved. Obstacles that arise in the implementation include the need for additional documents, incomplete files, lack of customer understanding, and complicated administrative processes. This delay causes the mortgage process to be delayed. So to overcome these obstacles, it is necessary to educate all parties regarding the preparation of mature documents to facilitate the process

    Peran Sukuk dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Syariah

    No full text
    Sukuk merupakan salah satu instrumen keuangan syariah yang berkembang pesat dan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis syariah. Berbeda dengan obligasi konvensional, sukuk didasarkan pada prinsip kepemilikan atas aset riil serta terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sukuk dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis syariah di Indonesia, khususnya dari aspek pembiayaan pembangunan, penguatan sektor riil, dan pemerataan kesejahteraan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku referensi, regulasi, dan laporan resmi terkait sukuk dan pembangunan ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sukuk berperan signifikan sebagai sumber pembiayaan alternatif yang berkelanjutan, mampu memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendukung pencapaian tujuan maqashid syariah. Dengan demikian, pengembangan sukuk perlu terus didorong melalui penguatan regulasi, inovasi produk, dan peningkatan literasi keuangan syariah agar kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional semakin optimal

    Nailul Author

    No full text

    Nailul Author 9

    No full text
    335 hlm 25 c

    Nailul Author 5 - 6

    No full text
    779 hlm, 25 c

    PENETAPAN HAD KIFAYAH ZAKAT DAN KEMISKINAN EKSTRIM DALAM SOSIO EKONOMI ASNAF

    No full text
    Had kifayah merupakan batas kecukupan atau standar dasar kebutuhan seseorang atau keluarga ditambah dengan kecukupan tanggungan yang ada sebagai upaya untuk menetapkan kelayakan penerima zakat mustahik fakir miskin sesuai kondisi wilayah dan sosio-ekonomi setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran had kifayah di Situbondo dan menyelaraskan dengan hasil survey kemiskinan ekstrim. Metode perhitungan had kifayah mengacu pada kajian had kifayah yang dikeluarkan oleh PUSKAS BAZNAS yang terdiri dari 7 dimensi yaitu: makanan, pakaian, tempat tinggal dan fasilitas rumah tangga, ibadah, pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang selaras dengan teori maqasid syariah. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata besaran had kifayah di wilayah Situbondo adalah sebesar Rp 2.977.187,- per rumah tangga per bulan dan rata-rata besaran had kifayah per kapita sebesar Rp 772.088,- per bulan

    Nailul Author 3

    No full text
    366 hlm 25 c

    AKIBAT HUKUM PENYAMPINGAN PERKARA PIDANA DEMI KEPENTINGAN UMUM OLEH KEJAKSAAN AGUNG (DEPONERING)

    No full text
    Deponering adalah pelaksanaan azas oportunitas yaitu penyampingan perkara demi kepentingan umum. Deponering diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 tentang Kejaksaan, namun dalam pengaturannya terdapat kekaburan norma dimana tidak jelas dari batasan-batasan dari kepentingan bangsa, negara dan masyarakat luas. Hasil analisa kepentingan umum sebagaimana di tentukan Pasal 35 (c) Undang-Undang Kejaksaan menjelaskan bahwa kepentingan umum adalah kepentingan bangsa dan negara dan/atau kepentingan masyarakat luas. Namun kepentingan umum tersebut tidak menjelaskan secara limitatif bagimana rumusan atau difinisi serta batasan dari kepentingan umum tersebut, hal ini berimplikasi terhadap penggunaan deponering oleh Jaksa Agung yaitu menyebabkan salah tafsir oleh Jaksa Agung dan timbul penafsiran yang beragam antara lembaga negara, kemudian status tersangka bagi pihak yang di deponering menjadi tidak jelas apakah masi berstatus tersangka atau status tersangka seketika hilang jika dikeluarkan deponerin

    STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK DI MI NURUL ISLAM MIRIGAMBAR SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG

    No full text
    Konteks penelitian ini secara fenomenal menunjukkan bahwa pada zaman sekarang kecerdasan spiritual (SQ) kurang dimiliki oleh anak terutama pada siswa tingkat dasar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus bulliying yang dilakukan dan terjadi pada anak, lemahnya nilai sopan santun anak kepada orang yang lebih tua, kurangnya sikap peduli kepada sesame, anak kurang bisa mengontrol emosi dan masih banyak contoh yang lainnya. Pada pendiidikan tingkat dasar ini dapat menjadi langkah awal bagi seseorang pendidik untuk membentuk kecerdasan spiritual siswa. Karena, kecerdasan intelektual yang tinggi saja tidak akan sempurna apabila tidak didampingi dengan kecerdasan spiritual dan kecerdasan lainnya. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan strategi guru yang tepatdan sesuai agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Fokus penelitian ini adalah : (1) Bagaimana perencanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung ? (2) Bagaimana pelaksanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MI Nurul Islam Mirigambar Tulungagung ? (3) Bagaimana evaluasi guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung ?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mendeskripsikan perencanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung (2) untuk mendeskripsikan pelaksanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MI Nurul Islam Mirigambar Tulungagung (3) untuk mendeskripsikan evaluasi guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif da Miles and Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data tersebut melalui triangulasi, perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Perencanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung yaitu : membangun komunikasi yang baik, mengadakan rapat dan evaluasi tindak lanjut terkait pengembangan kecerdasan spiritual, menyusun RPP, memilih dan menggunakan metode yang bervariasi, dan membuat atau menyediakan media pembelajaran yang sesuai dengan kriteria dan kondisi peserta didik (2) Pelaksanaan guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung yaitu : kegiatan Furutul Qur’aniyah (pembiasaan berdoa, sholat dhuha, membaca surat-surat pendek dan asmaul husna), kegiatan Pembiasaan (Pembiasaan 7S, Kerja Bakti, Dansos), kegiatan insidentil, memberikan hikmah-hikmah keteladanan dari guru sendiri, penggunaan pembelajaan dengan humor, kegiatan ekstrakulikuler keagamaan. (3) Evaluasi guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual di MI Nurul Islam Mirigambar Sumbergempol Tulungagung yaitu : praktek keagamaan, absensi shalat, pemberian reward dan punishment, penilaian sikap, dan kerjasama dengan orangtua wali
    corecore