78 research outputs found
PEMAKNAAN AYAT MENURUT HARUN NASUTION DALAM BUKU ISLAM DITINJAU DARI BERBAGAI ASPEKNYA
Harun Nasution is a Muslim scholar who was able to change the exclusive perspective of Islam to an inclusive one, as evidenced by the market acceptance of the book "Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya." In this book, the author interprets numerous verses from the Qur'an to address the socio-religious issues of the time, despite not having a background in interpretation. Instead, the author is a scholar who favors more fundamental philosophical thinking. The goal of this study is to interpret the meaning of the Koranic verses found in Islamic books from a variety of perspectives. This research is based on the literature and employs qualitative methods. The book "Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya" serves as the primary data source for this study, with secondary data sourced from relevant books, journals, theses, and other scientific articles. The data collection technique was carried out by making a general mapping of the verses used in the book and analyzing the meaning of the verses used by Harun Nasution using the bil ma'tsur method. The study's results reveal that Harun Nasution employs a variety of textual and historical perspectives in his discussions, as evidenced by his interpretation of verses from the Koran in his works. The verse's contextualization does not entirely align with the original text's meaning. In addition, he employs a variety of philosophical approaches in his interpretation, as demonstrated in the text. To elucidate the verses of the Koran on this theme, he references the perspectives of Sufis
Peranan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan dalam Penanggulangan Permasalahan Anak Jalanan (Suatu Penelitian di Kecamatan Medan Amplas Kota Medan)
This Thesis is an onalytical study of the role of Medan City Government in
tackling the problems of striet children by conducting research in the district of
MedaiAmpias of iuledin city. This is because they are thefuture of the nation. The
problem oj streit children is associated with increased urban growth which in this
'case
is ai appeal that encourages children to makB a living is done by begging'
busking, o, inrn to taktng on the streets. Such circumstances is a condilion that can
not be"ieparatedfrom thZ presence offactors that encourage chiidrelt to tyke to lhe
streets in search of sustinance. This research is the study' of what things that
Medqn city government do in handling the problem of street chtldren. The method
used in this-research is descriptive method because the author wants to describe,
record, analyze cnd interpret ind portray variow social phenomena related to the
goyernmentis role ln tlte prevention of Medan City with research problems of street
"children in the district i7 Urao, Amplas. Based on the results obtained illustrate
that the government's iole in Medan tn tackJing problems af street children,
especial{ in ihe district of Medan Amplas performed through functions ffice of
Sieial ,76oirt on4 Labor tuletlcn hrls not been sfficiently fficttve, because the
reality iicountered in the field is stili the presence of s_treet children in strategie
locqtions in Medan Amptis District jurisdictton. It is clear that the role given by
the Medcn City Goveri*nnt in tackling the problems of street children are less
touched on the factors that contributed to the economic recovery of street ehildren,
especially ,t rit children and families of street children themselves- Obstacles and
piottr*i of street children prevention eforts that the -lach
of understanding of
'goyernmeni onirf4t on thi rights arui protection of children, lack of funds'
environmental- tnJluences, lack o7 o*orrnrtr of parents and street chilCren' In
handling the pro\lems of children in the city of Meday, government fficials do not
futty uiderrind the things pertaining to the psychological aspects of the child sa
"thii
X an obstacle in ovircoming the problems of street children. Although every
year the budget ingreased, tut lhe number of cases is higher increase so that the
allocatton offunds remain unfulfilled-129 HalamanTesis Magiste
PENAFSIRAN MAHMUD YUNUS TERHADAP AYAT-AYAT KAUNIYAH DALAM TAFSIR QURAN KARIM
ABSTRAKPenelitian ini meneliti penafsiran Mahmud Yunus terhadap Ayat Kauniah Penciptaan Langit dan Bumi di dalam Tafsirnya Tafsir Qur’an Karim. Berangkat dari penafsiran Mahmud Yunus dan pendapat para ilmuwan, penulis menyimpulkan bahwa penciptaan langit dan bumi dimulai dari suatu perpaduan kemudian terpisah yang menjadi cikal bakal terbentuknya alam semesta, planet-planet, bintang-bingtang dan sebagainya. Masa penciptaan langit dan bumi berlangsung selama enam masa, dua masa pada bumi, dua masa pada isi bumi, dan dua masa pada langit. Penafsiran Mahmud Yunus sudah cukup mewakili penafsiran bercorak ilmiah pada masanya meskipun masih dengan pembahasan sederhana.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu dengan menganalisis isi bacaan dengan mengklasifikasikan ayat-ayat yang berkenaan dengan Penciptaan Langit dan Bumi, refrensi-refrensi dari literature yang berkenaan dan juga relevan. Madapun dalam penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data-data yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus. Dan adapun data sekundernya yaitu buku-buku dan tulisan yang mengandung pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisa terhadap objek penelitian dari data yang erhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan.Kata Kunci: Tafsir Qur’an Karim, Kauniyah, Ilmiah, Langit, Bumi
HADIS NUZUL ISA AL- MASIH DALAM PANDANGAN AHMADIYAH LAHORE (STUDI ATAS PEMIKIRAN MAULANA MUHAMMAD ALI)
Konsep berakhirnya kenabian setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.
merupakan doktrin penting yang mesti dipegangi oleh setiap umat Islam.
Penyelewengan terhadap doktrin ini seringkali dianggap murtad bahkan kafir.
Salah satu kasus menyangkut tentang konsep berakhirnya kenabian di Indonesia
akhir-akhir ini yang tidak hanya berdampak pada takfir akan tetapi juka tindak
kekerasan adalah kasus yang menimpa Ahmadiyah Qodyan. Doktrin Ahmadiyah
Qodyan yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi mendapat reaksi
keras dan bahkan tindak kekerasan yang berujung pada pengrusakan Masjid
Ahmadiyah bahkan pembantaian. Doktrin kenabian Mirza Ghulam Ahmad ini
tidak terlepas dari pemaknaan hadis Ahmadiyah Qodyan tentang nuzu>l Isa al-
Masih yang dilakukan oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad putra Mirza
Ghulam Ahmad. Menurut Ahmadiyah Qodyan, yang diramalkan dalam hadis
tersebut adalah Mirza Ghulam Ahmad dengan posisi sebagai nabi layaknya nabinabi
terdahulu. Sebagai respon terhadap doktrin Ahmadiyah Qodyan ini,
Maulana Muhammad Ali yang merupakan salah satu pengikut setia Mirza
Ghulam Ahmad mendirikan gerakan tandingan dengan nama Ahmadiyah Lahore
dan menentang doktrin ini, karena menurutnya bertentangan dengan pandangan
Mirza Ghulam Ahmad. Untuk mematahkan pandangan Ahmadiyah Qodyan yang
dianggap salah tersebut, Maulana Muhammad Ali memahami hadis nuzu>l Isa al-
Masih tersebut sebagai ramalan Rasulullah tentang datangnya al-Masih Mirza
Ghulam Ahmad yang memiliki sifat seperti Isa al-Masih dan bukan sebagai
seorang nabi.
Penelitian ini berusaha mengkaji pemahaman Maulana Muhammad Ali
terhadap hadis nuzu>l Isa al-Masih. Dengan menggunakan metode deskriptifanalitik
dan pendekatan sejarah pemikiran (intellectual history) berupa
pemahaman holistik dengan menggabungkan tiga unsur penting berupa teks
(karya tulis), konteks, dan hubungan antara teks dengan masyarakat yang
melingkupi Maulana Muhammad Ali, diharapkan dapat memperoleh gambaran
tentang pemahaman Maulana Muhammad Ali terhadap hadis nuzu>l Isa al-Masih
secara komprehensif.
Dari hasil penelitian, hadis nuzu>l Isa al-Masih ini dipahami oleh Maulana
Muhammad Ali secara metaforis. Dalam pemaknaan metaforisnya, Maulana
Muhammad Ali menggunakan metode tematik dengan dibantu oleh dua
pendekatan yaitu bahasa dan sejarah (kisah-kisah dalam Bibel). Pemaknaan
metaforisnya ini terpengaruh oleh sikap simpatisnya kepada Mirza Ghulam
Ahmad. Kata nabi dan Isa ibn Maryam dalam hadis dipahamai secara metaforis
yaitu dengan hadirnya Mirza Ghulam Ahmad (yang memiliki sifat seperti Isa ibn
Maryam) dan berposisi sebagai Muh}addas| (nabi dalam arti bahasa, penerima
berita). Hadis ini dianggapnya sebagai dalil tentang diangkatnya Mirza Ghulam
Ahmad sebagai al-Masih yang dijanjikan dengan beberapa gelar yaitu Muh}addas|,
Mujaddid, dan juga al-Mahdi
Development of Anatomy Web-Based Assessment based Augmented Reality (AR)
Hasibuan, Sanusi, Azmin, Chairul, Nasution, Muhammad Faisal Ansari, Chairad, Muhammad. Development of Anatomy Web-Based Assessment based Augmented Reality (AR). Journal of Education, Health and Sport. 2022;12(9):68-74. eISSN 2391-8306. DOI http://dx.doi.org/10.12775/JEHS.2022.12.09.009
https://apcz.umk.pl/JEHS/article/view/39443
https://zenodo.org/record/7029343
The journal has had 40 points in Ministry of Education and Science of Poland parametric evaluation. Annex to the announcement of the Minister of Education and Science of December 21, 2021. No. 32343.
Has a Journal's Unique Identifier: 201159. Scientific disciplines assigned: Physical Culture Sciences (Field of Medical sciences and health sciences); Health Sciences (Field of Medical Sciences and Health Sciences).
Punkty Ministerialne z 2019 - aktualny rok 40 punktów. Załącznik do komunikatu Ministra Edukacji i Nauki z dnia 21 grudnia 2021 r. Lp. 32343. Posiada Unikatowy Identyfikator Czasopisma: 201159.
Przypisane dyscypliny naukowe: Nauki o kulturze fizycznej (Dziedzina nauk medycznych i nauk o zdrowiu); Nauki o zdrowiu (Dziedzina nauk medycznych i nauk o zdrowiu).
© The Authors 2022;
This article is published with open access at Licensee Open Journal Systems of Nicolaus Copernicus University in Torun, Poland
Open Access. This article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution Noncommercial License which permits any noncommercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author (s) and source are credited. This is an open access article licensed under the terms of the Creative Commons Attribution Non commercial license Share alike.
(http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) which permits unrestricted, non commercial use, distribution and reproduction in any medium, provided the work is properly cited.
The authors declare that there is no conflict of interests regarding the publication of this paper.
Received: 07.08.2022. Revised: 10.08.2022. Accepted: 28.08.2022.
Development of Anatomy Web-Based Assessment based Augmented Reality (AR)
Sanusi Hasibuan
State University of Medan
https://orcid.org/0000-0001-5125-5263
Chairul Azmin
State University of Medan
https://orcid.org/0000-0003-3731-2959
Muhammad Faisal Ansari Nasution
State University of Medan
https://orcid.org/0000-0003-3731-2959
Muhammad Chairad
State University of Medan
https://orcid.org/0000-0001-7724-4781
Abstract
The main objectives of this study are to describe the development design of the Augmented Reality (AR) based Anatomy web-based assessment, to describe the implementation of the Augmented Reality (AR) based Anatomy web-based assessment development, and to describe the teacher's response to the use of Augmented Reality (AR) based Anatomy web-based assessment. The research was conducted at the State University of Medan. This web-based assessment development design is based on the Borg & Gall research and development (R&D) stage pattern as adopted by Sugiyono. As for the product design model, this web-based assessment follows the ASSURE model. The results of this study indicate that the product developed, namely web-based assessment, has gone through design and testing and revision, so the product is declared suitable for use. Students also gave a good response, namely 92% of the use of the web as an assessment tool equipped with Augmented Reality (AR)-based animation.
KEYWORDS: WEB, Augmented Reality (AR), Assessment
TARAWIH DAN TAHAJJUD (Tinjauan Persamaan Dan Perbedaan Dalam Pelaksanaan Dan Keutamaan)
Abstract: Tarawih prayer is prescribed only in the month of Ramadan. Outside of Ramadan, not prescribed tarawih prayers. Even though someone sunnah prayers at night, but if not in the month of Ramadan, it's not tarawih, but merely pray night or tahajjud. Prophet nightly routine prayers tahajjud, both within and outside the Ramadan month of Ramadan. In particular at night during Ramadan, he worked on an addition, tarawih prayer done at the beginning of the night coupled with evening prayers', which is exemplified by the Prophet in congregation in the mosque. While praying tahajjud done at the end of the night after waking from sleep, do it more often he is alone in his house, even if there is a history ever done in congregation in the mosque. The most important time to pray or tahajjud night this is the last third of the night or at dawn. Key Words: Prayer, Taraweeh, Tahajud Abstrak: Sholat Tarawih disyariatkan hanya pada bulan Ramadhan. Diluar dari bulan Ramadhan, tidak disyariatkan untuk melaksanakan sholat Tarawih. Meskipun seseorang yang melaksanakan sholat sunnah pada malah hari, tetapi jika tidak di malam bulan Ramadhan, tidak disebut dengan sholat Tarawih, tetapi itu hanya sholat Malam atau Tahajjud. Nabi selalu rutin shalat malam atau tahajud, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Khususnya di malam hari pada bulan Ramadhan, ia juga melaksanakan sholat selain sholat tarawih, shalat tarawih dilakukan pada awal malam ditambah dengan sholat malam atau Tahajjud, yang selalu dicontohkan oleh Nabi ketika sholat berjamaah di masjid. Sementara sholat tahajud dilakukan pada akhir malam setelah bangun dari tidur, melakukannya lebih sering dia sendirian di rumahnya, bahkan jika ada riwayat dia juga pernah melakukan berjamaah di masjid. Waktu yang paling penting untuk berdoa atau tahajud malam ini adalah sepertiga terakhir malam atau subuh. Kata Kunci: Shalat, Tarawih, Tahajju
Pemisahan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundering) dari Tindak Pidana Korupsi Sebagai Pidana Asal (Predicate Crime)
Investigation of money laundering crime and corruption as a criminal offense is very possible to be done separately or there is a separation of investigation. Therefore, it is necessary to examine the separation of investigation into money laundering crime with corruption as an offense. Factors that affect the separation of investigations in money laundering crime with corruption as an offense. Obstacles in separating the investigation of money laundering crime with corruption as a criminal act of origin and efforts to overcome the barriers of separating the investigation of money laundering crime with corruption as an offense.
This research is a normative research, and is analytical descriptive that describes as well as analyzing a phenomenon associated with the Separation of Investigation of Money Laundering Crime Of Corruption As Criminal Acts Origin.
The results of the study, Separation of investigation in money laundering crime with criminal act of corruption as a criminal act of origin can be done because money laundering crime is an independent crime where there is arrangement in Article 69 of Law no. 8 Year 2010 on Prevention and Eradication of Money Laundering, reads: "To be able to investigate, prosecute, and examination in the trial of money laundering crime is not mandatory first proven criminal offense". Factors affecting the separation of investigations in money laundering crime with corruption as a criminal offense origin are Combined factors of original criminal acts (criminal acts of corruption) with the crime of money laundering, preliminary evidence factor, money laundering as independet crime and Factor customer due diligence. Obstacles to the separation of money laundering criminal investigation into corruption as a criminal offense can be seen from the juridical side consisting of law, law enforcement and facilities and facilities and can be seen also from non juridical side, that is society and culture. Efforts to overcome these obstacles are Make changes to clauses in money laundering law, Implementation of Education Against Money Laundering Investigators and Addition of Investigation Funds.
It is expected that the investigator should if found the dominant evidence to lead to money laundering crime compared with the criminal act of origin (corruption) dare to separate the investigation because it is based on legislation and legal theories. Investigators are expected to pay attention to the factors that can make money laundering crime separated investigation process with corruption or origin of crime. It is expected that the investigator can apply the above efforts, namely to make changes to the clause in the money laundering law, the Implementation of Education on Money Laundering Investigators and the Addition of Investigation Funds for Barriers to the Separation of Money Laundering Investigations by Corruption as a criminal offense can be overcome.Penyidikan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal sangat dimungkinkan dilakukan secara terpisah atau terjadi pemisihan penyidikan. Oleh karena itu, perlu dikaji mengenai Pemisahan penyidikan dalam tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal. Faktor yang mempengaruhi pemisahan penyidikan dalam tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal. Hambatan dalam pemisahan penyidikan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal dan upaya mengatasi hambatan pemisahan penyidikan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif, dan bersifat deskriptif analitis yang memaparkan sekaligus menganalisis suatu fenomena yang berhubungan dengan Pemisahan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundering) Dari Tindak Pidana Korupsi Sebagai Tindak Pidana Asal (Predicate Crime).
Hasil penelitian, Pemisahan penyidikan dalam tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal dapat dilakukan karena tindak pidana pencucian uang merupakan independent crime dimana terdapat pengaturannya pada Pasal 69 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Pencucian Uang, berbunyi:”Untuk dapat dilakukan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tindak pidana Pencucian Uang tidak wajib dibuktikan terlebih dahulu tindak pidana asalnya”.Faktor yang mempengaruhi pemisahan penyidikan dalam tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal ialah Faktor gabungan tindak pidana asal (tindak pidana korupsi) dengan tindak pidana pencucian uang, Faktor alat bukti permulaan, Faktor tindak pidana pencucian uang sebagai independet crime dan Faktor customer duediligence.Hambatan terhadap pemisahan penyidikan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal ialah dapat dilihat dari sisi yuridis yang terdiri dari hukum, penegak hukum serta sarana dan fasilitas dan dapat dilihat juga dari sisi non yuridis, yakni masyarakat dan kebudayaan. Upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut ialah Melakukan perubahan terhadap klausula di dalam undang-undang pencucian uang, Pelaksanaan Pendidikan Terhadap Penyidik Tindak Pidana Pencucian Uang dan Penambahan Dana Penyidikan.
Diharapkan penyidik seharusnya jika menumukan alat bukti dominan mengarah kepada tindak pidana pencucian uang dibandingkan dengan tindak pidana asal (korupsi) berani melakukan pemisahan penyidikan karena memang ada didasari oleh peraturan perundang-undangan dan teori-teori hukum.Diharapkan penyidik memperhatikan faktor-faktor yang dapat menjadikan tindak pidana pencucian uang dipisahkan proses penyidikannya dengan tindak pidana korupsi atau asal.Diharapkan penyidik dapat menerapkan upaya-upaya di atas, yakni Melakukan perubahan terhadap klausula di dalam undang-undang tindak pidana pencucian uang, Pelaksanaan Pendidikan Terhadap Penyidik Tindak Pidana Pencucian Uang dan Penambahan Dana Penyidikan agar Hambatan terhadap pemisahan penyidikan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal dapat diatasi.Tesis Magiste
EVALUASI SIMRS MENGGUNAKAN MODEL HOT-FIT RSUD DR. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR
Penerapan sistem teknologi informasi membawa perubahan banyak aspek kehidupan masyarakat, tidak lepas pula dalam pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, semua aspek pelayanan dipermudah dengan kehadiran teknolgi sistem informasi. Tujun penelitian ini adalah ini adalah untuk melihat penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit di rumah sakit umum daerah dr. Zubir mahmud kabupaten aceh timur pada tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu jenis analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneltian ini yaitu tenaga kesehatan yang mewakili masing-masing ruangan sebanyak 43 tenaga kesehatan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 43 responden terdapat 30 responden dengan human baik mayoritas puas dalam penggunaan sistem informasi menggunakan metode HOT-Fit sebanyak 26 (86,66%), sedangkan dari 13 responden dengan human kurang baik sebanyak 3 (23,07%), maka ada hubungan antara human dengan penggunaan sistem informasi dengan kepuasan pengguna dengan p-value 0,000 (p<0,05). Dari 43 responden terdapat 21 responden dengan organization baik seluruhnya mengatakan puas sebanyak 21 responden (100%). Sedangkan dari 22 responden dengan organization kurang baik mengatakan tidak puas sebanyak 12 responden (54,5%), maka ada hubungan organizing dengan penggunaan sistem informasi dengan p-value 0,000 (p<0,05). Dari 43 responden terdapat 33 responden Technology baik seluruhnya mengatakan puas terhadap sistem informasi menggunakan metode HOT-Fit sebanyak 38 responden (100%). Sedangkan dari 5 responden yang mengatakan tidak baik sebanyak 3 responden (60%), maka Ada hubungan technology dengan penggunaan sistem informasi dengan p-value 0,000 (p<0,05). Diharapakan bagi instansi rumah sakit untuk terus meningkatkan keterampilan dan kualitas sistem agar menambah kepuasan bagi tenaga kesehatan terutama yang menggunakan sistem informasi secara langsung
Struktur bahasa Mekongga
Buku Struktur Bahasa 1y!ekongga ini merupakan salah satu hasil Proyek Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Daerah SulawesiSelatan tahun .1992:; 1993. Nnelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan deskripsi tentang latar beiakang sosial budaya bahasa Mekongga sehingga diperoleh garnbaran yang lengkap' dan sahlh. Seiain itu, penelitian ini juga bertujuan mengumpulkan dan mengolah data berdasarkan informasi yang diterima dari nforman···.mengenai {onologi," mdrfologi, dan sintaksis bahasa Mekongga
- …
