8,325 research outputs found

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Sommaire

    No full text
    Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. Sommaire. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 175

    Sommaire

    No full text
    Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. Sommaire. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 175

    TAFSIR DEMOKRASI MAHBUB DJUNAIDI (STUDI SOSIOLOGI POLITIK TERHADAP ARTIKEL MAHBUB DJUNAIDI)

    No full text
    Pemerintahan Orde Baru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi karena berwatak otoritarian dan represif dalam menjalankan sistem pemerintahan. Demokrasi telah dibajak oleh segelintir orang saja, sedangkan idealnya anggaran negara harus dialokasikan dan diperuntukkan kepentingan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu tokoh secara keras mengkritik sistem demokrasi yang tengah dijalankan oleh pemerintah Orde Baru adalah Mahbub Djunaidi. Tokoh yang aktiv menulis dan memberikan kontribusi pemikiran bagi tumbuhnya proses demokratisasi di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-histories dan factual histories. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptifinterpretatif, suatu model untuk menginterpretasikan pemikiran yang akan mengarah pada setting sosial atau latar belakang pemikiran. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial. Teori ini digunakan untuk melihat konstruksi sosial-politik pemikiran Mahbub Djunaidi tentang demokratisasi Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mahbub Djunaidi menentang praktek kekuasaan Orde Baru yang melakukan kontrol ketat terhadap masyarakat. Kekuatan Orde Baru tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi juga memainkan peranan penting dalam politik kebudayaan. Militer digunakan untuk mengintimidasi, termasuk dengan jalan kekerasan terhadap siapa saja yang dianggap berani menentangnya. Sedangkan melalui politik kebudayaan, Orde- Baru membangun kultur yang sesuai dengan kepentingan penguasa. Bagi Mahbub praktek tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Mahbub berjuang untuk membuka “kran” kebebasan ruang demokratisasi di Indonesia. Ide-idenya ditransformasikan ke generasi-generasi selanjutnya, seperti ide tentang demokrasi, pembatasan tentang masa presiden, sistem multi-partai, pemilihan legislator berdasarkan suara terbanyak, dan penegakan hak-hak asasi manusia, serta ide supaya Indonesia menjadi negara maritim menjadi orientasi pembangunan nasional. Proyeksi itu menunjukkan pemikiran Mahbub Djunaidi telah memainkan peran strategis dalam usaha membangun bangsa Indonesia

    Prévisions budgétaires du Comité pour l'exercice 1934-1935

    No full text
    Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. Prévisions budgétaires du Comité pour l'exercice 1934-1935. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. pp. 177-182

    Bimbingan spiritual kiai Muhammad Mahbub Zaki di masyarakat perumahan Graha Pesona Jatisari (analisis metode dakwah)

    No full text
    Dewasa ini pemahaman tentang ilmu agama sangat mudah dijangkau oleh semua aspek, namun hanya beberapa golongan saja yang dapat mehamami dengan benar makna yang terkandung di dalamnya, dan tanpa panduan seorang guru suatu ilmu yang dikaji bisa jadi dapat menjerumuskan orang yang mengkajinya ke jalan yang salah, karenanya umat manusia betul-betul mebutuhkan orang-orang yang dapat memberikan pemahaman kepada mereka tentang agama mereka, membimbing mereka ke jalan yang kokoh dan benar dengan mengajak mereka kepada pemahaman tauhid. Banyak faktor yang menjadi penyebab berhasil atau tidaknya seorang dai dalam mempengaruhi mad’u, tidak di pungkiri seorang dai tetap memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan dakwah yang dilakukanya. Kemasan dakwah yang menarik, pola pikir masyarakat awalnya acuh terhadap agama dan seorang dai, namun setelah melihat paket dakwah yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik, yang ditawarkan berhasil menjadi stimuli yang mampu menggelitik persepsi masyarakat, dan pada akhirnya mereka merespon secara positif. Diketahui banyak masyarakat perumahan Jatisari yang masih awam atau belum paham akan pengetahuan agama dan kondisi masyarakat yang haus akan ilmu agama. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat sangat mudah terbuka oleh siapapun dai yang datang untuk berdakwah tanpa mengetahui latar belakangnya. Jika dai tersebut tidak bisa memahamkan secara gambling ilmu yang telah diajarkannya bisa berdampak buruk pada pemahaman masyarakat, karena masyarakatakan dengan mudah memiliki asumsi sendiri terkait ilmu yang telah disampaikan, alih-alih memberi pemahaman yang benar justru akan membawa masyarakat kepada pemahaman yang sesat, disinilah Kiai Muhammad Mahbub Zaki untuk melakukan dakwah. Dakwah yang dilakukan beliau dengan menggunakan metode ceramah dan perkataan yang lemah lembut, sopan santun, dan rendah hati. Sehingga mengakibatkan banyak jamaah yang suka mengikuti pengajian Jamaah Istiqomah yang di pimpin oleh Kiai Muhammad Mahbub Zaki.. Rumusan masalah dalam peelitia ini adalah: (1) Bagaimana Bimbingan Spiritual Kiai Mahbub Zaky di Masyarakat Perumahan Graha Pesona Jatisari dan (2) Bagaimana Analisis Metode Dakwah terhadap Bimbingan Spiritual Kiai Mahbub Zaky di Perumahan Graha Pesona Jatisari. Untuk menjawab rumusa masalah diatas penulis menggunakan penelitia kualitatif deskriptif. Sedangkan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Dalam hal ini sumber data primer diperoleh dari wawancara kepada masyarakat Perumahan Jatisari. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, penelitian sebelumnya, hasil survey, dan dokumentasi. Untuk metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitia ini meunjukan bahwa: (1) Analisis bimbingan spiritual Kiai Muhammad Mahbub Zaky di masyarakat Perumahan Graha Pesona Jatisari adalah sebagai fungsi penyaluran dan bimbingan religiusitas, fungsi ini menyangkut bantuan kepada jamaah dalam memilih sesuatu yang sesuai dengan keinginannya baik masalah pendidikan maupun pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Tujuan bimbingan spiritual yang telah dilakukan adalah agar seseorang atau Jamaah Istiqomah mempunyai suatu pilihan dalam menentukan keputusan dalam menangani permasalahan di dalam hidupnnya. Untuk menghasilkan suatu perubahan, perbaikan, dan kecerdasan spiritual dan potensi Ilahiah. (2) Analisis metode dakwah terhadap bimbingan spiritual Kiai Mahbub Zaky di Perumahan Graha Pesona Jatisari, yaitu : (a) Metode mauidhoh hasanah, yaitu biasa digunakan dalam kegiatan kajian keagamaan, ceramah, wawancara terkait persoalan klien, member wejangan-wejangan terhadap jamaah dan lainnya secara face to face. (b) Metode bil hikmah, Metode ini biasa digunakan untuk menghadapi orang-orang, maupun permasalahan yang diadukan dengan cara yang arif dan adil. (3) Metode bil mujadalah, dalam hal ini adanya diskusi jamaah istiqomah untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi dengan cara diskusi yang mengarahkan dan membimbing

    2. Prévisions budgétaires du Comité pour l'exercice 1934-35

    No full text
    Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. 2. Prévisions budgétaires du Comité pour l'exercice 1934-35. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 176

    1. Sabīls d'al-Maghlawī et d'Al-Bāzdār

    No full text
    Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Mahbub Mahmud Sabri, Pauty Edmond. 1. Sabīls d'al-Maghlawī et d'Al-Bāzdār. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 175

    Mahbub Djunaidi, Seniman Politik Nahdlatul Ulama (1960-1987)

    No full text
    Abstrak: Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini lahir tentu dari para tokoh-tokoh besar yang menggawanginya, salah satunya Mahbud Djunaidi. Kemampuan politiknya diperoleh dari berbagai pengalaman organisasi dan kemampuan dalam kepenulisan. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana riwayat politik Mahbub Djunaidi sebagai aktivis politik Nahdlatul Ulama pada tahun 1960-1987. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menguraikan perjalanan politik Mahbub Djunaidi (1960-1987). Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian tersebut, maka metode yang digunakan adalah metode historis yang terdiri dari tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Mahbub Djunaidi memiliki konsep khittah plus. Demokrasi politik ala Mahbub Djunaidi adalah cita-cita demokrasi yang diperjuangkan melalui garis politik.Kata Kunci: Mahbub Djunaidi, Demokrasi Politik, Nahdlatul Ulama.Abstract: Nahdlatul Ulama is one of the largest Islamic organizations in Indonesia. This organization was born of course from the big figures who oversee it, one of them Mahbud Djunaidi. His political abilities are obtained from various organizational experiences and abilities in writing. The problem raised in this research is how the political history of Mahbub Djunaidi as a political activist of Nahdlatul Ulama in 1960-1987. Based on these problems, this study aims to describe the political journey of Mahbub Djunaidi (1960-1987). Based on the problems and objectives of the research, the method used is the historical method which consists of heuristics, source criticism, interpretation and historiography stages. The results of the study show that Mahbub Djunaidi has the concept of khittah plus. Political democracy in the style of Mahbub Djunaidi is the ideal of democracy which is fought for through political lines. Keywords: Mahbub Djunaidi, Political Democracy, Nahdlatul Ulama
    corecore