1,720,994 research outputs found
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN TIDUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
MAESARAH. 2015.Penerapan Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar.Skripsi. Dibimbing oleh Nurhaedah, S.Pd, M.Pd dan Ahmad Syawaluddin, S.Kom, M.Pd. pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa dalam menentukan pokok pikiran tiap paragraf. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yakni 1 orang guru dan 30 orang siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Data hasil observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari setiap siklus. Hasil penelitian keterampilan membaca pemahaman siswa pada siklus I berada pada kategori cukup dan pada siklus II meningkat menjadi kategori baik. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada pembelajaran Bahasa Indnesia keterampilan membaca pemahaman dapat meningkatkan hasil keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar
SweetHeart Scarves / Imran Sani Mohamed Hassan and Ayu Maesarah Sakka
SweetHeart Scarves is a business that offers products that are suitable for women, particularly those who wear the hijab. We offer our customers with scarves that are fashionable, comfortable, high-quality at an affordable price. We also regularly run sales and promotions to attract more customers.
We chose to sell scarves because the majority of Malaysians are Muslims and wearing hijab. Even though there are many stores that sell scarves, hijab is a marketable product. The designs and styles of scarves constantly keep changing from time to time, and people will never stop purchasing them and continuing to keep on following the trend.
Our business is relatively new and has a long way to go. So, we always make sure to give our customers the best. We keep on working hard to ensure that our brand is achieving our goals and success. We are currently concentrating on an online platform and looking forward to having our physical store. We are focusing on promoting our product on an online platform, which is Facebook. As a small start-up business, we believe Facebook is a great platform for advertising our products since people nowadays are more into online where they can search and find information easily. Therefore, social media is one of the best online platforms to connect our business with customers because it actually assists in the slow but steady growth of our company
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PROFESIONALISME MANAJEMEN ZAKAT OLEH LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH MUHAMMDIYAH KOTA PEKANBARU
Maesarah Muhadi (2021) : Profesionalisme Manajemen Zakat Oleh Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah Kota Pekanbaru
Tesis yang berjudul “Profesionalisme Manajemen Zakat Oleh Lembaga Zakat, Infak dan Sedekah Muhammdiyah (LAZISMU) Kota Pekanbaru” merupakan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana profesionalisme manajemen zakat oleh LAZISMU Pekanbaru dalam penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan ZISKA di Kota Pekanbaru serta menganalisis dan mengevaluasi faktor pendukung dan penghambat profesionalisme manajemen zakat LAZISMU Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian profesionalisme manajemen zakat oleh LAZISMU Pekanbaru pada aspek operasional meliputi penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan yang penulis dapatkan adalah pada proses penghimpunan, identifikasi muzakki potensial dan mustahik, menentukan layanan donatur dan mitra, penggalangan donasi kemanusiaan, penggalangan dana kemitraan, proposal penggalangan dana (fundraising), manajemen event/ kegiatan terkait ZISKA, digital fundraising, bekerjasama antar organisasi pengelola zakat dan bekerjasama dengan majelis/ lembaga/ organisasi otonom Muhammadiyah serta pembentukan Kantor Layanan LAZISMU (KLL). Dari segi pendistribusian dan pendayagunaan dana ZISKA disalurkan melalui program-program LAZISMU Pekanbaru yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, sosial dan kemanusiaan. Dalam pengorganisasian LAZISMU Pekanbaru terdiri dari dewan syariah, badan pengawas, badan pengurus dan badan pelaksana. Pelaksanaan kegiatan di LAZISMU Pekanbaru meliputi terkait dengan susunan dalam perencanaan. Untuk pengawasan dilakukan langsung oleh dewan syariah, badan pengawas dan badan pengurus secara langsung. Pengawasan ini juga berlaku pada tingkat daerah, wilayah dan pusat. Metode pengawasan ini secara formal yaitu laporan lisan dan tulisan serta informal yaitu pengawasan langsung kepada setiap amil. Evaluasi dalam pengawasan terhadap amil meliputi penghimpunan dan penyaluran ZISKA dan kinerja amil dalam mengelola ZISKA. Adapun faktor-faktor pendukung jalannya proses pengelolaan zakat di LAZISMU Pekanbaru yaitu adanya Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, panduan dan pedoman LAZISMU, recana strategis LAZISMU 2021, potensi zakat di Pekanbaru terutama keluarga besar Muhammadiyah, lokasi kantor LAZISMU Pekanbaru yang strategis, dan adanya kantor Layanan LAZISMU (KLL) Pekanbaru dibeberapa kecamatan. Beberapa kunci profesionalisme lembaga terdapat pada: 1) visi misi yang dimiliki oleh LAZISMU Pekanbaru, 2) sistem operasional kerja yang baik dan 3) program pendistribusian dan pendayagunaan yang baik
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PERSEPSI PETERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) TERHADAP KEMITRAAN DI KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak ayam pedaging,persepsi peternak ayam pedaging terhadap kemitraan, dan hubungan karakteristikpeternak dengan persepsi peternak. Penelitian ini dilaksanakan pada mulai Mei sampaiJuni 2013 di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Responden dalam penelitian inisebanyak 46 peternak. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif korelasional.Pengujian korelasi dilakukan dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman (rs) dankoefisien kontingensi (KK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar(47,8%) peternak berumur antara 35-46 tahun, (93,5%) berjenis kelamin laki-laki,tingkat pendidikan responden adalah lulusan SMA (37%), sebagian besar (67,4%) statuspeternak adalah peternak mitra, memiliki pengalaman beternak kategori pemula(71,7%) lebih dari setengah peternak (69,6%) memiliki ternak pada kategori sedikit,lebih dari sebagian peternak memiliki tanggungan keluarga sedang (71,7%) dan35 Ira Maesarah et al Presepsi kemitraan peternakan ayamsebagian besar (69,6%) peternak berpendapatan antara 1.850.750-54.000.000 dalamusahaternaknya. Peternak mandiri memberikan persepsi dengan sangat baik dengan skorpersepsi sebesar 3,38 dan peternak plasma memberikan persepsi dengan baik denganskor 3,09. Status peternak, jumlah ternak, dan pendapatan berhubungan sangat nyata(p<0,01) dengan persepsi peternak terhadap kemitraan sedangkan pengalaman beternakmemiliki hubungan nyata (p<0,05) terhadap persepsi. Terdapat keeratan hubungan yanglemah dengan hubungan yang negatif antara karakteristik peternak (umur, lamabeternak, jumlah ternak yang dimiliki, dan pendapatan) dan hubungan yang positifantara jumlah tanggungan keluarga dengan persepsi peternak terhadappelaksanaankemitraan.Kata kunci : Karakteristik, Persepsi, Kemitraa
- …
