1,721,486 research outputs found
STRATEGI PEMASARAN BADAN USAHA MILIK MADANIA DI YAYASAN PONDOK PESANTREN MODERN YATIM DAN DHUAFA MADANIA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya Strategi pemasaran yang merupakan bagian dari fungsi manajemen yang khusus berupaya agar rencana yang sudah ditetapkan dapat tercapai sebagaimana mestinya. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran Badan Usaha Milik Madania di Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim Dan Dhuafa Madania. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun metode analisis yang digunakan adalah analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Madania telah melakukan strategi pemasaran dengan mengintegrasikan bauran pemasaran yang meliputi Produk (Product), Harga (Price), Lokasi (Place), dan Promosi (Promotion). Namun diharapkan bagi Badan Usaha Milik Madania agar selalu memperhatikan kualitas dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dan juga selalu melakukan inovasi dalam melakukan strategi pemasaran agar mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah konsume
PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI MASA COVID 19 : Studi Pada Bakpia Madania Di Yayasan Madania
Febry Eko Nurcahyo. Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Masa COVID 19: Studi Pada Bakpia Madania, di Yayasan Madania Skripsi, Yogyakarta: Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Adanya pandemi covid 19 berdampak buruk terhadap keberadaan UMKM yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian di Indonesia. Bakpia Madania sebagai salah satu UMKM yang ada di Yogyakarta juga terkena dampak covid 19 ini.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan hasil dari adanya pelaksanaan Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bakpia Madania. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik penarikan informan menggunakan teknik purposive berdasarkan kriteria. Selain itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilihat dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan data, serta dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan UMKM Bakpia Madania seperti perencanaan produksi, perencanaan fasilitas fisik produksi, perencanaan lingkungan kerja, perencanaan pengendalian produksi, perencanaan pengendalian dan kualitas, tenaga kerja, bahan, dan biaya sudah berjalan baik. Sedangkan untuk hasil dari proses pelaksanaan seperti peningkatan waktu produksi dan kualitas bakpia yang dihasilkan juga semakin baik, akan tetapi target produksi sebanyak 8 kg kacang tanah tidak tercapai karena adanya pandemi covid 19
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI USAHA EKONOMI PRODUKTIF OLEH PONDOK PESANTREN MADANIA
Diah Muhammad Kurniawan, Pemberdayaan Lansia Melalui Usaha Ekonomi Produktif Oleh Pondok Pesantren Madania. Skripsi, Yogyakarta: Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.
Penuaan adalah proses alami dalam hidup yang tidak dapat ditolak atau ditunda. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan fisik dan mental. Sebagai sikap peduli terhadap lansia maka perlu diciptakan pemberdayaan masyarakat yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pemberdayaan lansia sangat diperlukan karena lansia sangat rentan terhadap berbagai macam ancaman. Dengan adanya kegiatan usaha ekonomi produktif di Pondok Pesantren lansia Madania maka lansia yang ada di sana dapat menghasilkan barang atau jasa untuk mendapatkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti berkeinginan untuk mengetahui apa saja program usaha ekonomi produktif yang dilaksanakan, bagaimana implementasi kegiatan usaha ekonomi produktif dan apa saja faktor penghambat kegiatan usaha ekonomi produktif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mana dilakukan secara langsung turun ke lapangan dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga data yang didapatkan di lapangan akan dideskripsikan sesuai temuan yang ada di Pondok Pesantren Madania.
Hasil penelitian Program ekonomi produktif yang ada di Pondok Pesantren Madania yang berupa budidaya ikan lele, produksi jajanan pasar, menjahit, menanam sayuran dan kegiatan lain untuk mengembangkan
potensi, menunjang kesehatan serta produktivitas lansia. Pertama, ternak ikan yang di lakukan setiap hari disaat waktu senggang. Implementasi kegiatan ekonomi produktif yang ada di Pondok Pesantren Madania memiliki beberapa tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pelatihan, pelaksanaan usaha, lokasi pengolahan, pemasaran, sasaran, dan evaluasi. Setiap tahap tersebut dilakukan dengan baik oleh para pengurus dan lansia yang ada di Pondok Pesantren Madania sehingga dapat mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan dan sesuai dengan tujuan dilakukannya kegiatan ekonomi produktif. Faktor penghambat dari kegiatan ekonomi produktif di Pondok Pesantren Madania diantaranya adalah faktor internal terdiri dari hambatan yang berasal dari masing-masing usaha dan jenis pekerjaan yang ditekuni oleh lansia, cuaca, dan keterbatasan waktu pengurus dalam mendampingi para lansia
Supervisi Akademik Internal Untuk meningkatkan Kinerja Guru di SMA Madania
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan,
pelaksanaan dan tindak lanjut supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru SMA
Madania, 2) menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi pendukung
dan penghambat pelaksanaan supervisi akademik SMA Madania.
Latar belakang penelitian pada tesis ini yaitu kekhawatiran penulis melihat kondisi
kepala sekolah tidak bekerja secara maksimal, seperti rendahkan intensitas kepala sekolah
sebagai supervisor. Perencanaan supervise akademik oleh sebagian sekolah masih belum
berfungsi sebagiamana mestinya, belum tersusun dengan sistematis. 70% dari total kepala
sekolah juga belum memiliki kompetensi standard. Lemahnya pembinaan terhadap kinerja
guru oleh kepala sekolah, karena hanya 30% guru yang lulus uji kompetensi. Pelaksanaan
supervisi tidak sampai pada program tindak lanjut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan metode analisis
data deskriptif. Sumber data primer yaitu hasil wawancara lansung dengan informanyang
terdiri dari kepala sekolah, kordinator akademik, HRD dan QA, beberapa guru, serta
siswa-siswi. Adapun sumber sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi, dan
arsip-arsip yang berkaitan dengan supervisi akademik SMA Madania.
Hasil analisis menyatakan bahwa SMA Madania telah melaksanakan supervisi
akademik, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tahap monitoring, supervisi, dan
evaluasi. Monitoring yaitu tahap perencanaan yang merupakan sebuah proses pengamatan
yang menyertakan proses pengumpulan, penganalisaan, pencatatan, pelaporan dan
informasi manajemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Adapun melaksanakan
supervisi yang merupakan pengendalian proses belajar mengajar, pengawasan PMB
dilakukan untuk pemantauan ketercapaian target pembelajaran, pemantauan kualitas proses
belajar mengajar, pengembangan keprofesionalan guru dan juga unuk keperluan evaluasi
dan kinerja guru, dengan menggunakan instrumen yang sudah tersedia. Tujuan supervisi
akademik SMA Madania yaitu untuk menentuan grade dan level. Evaluasi merupakan
tahap tindak lanjut dari supervisi. Faktor pendukung supervisi akademik di SMA Madania
adalah profesionalisme kepala sekolah dan para kordinator; kesiapan SOP; alternatif
pelaksanaan; transparansi instrumen penilaian. Sedangkan faktor penghambatnya adalah
waktu; tenaga pendidik; feedback; kesenjangan waktu supervisor.
Kegiatan supervisi akademik di SMA Madania memengaruhi kinerja guru-guru.
Beberapa indikator kinerja guru Madania di antaranya adalah dalam bentuk: a) penilaian
mengajar guru, b) grade dan level, c) nilai UN, dan d) nilai raport
Upaya Guru dalam Menghidupkan Pendidikan Nilai di Sekolah Madania
Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bagaimana upaya guru
menghidupkan pendidikan nilai dalam kegiatan belajar mengajar, lingkungan dan
kegiatan ekstrakuriluler di Sekolah Madania.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode ini
bertujuan untuk mendapatkan sekaligus menganalisis data secara menyeluruh dan
utuh terhadap upaya guru dalam mengidupkan pendidikan nilai di Sekolah
Madania. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat membangun konsep secara
induktif dari terkumpulnya data yang bersifat abstrak.
Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu guru memiliki peran yang strategis dalam
menghidupkan pendidikan nilai di Sekolah Madania. Dalam kegiatan belajar
mengajar, guru selalu mengajar penuh dengan hati dan tanggung jawab tinggi
utnuk menghidupkan nilai yang ada dalam diri siswa. Di lingkungan, interaksi
yang hangat antara guru dan siswa menjadi kunci utama untuk senantiasa
menanamkan nilai dalam diri siswa. Kegiatan ektrakurikuler yang difasilitasi oleh
Sekolah Madania menjadikan siswa lebih mudah memilih dan bebas untuk
mengembangkan minat dan bakat mereka. Keterkaitan seluruh masyarakat
sekolah menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan atas terselenggaranya upaya
menghidupkan nilai, terutama nilai-nilai kemadaniaan.
Penghidupan nilai-nilai yang berlangsung di kelas, lingkungan, dan juga kegiatan
ekstrakurikuler berubah menjadi suatu kebiasaan yang menjadi sebuah ciri
sekolah yang memiliki budaya positif. Dukungan serta kebijakan yang
dikeluarkan oleh sekolah menjadikan Sekolah Madania selalu mengedepankan
nilai-nilai luhur yang esensinya menciptakan manusia untuk generasi masa depan
yang berakhlakul karimah
PENGEMBANGAN SIKAP NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MADANIA BOGOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pelajaran sejarah terhadap sikap nasiollisme siswa kelas XI SMA Madania, Bogor. Selain itu juga untuk menemukan pola pengembangan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah yang ideal, dan yang terakhir adalah untuk menemukan kendala yang dihadapi oleh guru dalam membangun karakter nasionalisme melalui pembelajaran sejarah. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan membuat questioner terhadap murid kelas XI dan guru sejarah Madania SMA MADANIA, Parung Bogor. Sikap Nasionalisme adalah sikap yang menunjukan raca cinta masyarakat dalam suatu negara dan harmoni budaya serta wilayah yang terdapat di suatu bangsa dengan tujuan untuk menciptakan dan akan mempertahankan negara secara internal maupun eksternal. Subjek penelitian ini adalah Guru sejarah dan siswa kelas XI SMA Madania masing masing dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan penelitian dilakukan selama periode januari 2020 sampai dengan maret 2020. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap guru sejarah dan siswa kelas XI SMA Madania dapat disimpulkan peneliti, aspek- aspek nasionalisme yang paling menonjol adalah sikap-sikap mencintai tanah air, jujur, tangung jawab, kepemimpinan, gotong royong dan toleransi. Selain itu siswa klas XI di SMA Madania menyatakan bahwa kinerja guru sejarah selama ini sudah sangat bagus dan sudah berhasil menanamkan sikap nasionalisme melalui pelajaran sejarah. Selain itu siswa juga menyarankan untuk guru sejarah di masa depan untuk membuat pelajaran sejarah menjadi lebih menarik dengan cara menambahkan metode pelajaran role playing ketika mempelajari subjek dalam buku pelajaran sejarah dan untuk menambahkan materi Bela Negara dalam pelajaran sejarah.
Kata Kunci : Pelajaran Sejarah, Sikap Nasionalisme, SMA Madania
*************
This research aims to determine the contribution of history lessons to nationalism attitude in the students of grade 11 in Madania High School, Bogor. In addition, it is also to find patterns of character education development in the ideal of learning history, and the last is to find the obstacles faced by the teachers in building the character of Nationalism through learning history. The research was conducted using qualitative methods through in depth interviews and questionnaires for the students of grade 11 and the history teacher at Madania High School, Parung, Bogor. The Nationalism Attitude is an attitude that shows the balance of love of the people in a country and the harmony of culture and territory contained in a nation with the aim of creating and will defend the country both internally and externally. The subjects of this research were the history teacher and the students of grade 11 at Madania High School each from The department of Natural Sciences and Social Sciences and the research was conducted during the January 2020 through March 2020 school year. The methods used in this research was a qualitative method and using a case study approach. Based on the results of observations and in depth interviews with the history teacher and the students in grade 11 at Madania High School, it can be concluded by the researcher, the most prominent aspects of Nationalism are attitudes of love the motherland, honesty, responsibility, leadership, mutual cooperation, and tolerance. In addition the 11th grade students at Madania High School stated that the history teacher performance had been very good and had succeeded in instilling a nationalism attitude through history lessons. In addition, students also suggests for future history teacher to make history lessons more interesting by adding role playing lessons when studying a subject in a history book and to add state defending material in history lessons.
Keyword : History lessons, Nationalism Attitude, Madania Highschoo
Implementasi e-learning dalam kegiatan pembelajaran IPS (Studi kasus pada SMP Madania Bogor)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi e-learning dalam kegiatan pembelajaran IPS di SMP Madania Bogor. Yang menjadi objek penelitian ini adalah e-learning Madania, koordinator IT, guru IPS, siswa kelas VII, VIII, dan IX, coordinator social studies, dan kepala sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, proses pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara, pengumpulan dokumen, dan observasi. Berdasarkan hasil wawancara, pengumpulan dokumen, dan observasi yang dilakukan, diketahui bahwa elearning Madania merupakan bagian dari sistem informasi Madania yang dibangun oleh departemen IT Madania. Kemudian untuk kegiatan pembelajaran IPS di SMP Madania terdiri dari kegiatan perencanaan, dimana guru membuat semester outline, dan LSW (Lesson Scheme of Work) setiap semester yang kemudian diupload kedalam e-learning, selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan LSW yang telah dibuat dengan menggunakan media yang atraktif, semua materi pelajaran diupload oleh guru kedalam e-learning, kemudian terakhir adalah evaluasi yang memuat beberapa aspek penilaian, dan bobot beragam yang telah dimuat dalam LSW. E-Learning Madania terdiri dari berbagai modul untuk mendukung kegiatan pembelajaran IPS di kelas, seperti handout, slide presentation, animation, worksheet dan assignment yang diupload oleh guru IPS. Dengan demikian, pengintegrasian e-learning Madania dan kegiatan pembelajaran IPS di kelas dapat tergolong ke dalam blended learning
Analisis kepuasan pelanggan jasa pendidikan sekolah madania bogor
Peningkatan penduduk usia sekolah di Indonesia berdampak pada peningkatan permintaan terhadap layanan jasa pendidikan dari tahun ke tahun. Pemerintah sendiri tidak bisa melayani seluruh kebutuhan pendidikan usia didik dari penduduk Indonesia tanpa adanya bantuan dari lembaga pendidikan swasta. Hal tersebut memicu peningkatan dan perkembangan jumlah sekolah swasta di Indonesia, yang berarti persaingan antar sekolah–sekolah tersebut juga bertambah ketat. Persaingan di bidang pendidikan ini memberikan kesempatan kepada calon orang tua murid untuk memilih sekolah yang cocok dengan keinginan, idealisme, dan kemampuannya dengan mempertimbangkan lokasi yang terjangkau, kualitas yang baik, kredibilitas, tarif yang terjangkau, fasilitas sekolah yang lengkap, dan lingkungan/budaya sekolah yang mendukung perkembangan anak. Manajemen sekolah oleh karena itu, harus pandai-pandai dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya, hingga mampu memperoleh pelanggan baru dan mempertahankan agar mereka terus menyekolahkan anak mereka hingga tamat sekolah, dan jika memungkinkan sekaligus menjadikan mereka loyal terhadap sekolah tersebut.
Dengan adanya persaingan yang ketat antar lembaga pendidikan tersebut, maka pihak manajemen sekolah dituntut untuk mampu memberikan pelayanan jasa pendidikan yang prima, sehingga para pelanggan merasa puas dan pada akhirnya memupuk loyalitas mereka. Di antara strategi pemasaran yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan adalah dengan membangun persepsi yang baik di mata pelanggan, sehingga saluran komunikasi Word of Mouth (WoM) di antara pelanggan dan calon pelanggan dapat terbentuk. Kepuasan pelanggan juga berkaitan erat dengan kesesuaian antara harapan pelanggan dengan kenyataan yang ditemui pelanggan atau persepsi pelanggan terhadap kinerja perusahaan. Jika mutu pelayanan yang diharapkan pelanggan telah tercapai dan pelanggan merasa puas dengan atribut-aribut mutu pelayanan di sekolah Madania, maka pelanggan tersebut berpotensi menjadi pelanggan yang loyal.
Terdapat lima dimensi yang merupakan bagian dari Service Quality (SERVQUAL) yang ikut menentukan kualitas pelayanan ditinjau dari sudut pandang pelanggan, yaitu: pertama tangibles, meliputi penampilan fisik/fasilitas, perlengkapan, dan material yang digunakan. Kedua reliability, meliputi kemampuan perusahaan memberikan pelayanan jasa sesuai dengan yang telah dijanjikan. Ketiga responsiveness, yaitu keinginan untuk membantu pelanggan dan reaksi cepat dalam melayani kebutuhan pelanggan. Keempat assurance, yaitu pengetahuan dan kesopansantunan yang ditunjukkan para karyawan yang bisa memunculkan kepercayaan dari pelanggan. Dan kelima empathy, yaitu kemampuan perusahaan dalam memberikan perhatian yang cukup kepada setiap individu pelanggannya, karena setiap individu butuh untuk dihargai.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan sekolah Madania, (2) Menganalisa tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas jasa pelayanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah Madania, (3) Menentukan prioritas perbaikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan sekolah Madania, (4) Menganalisa pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan, dan (5) Merumuskan strategi-strategi baru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan berdasarkan analisis kepuasan pelanggan.
Penelitian ini dilaksanakan di lembaga pendidikan sekolah Madania Bogor. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2011. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Probability Sampling dengan metode Stratified Sampling (acak berstrata). Pengambilan sampel acak berstrata ini didasarkan pada pembagian elemen-elemen/anggota populasi ke dalam strata-strata menurut tingkat pendidikan murid yaitu SD, SMP, atau SMA dan memilih secara acak sampel dari setiap strata group yang dibuat. Responden dipilih dengan kriteria orang tua murid yang sudah merasakan pelayanan pendidikan di Madania minimal 1 tahun. Pengambilan ukuran sampel dilakukan dengan menggunakan rule of thumb dari Structural Equation Modeling (SEM). Jumlah variabel indikator yang menyusun model SEM pada penelitian ini adalah sebanyak 31 variabel indikator, terdiri dari 25 indikator untuk 5 variabel eksogen dan 6 indikator untuk 2 variabel laten endogen, maka penelitian ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 155 orang. Pada penelitian ini, variabel kepuasan pelanggan dikembangkan dengan model SERVQUAL. Model dibangun dengan dua variabel, yaitu variabel laten dan variabel indikator. Variabel laten terdiri dari lima variabel laten eksogen yakni tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy serta dua variabel laten endogen yakni kepuasan dan loyalitas. Masing-masing variabel laten ini disusun oleh komponen variabel pembentuknya yang disebut sebagai indikator eksogen untuk variabel laten eksogen dan indikator endogen untuk variabel laten endogen. Metode pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, Structural Equation Modeling (SEM), Customer Satisfaction Index (CSI), Customer Loyalty Index (CLI), dan Importance Performance Analysis (IPA). Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik umum pelanggan dan pola perilaku responden pada saat penelitian dilakukan. SEM memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan, dan pengaruh kepuasan terhadap loyalitas, CSI untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, CLI digunakan untuk mengukur tingkat loyalitas pelanggan, sedangkan IPA digunakan untuk menentukan proiritas perbaikan atribut.
Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan sekolah Madania dari dimensi SERVQUAL dengan menggunakan analisis SEM adalah variabel laten reliability (keandalan), responsiveness (kesigapan), dan empathy (empati). Sedangkan dimensi assurance dan tangible tidak memenuhi uji-t sebesar 1,96 yang artinya kedua dimensi tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dimensi empathy merupakan dimensi yang memiliki pengaruh terbesar yaitu 0,77 satuan, urutan kedua adalah dimensi reliability dengan kontribusi sebesar 0.51 satuan pengaruh, selanjutnya dimensi responsiveness yang mempunyai kontribusi sebesar 0.37 satuan pengaruh. Atribut dari dimensi empathy yang memiliki pengaruh paling tinggi dalam menghasilkan kepuasan adalah kemampuan guru memahami kebutuhan murid secara individu serta penghormatan terhadap perbedaan anak dan perlakuan yang sama terhadap setiap anak. Seluruh variabel-variabel indikator pembentuk variabel laten eksogen memiliki hubungan yang signifikan terhadap masing-masing variabel latennya. Hal yang sama juga terjadi untuk variabel indikator endogen, yang masing-masing mempunyai nilai uji-t lebih besar dari 1,96. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel indikator tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap masing-masing variabel laten endogennya yaitu kepuasan dan loyalitas.
Berikut, berdasarkan analisis CSI dapat diketahui bahwa nilai indeks kepuasan pelanggan secara keseluruhan adalah sebesar 89,91 persen. Adapun atribut-atribut pembentuk kepuasan yang memiliki pengaruh terbesar terhadap penentuan pelanggan puas atau tidak adalah kualitas pelayanan guru dengan faktor muatan sebesar 0,70. Sedangkan menurut analisis CLI, berdasarkan perhitungan terhadap aspek loyalitasnya, diketahui bahwa indeks loyalitas pelanggan secara keseluruhan adalah sebesar 71,40. Dari variabel indikator pembentuk loyalitas yang diteliti, diketahui bahwa variabel indikator keinginan untuk melanjutkan memiliki kontribusi paling tinggi dibandingkan indikator lainnya dan variabel indikator tersebut mempunyai nilai CLI sebesar 90,32 persen.
Kepuasan secara signifikan berpengaruh sebagai pembentuk loyalitas dengan pengaruh sebesar 0,84 satuan. Orang tua murid yang merasa puas lebih menunjukkan loyalitas mereka dengan kesediaan menyekolahkan putra/putri/keluarga lainnya di sekolah Madania, namun daya tahan mereka terhadap tawaran dari sekolah pesaing masih rendah kontribusinya sehingga masih perlu ditingkatkan, begitu juga kesediaan merekomendasikan, pengaruhnya masih kecil dalam membentuk loyalitas pelanggan Madania. Pihak manajemen sekolah dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan melalui perbaikan kinerja dengan peningkatan standar pelayanan serta fasilitas agar semakin mendekati apa yang diharapkan oleh pelanggan atau orang tua murid. Dengan meningkatnya kepuasan orang tua murid Madania maka berarti loyalitas mereka terhadap Madania juga akan meningkat. Tingkat loyalitas orang tua murid Madania diantaranya dipengaruhi oleh tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari orang tua murid. Sedikit saja tingkat kepuasan menurun, maka implikasinya cukup besar terhadap tingkat loyalitas orang tua murid.
Strategi yang bisa diterapkan di antaranya: (1) Meningkatkan efektifitas dan kualitas training guru, baik untuk guru baru ataupun guru lama, khususnya training yang mengajarkan tentang learning defferences, learning modalities, learning style and modifier, dan multiple intelligence. (2) Meningkatkan sistem coaching (pembinaan) langsung dari atasan kepada guru dengan cara observasi mengajar. (3) Mengontrol kualitas guru dengan lebih ketat, mulai dari recruitment yang selektif, meningkatkan efektifitas pelatihan guru baru, melakukan pelatihan untuk guru lama, serta mengandalikan turn over guru. (4) Memperketat dan menjaga konsistensi penegakkan disiplin di sekolah (5) Melakukan riset kepuasan pelanggan secara berkala untuk mengontrol tingkat kepuasan pelanggan (6) Membuat kontrol dan evaluasi terhadap sistem pelayanan di Madania, misalnya dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP) untuk setiap pelayanan yang diberikan dan mengadopsi standard kendali mutu seperti aplikasi Quality Control ISO. (7) Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan untuk menciptakan nilai merek yang wajar, yaitu harga yang dibebankan sesuai dengan kualitas yang diberikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Di samping itu, Madania perlu juga melakukan riset dan pengembangan guna menemukan inovasi baru dalam bidang pendidikan untuk menciptakan diferensiasi baru yang bisa mengungguli pesaing-pesaing Madania
PELAYANAN SOSIAL TERHADAP LANSIA DI PANTI LANSIA YAYASAN MADANIA YOGYAKARTA
Pelayanan Sosial terhadap Lansia di Panti Lansia
Madania Yogyakarta. Skripsi: Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Dakwah
dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Latar belakang penelitian ini adalah karena semakin meningkatnya jumlah lansia,
terutama di daerah Istimewa Yogyakarta dan Yayasan Madania adalah salah satu
Yayasan yang mengurus lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana dalam pelayanan sosial terhadap lansia dan apa saja faktor pendukung
dan penghambat dalam melakukan pelayanan sosial kepada lansia.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripstif kualitatif dengan
mengambil pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juli
2019 dan data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek
penelitian ada empat (4) yaitu pimpinan yayasan, pendamping sosial lansia, dan dua
(2) pengurus lansia. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data
penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data agar yang diperoleh valid dengan
menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan sosial yang dilakukan di
Panti Lansia Madania Yogyakarta mencakup lima (5) jenis pelayanan sosial yang
telah dikemukakan oleh Edi Suharto yaitu: jaminan sosial, perumahan, kesehatan,
pendidikan dan pelayanan sosial personal. Kelima jenis pelayanan sosial tersebut
memiliki karakteristik masing-masing Pelayanan sosial yang dilakukan terdapat
empat (4) faktor pendukung yaitu adanya pemimpin yang tegas, ada lansia yang
ikut membantu, adanya konseling untuk lansia dan adanya fasilitas lansia yang
sudah lumayan lengkap. Namun juga terdapat empat (4) faktor penghambat yaitu
sifat lansia yang selalu merasa benar, konflik antar lansia, adaya pengurus yang
masih kuliah, dan ada lansia yang belum menerima tinggal di panti. Adanya
korelasi antara pelayanan sosial dan faktor pendukung serta faktor penghambat
tersebut, membuat pelayanan sosial yang dilakukan di Panti Lansia Madania
berjalan kurang maksimal dan kurang efekti
PELAKSANAAN KEMITRAAN PADA BIRO PERJALANAN IBADAH UMRAH DI PT. JP MADANIA PEKANBARU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Kemitraan Pada Biro Perjalanan
Ibadah Umrah Di PT. JP Madania Pekanbaru Menurut Perspektif Ekonomi
Islam.” Persaingan bisnis bisa berarti persaingan memperebutkan konsumen.
Pemenangnya bukan yang paling kuat atau yang paling besar, akan tetapi yang
bisa memenangkan hati para konsumennya. Dalam persaingan bisnis yang
semakin ketat saat ini, pemasar perlu menyadari bahwa keputusan konsumen
membeli barang atau menggunakan jasa tertentu didasarkan pada nilai-nilai, sikap
dan persepsinya.
Untuk melakukan pengembangan pasar PT. JP Madania Pekanbaru
melakukan kerjasama dengan mitra yang berada disetiap Kota/Kabupaten yang
berada di Provinsi Riau, termasuk di dalamnya membentuk mitra di Kabupaten
Kuantan singingi.
Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk kerjasama PT. JP
Madania Pekanbaru dengan mitra yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi,
apa saja kendala dan upaya mitra dalam mendapatkan calon jamaah umrah, dan
bagaimana pelaksanaan kemitraan di PT. JP Madania dalam menarik calon
jamaah umrah menurut perspektif ekonomi Islam.
Populasi dari penelitian ini berjumlah 50 orang mitra yang berdomisili di
Kabupaten Kuantan Singingi, dan 2 orang karyawan bagian pemasaran PT. JP
Madania, serta 1 orang Pusat Informasi PT. JP Madania Pekanbaru. Namun
karena pertimbangan waktu, tenaga, dan baiaya, maka penelitian ini mengambil
sampel yang berjumlah 25 orang mitra yang berdomisili di Kabupaten Kuantan
Singingi. Maka penulis menggunakan teknik purposive sampling (sampel
bertujuan).
Data primer diperoleh dari 2 orang karyawan bagian pemasaran PT. JP
Madania, dan 1 orang Pusat Informasi PT. JP Madania Pekanbaru, serta 25 orang
mitra yang berdomisili di Kabupaten Kuantan Singingi, dengan cara observasi, wawancara, dan angket. Data sekunder diperoleh dari buku-buku yang ada
kaitannya dengan masalah yang diteliti, kemudian dianalisis dengan metode
deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa bentuk kerjasama yang
dilakukan PT. JP Madania Pekanbaru dengan mitranya adalah dengan membuat
MoU, melakukan pembinaan dan pengawasan, serta memberikan fee/bonus
kepada mitranya. Sementara kendala mitra dalam mendapatkan calon jamaah
umrah adalah pesaing travel umrah lain, sumber daya manusia yang kebanyakan
dari mitra tersebut belum pernah melaksanakan ibadah haji/umrah sehingga
masyarakat belum yakin sepenuhnya terhadap apa yang disampaikan mitra dalam
menarik calon jamaah umrah, dan mitra belum bekerja secara maksimal. Sedangkan upaya mitra dalam mendapatkan calon jamaah umrah masih sangat
rendah.
Menurut ekonomi Islam pelaksanaan kemitraan di PT. JP Madania
Pekanbaru dalam menarik calon jamaah umrah sudah sesuai akad musyarakah
yakni syirkah wujuh, yang dihimpun bukan modal dalam bentuk uang atau skill,
melainkan dalam bentuk tanggung jawab atau kepercayaan terhadap mitranya
- …
