129 research outputs found
Pengaruh Kemiskinan Keluarga pada Kejadian Pneumonia Balita di Indonesia
Pneumonia is an acute respiratory tract infection disease that becomes a major cause of death among under five years old children. In Indonesia, in 2000, pneumonia specific cause of death rate among under five children is predicted to be 4.9/ 1000. The socio-economic factor has significant contribution to res-piratory tract infection. The objective of this study is to know the socioeconomic factor that affect pneumonia among under five children. The study uses cross sectional study design using secondary data of Benefit Evaluation Study (BES) II conducted by Centre for Health Research, University of Indonesia in collaboration with Intensification of Infectious Diseases Eradication Project, MOH-RI. The study sample is selected based on multilevel statistical framework from7170 under five children in 10900 households within 27 districts in seven provinces. Analysis method used in this study is multilevel logistic regression. This study shows that the low level of socioeconomic status affect significantly the pneumonia occurrence among under five children. The risk of pneumonia among lower socioeconomic household is higher than that of the high socioeconomic household. It was found that the association was found for poor environmental factor including in-house hygienic condition after controlled by nutritional status. The pneumonia occurrence among under five children is more influenced by environmental factors than individual factors (compositional effect). It is suggested to prioritize intervention on environmental factors to eradicate respira-tory tract infection
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Andalas
Ketidakpatuhan pasien tuberkulosis dalam pengobatan merupakan penyebab terpenting kegagalan pengobatan dan menjadi hambatan untuk mencapai kesembuhan Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien tuberkulosis di Puskesmas Andalas. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Sampel penelitian adalah pasien tuberkulosis sensitif obat yang berusia diatas 18 tahun dan memiliki kartu TB-01. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Analisis 53 sampel didapatkan sebanyak 43 responden (86,8%) patuh dalam pengobatan, sedangkan sebanyak 7 responden (13,2%) tidak patuh dalam pengobatan TB paru. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan berobat adalah efek samping obat (p=0,015) dan peran pengawas minum obat (p=0,001), dan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (p=0,419), jenis kelamin (p=0,223), tingkat pendidikan (p=0,443), pekerjaan (p=1,000), lama pengobatan (p=0,661) dan jarak rumah (p=0,451). Kesimpulan penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien TB yaitu, efek samping selama pengobatan dan peran pengawas minum oba
MEMAJUKAN KABUPATEN MISKIN DENGAN COMPETITIVE ADVANTAGE
Kemiskinan merupakan hulu dari berbagai permasalahn yang ada seperti tingginya angka kesakitan dan kematian, pengangguran, gizi buruk , rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Upaya menghilangkan kemiskinan dirasakan selama ini masih dalam bentuk parsial, belum secara holistik. Pada makalah ini diberikan suatu pemikiran pentingnya keunggulan bersaing suatu daerah (yang merupakan tipikal masing masing daerah) dengan melakukan clustering, dalam memajukan kabupaten tersebut. Tidak ada pola satu resep untuk penanggulangan kemiskinan ini, penanganan kemajuan suatu kabupaten harus sesuai dengan pola individualistik kabupaten masing-masing
PERAN PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
Pengaruh bencana yang terjadi tiba-tiba tidak hanya menyebabkan banyak kematian, tetapi juga gangguan social besar-besaran dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit epidemi, serta kelangkaan bahan pangan sehingga orangyang selamat sepenuhnya bergantungpada bantuan luar. Pengamatan sistematis yang dilakukan terhadap pengaruh bencana alam pada kesehatan manusia menghasilkan berbagai kesimpulan, baik tentang pengaruh bencana pada kesehatan maupun tentang carayangpaling efektif untuk menyediakan bantuan kemanusiaan. Pada makalah ini akan disampaikan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan oleh petugas kesehatan dalam langkah awal penanggulangan bencana alam. Hal yang dibahas meliputi pengaruh umum bencana pada kesehatan, persiapan SDMyang harus dilakukan menuju lokasi bencan, persiapan bat-obatan yang akan dibawa, perawatan di lapangan, triase, pertolongan pertama dan setting untuk pos medis lanjutan
- …
