1,720,961 research outputs found
ANALSIS PENAMBAHAN FUNGSI DAN MAKNA SERAGAM (JERSEY) PADA PENDUKUNG CLUB SEPAK BOLA
Sepak bola merupakan salah satu kejuaraan bergengsi yang mampu menjadi bahasa universal bagi seluruh masyarakan dunia. Tidak hanya digeluti untuk kepentingan kejuaraan antar negara, namun kejuaraan sepak bola setiap saat dapat disaksikan dalam satu negara yang disebut sebagai liga club sepak bola. Umumnya, justru dalam kejuaraan club sepak bola dalam liga satu negara lebih banyak digemari di belahan negara lainnya.Kejuaraan Club sepak bola dalam liga cenderung melahirkan penggemar dan pendukung fanatik. Sebagai penggemar maupun pendukung yang fanatik, tentu memerlukan identitas yang mampu mewakili sesuatu yang didukungnya. Salah satu cara menghadirkan identitas itu sendiri dengan meniru atau menggunakan sesuatu yang lebih dekat dengan yang digemari. Hal yang paling dekat dalam sebuah club sepak bola tentu saja adalah kostum dan atribut yang digunakannya.Pada dasrnya Fungsi kostum dalam permainan sepak bola tidak hanya sekedar pakaian biasa, melainkan sebagai kaos yang dirancang khusus untuk kenyamanan pemain. Atribut seperti warna costum (jersey) dan nomer punggung sebagai informasi pembeda dengan pemain lainnya. Jika dalam permainan sepak bola, fungsi kostum dan atribut seperti kaos, bendera, warna, dan nomor punggung adalah sebagai pembeda dengan lawan main, justru sebagai penggemar menggunakan kaos dan atribut tersebut sebagai identitas.Melihat latar belakang tersebut, sebagai riset produk melihat adanya perubahan alih fungsi produk kaos dan atribut yang digunakan dalam permainan sepak bola. Produk kaos yang pada dasarnya dirancang untuk keprluan dalam permaian, beralih fungsi menjadi kaos yang dapat digunakan pendukung sebagai identitas
PROSES PEMBUATAN CENDERAMATA DARI KERTAS BEKAS DENGAN TEKNIK MODULAR OLEH BSP PRODUCTION MAKASSAR SULAWESI SELATAN
Visualisasi Semut sebagai Representasi Kebersamaan Masyarakat Petani Bugis
Ungkapan Pesse' dalam masyarakat Bugis merupakan analogi simbolik yang berarti kesamaan rasa sebagai pegangan dalam setiap tindakan, baik itu tutur kata, bekerja, maupun dalam membentuk pemerintahan. Salah satu aktualisasi pesse (kebersamaan) Bugis yang kuat dapat dilihat pada proses pertanian. Kekuatan kerjasama dan kebersamaan masyarakat petani Bugis tercermin dari rasa empati mereka antara satu dengan yang lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu kebersamaan masyarakat petani Bugis terkikis dengan munculnya kepentingan-kepentingan indivisual. Hal ini tergambarkan dengan munculnya perselisihan yang menimbulkan perpecahan antar masyarakat petani Bugis sendiri. Melalui media seni grafis woodcut, penulis mengeksplorasi ide tentang kebersamaan petani Bugis dengan visualisasi semut sebagai subject matter
Transformasi Atribut Menjadi Elemen Estetis Pada Kostum Olahraga
The use of sports jersey T-shirt products has become a stylish variant of the fashion trend for the community. Users of this t-shirt product have penetrated several circles, both children, teenagers and the elderly. What\u27s interesting is that the jersey basically has attribute components that are produced as function demands, now present as an aesthetic visual ornament in fashion. This research basically comes as a follow-up research that has been done before. Previous research has revealed that there is an additional function of the soccer jersey, both in terms of supporters as a fan identity and a marker for the players themselves. In this study, we try to look at it from a different perspective, namely the form of the transformation function of sports jersey attributes (not limited to football) into aesthetic attributes in the World of Fashion. This will be explained through the aspects of material, visual, color and other functions which are usually used as a function of transforming into a fashion trend. Through the research that has been done, it is concluded that the transformation of Functional Motivation into aesthetics in sports jersey fashion products is a process of sign association. The association involves the role of previous markers (such as color, other attributes and visuals) that have been established in the mind. Through this empirical knowledge it is conceptualized into a "sporty" style which is realized in the jersey fashion trend.Penggunaan produk Kostum jersey Olahraga menjadi varian gaya pada trend Fashion bagi kalangan masayarakat. Pengguna produk kostum ini telah merambah dibeberapa kalangan, baik anak-anak, remaja sampai pada orang tua. Menariknya adalah jersey pada dasarnya memiliki komponen-komponen atribut yang diproduksi sebagai tuntutan fungsi, kini hadir sebagai sebuah ornamen visual estetika pada Fashion. Penelitian ini mencoba melihat dari sisi yang berbeda, yakni bagaimana transformasi fungsi atribut jersey olahraga (atribut merupakan elemen-elemen yang tertera pada kostum olaharaga sebagai media fungsi penanda) menjadi atribut estetis pada Trend Fashion Olahraga. Hal ini akan diuraikan melalui identifikasi aspek-aspek fungsi baik visual, symbol, Phonogram, warna dan lainnya yang biasanya digunakan sebagai fungsi bertransformasi menjadi tampilan estetika pada produk Fashion Sport. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan analisa wacana. Identifikasi ini dilakukan melalui pendekatan analisa unsur-unsur visual atribut kostum olahraga, khususnya pada sampel kostum Sepak bola dan Baseball. Kostum ini menjadi sampel identifikasi berdasarkan analisa trend Fhasion yang sering muncul pada Masyarakat. Melalui penelitian ini, berupaya menyampaikan perspektif konsep transformatif Fungsi menjadi estetika dalam fenomena Kostum Sport sebagai trend Fhasion. Istilah “sporty” dalam Fhasion kostum olahraga, dihadirkan melalui asosiasi elemen atribut yang pada dasarnya merupakan Fungsi Penanda pada kostum Olahraga yang sebenarnya. Atribut tersebut seperti nomor punggung, logo, phonogram, elemen warna, dan bentuk dari kostum itu sendiri. Trend fhasion olahraga meminjam atribut tersebut untuk menghadirkan nuansa gaya Sporty pada mode trend busana. 
ANALISIS PENYAJIAN KARAKTER DAN ALUR CERITA PADA KOMIK VULCAMAN-Z
Analysis of Character Presentation and Storyline in the Comic "Vulcaman-Z" aims to find out and identify visually how the presentation of characters and storylines in the comic Vulcaman-Z by Galang Tirtakusuma. This comic is a 4 point comic (yonkoma) or four panels, a slapstick action-comedy genre that is rarely found in the Indonesian comics industry. This comic also has several unique features such as the use of layouts, characters, colors, expressions, action lines, and word balloons. This research uses a descriptive qualitative method with interviews, literature study and observation data collection methods. The purpose of this research is the initial research conducted jointly with students to uncover several Indonesian comic artists' styles which later become a study of revealing comic styles from Indonesia. As we know that Indonesian comics are still very influential with foreign comics, both Japanese and American. The comic style possessed by Indonesia does not yet have own characteristics, although some comic artists have tried to express the identity of Indonesia through cultural ornaments and stories. But the presentation and style of comics are still using or the same as the style that is outside. Based on this, this research is present as an effort to discover the characteristics of Indonesia in Comics or to give an idea to Indonesian comic artists to present new style contributions to Comics
ANALISIS KEBUTUHAN STRATEGI KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE PELESTARIAN KESENIAN ONDEL-ONDEL BETAWI
Indonesia is famous for its cultural diversity starting from the diversity of tribes, languages, religions, and others. One of the ethnic groups in Indonesia is the Betawi ethnic group, which is an Indonesian ethnic group whose residents generally live in Jakarta. The Betawi tribe is a descendant tribe of residents who lived in Batavia since the 17th century. One of the cultures owned by the Betawi tribe is ondel-ondel, where ondel-ondel consists of 2 giant dolls in red and white that make one of the cultural icons owned by the Betawi tribe. Ondel-ondel at this time is easy to find around us or in the capital city of Jakarta, we often see ondel-ondel walking around the street accompanied by music that is surrounded by several people as driving music carts and there are also those who hold a container to get a purse coffe rupiah. Given this, some people assume that the cultural value of the Betawi people has decreased, the use of the method used is a qualitative method. The desired results can determine the right media for the ondel-ondel art preservation campaign as well as knowledge to the public about the importance of ondel-ondel art
Analisis Visualisasi Iklan Minuman Segar melalui Pendekatan Relasi Unsur Objek (Studi Kasus: Iklan Sprite Versi Kenyataan Yang Menyegarkan)
Simbolisasi dan Implementasi Pacce (Solidaritas) sebagai Analogi Representasi Kebersamaan dalam Masyarakat Bugis
Dua hal yang menjadi pegangan dalam adat istiadat masyarakat Bugis adalah siri' na pesse' (malu dan solidaritas) yang biasanya dalam bahasa Makassar siri' na pacce. Makna yang terkandung dalam falsafah Bugis tersebut mengandung arti bagaimana Masyarakat Bugis menjunjung tinggi harga diri dan kebersamaan. Dari falsafah tersebut, Salah satu hal yang menarik bagi saya ungkapkan dalam penelitian ini adalah pesse (solidaritas) yang merupakan nilai kebersamaan. Ungkapan Pesse' dalam masyarakat Bugis merupakan analogi simbolik yang berarti kesamaan rasa (solidaitas) sebagai pegangan dalam setiap tindakan, baik itu tutur kata, bekerja, maupun dalam membentuk pemerintahan. Salah satu aktualisasi pesse (kebersamaan) Bugis yang kuat dapat dilihat pada tindakan interaksi mereka baik kerjasama maupun berbahasa.Dalam penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana analogi pesse (pacce) atau “rasa pedas” menjadi simbol dan analogi sebagai prinsip suku Bugis dalam bertindak. Tidak hanya melihat bagaimana simbolisasi tesebut, namun juga mengungkap bagaiman implementasi simbolisasi pesse dalam setiap interaksinya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
