4,345 research outputs found
ANALISIS BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL CUT NYAK DIEN KARYA SAYF MUHAMMAD ISA
ABSTRAKArdiansyah, Febri. 2020. Analisis Bahasa Figuratif dalam novel Cut Nyak Dien karya Syaf Muhammad Isa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Drs. Mukhlis, M.Hum., (2) Muhammad Idham, S.Pd., M.Ed.Kata kunci: bahasa figuratif, Cut Nyak DienSkripsi ini berjudul Analisis Bahasa Figuratif Dalam Novel Cut Nyak Dien Karya Sayf Muhammad Isa. Berdasarkan latar belakang masalah rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut (1) Bahasa figuratif apa sajakah yang terdapat dalam novel Cut Nyak Dien karya Sayf Muhammad Isa? (2) Bahasa figuratif apa sajakah yang dominan dalam novel Cut Nyak Dien karya Sayf Muhammad Isa? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bahasa figuratif yang terdapat dalam novel Cut Nyak Dien karya Syaf Muhammad Isa dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Manfaat dari penelitian ini hasil penelitian ini secara teoretis dapat digunakan untuk mengembangkan cara-cara analisis karya sastra khususnya novel. Selain itu, dapat menambah keilmuan dalam pengajaran bidang bahasa dan sastra terutama masalah analisis bahasa figuratif dalam novel Cut Nyak Dien karya Sayf Muhammad Isa. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Pada penelitian ini, penulis memilih objek penelitian berupa gaya bahasa yang digunakan oleh Sayf Muhammad Isa dalam novel Cut Nyak Dien. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik dokumentasi yaitu dengan membaca keseluruhan teks novel Cut Nyak Dien karya Sayf Muhammad Isa. Dalam analisis data,penulis menggunakan analisis isi, yaitu menganalisis novel Cut Nyak Dien. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik informal. Data dianalisis melalui empat tahap, yaitu (1) identifikasi, (2) klasifikasi, (3) analisis dan (4) deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat jenis bahasa figuratif dalam novel Cut Nyak Dien karya Syaf Muhammad Isa yakni majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. (1) Majas perbandingan meliputi metafora, personifikasi, alegori, dan perumpamaan. (2) Majas pertentangan meliputi hiperbola, paradoks, oksimoron, dan sarkasme. (3) Majas pertautan meliputi antonomasia, asidenton, dan metonomia. Adapun (4) majas perulangan meliputi paralelisme, aliterasi, episfora, dan antanaklasis. Majas yang paling dominan ialah majas perbandingan personifikasi sebanyak 19 data, sedangkan majas yang paling sedikit digunakan ialah majas pertautan dan perulangan masing-masing hanya memiliki 1 sampai 2 data. Penggunaan bahasa figuratif dalam novel Cut Nyak Dien karya Syaf Muhammad Isa berfungsi sebagai penjelas informasi dari ucapan maupun narasi dari novel dan sebagai penjelas gambaran karakter tokoh Cut Nyak Dien beserta situasi yang dirasakan oleh tiap tokoh yang ada dalam novel tersebut
HADIS NUZUL ISA AL- MASIH DALAM PANDANGAN AHMADIYAH LAHORE (STUDI ATAS PEMIKIRAN MAULANA MUHAMMAD ALI)
Konsep berakhirnya kenabian setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.
merupakan doktrin penting yang mesti dipegangi oleh setiap umat Islam.
Penyelewengan terhadap doktrin ini seringkali dianggap murtad bahkan kafir.
Salah satu kasus menyangkut tentang konsep berakhirnya kenabian di Indonesia
akhir-akhir ini yang tidak hanya berdampak pada takfir akan tetapi juka tindak
kekerasan adalah kasus yang menimpa Ahmadiyah Qodyan. Doktrin Ahmadiyah
Qodyan yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi mendapat reaksi
keras dan bahkan tindak kekerasan yang berujung pada pengrusakan Masjid
Ahmadiyah bahkan pembantaian. Doktrin kenabian Mirza Ghulam Ahmad ini
tidak terlepas dari pemaknaan hadis Ahmadiyah Qodyan tentang nuzu>l Isa al-
Masih yang dilakukan oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad putra Mirza
Ghulam Ahmad. Menurut Ahmadiyah Qodyan, yang diramalkan dalam hadis
tersebut adalah Mirza Ghulam Ahmad dengan posisi sebagai nabi layaknya nabinabi
terdahulu. Sebagai respon terhadap doktrin Ahmadiyah Qodyan ini,
Maulana Muhammad Ali yang merupakan salah satu pengikut setia Mirza
Ghulam Ahmad mendirikan gerakan tandingan dengan nama Ahmadiyah Lahore
dan menentang doktrin ini, karena menurutnya bertentangan dengan pandangan
Mirza Ghulam Ahmad. Untuk mematahkan pandangan Ahmadiyah Qodyan yang
dianggap salah tersebut, Maulana Muhammad Ali memahami hadis nuzu>l Isa al-
Masih tersebut sebagai ramalan Rasulullah tentang datangnya al-Masih Mirza
Ghulam Ahmad yang memiliki sifat seperti Isa al-Masih dan bukan sebagai
seorang nabi.
Penelitian ini berusaha mengkaji pemahaman Maulana Muhammad Ali
terhadap hadis nuzu>l Isa al-Masih. Dengan menggunakan metode deskriptifanalitik
dan pendekatan sejarah pemikiran (intellectual history) berupa
pemahaman holistik dengan menggabungkan tiga unsur penting berupa teks
(karya tulis), konteks, dan hubungan antara teks dengan masyarakat yang
melingkupi Maulana Muhammad Ali, diharapkan dapat memperoleh gambaran
tentang pemahaman Maulana Muhammad Ali terhadap hadis nuzu>l Isa al-Masih
secara komprehensif.
Dari hasil penelitian, hadis nuzu>l Isa al-Masih ini dipahami oleh Maulana
Muhammad Ali secara metaforis. Dalam pemaknaan metaforisnya, Maulana
Muhammad Ali menggunakan metode tematik dengan dibantu oleh dua
pendekatan yaitu bahasa dan sejarah (kisah-kisah dalam Bibel). Pemaknaan
metaforisnya ini terpengaruh oleh sikap simpatisnya kepada Mirza Ghulam
Ahmad. Kata nabi dan Isa ibn Maryam dalam hadis dipahamai secara metaforis
yaitu dengan hadirnya Mirza Ghulam Ahmad (yang memiliki sifat seperti Isa ibn
Maryam) dan berposisi sebagai Muh}addas| (nabi dalam arti bahasa, penerima
berita). Hadis ini dianggapnya sebagai dalil tentang diangkatnya Mirza Ghulam
Ahmad sebagai al-Masih yang dijanjikan dengan beberapa gelar yaitu Muh}addas|,
Mujaddid, dan juga al-Mahdi
Peran K.H. A. Muhammad Isa pada Tahun 1989-2021 dalam Perwujudan Islam Moderat di Cianjur Selatan
K.H. A. Muhammad Isa was very instrumental in spreading the teachings of moderate Islam in South Cianjur. Practically, he took moderate steps as the best effort to address the differences in views between the conservative and modernist camps in responding to the changing times. He was very instrumental in translating the syarah texts of Arabic books, making them easy to understand and widespread among the Ulama of Cianjur Regency. He is also a Falak Ulama and a member of the Hisab and Rukyat Agency the Ministry Religion of the Republic Indonesia, thus making him always involved with the Ministry Religion of the Republic Indonesia in determining the new moon and one Shawwal. This paper tries to reveal the progress of K.H. A. Muhammad Isa in the Embodiment of moderate Islam in South Cianjur. To obtain valid data, the method used in this research is a historical research method, which is a systematic procedure or technique with the principles and rules of History. The technique in question includes several steps, including: selection of sources (heuristics), internal and external criticism (verification), data analysis and interpretation (interpretation), and presentation in written form (historiography). With this paper, future generations of Muslims are expected to be able to take role models from the figures discussed and be able to represent the attitude of religious moderation as a pillar of national integration; the creation of a tolerant and harmonious religious life so as not to cause national disintegration
Herb Wharton, Aboriginal stockman and author, Mount Isa, Queensland, 1994 /
Title devised by cataloguer from information provided by photographer.; Part of: Cattle Camp series of portraits of Aboriginal drovers, Mount Isa, Queensland, 1994.; Mode of access: Online
Ilmugo / Muhammad Zikri Amni Mohd Isa
Learning poverty is a serious issue in Malaysia, especially among children starting Standard 1 who struggle with basic reading and math. This research focuses on creating an educational tool for preschool children aged 4–6 in poverty-stricken and rural areas. The goal is to help them build a strong foundation in literacy and numeracy through fun and interactive activities. The tool uses a modular design, making it adaptable for different learning situations, easy to store, and simple to transport. Its bright and engaging design helps capture children's attention, keeping them motivated to learn. By combining learning with play, the tool helps children improve their reading and counting skills while also developing creativity, social skills, and problem-solving abilities. This product is designed to address challenges faced by children in poverty, such as limited access to quality materials and under-resourced schools. It’s also made to be affordable, durable, and easy to use, ensuring it can reach underserved communities. The project aims to make a real difference in reducing learning poverty, giving children the skills they need for a better future
Noctura / Muhammad Zikri Amni Mohd Isa
This final portfolio project explores innovative transport design tailored for wildlife conservation. "Noctura" is a conceptual motorcycle designed to support wildlife researchers by addressing the challenges of light and noise pollution that threaten nocturnal habitats. The project combines advanced functionality with a deep respect for natural ecosystems. "Noctura" features a compact design for easy navigation through dense environments, low-light technology to preserve dark skies and protect nocturnal species, and noise reduction to minimize disturbances in sensitive areas. These features work together to create a vehicle that seamlessly integrates into wildlife research settings, offering a tool that aids researchers while prioritizing environmental harmony. The name "Noctura" symbolizes a commitment to preserving the tranquility of the natural world. It reflects the project’s mission to blend mobility with conservation, ensuring that research activities can proceed without compromising the delicate balance of ecosystems. This design reimagines transport not just as a means of movement but as a contributor to the preservation of our planet. "Silent Mobility for Wildlife Conservation" is more than a tagline—it’s a call to innovate responsibly and to create designs that respect the natural world. With "Noctura," we move toward a future where technology and nature coexist in harmony
Interpretasi Maulana Muhammad Ali Terhadap Kisah Nabi Isa a.s Dalam Kitab The Holy Qur’an: Containing The Arabic Text With English Translation and Commentary
Kisah Nabi Isa terkait dengan kelahiran, penyaliban atau pengangkatan, dan kebangkitan dalam pandangan mufasir klasik mengungkapkan bahwa kelahiran Nabi Isa sebagai bentuk implementasi makna kun fayakun dari Allah. Penyaliban menjadi bukti fakta yang tidak sejalan dengan Al-Qur‘an, padahal realitasnya adanya proses pengangkatan Isa ke langit. Muncul pandangan distingsif atas ketiga peristiwa tersebut yang diungkapkan oleh Maulana Muhammad Ali dalam berbagai karyanya, terutama dalam karya tafsirnya berjudul ―The Holy Qur‟an: Containing The Arabic Text With English Translation and Commentary‖ dipublish tahun 1920.
Interpretasi Maulana Muhammad Ali memiliki kecenderungan sama dengan Kristen dalam memandang kelahiran dan penyaliban Isa. Pada konsep kelahiran dipahami sebagai hasil pernikahan Maryam dengan Yusuf. Adapun penyaliban diakui Ali kebenaran fakta tersebut, namun menolak atas kematian Isa di kayu salib, tetapi wafat secara wajar di daerah Kashmir.
Penelitian ini dibangun atas rumusan masalah yang menjadi acuan penelitian ini, yaitu (1). Bagaimana interpretasi Maulana Muhammad Ali tentang Kisah Nabi Isa a.s. dalam kitab The Holy Qur‟an?. (2). Bagaimana analisis hermeneutika Gadamer atas interpretasi Maulana Muhammad Ali tentang Kisah Nabi Isa a.s?. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan objek materialnya yaitu interpretasi Maulana Muhammad Ali dalam konteks kitab tafsir The Holy Qur‟an. Tesis ini menggunakan teori hermenutika Gadamer yang menelusuri tiga tahapan, yaitu historical effected, pre-understanding, fusion of horizons, application.
Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sekaligus menjawab rumusan masalah yang diajukan, yaitu, Pertama, penafsiran Maulana Muhammad Ali tentang kisah Isa yang mencakup kelahiran, penyaliban, dan kebangkitan memiliki persamaan narasi dengan Kristen, walaupun pada beberapa aspek mendapat kritikan dari Ali. Kedua, Historical effected atau keterpengaruhan sejarah mengungkapkan bahwa Maulana Muhammad Ali mengalami fase penjajahan Inggris yang tidak hanya melakukan misi politik dan ekonomi, namun juga bertujuan untuk missionaris Kristen serta gesekan dengan kelompok Hindu. Pre-understanding atau dapat juga disebut sebagai horizon (cakrawala) yang dimiliki Ali sebelum menafsirkan didominasi oleh ideologi Ahmadiyah. Selain itu, literatur-literatur selain Islam yang dibaca membentuk horizon. Fusion of horizons memunculkan asimilasi horizon yang dimiliki ketika Maulana Muhammad Ali memproduksi penafsirannya adalah bahwa Isa tidak diklaim wafat saat penyaliban. Pemahaman ini dikonfirmasi oleh kelompok Ahmadiyah dan Hindu. Namun terdapat pandangan yang berbeda dari kalangan Kristen dan muslim selain Ahmadiyah. application atas penafsiran kisah Isa memiliki pesan moral yaitu adanya persepsi yang sama dari sosok teladan Isa, karena dia lahir dari rahim suci Maryam dan adanya benang merah dengan mufasir liannya terkait penolakan kematian Isa di kayu Salib
Tema-tema pemikiran Muhammad Iqbal dalam penyelidikan ilmiah tinggi di Malaysia
Para sarjana di Malaysia telah menulis dalam pelbagai tajuk mengenai aspek pemikiran Muhammad Iqbal. Sebanyak 15 tema ilmu diklasifikasikan daripada 25 karya ilmiah mengenai pemikiran Muhammad Iqbal iaitu biografi, pendidikan, masyarakat, politik dan kenegaraan, ijtihad, pembaharuan, kebudayaan, penyatuan ummah, sastera, sains, tafsir, kebangkitan Islam, tamadun, epistemologi, dan mistisisme. Kajian terhadap tema-tema pemikiran ini masih belum diselidiki secara terperinci oleh para sarjana di Malaysia. Oleh itu, kajian berbentuk kualitatif ini bertujuan untuk mengenalpasti tema-tema utama pemikiran Muhammad Iqbal yang menjadi kecenderungan sarjana di Malaysia. Hasil kajian menunjukkan kecenderungan sarjana dalam pemilihan tema pemikiran Muhammad Iqbal sebagai fokus kajian membuktikan pemikiran Muhammad Iqbal masih ideal dan relevan serta penting untuk dimanfaatkan oleh umat Islam khususnya di Malaysia
UNSUR-UNSUR SEJARAH DALAM NOVEL CUT NYAK DIEN: SEBUAH NOVEL EPIK PERANG ACEH KARYA SAYF MUHAMMAD ISA
ABSTRAKIsfiana Nursari. 2020. Unsur-Unsur Sejarah dalam Novel Cut Nyak Dien: Sebuah Novel Epik Perang Aceh Karya Sayf Muhammad Isa. Tesis, Program studi Magister Pendidikan Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Pembimbing (1) Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., Pembimbing (2) Dr. Ramli, M.Pd.Kata Kunci: unsur sejarah, novel, peristiwa sejarahPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran unsur-unsur sejarah (peristiwa, tempat kejadian, waktu kejadian, pelaku, latar belakang kejadian, bagaimana kejadian itu terjadi) dalam novel Cut Nyak Dien: Sebuah Novel Epik Perang Aceh karya Sayf Muhammad Isa. Sumber data penelitian ini adalah novel Cut Nyak Dien Novel Epik Perang Aceh karya Sayf Muhammad Isa dengan tebal 791 halaman dan diterbitkan oleh Qanita pada 2015. Data penelitian ini adalah kutipan-kutipan klausa dan kalimat yang berisi penanda-penanda unsur sejarah berwujud peristiwa (what), pelaku, (who), tempat terjadinya peristiwa (where), waktu kejadian (when), mengapa/latar belakang terjadinya kejadian (why), dan bagaimana mungkin kejadian itu terjadi (how). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan teknik dokumenter. Berdasarkan analisi data hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Cut Nyak Dien: Sebuah Novel Epik Perang Aceh karya Sayf Muhammad Isa terdapat unsur sejarah what (apa) sebagai wujud dari peristiwa yang digambarkan di dalam novel, who (siapa) sebagai wujud yang mengambarkan tokoh, when (kapan) sebagai latar waktu terjadinya, why (mengapa) sebagai sebab terjadinya peristiwa, where (di mana) sebagai wujud dari tempat atau lokasi terjadinya, dan how (bagaimana) sebagai proses terjadinya peristiwa sejarah. Dari pembahasan yang telah dilakukan diketahui bahwa unsur sejarah tersebut sesuai dengan unsur sejarah yang disebutkan pada buku-buku sejarah maupun Wikipedia. Dengan demikian, novel Cut Nyak Dien: Sebuah Novel Epik Perang Aceh karya Sayf Muhammad Isa sarat dengan unsur sejarah
- …
