1,547 research outputs found
PENGARUH PENDAPATAN DAN TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP JUMLAH PERMINTAAN KREDIT DI KUD SRI WIDODO KABUPATEN TULUNGAGUNG (Studi Kasus pada KUD Sri Widodo Gondang Kabupaten Tulungagung)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh tingkat pendapatan dan tanggungan keluarga terhadap besarnya jumlah permintaan kredit pada KUD Sri Widodo Gondang Kabupaten Tulungagung
Sociological Aspects in Siti Nurbaya\u27s Novel by Marah Rusli
There is a close relationship between literature and life because the social function of literature is how it involves itself in people\u27s lives. The purpose of this research is to find out the sociology of literature, which examines it through three contexts, first, the social context of the author; second, literature as a mirror of society; third, the social function of literature in the novel Siti Nurbaya by Marah Rusli. The method in this research uses descriptive qualitative. In this case, the writer first describes the social context of Marah Rusli\u27s novel Siti Nurbaya, then analyzes the content of the novel and then looks at the relationship between the problems in the novel, and then adjusts it to socio-cultural conditions. The results of the analysis show that Siti Nurbaya\u27s novel, in terms of the author\u27s social context, that in Siti Nurbaya\u27s novel, is based on the bad experience of the author, Marah Rusli. Siti Nurbaya\u27s novel reflects the many problems of society in Siti Nurbaya\u27s era, such as polygamy, pride in nobility, customs in Padang, child sacrifices for their parents, and so on. Meanwhile, there is a social function of literature in the novel, which includes rebellion, literary works as entertainment, and entertainingly teaching something
Analisis variabel yang mempengaruhi kesetiaan konsumen terhadap merek nokia (studi kasus pada mahasiswa fakultas ekonomi universitas negeri malang)
Jual Beli Hasil Bumi dengan Sistem Panjar dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Jenarsari Gemuh Kendal)
Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti dia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Dalam Islam transaksi jual beli banyak macamnya, salah satunya yaitu transaksi jual beli dengan sistem panjar. Kasusnya di Desa Jenarsari Gemuh Kendal ada sebuah adat kebiasaan, yaitu melakukan jual beli dengan sistem panjar. Sistem panjar yang dimaksud adanya dua pihak yang terlibat, yaitu pembeli (bakul) sebagai pemilik uang dan petani sebagai penjual juga penghasil barang. Disini pihak pembeli memberikan panjar (sebagai pengikat) kepada petani, dengan imbalan nanti setelah panen atau barang itusudah siap diambil, penjual tersebut tidak boleh menjual atau mengalihkan barang kepada orang lain yang tidak memberikan panjar kecuali kepada pembeli yang memberikan uang panjar, dan panjar akan terhitung dalam harga pembelian barang. Akan tetapi dilihat dari kenyataan dalam jual beli tersebut mengandung unsur ketidakpastian karena dari penjual dan pembeli melakukan cidera janji dimana pihak (bakul) sebagai pembeli (hasil bumi) setelah memberikan uang panjar tidak jelas kapan akan melunasi dan mengambil barang dari pihak penjual (petani), dan ketidakjelasan akad jual beli hasil bumi tersebut akan berlangsung sempurna atau tidak. Dengan demikian dampak adanya panjar sendiri dari pihak petani yaitu dengan menjual atau mengalihkan objek jual beli kepada pembeli lain (bakul), yang tidak memberikan panjar itupun dilakukan secara sepihak. Kemudian barang tersebut diberikan kepada pembeli lain yang harganya lebih tinggi dari sebelumnya
Rumusan masalah dalam skripsi ini: 1) bagaimana mekanisme transaksi jual beli hasil bumi dengan sistem panjar di Desa Jenarsari Gemuh Kendal, 2) bagaimana pandangan hukum Islam terhadap transaksi jual beli hasil bumi sistem panjar di Desa Jenarsari Gemuh Kendal.
Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik, wawancara, dan observasi. Sedangkan metode analisisnya adalah deskriptif normatif.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa jual beli secara panjar bisa terjadi dimana saja asalkan kedua belah pihak bertemu, sistem panjar terjadi karena faktor kebutuhan, jaminan, dan kebiasaan. Dalam Islam Merupakan jual beli yang dilarang oleh agama dan akan mendapatkan dosa walaupun sah hukumnya karena syarat dan rukunnya sudah terpenuhi. Sistem panjar boleh dilakukan manakala tidak merugikan salah satu pihak karena, akad jual beli dengan panjar adakalanya menguntungkan kedua belah pihak dan adakalanya merugikan yang mana transaksi jual beli sistem panjar sebelumnya sudah disepakati di awal. Maka Islam menganjurkan agar dalam bermu’amallah dengan jalan yang diridhoi Allah SWT
PEMANFAATAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) MODEL DRILLS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP MATERI AJAR DRIBBLE PERMAINAN BOLA BASKET
Abstrak
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat memudahkan dalam dunia pendidikan. Sehingga menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran. Guru harus mampu menentukan metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Karena perkembangan IPTEK yang semakin canggih, guru dapat memanfaatkan penggunaan media berbasis komputer yakni computer assisted instruction (CAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman materi ajar dribble permainan bola basket pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (praeksperimen) dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 3 Bojonegoro yang berjumlah 240 siswa. Cara menentukan sampel dengan menggunakan cluster random sampling sehingga didapat kelas X IPS 4 yang berjumlah 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman materi ajar dribble permainan bola basket pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Bojonegoro menggunakan media computer assisted instruction (CAI) model drills. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (8,839 > 2,060).
Kata Kunci: Computer Assisted Instruction, Pemahaman, Dribble
Abstract
Today, the development of science and technology makes everything easier for education. So,
teachers need to be more creative and innovative in managing the learning activities. Teachers should be able to determine which appropriate learning method that can be applied so that the purpose of the learning can be achieved. Since the science and technology are increasingly developed, teachers can use one of computer-based media namely Computer Assisted Instruction (CAI) to be applied in the teaching and learning process. The purpose of this study is to know the benefits of the use of computer assisted instruction (CAI) by using drills model to improve the understanding of dribble basketball game teaching material to the X IPS 4 students in SMA Negeri 3 Bojonegoro. This study is an experimental research using one group pretest-posttest design. The population of this study is the tenth graders of SMA Negeri 3 Bojonegoro with the number of 240 students. The way to determine the sample of the research is by using cluster random sampling which finally gets the X IPS 4 class with the number of 26 students as the sample. Based on the result of this study, it can be concluded that there were improvement in students’ comprehension of dribble basketball game teaching material to the X IPS 4 students in SMA Negeri 3 Bojonegoro by using computer assisted instruction (CAI) with drills model. It was proven by the t-test calculation which shows that the t-value > t-table (8,839 > 2,060).
Keywords: Computer Assisted Instruction, Kognitif, Dribbl
CORAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN AKTIVIS PEREMPUAN (Melacak Pandangan Keagamaan Aisyiyah Periode 1917–1945)
This paper discusses the patterns of religious thought of the women activists
in the early period of Aisyiyah. The women activists are Siti Walidah, Siti Bariyah, Siti
Aisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.
Through ahistorical approach, the author founds a link between colonialism that occur
in Muslim countries and the revival of the spirit of women activists in mobilizing the
Muslims society. The author also asserts that the thought of Aisyiyah leaders including
in the Islamic modernism that mean are Islamists a progresive religion, Islam is a
religion of liberation, enlighten and advance. This understanding is very influential in
the development of Aisyiyah recently. The formers of Aisyiyah aware of the importance
of women’s participation and role in Islamic Da’wah join with men to accelerate the
realization of a prosperous society.
Key words: Thought, women activists, Aisyiyah
Makalah ini membahas tentang corak pemikiran keagamaan perempuan aktivis
gerakan Aisyiyah pada periode awal. Mereka adalah Siti Walidah, Siti Bariyah, Siti
Aisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.
Melalui pendekatan historis, penulis menemukan kaitan antara gelombang kolonialisme
yang terjadi di negara-negara muslim dengan semangat kebangkitan kaum perempuan
dalam menggerakkan kaum muslim khususnya kaum perempuan. Penulis juga
menegaskan bahwa pemikiran para tokoh Aisyiyah termasuk paham modernisme Islam
yaitu Islam sebagai agama yang berkemajuan, agama dengan ajaran yang membebaskan,
mencerahkan dan memajukan. Pemahaman ini sangat berpengaruh dalam
perkembangan dakwah ‘Aisyiyah ke depan. Para tokoh Aisyiyah menyadari akan
pentingnya perempuan berpartisipasi dan berperan dalam Dakwah Islam bersamasama
dengan laki-laki untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sejahtera.
Kata kunci: Pemikiran, aktivis perempuan, Aisyiya
Siti Walidah Dahlan Pelita Pemberdayaan Perempuan Yogyakarta 1917-1946
ABSTRAK Melihat realitas pada awal abad ke-20 di Yogyakarta kaum perempuan hanya berada pada posisi pasif di ranah domestik, dan laki-laki dianggap lebih superior dari perempuan. Upaya peningkatan peran perempuan sebagai mitra sejajar dengan laki-laki tentunya tidak terlepas dari peran para tokoh, termasuk Siti Walidah. Tentunya dari permasalahan umum di atas, dapat dirinci ke dalam beberapa permasalahan, pertama, apa pengaruh gerakan Siti Walidah terhadap kaum perempuan Yogyakarta? Kedua, bagaimana bentuk partisipasi dan kontribusi Siti Walidah dalam organisai Aisyiyah? Ketiga, bagaimana reaksi masyarakat mengenai pergerakan Siti Walidah yang menjunjung hak-hak perempuan? Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Terdapat 3 (tiga) hasil temuan dalam kajian ini, pertama, Siti Walidah membawa perubahan baru dan memberikan pengetahuan dengan mendirikan Sapa Tresno sebagai bentuk upaya Siti Walidah dalam memberdayakan kaum perempuan. Kedua, Siti Walidah dalam perjalanannya membersamai Aisyiyah selalu memberikan dukungan juga teladan kepada anggota Aisyiyah, selain itu Siti Walidah juga turut berkontribusi dalam beberapa kegiatan di Aisyiyah. Ketiga, perjungannya dalam melepaskan belenggu kaum perempuan dari adat istiadat yang sudah mapan menuai pro-kontra. Siti Walidah harus berhadapan dengan masyarakat yang konservatif dan memegang prinsip bahwa perempuan hanya merupakan “konco wingking”. ABSTRACT Seeing the reality at the beginning of the 20th century in Yogyakarta, women were only in a passive position in the domestic sphere, and men were considered superior to women. Efforts to increase the role of women as equal partners with men certainly cannot be separated from the role of figures, including Siti Walidah. Of course, from the general problems above, it can be broken down into several problems, first, what was the influence of the Siti Walidah movement on the women of Yogyakarta? Second, what is the form of Siti Walidah's participation and contribution in the Aisyiyah organization? Third, how is the public's reaction to the Siti Walidah movement which upholds women's rights? In this study, the author uses historical research methods which include four stages, namely: heuristics, verification, interpretation, and historiography. There are 3 (three) findings in this study, first, Siti Walidah brought new changes and provided knowledge by establishing Sapa Tresno as a form of Siti Walidah's efforts in empowering women. Second, Siti Walidah in her journey with Aisyiyah always provides support as well as role model to Aisyiyah members, besides that Siti Walidah also contributes to several activities in Aisyiyah. Third, her struggle to release women's shackles from established customs has brought pros and cons. Siti Walidah has to deal with a conservative society and holds the principle that women are only "konco wingking"
Pluralisme Agama dalam Pemikiran Syekh Siti Jenar
This article discusses the roots of religious pluralism of Sheikh Siti Jenar. As one of theprosecution of Islam in the land of Java, he had a thought of religious pluralism, which is themeeting point of religions on the esoteric landscape (the transcendent unity of religions), in termsof Islamic mysticism known as Wahdat al-Adyan. The author deliberately used pluralism touncover the thoughts of Sheikh Siti Jenar based on his teachings. The theory of religiouspluralism classification, which includes secular humanism, global theology, syncretism, andlasting wisdom, is used to determine the pattern of religious pluralism found in the thought ofSheikh Siti Jenar. The problems discussed in this paper are the thoughts and patterns of religiouspluralism Sheikh Siti Jenar. For that purpose, the relevant data, obtained through the literaturestudy, is analyzed using a method of content analysis and descriptive-analytic. Based on thestudy conducted, it can be suggested that the concept of religious pluralism Sheikh Siti Jenar isthe implications of the plurality of scientific networks that accumulate in the developedteachings, Manunggaling Kawulo Gusti. The pluralism in the thought of Sheikh Siti Jenarcovered the meeting point of various religions at the esoteric level, because the difference forhim only occurred at the level of exoscorers alone. This view when associated with religiouspluralism classification belongs to the category of eternal wisdom. The thought of Sheik SitiJenar about the mystical maqamat in the process of discovering identity, the three elements thatbuild human beings, heaven and hell, and his views on nature, all of which are intertwined withthe teachings of Islamic mysticism, Hinduism, Buddhism and Javanese philosophy. The thoughtof Sheikh Siti Jenar took the pattern of religious pluralism, syncretism
Pengaruh pemberian Na-Benzoat pada minuman kunyit dan lama
ABSTRAK
Minuman kunyit merupakan salah satu bentuk olahan rimpang kunyit dan asam yang memiliki prospek yang baik secara ekonomis. Kunyit termasuk tanaman yang banyak digunakan untuk ramuan obat tradisional. Na-benzoat merupakan salah satu pengawet organik yang sering digunakan karena harganya murah, mudah didapat dan mempunyai daya kelarutan yang tinggi dalam air, sehingga mudah tercampur dengan bahan makanan yang diawetkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Na-benzoat terhadap jumlah koloni mikroba pada minuman kunyit, mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap jumlah koloni mikroba dan mengetahui apakah Na٠enzoat dapat memperpanjang daya simpan minuman kunyit.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malang pada bulan Mei٦luni 2002.Jenis penelitian eksperiment dengan 2 faktor yaitu konsentrasi Na-benzoat dan lama penyimpanan. Konsentrasi Na-benzoat yaitu B٠: 0 mg, B?: 50 mg, B٦: 60 mg, B، 70 mg dan B5: 80 mg dan lama penyimpanan yaitu L٠: 0 hari, L٦: 7 hari, L 3: 14 hari, L، 21 han, dan L5: 28 hari dengan 25 perlakuan dan 3 kali ulangan duplo yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data berupa jumlah rerata koloni mikroba yang diperoleh, dianalisis dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji BN J.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian Na-benzoat dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap jumlah koloni mikroba dan Na-benzoat dapat memperpanjang daya simpan minuman kunyit. Jumlah koloni mikroba semakin menurun pada perlakuan yang meningkat konsentrasi Na-benzoatnya. Hal ini disebabkan karena Na-benzoat dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Konsentrasi Na-benzoat dari 60 mg ke 70 mg, jumlah koloni mikroba menurun dari 14,3867 menjadi 5,3467 koloni diikuti pula pada konsentrasi 80 mg yaitu sebesar 4,6133 koloni. Bila dibanding dengan konsentrasi 0 mg, jumlah koloni mikroba 15,8267. Semakin lama minuman kunyit disimpan, maka jumlah koloni mikroba semakin banyak. Na-benzoat yang diberikan pada minuman kunyit dapat menekan atau menghambat pertumbuhan mikroba sehingga minuman kunyit dapat disimpan lebih lama. Perlakuan konsentrasi Na-benzoat 80 mg mempunyai daya simpan sampai 18 hari.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk memperpanjang daya simpan minuman kunyit dapat menggunakan Na-benzoat. Serta perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mikroba apa saja yang tumbuh pada minuman kunyit selama penyimpanan
NYAMURJUANG: KONSEP PENCIPTAAN TARI BERLATAR PERJUANGAN, KEGIGIHAN SITI SAMBOJA
ABSTRAKPenciptaan karya tari dengan judul Nyamurjuang merupakan gabungan dua kata Nyamur dan Juang. Judul ini diartikan sebagai perjuangan Dewi Siti Samboja menyamar untuk melawan para bajo. Nyamurjuang digarap dengan tipe tari dramatik, dan didorong oleh teori kreativitas yaitu “Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau ide-ide baru yang sebelumnya tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri”. Hasilnya, terwujudnya 5 orang penari wanita dalam visualisasi sosok Dewi Siti Samboja, baik itu sebagai gambaran perasaan, kegigihan, dan heroiknya penyamaran seorang putri sebagai ronggeng untuk menumpas para bajo. Pada proses garapnya, penulis melakukan langkah-langkah berupa observasi pencarian referensi yang relevan, melakukan ekplorasi, evaluasi, serta komposisi, sehingga menghasilkan sebuah karya tari menarik dan inovatif dengan visualisasi yang diusung dalam balutan nuansa musik tradisi. Kata Kunci: Cerita Dewi Siti Samboja, Kreativitas Penciptaan Tari, Nyamurjuang. ABSTRACTNyamurjuang: The Concept of Dance Creation with Struggle and Strength Background of Siti Samboja, June 2020. The creation of a dance work entitled Nyamurjuang is a combination of two words: Nyamur and Juang. This title is interpreted as the struggle of Dewi Siti Samboja in disguising to fight the Bajo. Nyamurjuang is composed with dramatic dance type, and is based on the theory of creativity: "Creativity is the ability of a person to produce new compositions, products, or ideas that were previously unknown to its own composers". The result is the realization of 5 female dancers in the visualization of the figure of Dewi Siti Samboja, both as a description of feelings, persistence, and heroic disguise of a princess as a ronggeng to crush the Bajo. In the working process, the author has taken some steps in the form of observation to search for relevant reference, doing exploration, evaluation, and composition, so as to produce an interesting and innovative dance work with visualization carried in the form of traditional music.Keywords: The Story Of Dewi Siti Samboja, Creativity Of Dance Creation, Nyamurjuang.
- …
