1,736,479 research outputs found

    Rancang bangun pengelolaan usaha dan jasa pada bengkel maharani motor berbasis web responsif

    Full text link
    Peningkatan daya beli masyarakat semakin kuat terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini. Sektor penjualan dan pemesanan menjadi hal yang sangat vital dalam hidupnya sebuah bisnis, begitupun yang terjadi di Bengkel Motor Maharani Kudus dengan nama yang sudah cukup terkenal di Kudus tidak dimungkinkan akan bertahan terus seperti ini mengingat tiap tahun ada saja bengkel yang muncul sebagai kompetitor Bengkel Motor Maharani, maka dibutuhkan sebuah gebrakan dengan memanfaatkan teknologi di zaman milenial sekarang ini demi menjaga dan memperbanayak konsumen. Adapun hal ini bisa di capai dengan dibutuhkan teknologi berbasis mobile dimana dengan adanya mobile di era sekerang ini mudah untuk melakukan transaksi bisnis yang ada di Bengkel Motor Maharani Kudus dan juga dibutuhkan teknologi via website yang memberikan kemudahan seorang Kasir untuk mengelola data dan laporan yang ada nantinya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan media website responsif yang nantinya akan di konvert ke android dan pembentukan aplikasi ini menggunakan bahas pemrograman PHP, Jquery, dan menggunakan database MySql sebagai penampung data

    SUBALTERNITAS TOKOH DIAH AYU DAN MAHARANI: ANTARA KUTUKAN DAN SENJATA

    Full text link
    The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other.The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other

    PENGARUH TEH PEPPERMINT TERHADAP DISMENORRHOE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES MAHARANI MALANG EFFECT OF PEPPERMINT TEA ON DISMENORRHOE IN MIDWIFERY STUDENTS OF DIII STUDY PROGRAM STIKES MAHARANI MALANG

    Full text link
    Keluhan yang sering terjadi saat menstruasi adalah timbulnya dismenorhoe yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang biasanya sering mengkonsumsi obat-obatan kimia utnuk mengatasinya akan berdampak negatif pada organ tubuh. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap dismenorhea pada mahasiswa  program studi DIII Kebidanan STIKes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain “One Group Pretest-Postestâ€. Sampel yang digunakan 46 responden. Sebagian besar responden ( 67,4%) mengalami nyeri dismenorrhea pada tingkat sedang. Hampir setengah  responden ( 41,3%) menyebutkan bahwa mereka tidak mengalami dismenorrhea setelah mengkonsumsi teh peppermint. Hasil  uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test dengan n = 46, asymp sig. (2-tailed) 0,000 <  α = 0,05 sehingga ada pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap nyeri disminorhea pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKES Maharani Malang. Kram menstruasi adalah rasa nyeri yang dipicu oleh produksi berlebihan dari hormon prostaglandin yang menyebabkan kejang rahim. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam peppermint membantu penurunan produksi prostaglandin dengan cara menghambat transportasi dan pembentukan hormon prostaglandin, dengan menurunnya prostaglandin, kram menstruasi dapat berkurang. Meningkatkan upaya mencari informasi pengaruh pemberian teh peppermint sehingga responden dapat mengetahui manfaat yang diperoleh nantinya pada saat mengalami disminorhea

    Struktur Cerita Legenda Goa Maharani

    No full text
    ABSTRAK   Goa Maharani sebelum ada yang menemukan terdapat sebuah ular naga putih yang tinggal di dalamnya kemudian goa tersebut dijadikan tempat bertapa oleh raja Majapahit. Ketika raja Majapahit itu sedang melakukan pertapaan ular naga putih itupun keluar untuk menjaganya. Setelah raja Majapahit itu keluar, ular naga putih itupun melakukan pertapaan juga dan setelah itu, diuji oleh Yang Maha Kuasa akan ilmunya hingga lulus dalam menghadapi ujian yaitu menghadapi hujan dan badai di tengah laut utara. Kemudian ular naga putih itupun bisa berubah  menjadi manusia karena lulus dari ujian tersebut. Pemberian nama goa Maharani diambil dari nama putri Dewi Maharani yang menjaga goa tersebut. Goa Maharani merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki Lamongan dan saat ini menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di daerah Lamongan bahkan sampai ke manca negara. Namun, dibalik semua itu banyak orang yang kurang mengetahui tentang cerita Goa Maharani itu sendiri. Padahal cerita tersebut merupakan salah satu kebudayaan lisan/folklor dari desa Penajan kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya berupa cerita rakyat yang ada di daerah Paciran Lamongan. Dalam penelitian ini memanfaatkan legenda Goa Maharani  sebagai sumber bahan unsur intrinsiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Pada umumnya dalam penelitian sastra dipergunakan teknik penelitian kualitatif. Penelitian ini menitik beratkan pada segi alamiah dan mendasarkan pada karakter yang terdapat dalam data.  Data dalam penelitian ini meliputi:data tentang cerita legenda goa Maharani berupa tuturan tentang cerita legenda goa Maharani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti diperoleh empat simpulan berikut, pertama, Alur yang digunakan dalam Cerita Legenda Goa Maharani ini menggunakan alur maju (progresif). Tahapan alur, Cerita Legenda Goa Maharani mempunyai tahapan awal eksposisi, tahapan tengah konflik dan klimaks, dan terakhir tahapan penyelesaian. Pelukisan tokoh dilakukan secara dramatis. Pada Cerita Legenda Goa Maharani ini terdapat lima latar tempat yaitu: (1) Goa Maharani, desa Penajan kecamatan Paciran (2) Ruang tempat pertemuan Putri Dewi Maharani dengan dua sahabatnya (3) Laut utara dan (4) Depan pintu masuk goa Maharani. Latar waktu yang digunakan adalah waktu yang lampau tahun 1960an, tahun 1962, 6 Agustus 1992 jam tiga sore, 6 September 1992, bulan Maret 1994, tahun 1999, akhir tahun 2004, dan tahun 2005. Fungsi latar sebagai metaforik. Beberapa amanat yang disampaikan antara lain: (1) Sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong. Dengan kejujuran dan  tolong-menolong, kita akan menjadi manusia yang baik, disegani dan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang sulit dengan baik. (2) Menjadi orang yang baik  itu sulit, dan banyak kendalanya akan tetapi jangan pernah menyerah untuk menjadi orang yang jujur dan baik meskipun dijauhi teman. Karena orang yang baik akan mendapatkan hal yang baik pula dalam hidupnya. (3) Kita harus selalu berusaha  untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan optimis  karena pasti akan bisa. Jangan sampai keraguan menghanguskan keyakinan dan kekuatan kita.Jika kita sudah melakukan suatu hal kebaikan, haruslah dengan ikhlas jangan pernah meminta imbalan karena Tuhan pasti akan membalasnya sendiri kepada kita. (4) Betapa pentingnya arti sebuah kesetiaan, seperti yang dilakukan mbah Sugeng terhadap Goa Maharani dan Dewi Maharani sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong.ektifan kalimat disebabkan oleh fungsi dan unsur kalimat memilik

    SEMIOTIKA HISTORIS PADA KARYA RUPA MAHARANI MANCANAGARA

    Full text link
    The story written based on past events by R. Soegriwo Jeododiwirdjo (1910-1987) tells about a person who was obsessed with becoming a teacher in the period before the independence of Indonesia. Maharani Mancanagara, an artist from Bandung, tried to imagine a historical event written by R. Soegriwo Jeododiwirdjo, his grandfather, through a visual artwork. Of the many works, the researchers selected an artwork to be analyzed, namely the work entitled Sprongen Voor Zooneschijn. This study aims to figure out and describe the signs presented by Maharani through her work by using a qualitative method, Barthes’s semiotic and synchronous approaches. It focuses on how the signs, meanings and messages intended to be conveyed through a historical story taking place in Indonesia are re-presented by Maharani in her work at present.Keywords: Visual Art, Signs, Historical Semiotics, Barthes, Maharani Mancanagara________________________________________________________________ Cerita yang ditulis berdasarkan kejadian di masa lalu oleh R.Soegriwo Jeododiwirdjo (1910 - 1987), yaitu seorang yang terobsesi menjadi seorang guru pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Maharani Mancanagara seorang seniman asal Bandung mencoba membayangkan peristiwa sejarah yang ditulis R.Soegriwo Jeododiwirdjo yaitu kakeknya melalui sebuah karya rupa. Dari sekian banyak karya, peneliti memilih satu karya untuk dianalisis yaitu karya dengan judul Sprongen Voor Zooneschijn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tanda yang dihadirkan Maharani melalui karya-karyanya dengan menggunakan metode kualitatif serta pendekatan semiotika Barthes dan sinkronis. Persoalan yang muncul adalah bagaimana tanda, makna serta pesan yang ingin disampaikan melalui cerita sejarah yang terjadi di Indonesia dihadirkan kembali oleh Maharani di masa sekarang dengan karyanya. Kata Kunci: Karya Rupa, Tanda, Semiotika Historis, Barthes, Maharani Mancanagar

    STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA BAKPIA MAHARANI TRENGGALEK

    Full text link
    Skripsi ini dengan judul “Strategi Pengelolaan Keuangan pada Bakpia Maharani Trenggalek”, ditulis oleh Elok Dwi Rahmawati, NIM 126406212081, Prodi Manajemen Keuangan Syariah, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dibimbing oleh Dr. Deny Yudiantoro, M.M. Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah pengelolaan keuangan yang kurang optimal, yang sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan praktik manajemen keuangan yang kurang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: Untuk menganalisis strategi pengelolaan keuangan, kendala dalam pengelolaan keuangan, dan prinsip dalam pengelolaan keuangan UMKM Bakpia Maharani Trenggalek yang nantinya berfungsi untuk keberlanjutan pada usaha pada UMKM Bakpia Maharani. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan cara mendeskripsikan, bercerita, mendeskripsikan gambaran-gambaran secara sistematis sesuai dengan fakta yang akurat. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, obseravasi dan dokumentasi langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : strategi pengelolaan keuangan pada UMKM Bakpia Maharani diterapkan dengan cukup baik pada UMKM Bakpia Maharani. Pemilik dengan karyawannya mampu membuat laporan keuangan sederhana namun dapat mengidentifikasi bagaimana kondisi keuangan yang ada pada UMKM Bakpia Maharani ini. Dengan perencanaan dan anggaran keuangan yang telah dilakukan pemilik mampu menggunakan keuangan dengan lebih cermat dan efisien untuk usahanya. Kendala dalam pengelolaan keuangan terletak pada keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan manajemen keuangan, arus kas tidak stabil dan masalah administrasi dan pembukuan. Untuk prinsip pengelolaan keuangan sendiri pada UMKM Bakpia Maharani telah menggunakan prinsip konsistensi,akuntanbilitas,transparansi,kelangsunganhidup,integritas,pengelolaan,dan standar akuntansi yang diterapkan cukup baik demi kelancaran usahanya. Kata kunci: Bakpia Maharani, manajemen keuangan,pengelolaan keuangan, prinsip pengelolaan keuangan, strategi keuangan, UMKM

    Pengetahuan Dasar Gunung Api Menggunakan Komik Edukasi pada Anak-Anak Panti Asuhan Dharma Jati I Klungkung Provinsi Bali

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat penulis beserta tim PKM pada bulan Januari - Mei tahun 2023 di lokasi yang sama yaitu Panti Asuhan Darma Jati I Klungkung Bali. Penelitian tersebut membahas tentang bagaimana pengetahuan anak-anak panti asuhan tentang gunung api dan mitigasinya (Maharani, 2023). Hasil penelitian yang diperoleh dari kuesioner menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan mereka tentang gunung api dan mitigasinya (Maharani, 2023). Karena alasan tersebut diatas maka penulis beserta tim PKM melaksanakan kegiatan sosialisasi menggunakan brosur yang berisi gunung api dan mitigasinya guna memberikan pengetahuan dasar gunung api (Maharani dkk, 2023). Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa anak-anak panti asuhan cukup memahami tentang bahaya gunung api dan antisipasinya. Pada penelitian lanjutan ini peneliti mencoba membuat komik edukasi gunung api dan mitigasi agar lebih menarik serta dapat mudah dipahami. Komik ini bersumber dari brosur yang pernah dibuat sebelumnya. Komik diberikan kepada anak-anak penghuni panti asuhan tersebut dengan tujuan anak-anak bisa mengambil langkah-langkah yang harus ditempuh  sebelum, saat dan sesudah letusan  gunung api. Hasil kuesioner akhir penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dari sebelumnya.   Kata kunci: This research is a continuation of the research and community service activities of the author and the PKM team in January - May 2023 at the same location, namely the Darma Jati I Klungkung Bali Orphanage. This research discusses how orphanage children know about volcanoes and their mitigation (Maharani, 2023). The research results obtained from the questionnaire show that they still lack knowledge about volcanoes and their mitigation (Maharani, 2023). For the reasons mentioned above, the author and the PKM team carried out outreach activities using brochures containing volcanoes and their mitigation in order to provide basic knowledge of volcanoes (Maharani et al, 2023). The results of PKM activities show that the children at the orphanage understand enough about the dangers of volcanoes and their anticipation. In this follow-up research, researchers are trying to create educational comics about volcanoes and mitigation to make them more interesting and easy to understand. This comic comes from a brochure that was made previously. The comic was given to the children living in the orphanage with the aim that the children could take steps to take before, during and after a volcanic eruption. The results of the final research questionnaire showed that there was an increase in knowledge from before. Key words: orphanage children, volcano, knowledge, comicsThis research is a continuation of the research and community service activities of the author and the PKM team in January - May 2023 at the same location, namely the Darma Jati I Klungkung Bali Orphanage. This research discusses how orphanage children know about volcanoes and their mitigation (Maharani, 2023). The research results obtained from the questionnaire show that they still lack knowledge about volcanoes and their mitigation (Maharani, 2023). For the reasons mentioned above, the author and the PKM team carried out outreach activities using brochures containing volcanoes and their mitigation in order to provide basic knowledge of volcanoes (Maharani et al, 2023). The results of PKM activities show that the children at the orphanage understand enough about the dangers of volcanoes and their anticipation. In this follow-up research, researchers are trying to create educational comics about volcanoes and mitigation to make them more interesting and easy to understand. This comic comes from a brochure that was made previously. The comic was given to the children living in the orphanage with the aim that the children could take steps to take before, during and after a volcanic eruption. The results of the final research questionnaire showed that there was an increase in knowledge from before. Key words: orphanage children, volcano, knowledge, comic

    DISFEMIA TERHADAP PUAN MAHARANI DI TWITTER

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis disfemia yang digunakan netizen di twitter terhadap Puan Maharani. Objek penelitian ini adalah bahasa disfemia yang ditujukan oleh netizen kepada Puan Maharani di twitter. Datanya berupa kata, frasa, dan ungkapan yang menunjukkan adanya disfemia pada Puan Maharani. Sumber data berupa komentar para netizen dalam twitter. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah komentar netizen di twitter. Langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara analisis deskriptif. Penelitian ini berusaha menganalisis penggunaan disfemia yang terdapat dalam komentar para netizen di twitter. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama bentuk kebahasaan disfemia pada kolom komentar netizen di twitter ada tiga, yang berupa kata, frasa, dan ungkapan. Kedua, semua jenis disfemia ditemukan pada komentar netizen di twitter terhadap Puan Maharani. Kata Kunci: Disfemia; komentar netizen; twitte

    ANALISIS SEMIOTIKA SAUSSURE PADA KARYA POSTER MAHARANI YANG BERJUDUL “SAVE CHILDRENâ€

    Full text link
    Kebebasan berekspresi bagi setiap individu adalah bentuk dari pelaksanaan hak asasi manusia. Kebebasan berekspresi adalah aktualisasi atas pemikiran seseorang terhadapsuatu hal yang dapat direalisasikan dengan cara demonstrasi sebagai bentuk pengungkapannya dan dengan penuh tanggung jawab. Perancangan poster dalam menanggapi permasalahan dari kebebasan anak dalam berekspresi merupakan suatu cara ampuh untuk menyalurkan tanggapan serta pemikiran kita kepada masyarakat. Poster merupakan salah satu media komunikasi yang berkembang saat ini. Poster dipakai untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada masyarakat umumnya dicetak dan ditempatkan di ruang publik atau melalui media yang sekarang familiar yaitu media sosial. Tanda visual yang digunakan designer dalam poster ditujukan kepada masyarakat supaya masyarakat dapat mengerti pesan dan tujuan informasinya. Penggunaan tanda visual dari  poster yang mengangkat tema kebebasan anak-anak sangat menarik untuk ditelusuri, dibedah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotika. Semiotika adalah kajian ilmu mengenai tanda yang ada dalam kehidupan manusia serta makna dibalik tanda tersebut. Tanda visual yang akan diangkat untuk dianalisa dalam tulisan ini adalah sistem tanda dalam bentuk poster “Save Children†karya Maharani

    Pola Kampanye Politik Puan Maharani Dalam Meraih Kursi DPR

    No full text
    Kehadiran perempuan sebagai pemimpin merupakan salah satu strategi bagi lahirnya kebijakan yang lebih adil gender. Upaya perempuan dalam meraih kepemimpinan politik bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor yang memengaruhi perempuan dalam meraih kepemimpinan. Oleh karena itu menjadi penting dan relevan untuk mengkaji bagaimana proses komunikasi politik yang dibangun Puan Maharani dalam meraih kursi parlemen. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis peranan Puan Maharani sebagai komunikator politik dalam meraih kursi ketua DPR. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan Puan Maharani adalah sebagai komunikator politik. Saluran komunikasi yang digunakan oleh Puan Maharani dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan komunikasi secara langsung melalui pertemuan tatap muka dengan konstituen. Strategi komunikasi politik Puan Maharani memiliki lima tahapan, yaitu strategi pengalaman dari jenjang karir, strategi komunikator politik, strategi membangun jaringan konstituen, strategi saluran komunikasi dan strategi pengemasan pesan
    corecore