1,722,728 research outputs found
HASIL BELAJAR DALAM BUKU KONSTRUKSI TEORI BELAJAR QUR’ANI KARYA KADAR M. YUSUF
ABSTRAK
Nabila Ishmah Ramadhani, (2023): Hasil Belajar dalam Buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani Karya Kadar M. Yusuf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dalam buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani karya Kadar M. Yusuf, mendeskripsikan cara mendapatkan hasil belajar dalam buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani karya Kadar M. Yusuf. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Hasil belajar dalam buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani karya Kadar M. Yusuf adalah target yang ingin dicapai seseorang dalam kegiatan belajar (tujuan belajar) dan juga bekas yang terbentuk dalam diri peserta didik (efek dari kegiatan belajar). Pengertian sebagai tujuan belajar berarti menyamakan makna term hasil belajar dengan tujuan belajar. Pengertian sebagai efek dari kegiatan belajar sifatnya lebih umum dibandingkan pengertian dari ahli lain yang menjelaskan hasil belajar sebagai perubahan perilaku dan kemampuan. Tingkatan hasil belajar menurut Kadar M. Yusuf berupa terbentuknya pengetahuan dan keterampilan, kesadaran diri, rasa kagum kepada Tuhan, serta kesalehan vertikal dan horizontal. 2) Cara mendapatkan hasil belajar dalam buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani karya Kadar M. Yusuf adalah dengan mengintegrasikan keilmuan dan keimanan, mengaktifkan indra zahir, indra batin, indra qalbu saat belajar.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani, Kadar M. Yusu
KONSEP BELAJAR DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF KADAR M. YUSUF DALAM BUKU KONSTRUKSI TEORI BELAJAR QUR’ANI
ABSTRAK
Irdina Nurhikmah, (2021): Konsep Belajar dalam Al-Qur’an Perspektif Kadar M. Yusuf dalam Buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani
Konsep belajar dalam Al-Qur’an mengantarkan para pelajar kepada hidayah. Proses belajar dalam Al-Qur’an merupakan aktivitas indra baik indra lahir maupun indra batin. Indra lahir berada di bagian luar diri manusia dengan penglihatan, pendengaran, dan rasa. Sedangkan indra batin bagian dalam diri manusia yang berpusat di otak dengan menyimpan informasi, berpikir, menganalisis, dan mengambil kesimpulan. Indra lahir menyerap informasi, gagasan, atau ide yang berkaitan dengan objek yang dipelajari dikirim kepada indra batin yang berpusat di otak. Informasi dari indra lahir yang telah terserap oleh indra batin diolah, sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan. Konsep belajar dalam Al-Qur’an sangat penting dalam Islam untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang berilmu dan beriman. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Konsep Belajar dalam Al-Qur’an Perspektif Kadar M. Yusuf dalam Buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani karya Kadar M. Yusuf. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsep belajar dalam Al-Qur’an perspektif Kadar M. Yusuf dalam buku Konstruksi Teori Belajar Qur’ani yaitu: ta’allama, darasa, ra’a, qara’a, sami’a, basara, nazara, fakara, tadabbur, dan dhakara. Narasi-narasi konsep belajar tersebut diartikan kepada melihat, mendengar, membaca, berpikir, dan mengingat. Jika kegiatan-kegiatan belajar ini belum dilakukan, maka belum bisa tergolong dalam kegiatan belajar sesungguhnya.
Kata Kunci: Konsep Belajar dalam Al-Qur’an, Konstruksi Teori Belajar Qur’an
KAJIAN SENI KALIGRAFI ISLAM DI MASJID RAYA MAKASSAR DAN MASJID AL-MARKAZ AL-ISLAMI JENDERAL M. YUSUF MAKASSAR
ABSTRAK AGUSSARIF, 1281041039, 2018. “Kajian Seni Kaligrafi Islam di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al-Markaz Al-Islami Jendral M. Yusuf”. Skripsi: Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desaint Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh H. Abd Aziz Ahmad dan H. Ali Ahmad Muhdy. Skripsi ini adalah penelitian tentang kajian seni kaligrafi Islam di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf Makassar. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah kajian seni kaligrafi Islam di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf Makassar. Pokok masalah tersebut kemudian dirumuskan kedalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu; 1) bagaiman konsep ide kaligrafi islam yang digunakan di Masjid Raya Makassar dan Masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Yusuf Makassar?, 2) apa persamaan dan perbedaan ide kaligrafi yang digunakan pada ruang Masjid Raya Makassar dan Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf Makassar ?. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk tulisan gaya kaligrafi islam yang terdapat pada Masjid Raya Makassar dan Masjid Almarkaz AlIslami Jenderal M. Yusuf Makassar Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah komunikasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus pada kedua masjid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, komunikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa Masjid Raya Makaassar dan Masjid Al- Markaz Al-Islami Jendral M. Yusuf Makassar mengunakan ide kaligrafi khat khufi dan khat tsuluts. Dari kedua masjid tersebut sama-sama memiliki kesamaan kaligrafi khat kufi dengan kesamaan tulisan lafadz “ Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasulullah”. Pada kedua masjid memiliki perbedaan pada hiasan kaligrafi, Masjid Raya Makassar mengunakan bentuk ide kaligrafi khat kufi dan khat tsuluts. Dengan tulisan kaligrafi berada pada semua bagian dinding masjid termasuk pada bagian mihrab dan bagian luar, pada pintu timur dengan bahan cat yang ditulis langsung pada dinding sedangkan Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf hanya mengunakan ide kaligrafi khat kufi. Dengan perbedaan yang lebih mencolok lagi berada pada penempatan hiasan kaligrafinya. Berbeda dengan Masjid Al-Markaz Al-Islami Jendral M. Yusuf penempatan ide yang digunakan terdapat pada hiasan kaligrafi interior yang bagian dinding terbuat dari granit hitam dengan bahan yang digunakan adalah tembaga kekuning-kuningan dengan kaligrafi bergiometris yang timbul. Perbedaan selanjutnya adalah pada tulisan ayat Al-Quran yang digunakan pada kedua masjid tersebut. Kata Kunci: Kajian Kaligrafi, Mesjid Raya, Masjid Al- Markaz Al- Islami Jenderal M. Yusu
STRUKTUR PENYAJIAN TARI JEPIN TEMBUNG PENDEK KARYA M. YUSUF DAHYANI
AbstractThe aspects of Jepin Tembung Pendek dance by M. Yusuf Dahyani has been the researcher’s interest to explore and analyze through this research. The aim of this study is to define the structure of the dance performance. This research was conducted using a descriptive method. Through observation, interviews, and documentation techniques the data were collected in the form of presentation structure of Jepin Tembung Pendek dance that comprises 3 main parts of dance (beginning, middle, and end) from the informants M Yusuf Dahyani and Anwar Dzafar. Based on the results of the interview, the dance was debuted in the 1930s. The previous basic movement of dance was created by Mr Unggal Jais from Teluk Pak Kedai. At that time, dance had not undergone any change in the components of motion, music, and costumes. The supporting elements of the dance are music, costumes, and attributes. Becoming a piece of the cultural richness, the dance of Jepin Tembung Pendek must be maintained to bring it to the next generations. Keywords: Presentation Structure, Jepin Tembung Pendek Dance by M.Yusuf Dahyan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
