234 research outputs found

    Ahmad Syafii Maarif: Kajian Sosial-intelektual dan Model Gagasan Keislamannya

    No full text
    Salah satu tokoh pemikiran Islam di Indonesia yang turut serta menciptakan dinamika pemikiran Islam adalah Ahmad Syafii Maarif. Lahir dari kultur Minang yang kaya dengan berbagai kearifan dan kental nuansa keislaman membuat Syafii Maarif akrab dengan ajaran Islam. Situasi sosial tersebut memberikan pengaruh besar terhadap bangunan intelektual Syafii maarif selanjutnya. Meskipun lahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun ia memiliki kemauan yang cukup keras untuk terus belajar hingga ke fase pendidikan yang paling tinggi. Tradisi merantau yang telah mendarahdaging bagi masyarakat Minang mengantarkan Syafii Maarif meninggalkan kampung halaman untuk menimba ilmu dan pengalaman di berbagai tempat, sampai pada akhirnya ia terdampar di Ohio Athens dan Chicago Amerika Serikat ketika menyelesaikan program master dan doktornya. Pemikiran keislaman Syafii Maarif ditandai oleh Alquran sebagai kerangka berpikir dan sejarah sebagai analisisnya. Dua hal itu menjadi ciri khas model berpikir Syafii Maarif

    Pemikiran Pendidikan Pluralisme Keagamaan Ahmad Syafii Maarif

    No full text
    Indonesia is an archipelagic nation that compounds customs, tribes and religions. Religion becomes the principle of the right to live as a citizen and to worship the Lord is neither negoitable nor prohibited by anyone. However, the trust faiths often violate the rights of other religions in the practice of religion in Indonesia since the first until today. Departing from such backgrounds the author then, will rediscuss the thinking of Muslim leaders who tries to formulate the idea of religious tolerance, namely Ahmad Syafii Maarif, and therefore the author tooks the title "Religious Pluralism Education Thoughts of Ahmad Syafii Maarif". This study aims to obtain information about the educational thought of religious pluralism by Ahmad Syafii Maarif, and its implications. The research uses descriptive qualitative approach, based on literature and the historical method. While the method of data collection uses the method of documentation and analysis of data uses the content analysis method. With that framework, it is known that the principle of honesty, sincerity, tolerance and promoting the human values is indispensable in the hold of religious pluralism education. Furthermore, it is necessary to have attitude of adherence to the constitution in order to care for diversity and avoid from being narrow fanaticism. Educational implications of religious pluralism of Ahmad Syafii Maarif include two sides. In the internal side, the theme of morality and tolerance are the missions that he always brings, and in the external side, through his thoughts he immediately shares and Maarif Institute he has established, the idea of pluralism is increasingly known and widely spread into the minds of the people of Indonesia. Keywords: Religious Pluralism, Education, Ahmad Syafii Maarif

    MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AHMAD SYAFII MAARIF DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER

    No full text
    Latar belakang penelitian ini muncul akibat maraknya paham terorisme, radikalisme, kekerasan, anti toleransi dikalangan masyarakat Indonesia maupun di dunia. Pendidikan agama Islam dan tokoh penyuluh agama berperan penting untuk mengatasi hal itu. Salah satu tokoh penyuluh agama dalam Islam adalah Ahmad Syafii Maarif yang terkenal dengan pemikirannya yang mendukung sikap anti terorisme, pluralisme, sikap moderat, toleransi demi kokohnya persatuan bangsa. Terdapat tiga rumusan masalah pada penelitian ini diantaranya: (1) bagaimana pemikiran Ahmad Syafii Maarif mengenai moderasi beragama?, (2) bagaimana usaha Ahmad Syafii Maarif dalam mewujudkan moderasi beragama?, (3) bagaimana relevansi moderasi beragama perspektif Ahmad Syafii Maarif terhadap pendidikan Islam kontemporer?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menelaah pemikiran tokoh yakni Ahmad Syafii Maarif dengan karya-karyanya, karya tersebut berupa buku, jurnal dan dokumen lain yang menjadi refleksi pemikirannya. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini melalui dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber data dari berbagai buku karya Ahmad Syafii Maarif serta juga memanfaatkan sumber-sumber dari tulisan ataupun karya dari peneliti lain guna untuk keperluan pengecekan kembali derajar keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Moderasi beragama yang ditawarkan Ahmad Syafii Maarif yakni agama sebagai landasan kebangkitan bangsa, Islam keIndonesiaan, Islam demokratis dan Islam modernitas. Moderasi beragama Ahmad Syafii Maarif secara global dapat dimaknai bahwa beliau mengatakan agar memberikan tafsir ulang tentang kitab suci seluruh umat beragama, agar mampu disikapi dan dimengerti oleh para penganutnya secara substansi dan esensi. Hal yang demikian itu berakhir pada sikap toleransi yang semakin baik dan terasa perannya dalam kehidupan masyarakat di Indonesia maupun di dunia. (2) Usaha Ahmad Syafii Maarif dalam mewujudkan sikap moderasi terbagi menjadi tiga tahapan yaitu sebelum memimpin Muhammadiyah, menjadi pemimpin Muhammadiyah dan setelah memimpin Muhammadiyah. Melalui tiga tahapan tersebut terlihat jelas moderasi beragama yang diinginkan beliau yaitu terciptanya masyarakat yang damai, harmonis, toleran dan menjunjung tinggi rasa kesatuan antar bangsa dan negara. (3) terdapat relevansi yang kuat antara moderasi beragama perspektif Ahmad Syafii Maarif dengan pendikian Islam kontemporer, hal ini dapat dilihat pada konsep pendidikan Islam pada masa kini yang senantiasa berusaha menciptakan peserta didik yang baik secara moral, sosial dan spritual sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur‟an dan Sunnah

    Konsep riba dalam Al-Qur'an : Studi komparatif pemikiran Muhammad Quraish Shihab dan Muhammad Syafii Antonio

    No full text
    Penelitiaan ini bermula dari adanya perbedaan metode Muhammad Quraish Shihab dan Muhammad Syafi`i Antonio dalam memahami ayat-ayat mengenai konsep riba. Adapun mengenai keharaman riba sudah menjadi kesepakatan antara para ulama. Walaupun keduanya menggunakan ayat-ayat yang sama, tetapi perbedaan metode yang mereka gunakan membuat proses analisisnya berbeda. Hal ini diakibatkan latar belakang keduanya yang tidak sama, Muhammad Quraish Shihab merupakan seorang ulama ahli tafsir sementara Muhammad Syafi`i Antonio merupakan cendekiawan ekonomi syari’ah. Berdasarkan pengulasan di atas ada beberapa persoalan yang penulis hendak kaji, yaitu: (1) Bagaimana konsep riba dalam al-Qur’an menurut M. Quraish Shihab? (2) Bagaimana konsep riba dalam al-Qur’an menurut M. Syafii Antonio? (3) Apa perbedaan dan persamaan pemikiran Quraish Shihab dan Syafii Antonio tentang riba? Riset ini termasuk kedalam jenis riset pustaka (library research), sementara metode yang diterapkan penulis dalam riset ini yaitu metode komparatif dengan menerapkan pendekatan kualitatif. Teknik menghimpun data yang diterapkan yakni dengan menghimpunnya dari berbagai buku atau semacamnya yang relevan dengan judul riset ini. Adapun teknik analisis data yang diterapkan yakni analisis ini (content analisis) serta analisis komparatif (perbandingan). Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa kesimpulan, yaitu: (1) Quraish Shihab memandang bahwa riba merupakan sesuatu tambahan atau kelebihan dari jumlah utang yang berlipat ganda serta dipungut ketika jatuh tempo pelunasan utang sehingga adanya penyiksaan pada orang-orang yang membutuhkan. Kesimpulan ini berdasarkan pemahamannya terhadap kata kunci yang terdapat dalam ayat-ayat larangan riba. (2) Menurut Muhammad Syafii Antonio riba merupakan pengambilan tambahan, baik dalam transaksi perniagaan ataupun peminjaman secara batil atau berlawanan dengan prinsip muamalah dalam Islam. Menurutnya secara garis besar riba dibagi menjadi riba utang piutang dan riba jual beli. Analisis yang digunakan Muhammad Syafii Antonio dalam memahami konsep riba dalam al-Qur’an cenderung pada analisis ushul fiqih. (3) Quraish Shihab dan Muhammad Syafii Antonio menggunakan ayat-ayat yang sama dalam memahami konsep riba dalam al-Qur’an yaitu surat Al-Rum ayat 39, surat an-Nisa ayat 160-161, surat Ali Imran ayat 130, dan surat al-Baqarah ayat 275-280. Adapun perbedaan diantara kedua tokoh tersebut hanya perbedaan metode yang digunakan dalam menganalisis ayat-ayat tersebut

    ISLAM SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL DALAM KEMAJEMUKAN DI INDONESIA PERSPEKTIF AHMAD SYAFII MA’ARIF

    No full text
    This study aims to reveal the concepts of multi-identity in Ahmad Syafii Ma\u27arif\u27s thoughts which are the foundation of the concept of tolerance and relations between religion and the state. This becomes the more point that will be elaborated in this research to give a differentiation of Syafii Maarif\u27s thoughts with the thoughts of other figures who also make the Qur\u27an as a foundation, but it does not demand that the state visually carry the concept of an Islamic state. This research uses a literature study and data analysis methods using the hermeneutic approach. This study concludes that Ahmad Syafii Ma\u27arif consistently applies the moral foundations of Islam in the state by not making Islam as a state visual identity but as a social identity. So that Islamic identity is not needed to be raised. With this concept, religion becomes a source of identity that is united in state identity, namely Pancasila. With this concept, the opposition that often occurs in determining the country\u27s identity can be minimized by emphasizing the multi-identity possessed by the people in Indonesia. This concept can also bridge the conflicts that often arise between Islamists and Nationalists regarding this matter

    Analysis of Factors Influencing The Generosity Behavior of Muslim Students in Medan

    No full text
    Indonesia as the country with the largest muslim population in the world certainly has a significant impact on the behavior of muslims, one of which is an attitude of generosity. Generosity or in other words Islamic philanthropy has several influencing factors, including religiosity, sharia financial literacy, social media, and income. Based on data from the OJK, the level of sharia financial literacy in Indonesia is still low, namely 9.14%, even though Indonesia is the largest muslim country. This research is a type of quantitative research with the research drivers being muslim students in Medan city. The number of samples used was 100 respondents with calculations using the Slovin formula. Data collection uses a questionnaire distributed via Google Forms. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Before testing the hypothesis, a data feasibility test and a classical assumption test are carried out first. The test is carried out using the eviews 12 program with the results of the classical assumption test being that the data is normally distributed, there is no multicollinearity and there is no heteroscedasticity. The test results stated that all independent variables, namely religiosity, social media, sharia financial literacy, and income had a positive influence on the generosity behavior of muslim students in Medan, both partially and simultaneously. Based on the results of the hypothesis test, it could be concluded that each independent variable had an influence which is significant towards Islamic philanthropic behavior as the dependent variable. With these results, the author suggests strengthening sharia financial literacy and using social media for philanthropic actions so that Indonesia can increase sharia financial literacy, especially among students. The author also suggests developing objects and variables in further research.135 PagesSkripsi Sarjan

    KIFAYATUL IBADAH: SUNTINGAN TEKS, ANALISIS STRUKTUR, DAN KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

    No full text
    Nadia Lutfiana Mawarni. C0212046. 2017. Kifāyatu `l-‘Ibādah: Suntingan Teks, Analisis Struktur, dan Kajian Fikih Mazhab Syafii. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana suntingan teks Kifāyatu `l-‘Ibādah? (2) Bagaimana struktur teks Kifāyatu `l-‘Ibādah? (3) Bagaimana isi ajaran ibadah di dalam teks? Tujuan penelitian ini adalah (1) menyediakan suntingan teks Kifāyatu `l- ‘Ibādah yang baik dan benar; (2) mendeskripsikan struktur penyajian, gaya penyajian, pusat penyajian, dan gaya bahasa teks Kifāyatu `l-‘Ibādah; (3) mengungkapkan isi teks Kifāyatu `l-‘Ibādah yang berkaitan dengan ajaran ibadah berdasarkan fikih mazhab Imam Syafii. Metode suntingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode landasan, sedangkan metode analisis adalah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah naskah digital bernomor 07_00812 dan naskah Kifāyatu `l- ‘Ibādah koleksi PNRI bernomor Ml 314. Teknik pengumpulan data dilakukan adalah dengan cara studi pustaka dan studi dokumentasi terkait teks Kifāyatu `l- ‘Ibādah. Berdasarkan hasil penelitian terhadap teks Kifāyatu `l-‘Ibādah dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) suntingan teks Kifāyatu `l-‘Ibādah menunjukkan adanya kesalahan salin tulis yang terdiri dari 6 adisi, 31 lakuna, 10 substitusi, 5 ditografi, dan 4 transposisi; (2) struktur teks Kifāyatu `l-‘Ibādah meliputi struktur penyajian, pusat penyajian, gaya penyajian, dan gaya bahasa; (3) isi teks Kifāyatu `l-‘Ibādah meliputi hukum air, wudu, tayamum, haid nifas dan istihadah, salat, salat Jumat, salat jenazah, dan puasa

    Comparative thought Ian A Fazlur Rahman and M. Syafii Amtonio about Bunga Bank

    No full text
    The study, titled "Comparative thought Ian A Fazlur Rahman and M. Syafii Amtonio about Bunga Bank," aims to describe the figure\u27s thinking about the bank\u27s interest. According to A Fazlur Rahman looked to allow interest of the bank and did not equate with RIBA, and according to Muhammad Syafi\u27i Antonio looked at the bank interest of something unclean and equally legal with RIBA, that is equally haram. This type of research is a library research, which is research that makes the literature as the main source (data). The nature of this research is A comparative-comparatively describing the thought of A. Fazlur Rahman and Muhammad Syafi\u27i Antonio systematically and as objectively as possible.  The equation is not found in this study because the scholarly study was different. The difference is, A Fazlur Rahman does not agree if bank interest includes RIBA. Thus, it does not reject the elimination of bank interest in Pakistan on the grounds of economic development, although it includes the peace. To justify the bank\u27s interest (RIBA) although it is not a threat of unrest and exploitative, different. While Muhammad Syafi\u27i Antonio argued that bank interest as something unlawful because bank interest is a principal loan burden to be paid at maturity, even if the effort or project suffered losses. So the borrower feels burdened with the increase in interest of the bank
    corecore