1,402 research outputs found
FUNGSI SENI LUKIS BALI MODERN ANAK AGUNG GEDE SOBRAT
This article examines the important of appreciating the paintings of A.A. Gede Sobrat, due to the interesting form, theme, and function of the painting. The work of this painter has its distinctive characteristic that is well known and has enhanced the artistic level of Bali and Indonesia in painting. Anak Agung Gede Sobrat obtained inspiration from Walter Spies and R. Bonnet, although Sobrat previously focused on Balinese traditional painting. His encounter with Walter Spies and R. Bonnet provides artistic ideas in painting arts. The author wishes to understand the form, function, and meaning of the artistic exploration of Anak Agung Gede Sobrat
Perencanaan Pengembangan Prasarana Kawasan Ekowisata Situ Gede Kota Bogor: Infrastructure Development Planning of Situ Gede Ecotourism Area
Situ Gede area includes a local protection area, functioning as a water catchment area and protected area that will be developed into an ecotourism area based on RTRW and RTBL Situ Gede area and CIFOR fiscal year 2014. The research was conducted to evaluate the existing infrastructure and to make the planning of its development special on environmental roads, waste systems, and parking buildings. The research method begins with the creation of the basic map of Situ Gede area, the retrieval of existing data using secondary data, infrastructure planning in the form of environmental roads, waste management system, and parking building planning, and the creation of infrastructure development planning map Situ Gede area as an external expected from this research. Planning to observe the conservation aspects of water resources by conducting zoning utilization. The zoning arrangement was conducted to provide protection, use, and control of existing resources, especially the creation of a lake boundary of 50 m wide from the body
Inklusi Keuangan Kepada Pedagang Pasar Tradisional Pasar Gede Di Surakarta
ABSTRAK INKLUSI KEUANGAN KEPADA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL PASAR GEDE DI SURAKARTA BAYU SETYONINGSIH F3614028 Bank harus berperan penting untuk menedukasi masyarkat kelas menengah ke bawah tentang pentingnya akses keuangan seperti tabungan, atm dan layanan perbankan yang lainnya sangat penting untuk masa depan dan kemajuan usaha yang dimiliki. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan program inklusi keuangan kepada pedagang Pasar Tradisional Pasar Gede di Surakarta, cara mengedukasi Pedagang Pasar Tradisional tentang inklusi keuangan di Pasar Gede Surakarta dan untuk mengetahui pandangan tentang inklusi keuangan pada pedagang Pasar Tradisional Pasar Gede Kabupaten Surakarta. Tempat pelaksanaan penelitian berada di Pasar Tradisional Pasar Gede Kabupaten Surakarta. Untuk memperoleh data yang diperlukan lewat kuisioner dalam penyusunan Tugas Akhir ini digunakan beberapa metode analisis pengumpulan data antara lain : metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi, metode studi pustaka. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang mengetahui bahwa cara meningkatkan,mengedukasi dan pandangan tentang inklusi keuangan pada pedagang di pasar tradisional Pasar Gede Kabupaten Surakarta telah sesuai degan program perbankan dalam mengedukasi tentang program inklusi keuangan yang telah dilakukan pada pedagang Pasar Tradisional Pasar Gede di Surakarta perlu memperbaiki cara mengedukasi dan peningkatan tenbtang inklusi keuangan dilakukan kurang baik dikarenakan masih kurangnya pemahaman pedagang di Pasar Gede. Dari hasil penelitian tentang pandangan pedagang tentang inklusi keuangan sudah baik, karena pedagang banyak yg sudsah memiliki Bank. Tapi peningkatan dan edukasi yang dilakukan lembaga perbankan masih kurang baik karena masih kurangnya pemahaman masyarakat ataupun pedagang tentang inklusi keuangan, namun penulis memberikan lternative antara lain cara meningkatkan inklusi keuangan,pemahaman masyarakat tentang inklusi keuangan dan cara mengedukasi pedagang di Pasar Tradisional Pasar Gede perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,serta memperbaiki program edukasi dan peningkatan yang lebih mendalam dan lebih baik lagi. Kata kunci : Peningkatan dan Program Edukasi Inklusi Keuangan Kepada Pedagang Pasar Gede ABSTRACT FINANCIAL INKLUSI TO MARKET TRADERS TRADITIONAL MARKET GEDE IN SURAKARTA BAYU SETYONINGSIH F3614028 Banks must play an important role in educating middle-low class people about the importance of access to finance such as savings, atm and other banking services is essential for the future and progress of the business. The purpose of this Final Project is to find out how to improve the financial inclusion program to Traders of Pasar Gede Traditional Market in Surakarta, how to educate Traditional Market Traders about financial inclusion in Pasar Gede Surakarta and to know the view about financial inclusion on traders of Traditional Market Pasar Gede Surakarta . The place of research is located in Pasar Gede Traditional Market Surakarta regency. To obtain the necessary data through questionnaires in the preparation of this Final Project used several methods of data collection analysis, among others: observation method, interview method, documentation method, literature study method. The type of data in this study uses primary data and secondary data. The results of research that know that how to improve, educate and view of financial inclusion on traders in traditional markets Pasar Gede Surakarta district has been in accordance degan banking program in educate about the financial inclusion program that has been done to Traders of Pasar Gede Traditional Market in Surakarta need to improve how to educate and The increase in financial inclusion was done poorly due to the lack of understanding of traders in Pasar Gede. From the results of research on the views of traders about financial inclusion is good, because many traders who have bank sudsah. But the improvement and education done by banking institutions is still not good because there is still a lack of understanding of society or traders about financial inclusion, but the author gives lternative such as how to increase financial inclusion, public understanding about financial inclusion and how to educate traders in Pasar Gede Traditional Market need to be maintained and More upgraded, and improving educational programs and enhancements that are more profound and better. Keywords: Improvement and Education Inclusion Education Program To Traders Market Ged
Struktur Komunitas Fitoplankton di Situ Gede Tasikmalaya Jawa Barat
Situ Gede Tasikmalaya merupakan wilayah perairan umum dengan luas sekitar 40-
47 Ha, kedalaman air antara 1,5 m - 6 m. Ketersediaan air di Kawasan Situ Gede berasal dari kawah Gunung Galunggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton antar stasiun di Situ Gede Tasikmalaya berdasarkan keragaman, kelimpahan, kemerataan, dan dominansi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling (area Inlet, Tengah 1, Tengah 2, Tengah 3, Tengah 4, dan Outlet). Lokasi pengambilan sampel di bedakan menjadi 6 dengan pengambilan sampel selama 3 hari, waktu pengambilan sampel pada bulan februari 2019. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji beda nyata, dan aturan 50%. Hasil peneletian menunjukan nilai Keragaman yaitu 15 spesies, indeks keragaman berkisar 2,04 - 2,41. kelimpahan berkisar 1.440-3.365 ind/L, indeks kemerataan berkisar 0,786-0,898 dan indeks dominansi berkisar 0,103-0,174. fitoplankton yang predominansi yaitu pada Filum chlorophyceae Eudorina elegans, dan Filum Dinoflagellata yaitu Peridinium bipe
ANILISIS KARAKTERISTIK DAN PENGEMBANGAN FASILITAS PEDESTRIAN DI JALAN A.A. GEDE NGURAH, CAKRANEGARA
Jalan A.A Gede Ngurah merupakan salah satu jalan dengan rutinitas pejalan kaki yang cukup aktif. A.A Gede Ngurah sebagai salah satu ikon Kota Mataram dan lokasi yang vital, Jalan A.A Gede Ngurah memiliki banyak lokasi strategis yang ramai dikunjungi seperti tempat kuliner,tokoh permaina,pasar dan lain sebainya.
Metode dalam kegiatan penyusunan skripsi ini pada hakekatnya adalah kegiatan dalam bentuk penelitian yang menggunakan metode survai, metode survai yang dimaksud adalah dengan menggunakan teknik manual dalam pengamatan dan pengambilan data di lapangan.
Dalam penelitian ini di peroleh Data karakteristik pejalan kaki dalam melakukan pergerakan di jalan A.A Gede Ngurah kawasan BANK CCBI meliputi volume rata-rata pejalan kaki pada jam puncak di hari minggu jam 09.45-10.00 sebanyak 31 orang/15 menit, perhitungan data arus (flow) sebesar 2,066 pejalan kaki/min, perhitungan data kecepatan (speed) 83,217 m/min, Perhitungan kecepatan rata-rata waktu sebesar 38,547 m/menit, Perhitungan kecepatan rata-rata ruang (Vs) sebesar 54,1012 m/min, Perhitungan data kepadatan (density) sebesar 0,0381 pejalan kaki/m2 dan Perhitungan data ruang (space) sebesar 26,246 m2/pejalan kaki. Berdasarkan besarnya nilai ruang (space) pejalan kaki pada interval 15 menitan yang terbesar tersebut, maka tingkat pelayanan pejalan kaki di jalan A.A Gede Ngurah kawasan BANK CCBI berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no. 03/PRT/M (2014) adalah termasuk dalam kategori tingkat pelayanan “
IDENTIFIKASI DINAMIKA PERTUMBUHAN WILAYAH PERI-URBAN (WPU) DI KECAMATAN BOJONG GEDE KABUPATEN BOGOR
Perkembangan wilayah perkotaan secara fisik ditandai oleh pertumbuhan pesat pada kawasan pinggiran kota yang dikenal sebagai proses suburbanisasi. Wilayah suburbanisasi tersebut dikenal sebagai Wilayah Peri-Urban (WPU). Kecamatan Bojong Gede merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor, dengan tingkat pertumbuhan wilayah yang sangat tinggi, hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh wilayah sekitarnya yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bojong Gede yaitu Kota Bogor, Kota Depok, dan Cibinong. Dengan demikian tingkat pertumbuhan Kecamatan Bojong Gede serta kenampakan fisik perkotaan sangat tinggi, sehingga Kecamatan Bojong Gede menjadi wilayah transisi antara desa kota yang disebut WPU. Pertumbuhan WPU memberikan berbagai dampak pada perkembangannya baik secara fisik, ekonomi maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasikan tipologi zona WPU perdesa, dan mengidentifikasi keselarasan pertumbuhan WPU Kecamatan Bojong Gede terhadap RTRW Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data primer, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi lapangan dan dokumentasi. Serta pengumpulan data sekunder meliputi studi literatur dan survei instansi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif kuantitaif dengan metode skoring dan pembobotan serta analisis GIS. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tipologi zona WPU berdasarkan aspek fisik, aspek ekonomi, dan asepk sosial didapat 2 klasifikasi yaitu tipologi Predominantly Urban dan Semi Urban. Tipologi Predominantly Urban meliputi Desa Pabuaran dan Desa Bojong Baru, dan Untuk tipologi Semi Urban meliputi Desa Bojong Gede, Desa Cimanggis, Desa Susukan, Desa Ragajaya, Desa Kedung Waringin, Desa Waringin Jaya dan Desa Rawa Panjang. Karakteristik WPU Kecamatan Bojong Gede yaitu sebagai wilayah yang dijadikan sebagai tempat tinggal, karena banyak didominasi oleh kawasan permukiman dan perumahan. Pertumbuhan WPU Kecamatan Bojong Gede selaras dengan RTRW kabupaten Bogor, sehingga perlu adanya pengendalian untuk merencanakan Kecamatan Bojong Gede dimasa yang akan datang. Kata Kunci : Dinamika, Pertumbuhan, Wilayah Peri Urban (WPU
Mekanisme Sumber Gempa Vulkano-Tektonik (Vt) Gunung Gede Periode Januari – November 2015
Gempa vulkanik yang terekam di Gunung Gede pada periode Januari –
November 2015 memiliki karakteristik diantaranya gempa VT-A, VT-B, dan LF.
Masing-masing gempa vulkanik tersebut memiliki rentang frekuensi 0 – 3 Hz untuk
LF, 3 – 5 Hz untuk VT-B dan lebih dari 5 – 15 Hz untuk VT-A. Hasil rekaman
periode Januari – November 2015 menunjukkan gempa VT-B mendominasi
aktivitas kegempaan gempa vulkanik di Gunung Gede. Dominasi ini ditunjang
dengan diperolehnya hasil kedalaman hiposenter awal dari metode GAD yang
dominan di kedalaman dangkal antara 2 km di bawah permukaan air laut hingga 2
km di atas permukaan air laut. Pemberian damping kecepatan pada model
kecepatan dan hiposenter awal yang bervariasi dari 0.1 – 0.3 km/s memberikan hasil
berupa model kecepatan dan hiposenter relokasi yang stabil di damping kecepatan
sebesar 0.25 km/s dengan nilai minimum rms residual 0.152. Hasil relokasi
hiposenter yang diperoleh kemudian digunakan untuk masukan dalam penentuan
mekanisme sumber selain polaritas gerak awal dan amplitudo gelombang P.
Mekanisme sumber gempa VT Gunung Gede dibagi menjadi 4 kluster. Sumber
gempa VT dari Januari – September lebih didominasi sesar naik atau naik-geser
setelah itu bulan Oktober sumber didominasi oleh sesar normal. Kedalaman sumber
terkonsentrasi di kedalaman 2.5 – 10 km di bawah permukaan air laut dan tersebar
merata secara horizontal ke arah Baratdaya dan Selatan dari Gunung Gede
Keanekaragaman Zooplankton sebagai bioindikator kualitas air di Perairan Embung Gede Bage Bandung Jawa Barat
Embung merupakan waduk berukuran mikro yang dibangun untuk menampung kelebihan air pada musim hujan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pada musim kemarau. Embung Gede Bage terletak dekat dengan industri dan perkotaan serta banyak aktivitas manusia di sekitarnya sehingga berpotensi menurunkan kualitas air. Oleh karena itu, perlu biointikator untuk mengetahui kualitas perairan salah satunya dengan mengetahui keanekaragaman zooplankton. Zooplankton merupakan organisme penting dalam ekosistem dan dapat dijadikan bioindikator suatu perairan dikarenakan sensitifitas yang tinggi terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman zooplankton dan juga mengatahui kualitas air di Embung Gede Bage berdasarkan keanekaragaman zooplankton. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 dengan metode Purposive sampling dengan mengambil empat titik sampling. Kedalaman yang diambil yaitu 0 m, 1,5 m, dan 3 m. Selain mengambil sampel plankton juga diukur parameter fisik-kimia yaitu suhu, kecerahan, intensitas cahaya, pH, DO, COD, BOD, nitrat, fosfat dan TDS. Sampel zooplankton di identifikasi jenisnya di Laboratorium. Hasil identifikasi dianalisis menggunakan indeks keaenekaragaman, kelimpahan, keseragaman, dan dominansi. Hasil dari penelitian ini adalah keanekaragaman zooplankton di Perairan Embung Gede Bage Bandung Jawa Barat di setiap stasiun termasuk ke dalam kategori keanekaragaman sedang yang terdiri dari 8 kelas dan 83 jenis. Nilai indeks keanekaragaman tiap stasiun berbeda, yaitu stasiun 1 (1,73), stasiun 2 (2,02), stasiun 3 (2,03), dan stasiun 4 (1,72). Berdasarkan parameter fisik-kimia dan indeks keanekaragaman kualitas air di Embung Gede Bage Bandung Jawa Barat dikategorikan tercemar sedang dan masuk ke dalam baku mutu air kelas II
PRODUKTIVITAS PRIMER FITOPLANKTON DI SITU GEDE KOTA TASIKMALAYA
Kegiatan manusia di sekitar perairan dapat mengakibatkan masuknya bermacam substansi ke dalam sistem perairan dan mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan tingkat kesuburan di perairan tersebut. Untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan dapat dilakukan pengukuran produktivitas primer dalam perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat produktivitas primer di Situ Gede Kota Tasikmalaya dan mengetahui profil faktor abiotik di Situ Gede Kota Tasikmalaya. Penelitian produktivitas primer fitoplankton telah dilakukan di Situ Gede Kota Tasikmalaya, di lima titik pengamatan dan tiga kedalaman. Penelitian dilakukan tiga kali selama bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2008 dengan interval setengah bulan. Analisis produktivitas primer dilakukan dengan mengukur konsentrasi klorofil-a yang terkandung dalam fitoplankton. Parameter faktor fisik kimiawi lingkungan yang diukur, yakni suhu, kekeruhan, pH, oksigen terlarut, CO2 bebas dan penetrasi cahaya. Hasil analisis produktivitas primer fitoplankton di setiap kedalaman menunjukkan hasil yang berbeda signifikan, karena K hitung lebih besar dari K tabel yaitu 17,037 ≥ 5,99. Produktivitas primer tertinggi terdapat pada kedalaman 0,5 m yaitu sebesar 0,0058 mg C/m2/hari, sedangkan produktivitas primer terendah terdapat pada kedalaman 1,5 m yaitu sebesar 0,0013 mg C/m2/hari. Secara umum faktor fisik kimiawi lingkungan, yaitu suhu, kekeruhan dan pH di setiap kedalaman hasilnya sama, begitu pula dengan penetrasi cahaya. Sedangkan oksigen terlarut di setiap kedalaman, menunjukkan hasil yang berbeda, dikarenakan konsumsi oksigen oleh organisme perairan seperti fitoplankton di setiap kedalaman berbeda-beda
HYPOCENTER DETERMINATION AND CLUSTERING OF VOLCANO-TECTONIC EARTHQUAKES IN GEDE VOLCANO 2015
Gede volcano is an active volcano in West Java, Indonesia. Research about determination the volcano-tectonic earthquake source positions has given results using volcano-tectonic earthquakes data from January until November 2015. Volcano-tectonic earthquakes contained deep (VT-A) have frequency (maximum amplitude) range 5 – 15 Hz. Furthermore, they contain shallow earthquake, VT-B have range 3-5 Hz and LF have range 1-3 Hz. Geiger’s Adaptive Damping (GAD) methods used for determining the hypocenter of these volcano-tectonic (VT) events. Hypocenter distribution divided into 4 clusters. Cluster I located in the crater of Gede volcano dominated by VT-B earthquakes their depth range 2 km below MSL to 2 km above MSL including the VT-B swarm. The seismic sources in cluster I indicated dominant due to the volcanic fluid or gas filled in conduit pipes. Cluster II located at the west of Gede volcano caused by Gede-Pangrango fault-line dominated by VT-A earthquakes with depths range 1.5 km below MSL to 700 m above MSL. Cluster III located in the North of Gede volcano dominated by VT-A events there caused by graben fault area with those depths range 7.5 – 1.65 km below MSL. Cluster IV located in South West of Gede volcano contained VT-A earthquakes with depth range at 10 km below MSL and VT-B earthquakes this depth 2 km below MSL. Due to magma intrusion filled into fractures of the fault in the West of Gede volcano this shallow magma filling-fractures and degassing in subsurface assumed dominates the volcano-tectonic events from January to November 2015 due to faults extends from North to South occured in the West of Gede volcano
- …
