39 research outputs found

    Pengembangan Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Matematika di SD

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kualitas butir tes diagnostik kesulitan belajar matematika SD/MI yang dikembangkan, dan (2) mengetahui informasi yang dapat dimunculkan dari hasil analisis tes diagnostik kesulitan belajar matematika SD/MI yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development) dari Borg & Gall. Kegiatan tahap penelitian meliputi studi pendahuluan, studi literatur dan hasil-hasil penelitian, analisis masalah, merumuskan learning continuum, merumuskan peta konsep, menyusun tes berbentuk essay, dan menyusun tes berbentuk pilihan ganda. Kegiatan tahap pengembangan meliputi validasai pakar atau praktisi dalam bentuk focus group discussion, uji pendahuluan dan keterbacaan, uji coba terbatas, dan uji yang diperluas. Subjek uji sebanyak 542 orang siswa kelas V1 SD/MI pada Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Materi matematika dalam penelitian ini hanya materi bilangan. Analisis tahap pengembangan dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk menganalisis data hasil validasi oleh para pakar atau praktisi, sedangkan analisis kuantitatif untuk mengetahui informasi butir tes yang dikembangkan, dianalisis dengan program ITEMAN dan Program R. Hasil penelitian menunjukkan: (1) dari analisis dengan ITEMAN diperoleh informasi bahwa indeks kesukaran butir antara 0,192 sampai dengan 0,731, indeks daya beda butir tes 0,221 sampai dengan 0,644, indeks reliabilitas tes 0,889, sedangkan hasil analisis dengan program R diperoleh indeks daya beda butir tes berkisar antara 0,391 sampai dengan 2,317, indeks kesukaran butir tes berkisar antara -2,158 sampai dengan 2,528, kecocokan uji tes dengan kemampuan peserta (θ) berkisar antara -2,00 sampai dengan 2,60, dan fungsi informasi tes berkisar antara 0,111 sampai dengan 3,879, dan (2) informasi yang dapat dimunculkan dari hasil tes diagnostik meliputi: hasil tes secara klasikal dan individual, grafik ketuntasan hasil belajar, profile individual, analisis semua jawaban, analisis jawaban benar, analisis salah konsepsi dan saran remedial, dan analisis indikator

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA SMP/MTs

    No full text
    Penelitian inibertujuan untuk mengetahui: 1)peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan modelproject based learning(PjBL) pada siswa SMP/MTs; 2) membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan Modelproject based learningdan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitianquasi eksperimendengancontrol group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data melaluipree testdanpost testtentang kemampuan berpikir kritis matematis, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan ujiN-Gaindan uji-t independen. Sebagai populasi dari penelitian ini adalah siswa SMPN 6 Banda Aceh, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-6 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata nilai siswa kelas eksperimen diperolehN-Gain0.52 pada kategori sedang dan berdasarkan ujipaired sample t testdiperolehthitung ttabelatau 13.44 1.67, berarti terjadi peningkatan yang signifikankemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan modelproject based learning(PjBL) terhadap siswa SMP/MTs; (2) Hasil daripengujian dengan ujit independen, diperolehdan,atau, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yangdibelajarkandengan menggunakan model pembelajaranproject based learninglebih baik dari pada peningkatankemampuan berpikir kritis matematissiswa yangdibelajarkandenganpembelajarankonvensional

    Analysis of Students\u27 Mathematical Literacy in Solving Problem-Solving Questions Based on Self-Regulated Learning

    No full text
    Sangat penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi matematika sehingga mereka dapat memanfaatkan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya memahami materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik siswa menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah yang telah ditinjau dari SRL. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Tiga anak dari kelas IX MTsN 3 Banda Aceh mereka yang memiliki kemampuan SRL tinggi, sedang, dan rendah menjadi subjek penelitian. Peneliti, soal tes untuk literasi matematika, kuesioner SRL, dan protokol wawancara berfungsi sebagai instrumen penelitian. pengumpulan data melalui wawancara dan penilaian tertulis. Tiga langkah prosedur analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan memberikan STKLM-1 dan STKLM-2 pada berbagai waktu, teknik pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi waktu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan SRL tinggi memenuhi ketiga kriteria literasi matematika: merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan. Hanya dua indikator literasi merumuskan dan menggunakan yang dipenuhi oleh subjek dengan SRL menengah; mereka tetap tidak mampu memahami hasil mengingat tingkat kesulitannya. Hanya indikator merumuskan yaitu, mengartikulasikan masalah matematika yang dapat dipenuhi oleh subjek dengan SRL rendah; mereka tetap tidak mampu memenuhi indikator menggunakan dan menginterpretasi.It is crucial that students develop mathematical literacy abilities so that they can utilize mathematics to solve problems in their daily lives and not just understand the subject matter. The purpose of this study is to evaluate how well students use mathematical literacy to solve problems that have been reviewed from SRL. This study employs a descriptive qualitative methodology. Three kids from class IX MTsN 3 Banda Aceh those with high, medium, and low SRL abilities were the study\u27s subjects. Researchers, test questions for mathematical literacy, SRL questionnaires, and interview protocols served as the study\u27s instruments. collecting data through interviews and written assessments. The three steps of data analysis procedures are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. By administering STKLM-1 and STKLM-2 at various times, the data validity checking technique employs time triangulation. The study\u27s findings demonstrated that participants with high SRL satisfied all three criteria for mathematical literacy: formulate, employ, and interpret. Only two literacy indicators formulate and employ were met by subjects with intermediate SRL; they were nevertheless unable to understand the results in light of the difficulty. Only the formulate indikator that is, articulating mathematical problems could be met by subjects with low SRL; they were nevertheless unable to fulfill the employ and interpret indicators

    PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK MATERI ALJABAR PADA SISWA KELAS VII SMP

    No full text
    Difficulties in learning algebra are a common problem experienced by grade VII students, especially in understanding the symbols, variables, and basic concepts of algebra. These difficulties not only have an impact on low understanding of concepts, but also have the potential to lead to misconceptions that hinder advanced mathematics learning, such as equations, functions, and advanced algebraic materials. Therefore, diagnostic instruments are needed that are able to accurately identify students' learning difficulties and misconceptions from an early age. This study aims to develop a valid and reliable two level multiple-choice diagnostic test instrument to identify students' learning difficulties and misconceptions in algebraic material. The research uses the Research and Development (R&D) method with the Tessmer model, which includes preliminary stages, self-evaluation, expert review, one to one, small group, and field trials. The research subjects consisted of 60 students in grades VII-7 and VII-10 MTsN 1 Banda Aceh. The analysis of question items was carried out quantitatively using Iteman software to assess the validity, reliability, level of difficulty, differentiation, and effectiveness of the distractor. The results of the development showed that of the 38 questions developed, 22 were accepted, 10 revised, and 6 were discarded, with a reliability coefficient of 0.836, which is classified as very high. The resulting diagnostic tests are effective in identifying learning difficulties and student misconceptions, so that they have a scientific contribution as a quality diagnostic evaluation instrument and practical benefits for teachers in designing learning and remedial programs that are more targeted.   Abstrak: Kesulitan belajar aljabar merupakan permasalahan umum yang dialami oleh peserta didik kelas VII, khususnya dalam memahami simbol, variabel, dan konsep dasar aljabar. Kesulitan ini tidak hanya berdampak pada rendahnya pemahaman konsep, tetapi juga berpotensi menimbulkan miskonsepsi yang dapat menghambat pembelajaran matematika lanjutan, seperti persamaan, fungsi, dan materi aljabar tingkat lanjut, sehingga diperlukan instrumen diagnostik yang mampu mengidentifikasi secara akurat kesulitan belajar dan miskonsepsi peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang valid dan reliabel guna mengidentifikasi kesulitan belajar dan miskonsepsi peserta didik pada materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Tessmer yang meliputi tahap pendahuluan (preliminary), evaluasi diri (self evaluation), telaah ahli (expert review), uji coba satu-satu (one to one), kelompok kecil (small group), dan uji lapangan (field test). Subjek penelitian terdiri atas 60 peserta didik kelas VII-7 dan VII-10 di MTsN 1 Banda Aceh. Analisis butir soal dilakukan secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak Iteman untuk menilai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa dari 38 butir soal yang dikembangkan, sebanyak 22 butir diterima, 10 butir direvisi, dan 6 butir dibuang, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,836 yang tergolong sangat tinggi. Tes diagnostik yang dihasilkan efektif dalam mengidentifikasi kesulitan belajar dan miskonsepsi peserta didik, sehingga memberikan kontribusi ilmiah sebagai instrumen evaluasi diagnostik yang berkualitas serta manfaat praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran dan program remedial yang lebih tepat sasaran.Kesulitan belajar pada materi aljabar merupakan masalah umum yang dialami siswa kelas VII SMP, terutama dalam memahami simbol dan konsep dasar. Kondisi ini mengakibatkan rendahnya pemahaman dan munculnya miskonsepsi yang berdampak pada pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik berbentuk two-tier multiple-choice test guna mendeteksi hasil belajar siswa pada materi Aljabar. Proses pengembangan dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Tessmer yang mencakup tahap preliminary, self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-7 dan VII-10 MTsN 1 Banda Aceh sebanyak 60 siswa. Dari proses pengembangan, diperoleh 22 soal diterima, 10 soal direvisi, dan 6 soal dibuang. Analisis butir soal dilakukan secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak Iteman untuk menilai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 butir soal yang dikembangkan, 7 butir soal tergolong mudah, 31 butir soal tergolong sedang, dan tidak terdapat butir soal yang sulit. Reliabilitas tes sebesar 0,836 yang tergolong sangat tinggi. Tes diagnostik ini dapat digunakan guru untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang tepat sasaran

    A Pengembangan Media Video Pembelajaran Matematika Berbasis PBL Dengan Model 4D Di SMP

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan video pembelajaran matematika sebagai bahan acuan untuk guru dan calon guru dalam menerapkannya pada saat pembelajaran ditingkat Sekolah Menengah Pertama. Karena pembelajaran yang terdapat sekarang belum maksimal dari segi penerapannya, salah satu penyebabnya guru belum memahami secara keseluruhannya terkait model pembelajaran yang akan dilaksanakan, karena guru banyak memahami teorinya dari pada praktiknya terhadap model pembelajaran yang ada. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D (four-D). Model ini mempunyai empat tahapan yaitu pendefenisisan, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil penelitian dari para ahli dan uji kepraktisan menyatakan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan adalah valid dan praktis. (1) dari ahli perangkat pembelajaran dan ahli media mengungkapkan video pembelaajran berbasis problem based learning di SMP layak untuk digunakan. (2) dari uji coba skala kecil yang dilakukan tiga responden memperoleh persentase positif adalah 89,35% yang termasuk praktis. Hasil kesimpulannya pengembangan media video pembelajaran matematika berbasis pbl dengan model 4D di smp adalah valid dan praktis

    Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa melalui Model Discovery Learning

    No full text
    The purpose of this study was to determine the differences between improvement of mathematical reasoning abilities of students who obtain a model of learning through discovery learning and students who received conventional teaching. This research was a quantitative study with experimental method, that has pretest-posttest group design. The population was all students at MTsN Lambalek by taking samples of two classes, namely class-VIIIA as the experimental class and VIIIB as the control class. Then, the data were collected by using testing techniques. The collected data were analyzed by ANOVA. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the students' mathematical reasoning abilities in experimental class was better than the control class which was reviewed based on the whole student and grouping students

    Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Siswa SMAN 3 Banda Aceh melalui Penerapan Model Problem Based Learning

    No full text
    The purpose of this study to determine enhancement the ability of understanding and communication mathematically by applying the Problem Based Learning (PBL) in the learning activity. The population in this study were students of SMAN 3 Banda Aceh with a sample of two classes. Type of research is experimental with pretest-posttest control group design. The experimental group was treated with a model of learning in the form of PBL and the control group with conventional learning. Data were collected using achievement test and observation sheets during the learning takes place. The results of data analysis showed that 1)there are significant differences in increased ability mathematical understanding of students who received PBL learning compared to conventional learning are reviewed as a whole and based on the level of students, 2) there is an interaction between the factors of student learning at low levels and moderate to increased understanding of mathematical abilities, but no interaction at a high level because the student already has a good ability of mathematical understanding, 3) there are significant differences in enhancement communication skills students acquire mathematical learning by PBL compared to students who received conventional learning is reviewed based on the whole student, but there is no difference if the review is based on the level of the student, 4) there is interaction between the factors of student learning at low levels and moderate to increased mathematical communication but no interaction at a high level because students already have a good mathematical communication skills

    Kecerdasan Logis Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA

    No full text
    This research aimed is to describe students' logical-mathematical intelligence through project-based learning. This study was descriptive qualitative research. Participants in this research are students of class XI school in Meulaboh for one class that is class XI-1. The data is students answer that was obtained from the logical-mathematical intelligence test. The data collected by using multiple intelligence tests and student answers results obtained from the task of logical-mathematical intelligence during the project-based learning process. The results show that in general logical-mathematical intelligence during project-based learning each group meets a minimum of four out of five aspects of logical-mathematical intelligence. Thus, the logical-mathematical intelligence of students developing after the implementation of the project-based learning

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

    No full text
    This study aims to determine the increase in student learning outcomes using the cooperative script learning model with a scientific approach to junior high school students and the cooperative script learning model with a scientific approach has a significant effect on junior high school students. This type of research is experimental research with one group pre-test and post-test design. The population is class VII students of SMPN 2 Kuta Baro. The sample was taken using simple random sampling technique with the sample being selected for class VII.2. Collecting data using a description test. Data analysis using the paired t-test obtained t_count = 5.004 and t_table = 2.08 so that H_1 was accepted so that there was an increase in learning outcomes through the cooperative script model with a scientific approach in junior high school and learning outcomes using the cooperative script learning model with a scientific approach could have an influence better for students during the learning process

    Mathematical Understanding Ability of Students through Contextual Teaching Learning at the Merchant Marine School

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the ability of students\u27 mathematical understanding through Contextual Teaching Learning. The subjects consisted of each of the two students of the Aceh Merchant Marine School DPIII, namely the high, medium, and low categories selected based on the results of the initial tests which refer to indicators of mathematical understanding. The instruments used were tests of mathematical comprehension abilities and interview guidelines. The data obtained were analyzed qualitatively and described descriptively qualitatively. The results showed that subjects with high and moderate abilities had excellent mathematical comprehension skills, and subjects with low ability had good mathematical understanding skills. Based on the results of these studies it can be concluded that the ability of mathematical understanding and motivation of students get satisfactory results through the Contextual teaching and Learning approach
    corecore