1,721,150 research outputs found
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR” KARYA MUHIDIN M. DAHLAN
Abstrak - Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konflik batin dalam Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan bagaimana konflik batin dalam Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi pembaca dan penulis mengenai konflik batin dalam Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan secara signifikan. Sumber data dari penelitan ini adalah Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasikan bagian-bagian dialog yang berkenaan dengan konflik batin tokoh Nidah Kirani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik batin yang terjadi dalam Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. terdapat kejiwaan yang masuk pada teori Sigmud Freud yaitu, id, ego, superego. Kata Kunci : Konflik Batin, Novel
PROSES KREATIF MUHIDIN M DAHLAN DALAM MENULIS NOVEL JALAN SUNYI SEORANG PENULIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses kreatif Muhidin M Dahlan, (2) proses kreatif Muhidin M Dahlan dalam menulis novel Jalan Sunyi Seorang Penulis, serta (3) wujud proses kreatif Muhidin M Dahlan dalam pemilihan tema, tokoh, dan latar dalam novel Jalan Sunyi Seorang Penulis.
Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dan primer. Fokus dalam penelitian ini adalah pendekatan ekspresif yang berkaitan dengan proses kreatif pengarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung dengan sumber dan pembacaan naskah novel Jalan Sunyi Seorang Penulis. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan pengarang sedangkan data sekunder diperoleh dari semua teks novel Jalan Sunyi Seorang Penulis. Selain itu, data juga diperoleh dari internet yaitu wawancara yang pernah dilakukan orang lain dengan Muhidin M Dahlan. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif interpretatif dan kecukupan referensial. Selanjutnya, keabsahan data dilakukan dengan memperdalam pengamatan dan triangulasi yaitu dengan cara mencari data lain selain sumber utama yang telah ada, sebagai pembanding untuk mencapai tingkat keakuratan hasil.
Hasil dari penelitian di antaranya ialah: (1) faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses kreatif Muhidin M Dahlan adalah dorongan untuk menulis dari dirinya sendiri dan kegemaran membaca buku, (2) proses kreatif Muhidin M Dahlan dalam menulis novel Jalan Sunyi Seorang Penulis melalui lima tahap yaitu tahap persiapan, inkubasi, inspirasi, penulisan, dan revisi, (3) wujud proses kreatif Muhidin M Dahlan dalam novel Jalan Sunyi Seorang Penulis berupa tema, tokoh, dan latar merupakan representasi dari kehidupan nyata Muhidin M Dahlan sejak kecil hingga proses belajar menulisnya
PROSES KREATIF MUHIDIN M. DAHLAN DALAM MENULIS NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR!: KAJIAN PSIKOANALISIS SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) faktor yang berpengaruh dalam proses kreatif Muhidin M. Dahlan, (2) tahapan proses kreatif Muhidin M. Dahlan dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur!, dan (3) wujud proses kreatif Muhidin M. Dahlan dalam tema, tokoh, dan latar dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur!. Penelitian ini menggunakan psikologi sastra yang berhubungan dengan proses kreatif seorang pengarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian antara lain: (1) faktor yang berpengaruh dalam proses kreatif Muhidin M. Dahlan adalah dorongan untuk menulis, lingkungan Yogyakarta, dan peristiwa yang terjadi di tahun 2000- 2003 (2) tahapan proses kreatif Muhidin M. Dahlan dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur! yaitu tahap persiapan, inkubasi, inspirasi, penulisan, dan revisi, (3) wujud proses kreatif Muhidin M. Dahlan dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur! berupa tema, tokoh, dan latar adalah representasi dari kehidupan nyata tokoh utama dari seorang Muslimah berhijab besar sampai memilih untuk menjadi pelacur.Kata Kunci: kajian ekspresif, novel, proses kreatif, psikoanalisis
EKSPRESI IDEALIS PEMERAN UTAMA DALAM NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M. DAHLAN
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan mendeskripsikan ekspresi idealis pemeran utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif. Sumber data penelitian yakni novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, dengan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat dan pernyataan yang ekspresi idealis. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik baca secara intensif dan sistem penandaan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik hermeneutika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi idealis pemeran utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan mencakup (1) ambisius, (2) teguh pada pendirian, dan (3) optimisme. Penelitian ini dapat dimanfaatkan, baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat mengembangkan teori-teori sastra khususnya sastra Indonesia. Secara praktis, penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi peneliti, guru, dan mahasiswa sebagai referensi dan rujukan untuk penelitian selanjutnya
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA DALAM PENYELENGGARAAN JENAZAH
Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini yakni (1) meningkatkan pengetahuan akan kewajiban dalam mengurus jenazah, (2) meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk menangani jenazah yang ada di kampung mereka, (3) meningkatkan kesadaran untuk mandiri dan tidak bergantung kepada masyarakat lain dalam permasalahan yang terjadi sehingga terbangun kemandirian desa. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode diskusi dan praktek secara langsung dengan menjadikan relawan sebagai objek pelatihan terhadap 35 orang masyarakat kampung Kebon Teh Angsana Bogor dengan 2 tahapan. Pertama, sosialisasi secara pengetahuan dan diskusi terkait dengan pemahaman pengurusan jenazah. Kedua, melaksanakan praktek memandikan dan mengkafankan jenazah. Hasil dari kegiatan ini menunjukan 25 orang peserta setara dengan 70% mampu menjelaskan dan mempraktekkan perawatan jenazah secara benar dan mereka merasa cukup puas dan siap untuk melakukan pengurusan jenazah. Abstract: The purpose of this activity is (1) to increase knowledge of the obligation to take care of the body, (2) to raise awareness and skills of society to deal with the body in their village, (3) Raise awareness to Independent and not dependent on the other community in the problems that arise to awaken the independence of the village. This method used in community service is a method of discussion and practice directly by making volunteers as the object of training on 35 people in the village of Kebon Teh Angsana Bogor with two stages. First, knowledge and discussion related to the understanding of body management. Second, implement the practice of bathing and administering the body. The result of this activity shows 25 participants equal to 70% able to explain and practice the care of the body correctly, and they feel quite satisfied and ready to do body management
Konflik Psikologis Tokoh Tokoh Utama dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan
Salah satu fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah masalah kejiwaan. Masalah itu dapat terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia baik kebutuhan dari dalam individu itu sendiri maupun dari luar individu. Kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi tersebut dapat menyebabkan konflik psikologis. Hal itu seperti yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan.
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah (1) bentuk-bentuk konflik psikologis yang dialami tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, (2) faktor penyebab konflik psikologis tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, dan (3) akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami tokoh utama pada novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik psikologis, faktor penyebab konflik psikologis, dan akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami tokoh utama pada novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan yang bagi perkembangan ilmu sastra, terutama di bidang psikologi sastra. Adapun secara praktis, penelitian ini dapat memberikan masukan yang berguna bagi pembaca untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan konflik psikologis tokoh utama, mulai dari jenis-jenis konflik psikologis tokoh utama, sampai penyebab serta akibat yang dtimbulkan dari konflik psikologis tersebut dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan.
Objek penelitian skripsi ini adalah konflik-konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama, faktor-faktor penyebab terjadinya konflik psikologis, serta mengungkap akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Data yang dijadikan bahan penelitian dalam skripsi ini adalah teks yang berupa kata atau kalimat yang menunjukkan konflik psikologis dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Sedangkan sumber data penelitian ini berupa novel berjudul Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Novel ini diterbitkan pada tahun 2003 oleh ScriPta Manent cetakan ke-11 dengan tebal 264 halaman. Teknik analisis data menggunakan analisis struktural dengan pendekatan psikologi sastra. Teori psikologi yang yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah teori kebutuhan Abraham Maslaw.
Hasil penelitian ini adalah tokoh utama mengalami konflik psikologis, antara lain approach-approach conflict,approach-avoidance conflict, avoidance-avoidance conflict, dan multiple approach-avoidance conflict. Faktor penyebabnya adalah faktor personal dan faktor situasional. Faktor personal meliputi faktor biologis, dan faktor sosiopsikologis. Faktor sosiopsikologis yang berpengaruh adalah motif kompetensi, motif cinta, sikap dan emosi. Sedangkan faktor situasional yang berpengaruh meliputi faktor sosial dan faktor stimuli mendorong dan memperteguh perilaku. Akibat dari konflik psikologis tersebut yaitu, frustasi, kekecewaan, ketidakberdayaan, dan kemarahan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran dari penulis adalah, (1) hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian sejenis, terutama yang berhubungan dengan konflik psikologis, (2) bagi penulis yang hendak melakukan penelitian yang sejenis diharapkan juga mengembangkan lebih lanjut dengan menggunakan teori-teori lain sebagai objek kajian
REKONSTRUKSI GERAKAN ISLAM DALAM NOVEL “TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR!” KARYA MUHIDIN M. DAHLAN
Kajian mengenai gerakan Islam menarik dikaji, utamanya kelompok
fundamentalis yang tidak setuju dengan adanya Pancasila dan Negara Kedaulatan
Republik Indonesia. Gerakan ini mengusung sistem Negara Syariah atau Daulah
Islamiyah yang berbasis pada Islam Fundamentalis dengan jargon kembali kepada
al-Qur’an dan Sunnah. Sebagai suatu gerakan keislaman, mereka berkeinginan
semua sistem harus berhaluan pada Islam, baik dalam Undang-Undang.
Adapun rumusan masalah pada penelitian ialah: Bagaimana model gerakan
keislaman dalam Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!” Karya Muhidin
M. Dahlan? Bagaimana gagasan tentang negara Islam dalam Novel “Tuhan,
Izinkan Aku Menjadi Pelacur!” Karya Muhidin M. Dahlan? Berkenaan dengan
tujuan dalam penelitian ini ialah: 1. Untuk menjelaskan model keislaman dalam
Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!” Karya Muhidin M. Dahlan. 2.
Untuk menjelaskan gagasan tentang negara Islam dalam Novel “Tuhan, Izinkan
Aku Menjadi Pelacur!” Karya Muhidin M. Dahlan.
Batasan penelitian ini, pada Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!
Karya Muhidin M. Dahlan. Melalui tokoh Kiran, Muhidin berkisah tentang tokoh
tersebut untuk mendalami Islam secara sungguh-sungguh. Kemudian ia
bergabung dengan kelompok fundamentalis yang menentang sistem pemerintahan
Indonesia. Sebagai aktivis mahasiswa ia berupaya merekrut dan mencuci
pemikiran anak muda untuk ikut terlibat dalam gerakannya. Karena ia merasa
yakin, bahwa negara yang baik ialah yang mengusung al-Qur’an dan Sunnah,
yakni Negara Islam atau Daulah Islamiyah.
Hasil dari penelitian ini dari Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!
ialah: pertama, model gerakan gerakan keislaman dalam novel Tuhan, Izinkan
Aku Menjadi Pelacur! ialah pada gerakan pemurnian islam sebagai doktrin negara
Islam. Di samping itu, para kelompok Jamaah mengupayakan gerakan bawah
tanah dengan merekrut mahasiswa-mahasiswi yang ingin mendalami Islam.
Kedua, gagasan tentang negara Islam dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi
Pelacur! ialah Daulah Islamiyah di Madinah dan penegakannya di Indonesia.
Gagasan ini mengacu pada prinsip bahwa Islam Negara adalah pada fase
Madinah, sebagaimana yang diproklamirkan oleh Eyang Wirjo menjadi Daulah
Islamiyah Madinah-Indonesia
Konflik Psikologis Tokoh Tokoh Utama dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan.
Salah satu fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah masalah kejiwaan. Masalah itu dapat terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia baik kebutuhan dari dalam individu itu sendiri maupun dari luar individu. Kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi tersebut dapat menyebabkan konflik psikologis. Hal itu seperti yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan.
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah (1) bentuk-bentuk konflik psikologis yang dialami tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, (2) faktor penyebab konflik psikologis tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan, dan (3) akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami tokoh utama pada novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik psikologis, faktor penyebab konflik psikologis, dan akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami tokoh utama pada novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan yang bagi perkembangan ilmu sastra, terutama di bidang psikologi sastra. Adapun secara praktis, penelitian ini dapat memberikan masukan yang berguna bagi pembaca untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan konflik psikologis tokoh utama, mulai dari jenis-jenis konflik psikologis tokoh utama, sampai penyebab serta akibat yang dtimbulkan dari konflik psikologis tersebut dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan.
Objek penelitian skripsi ini adalah konflik-konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama, faktor-faktor penyebab terjadinya konflik psikologis, serta mengungkap akibat yang ditimbulkan dari konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Data yang dijadikan bahan penelitian dalam skripsi ini adalah teks yang berupa kata atau kalimat yang menunjukkan konflik psikologis dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Sedangkan sumber data penelitian ini berupa novel berjudul Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan. Novel ini diterbitkan pada tahun 2003 oleh ScriPta Manent cetakan ke-11
iii
dengan tebal 264 halaman. Teknik analisis data menggunakan analisis struktural dengan pendekatan psikologi sastra. Teori psikologi yang yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah teori kebutuhan Abraham Maslaw.
Hasil penelitian ini adalah tokoh utama mengalami konflik psikologis, antara lain approach-approach conflict,approach-avoidance conflict, avoidance-avoidance conflict, dan multiple approach-avoidance conflict. Faktor penyebabnya adalah faktor personal dan faktor situasional. Faktor personal meliputi faktor biologis, dan faktor sosiopsikologis. Faktor sosiopsikologis yang berpengaruh adalah motif kompetensi, motif cinta, sikap dan emosi. Sedangkan faktor situasional yang berpengaruh meliputi faktor sosial dan faktor stimuli mendorong dan memperteguh perilaku. Akibat dari konflik psikologis tersebut yaitu, frustasi, kekecewaan, ketidakberdayaan, dan kemarahan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran dari penulis adalah, (1) hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian sejenis, terutama yang berhubungan dengan konflik psikologis, (2) bagi penulis yang hendak melakukan penelitian yang sejenis diharapkan juga mengembangkan lebih lanjut dengan menggunakan teori-teori lain sebagai objek kajian
REPRESENTASI PEREMPUAN PEKERJA SEKS DALAM NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M. DAHLAN KAJIAN: FEMINISME MULTIKULTURAL
JURUSAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYATujuan penelitian ini difokuskan untuk menjawab rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana keterkaitan unsur-unsur instrinsik dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan yang meliputi tema, penokohan dan perwatakan, konflik dan latar? 2) Bagaimana bentuk gerakan Feminisme Multikultural dan Representasi Tokoh Nidah Kirani dalam novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan
EKSISTENSIALISME RELIGIUS DALAM NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M DAHLAN
Konsep e ksistensialisme dimaksudkan untuk memahami keberadaan manusia dan hakekat manusia di dunia. Eksistensialisme dapat dipahami melalui karya sastra. Bahasa yang terdapat dalam karya sastra dapat dijadikan sebagai media komunikasi atau sebagai penghubung pesan kepada pembaca tentang pengalaman kehidupan yang dituangkan pengarang melalui karya sastra. Salah satu karya sastra yang mengandung nilai nilai eksistensi adalah novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M Dahlan. Tokoh utama dalam novel tersebut berusaha mempertahankan eksistensi dirinya dan terus bergerak untuk menjadi sesuatu. Penulis melihat bahwa dalam novel tersebut sesuai dengan konsep eksistensialisme Muham mad Iqbal tentang ego yang harus terus mengembangkan diri dan memiliki kebebasan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami eksistensialisme melalui sebuah novel yang dianalisis menggunakan perspektif Muhammad Iqbal. R umusan masalah yang diangkat adalah b agaimana unsur unsur eksistensialisme religius Muhammad Iqbal dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! k arya Muhidin M. Dahlan? b agaimana tahap an eksistensi manusia menurut perspektif eksistensialisme religius Muhammad Iqbal dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! k arya Muhidin M. Dahlan? Dahlan?. Penelitian ini bertujuan untuk memahami unsur unsur eksistensialisme religius Muhammad Iqbal dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! k arya Muhidin M. Dahlan dan memahami tahap an eksistensi manusia menurut perspektif eksistensialisme religius Muhammad Iqbal dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! k arya Muhidin M. Dahlan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau library research Data primer yang digunakan adalah novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan serta karya karya dari Muhammad Iqbal yaitu The Secrets of The Self dan The Reconstruction of Religious Thought in Islam . Teknik pengumpulan data melalui tiga t eknik, yaitu simbolik, semanti k , dan menggunakan kartu data. Teknik pengolahan data dan penyajian data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dan analisis deskriptif. T okoh utama dalam novel berhasil menyerap sifat sifat ego mutlak yang dapat mempertahankan eksistensi dirinya , yaitu sifat bebas dan kreatif. Namun , eksistensi dirinya bertolak belakang dengan eksistensialisme religius Muhammad Iqbal , karena bertentangan dengan norma serta hukum masyarakat dan agama Isla m, yakni dengan menjadi pelacur. Sebelum masuk organisasi Islam , tokoh utama mampu menunjukkan eksistensi dirinya dan secara tidak langsung berhasil menjadi wakil Tuhan , karena mampu melalui tiga tahapan eksistensi menurut Iqbal. Sedangkan, setelah masuk organisasi Islam , kebebasan yang ditunjukkan tokoh utama bertentangan dengan eksistensialisme religius Iqbal. Tokoh utama tidak mampu melewati tiga tahapan eksistensi yang sesuai dalam pandangan Iqbal
- …
