601 research outputs found
Analisis Aerodinamika Pada Bodi Mobil Listrik Kalimasada Tipe Bodi Urban concept Dengan Pendekatan Computational Fluid Dynamics
Mobil Kalimasada merupakan salah satu jenis kendaraan bertenaga listrik yang dikembangkan dan dirancang oleh mahasiswa teknik mesin Universitas Pembangunan Nasional “Veteran†Jawa Timur dalam ajang perlombaan kontes mobil hemat energi yang diadakan oleh pihak kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi. Dalam proses pengembangan teknologi pada mobil Kalimasada, salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada efisiensi adalah desain dari bentuk bodi mobil. Sehingga dalam proses pembuatan desain pada bodi mobil Kalimasada terdapat aspek yang perlu di perhatikan, salah satunya merupakan aspek aerodinamika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai coefficient drag dan coefficient lift pada kecepatan fluida udara yang melintasi bentuk bodi mobil listrik Kalimasada dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics yang dilakukan dengan bantuan software ansys fluent. Variabel yang digunakan dalam proses analisa aerodinamika pada bodi mobil yaitu variasi kecepatan angin, dengan kisaran 30 m/s, 40 m/s, dan 50 m/s. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan perbedaan nilai coefficient drag yang semakin menurun, dengan perolehan nilai sebesar 0,268 pada kecepatan 30 m/s, 0,264 pada kecepatan 40 m/s, dan 0,261 pada kecepatan 50 m/s. Dengan demikian, seiring bertambahnya laju aliran kecepatan angin yang dihasilkan maka nilai coefficient drag akan semakin baik
Development and preliminary validation of the Behçet's syndrome Overall Damage Index (BODI)
OBJECTIVE: To develop and validate the evidence-based and consensus-based Behçet's Syndrome Overall Damage Index (BODI). METHODS: Starting from 120 literature-retrieved preliminary items, the BODI underwent multiple Delphi rounds with an international multidisciplinary panel consisting of rheumatologists, internists, ophthalmologists, neurologists, and patient delegates until consensus was reached on the final content. The BODI was validated in a cross-sectional multicentre cohort of 228 patients with Behçet's syndrome (BS) through the study of (a) correlation between BODI and Vasculitis Damage Index (VDI) and (b) correlation between BODI and disease activity measures (ie, Behçet's Disease Current Activity Form (BDCAF), Physician Global Assessment (PGA), Patient Global Assessment (PtGA)), c) content and face validity and (d) feasibility. RESULTS: The final BODI consists of 4 overarching principles and 46 unweighted-items grouped into 9 organ domains. It showed good to excellent reliability, with a mean Cohen's k of 0.84 (95% CI 0.78 to 0.90) and a mean intra-class correlation coefficient of 0.88 (95% CI 0.80 to 0.95). Overall, 128 (56.1%) patients had a BODI score ≥1, with a median score of 1.0 (range 0-14). The BODI significantly correlated with the VDI (r=0.693, p<0.001), demonstrating to effectively measure damage (construct validity), but had greater sensitivity in identifying major organ damage and did not correlate with disease activity measures (ie, BDCAF: p=0.807, PGA: p=0.820, PtGA: p=0.794) discriminating damage from the major confounding factor. The instrument was deemed credible (face validity), complete (content validity) and feasible by an independent group of clinicians. CONCLUSIONS: Pending further validation, the BODI may be used to assess organ damage in patients with BS in the context of observational and controlled trials
Development and preliminary validation of the Behçet’s syndrome Overall Damage Index (BODI)
Objective To develop and validate the evidence-based and consensus-based Behçet’s Syndrome Overall Damage Index (BODI). Methods Starting from 120 literature-retrieved preliminary items, the BODI underwent multiple Delphi rounds with an international multidisciplinary panel consisting of rheumatologists, internists, ophthalmologists, neurologists, and patient delegates until consensus was reached on the final content. The BODI was validated in a cross-sectional multicentre cohort of 228 patients with Behçet’s syndrome (BS) through the study of (a) correlation between BODI and Vasculitis Damage Index (VDI) and (b) correlation between BODI and disease activity measures (ie, Behçet’s Disease Current Activity Form (BDCAF), Physician Global Assessment (PGA), Patient Global Assessment (PtGA)), c) content and face validity and (d) feasibility. Results The final BODI consists of 4 overarching principles and 46 unweighted-items grouped into 9 organ domains. It showed good to excellent reliability, with a mean Cohen’s k of 0.84 (95% CI 0.78 to 0.90) and a mean intra-class correlation coefficient of 0.88 (95% CI 0.80 to 0.95). Overall, 128 (56.1%) patients had a BODI score ≥1, with a median score of 1.0 (range 0–14). The BODI significantly correlated with the VDI (r=0.693, p<0.001), demonstrating to effectively measure damage (construct validity), but had greater sensitivity in identifying major organ damage and did not correlate with disease activity measures (ie, BDCAF: p=0.807, PGA: p=0.820, PtGA: p=0.794) discriminating damage from the major confounding factor. The instrument was deemed credible (face validity), complete (content validity) and feasible by an independent group of clinicians. Conclusions Pending further validation, the BODI may be used to assess organ damage in patients with BS in the context of observational and controlled trials
Comment on "The geometric structure of the brain fiber pathways"
Wedeen et al. (Reports, 30 March 2012, p. 1628) proposed a geometrical grid pattern in the brain that could help the understanding of the brain's organization and connectivity. We show that whole-brain fiber crossing quantification does not support their theory. Our results suggest that the grid pattern is most likely an artifact attributable to the limitations of their method
Analisa Aerodinamika Bodi Mobil Sriwijaya Mechanical Engineering Squad Menggunakan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aerodinamika pada bodi mobil Sriwijaya Mechanical Engineering Squad. Salah satu aspek penting dalam mobil hemat energi ialah bentuk mobil yang aerodinamis dan efisien dalam penggunaan bahan bakar. Aerodinamika yang baik dapat meningkatkan performa kendaraan seperti konsumsi energi yang lebih hemat, jarak tempuh yang lebih jauh. Untuk menganalisis aliran fluida pada geometri bodi mobil dibutuhkan metode simulasi Computational Fluid Dynamics. Hasil penelitian ini terdiri dari drag coefficient dan lift coefficient. Nilai drag coefficient terendah terjadi pada Bapro z dengan kecepatan 15 m/s yang memiliki nilai drag coefficient 0.072 sedangkan lift coefficient terendah terjadi pada Bapro Y dengan kecepatan 15 m/s yang memiliki nilai lift coefficient -0.186. dapat disimpulkan pada bodi Bapro Z memiliki desain yang lebih aerodinamis karena memiliki drag coefficient terendah. Sedangkan lift coefficient terendah berada pada Bapro Y di kecepatan 15 m/s yang artinya Bapro Y dapat melaju dengan stabil pada kecepatan 15 m/s.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aerodinamika pada bodi mobil sriwijaya mechanical engineering squad. Salah satu aspek penting dalam mobil hemat energi ialah bentuk mobil yang aerodinamis dan effisien dalam penggunaan bahan bakar. Aerodinamika yang baik dapat meningkatkan performa kendraan, seperti konsumsi energi yang lebih hemat, jarak tempuh yang lebih jauh. Untuk menganalisa aliran fluida pada geometri bodi mobil dibutuhkan metode simulasi computational fluid dynamics. Hasil penelitian ini terdiri dari drag coefficient, dan lift coefficient. Nilai drag coefficient terendah terjadi pada bapro z dengan kecepatan 15m/s yang memiliki nilai drag coefficient 0.072 sedangkan lift coefficient terendah terjadi pada bapro Y dengan kcepatan 15m/s yang memiliki nilai lift coefficient -0.186. dapat disimpulkan pada bodi bapro Z memiliki desain yang lebih aerodinamis karena memiliki drag coeeficient terendah. Sedangkan lift coefficient terendah berada pada bapro Y di kecepatan 15m/s yang artinya bapro Y dapat melaju dengan stabil pada kecepatan 15m/s
Desain Rancang Bangun dan Analisis Aerodinamik Bodi Kendaraan Mobil Listrik 2KW dengan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)
Seiring berkembangnya zaman teknologi otomotif menjadi salah satu produk andalan didunia pada saat ini, terutama pada kendaraaan roda 4 salah satunya mobil listrik sebagai penggerak utama. Banyak cara bisa ditempuh untuk dapat mewujudkan hal tersebut seperti menurunkan beban kendaraan. Tujuan dari penelitan ini adalah mencari nilai koefisien drag, koefisien lift, dan tampilan kontur, velocity vektor dan pathilne yang melintasi bodi kendaraan mobil listrik 2KW. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan simulasi numerik dengan metode elemen hingga. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi bodi standar serta modifikasi kendaraan mobil listrik 2KW menggnakan Sofware Ansys 2022 R2. Setelah dilakukan simulasi mendapat nilai aliran fluida dapat dilhat nilai koefisien drag bodi standar dengan kecepatan 5,56 m/s adalah 0,4610, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,4408, kecepatan 11.11m/s adalah 0,3738. Nilai koefisien lift pada kecepatan aliran fluida 5,56 m/s adalah 0,3738, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,3746, kecepatan 11,11 m/s adalah 0,3766 dan maksimum velocity fluida pada kecepatan 5,56 m/s adalah 9,4106, kecepatan 8,33 m/s adalah 14,2886, kecepatan 11,11 m/s adalah 19,206 hasil minimumnya adalah o m/s. Tekanan maksimum pada kecepatan 5,56 m/s adalah 23,0059 Pa, kecepatan 8,33 m/s adalah 51,5166 Pa, kecepatan 11.11 m/s adalah 91,5642 Pa. Sedangkan pada bodi modifikasi menghasilkan nilai koefisien drag dengan kecepatan 5,56 m/s adalah 0,3820, kecepatan 8,33 m/s adalah 0,3841, kecepatan 11,11 adalah 0,3820. Nilai koefisien lift pada kecepatan 5,56 m/s adalah -0,3343, kecepatan 8,33 m/s adalah -0,3372, kecepatan 11,11 m/s adalah -0,3393 dan maksimum fvelocity fluida pada kecepatan 5,56 m/s adalah 8.5309, kecepatan 8,33 m/s adalah 12,8015, kecepatan 11,11 m/s adalah 17,172 hasil minimumnya adalah 0 m/s. Tekanan maksimum pada kecepatan 5,56 m/s adalah 21,126 Pa, kecepatan 8,33 m/s adalah 47,2228 Pa, kecepatan 11.11 m/s adalah 83.9571 Pa. Berdasarkan hasil simulasi nilai koefisien drag, koefisien lift, maksimum velocity dan tekanan maksimal bodi modifikasi lebih kecil dibandingkan bodi standar. Dapat di simpulkan bodi modifikasi lebih baik.
Kata kunci: Aerodinamik; Koefisien drag; Koefisien lift; Koefisien pressure; Velocit
Desain dan Simulasi Frame dan Bodi Kendaraan Konsep Urban Menggunakan Software CAD
Mobil urban adalah mobil yang mesin dan dimensinya didesain untuk jalan raya di kota besar karena jalanan di kota besar karena biasanya padat dan macet. Mobil mungil ini bisa dipakai untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) karena memang konsumsinya tidak sebesar mobil jenis lain [1]. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari mobil urban adalah segi kekuatan dari rangka/frame yang menerima beban oleh beberapa komponen diantaranya, pengemudi, mesin penggerak, body dan baterai. Simulasi beban statik casis dan simulasi aerodinamis dari bodi kendaraan dilakukan dengan menggunakan software Solidworks yang dilakukan pada rangka dengan dari baja kontruksi jenis Al 6061 dan body fiber. Hasil analisis dan simulasi, displacement maksimal beban bodi pada casis sebesar 3,77 mm dan von Mises Stresses beban bodi pada casis sebesar 2,17 N/mm2. Displacement maksimal beban penumpang pada casis sebesar 4,42 mm dan von Mises Stresses beban bodi pada casis sebesar 0,32 N/mm2. Flow simulation pada kecepatan angin 11.12 m/s diperoleh gambar tekanan, dimana terdapat tekanan yang tinggi pada bagian ujung depan bodi dengan nilai tekanan maksimal yang terdapat pada color bar adalah sebesar 101.561,12 Pa</jats:p
Studi Numerik Pengaruh Bodi Pengganggu terhadap Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular yang Tersusun Tandem
Aliran yang melintasi suatu bluff body berbentuk silinder sirkular merupakan aliran eksternal yang menjadi perhatian dalam bidang fluida. Aplikasi bluff body sering diaplikasikan dalam perkembangan industri yaitu konstruksi gedung, cerobong asap, dll. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, hasilnya menunjukkan bahwa adanya gaya hambat yang timbul pada aliran tersebut, maka dari itu dilakukan penelitian dengan metode numerik untuk meneliti karakteristik aliran yang melintasi silinder sirkular tersusun tandem dengan penambahan bodi pengganggu. Untuk penelitian secara numerik menggunakan solver dua dimensi (2D) unsteady flow dengan turbulance viscous model k-ω Shear Stress Transport. Penelitian ini menggunakan geometri diameter silinder sirkular (D) = 49 mm, diameter bodi pengganggu (d) = 5 mm, dan jarak gap (δ) = 1 mm dengan variasi jarak antara kedua silinder (L/D) = 3; 4; dan 5 serta variasi penambahan bodi pengganggu pada sudut (α) = 30° dan 60°. Penelitian ini dengan bilangan Reynolds (Re) = 6,5x104 dengan kecepatan inlet yang digunakan konstan pada 19,5 m/s. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya reduksi gaya hambat dengan penambahan bodi pengganggu pada sudut 30° yaitu sebesar 38,5%. Sedangkan pada silinder downstream reduksi gaya hambat dengan penambahan bodi pengganggu pada sudut 60°, yaitu sebesar 37,1%
Pengaruh Pengurangan Frontal Area Untuk Mengurangi Gaya Drag Pada Bodi Mobil Nogogeni Dengan Metode Simulasi Numerik
Efisiensi sangat diperhatikan dalam produksi kendaraan. Untuk meningkatkan efisiensi, salah satunya dengan mengoptimalkan keaerodinamisan kendaraan. Aspek aerodinamis sangat diperlukan untuk mengurangi gaya drag pada suatu kendaraan saat melaju. Untuk itu, bodi Nogogeni ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan aspek tersebut. Untuk mengetahui gaya aerodinamika pada kendaraan dilakukan analisa karakteristik aliran di sekitar bodi mobil Nogogeni menggunakan fluent 6.3.26. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui karakteristik fluida yang mengalir di seluruh bodi mobil Nogogeni, yang meliputi kontur tekanan, koefisien tekanan (CP), koefisien drag (CD) serta koefisien lift (CL) secara 3 dimensi melalui software fluent 6.3.26. Dari hasil analisa aliran yang melintasi bodi mobil Nogogeni, koefisien drag (CD) yang diperoleh selama simulasi pada bodi mobil Nogogeni senilai 0.29322525. Sedangkan koefisien lift (CL) yang diperoleh selama simulasi pada bodi mobil Nogogeni senilai 0.17642594. Dari profil kecepatan di daerah belakang mobil, tampak bahwa pemisahan pada daerah upperside dimulai pada L = 2.04039 m dan pada lowerside dimulai pada L = 2.17052 m.
======================================================================================================
Efficiency is very concerned in vehicle production. To improve the efficiency, is by optimizing the vehicle aerodynamics. Aerodynamic aspect is necessary for reducing the drag force on a vehicle while driving. Therefore, the body of Nogogeni is specifically designed to optimize these aspects. To determine the aerodynamic forces on the vehicle, had been analyzed the characteristics of the flow around the Nogogeni car’s body using fluent 6.3.26. The purpose of this final projet is to find out the characteristics of the fluid that flowing around the Nogogeni car’s body, which includes the contour of the pressure, the pressure coefficient (CP), the coefficient of drag (CD) and the coefficient of lift (CL) 3-dimensionally with fluent software 6.3.26. From the analysis of the flow that crosses Nogogeni car’s body, the coefficient of drag (CD) is obtained during the simulation on the Nogogeni car’s body is 0.29322525. While the coefficient of lift (CL) is obtained during the simulation on the Nogogeni car’s body is 0.17642594. From the velocity profile in the area behind the car, it appears that the separation on the upperside starts at L = 2.04039 m and on the lowerside starts at L = 2.17052 m
- …
