237 research outputs found
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA (Studi Analisis Buku “Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga” karya Dr. H. Amirullah Syarbini, M.Ag.)
Peneliti melakukan penelitian dari buku Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga” Karya DR. H.Amirullah Syarbini, M.Ag, yang dianggap buku tersebut memiliki konsep tentang model pendidikan karakter dalam keluarga. Sehingga tujuan penelitian sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui model pendidikan karakter dalam keluarga Menurut Dr. H. Amirullah Syarbini, M.Ag. 2). Untuk mengetahui relevansi model pendidikan karakter Menurut Dr. H. Amirullah Syarbini, M.Ag. dalam keluarga sakinah. 3). Untuk mengetahui implementsi model pendidikan karakter Menurut Dr. H. Amirullah Syarbini, M.Ag dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah.
Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif analisis kritis. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan (library research). Dan teknik analisis datanya menggunakan tiga teknik analisis data yaitu teknik interpretasi data, teknik deskriptif, dan teknik berfikir deduktif-induktif.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah: 1. Model pendidikan karakter dalam keluarga menurut DR. H. Amirullah Syarbini, M. Ag., mengadobsi dari basic teaching dimana terdapat tujuan, program, proses, dan evaluasi. 2. Relevansi pendidikan karakter dalam keluarga menurut DR. H. Amirullah Syarbini M. Ag., dengan keluarga sakinah terdapat pada tujuan dan program. Pada bagian tujuan relevan dengan konsep keluarga sakinah. dimana tujuan pendidikan karakter diharapkan dapat mewujudkan konsep keluarga sakinah. dan Pada bagi program pendidikan karakter dalam keluarga ini relevan dengan pilar-pilar keluarga sakinah yang dicontohkan Rasulullah. 3. Implementasi model pendidikan karakter di sekolah sebagai berikut: a. Tujuan diimplementasikan dalam tujuan kurikulum 2013 b. Program diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, pembinaan kesiswaan, workshop therapy, pembiasaan, dan peraturan di sekolah. d. Proses dapat diimplementasikan dalam menginteksikan komponen kurikulum 2013, serta proses komunikasi diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dengan pemilihan metode. e. Evaluasi diimplementasikan dengan penilaian karakter yang mengguanakan instrumen non tes
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF BEHAVIOR UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN AKADEMIK SISWA DI SMAN 1SUNGGUMINASA KAB. GOWA
M. AMIRULLAH. 2015. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Rasional Emotif Behavior Untuk Mereduksi Kecemasan Akademik Siswa Di SMAN 1 Sungguminasa, Kab. Gowa. Skripsi. Dibimbing oleh Dr. H. Kulasse Kanto, M.Pd dan Dr. Farida Ariyani S.Pd, M.Pd. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini menelaah mengenai masalah kecemasan akademik siswa di SMAN 1 Sungguminasa, Kab. Gowa. melalui konseling kelompok dengan pendekatan rasional emotif behavior. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Masalah penelitian ini adalah : 1). Bagaimana gambaran umum kecemasan akademik siswa sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok dengan pendekatan Rasional Emotif Behavior di SMAN 1 Sungguminasa, Kab. Gowa 2). Apakah terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan Rasional Emotif Behavior untuk mereduksi kecemasan akademik siswa di SMAN 1 Sungguminasa, Kab Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui gambaran umum kecemasan akademik siswa sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok dengan pendekatan Rasional Emotif Behavior di SMAN 1 Sungguminasa, Kab. Gowa 2). Mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan Rasional Emotif Behavior untuk mereduksi kecemasan akademik siswa di SMAN 1 Sungguminasa, Kab Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Pre Eksperimental Design. Populasi penelitian 88 orang dan Sampel penelitian 12 orang yang merupakan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sungguminasa. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kecemasan akademik siswa di SMAN 1 Sungguminasa sebelum diberi perlakuan, berada pada kategori tinggi dan setelah diberi perlakuan tingkat kecemasan akademik siswa berada pada kategori sedang. (2) Konseling kelompok dengan pendekatan rasional emotif behavior berpengaruh positif untuk mereduksi kecemasan akademik siswa di SMAN 1 Sungguminasa, Kab. Gowa
Metode Pengembangan Dakwah Drs. H. M. Amirullah AR Daeng Sibali di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa metode yang
digunakan Drs. H. M. Amirullah AR Daeng Sibali dalam mengembangkan
dakwah di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa
yaitu metode dakwah bil-lisan yang meliputi ceramah dan tanya jawab, kemudian
dengan metode dakwah bil-hal yang meliputi merenovasi mesjid, mendirikan
TK-TPA dan mendirikan pesantren. Dalam berdakwah tentu terdapat hambatanhambatan
yang
dihadapi
beliau
di
antaranya:
1)
Awalnya
dalam
menyampaikan
dakwahnya
beliau
mengalami
komunikasi
yang
kurang
terjalin
dengan
baik
seperti
mad’u yang tidak memperhatikan atau tidak menyimak. 2) Tingkat
pemahaman mad’u yang berbeda-beda. 3) Sulit untuk mengetahui pemahaman
audien terhadap materi yang disampaikan. Adapun beberapa solusi yang
diterapkan beliau yaitu: 1) Menyiasati isi pesan yang disampaikan beliau dengan
humor yang pas sehingga mad’u tidak merasa bosan. 2) materi yang disampaikan
disesuaikan dengan tingkat intelektual serta pemahaman mad’u. 3) Untuk mad’u
yang kurang memahami biasanya dibuka tanya jawab
A study on the relationship between information literacy skill towards effectiveness of information usage among the employees at YAMATO Transport (M) Sdn Bhd / Ahmad Amirullah Muhammad Basri
Information literacy is defined as a skill that individuals need to determine when the information is needed and have a skill to detect, evaluate, and handling effectively the needed information. These abilities make a perfect sense that it would be taught within in educational context. The information that practiced effectively is a key to success in their job or academic. Methodology is a method to give detail description of the steps that need to be taken in carrying out the research project. The process used is to collect information and data for the purpose of accomplishing a whole study and research. The descriptive method is more focuses on the events that occur in present. The method was appropriately determined when there is a relationship between the factors of the effectiveness of information literacy and organization performance in the organization. The statistical tests in this research have used Reliability, Descriptive Analysis, Correlation and Regression. Finding shows that employees prefer to get help from reading materials such as newspaper, journal, catalog etc. which is result on mean (M=4.22, SD=.947). It stated that Source Approach have the highest mean. To conclude this, employees prefer to have Source Approach and Communication Approach due to the result. Organization should provide training program to their employees no matter fresh staff or senior about skill on how to find effective information
KUALITAS PELAYANAN APARATUR PEMERINTAHAN MELALUI PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH
-Amirullah Syamsuddin, Nomor Pokok E 12105048, Program Studi \ud
Ilmu Pemerintahan Jurusan Ilmu Politik Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial \ud
dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Dengan judul Skripsi ???Kualitas \ud
Pelayanan Aparatur Pemerintahan Melalui Penerapan Electronic \ud
Government Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Palu \ud
Provinsi Sulawesi Tengah???, dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Juanda \ud
Nawawi, M.Si dan Dra. Hj. Nurlinah M, M.Si \ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan \ud
aparatur pemerintahan melalui penerapan elektronik government dan faktor \ud
pendukung pelaksanaan elektronik government di Dinas Kependudukan dan \ud
Catatan Sipil Kota Palu \ud
\ud
Tipe penelitian yang diambil adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik \ud
pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, yaitu penelitian yang \ud
dilakukan dengan pengamatan langsung kepada subjek penelitian dan \ud
wawancara secara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara \ud
dimana peneliti mengadakan tanya jawab langsung dengan beberap \ud
informan terkait pembahasan penelitian ini. serta ditunjang dengan data \ud
primer dan sekunder yang diperoleh selama penelitian yang tentunya \ud
berhungan langsung dengan topik penelitian ini. Adapun subjek penelitian \ud
adalah Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas Kependudukan dan \ud
Catatan Sipil \ud
\ud
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa electronic government \ud
mampu menjadi pilar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal \ud
tersebut dapat dilihat dari adanya kemudahan dalam standar prosedural, \ud
peningkatan dalam penggunaan waktu pelayanan, biaya yang wajar dan \ud
sesuai (ekonomis), serta terlaksananya asas keadilan yang merata bagi \ud
masyarakat. Adapun faktor-faktor yang menjadi pendukung terlaksananya \ud
electronic government dalam peningkatan kualitas pelayanan publik tersebut \ud
dapat dianalisis melalui Kebijakan pemerintah/aturan tentang pelaksanaan \ud
elektronik government, kualitas sumber daya aparatur, ketersediaan sarana \ud
dan prasarana baik yang bersifat utama maupun sarana dan prasarana \ud
pendukung lainnya serta bagaimana kemampuan masyarakat dalam \ud
mengakses dan memahami peran media pelayanan yang tergolong baru ini
Efektivitas organisasi :: Studi kasus pelaksanaan program penyebaran dan pendayagunaan tenaga kerja serta pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja Kanwil Depnaker Prop. Daerah Istimewa Yogyakarta
Manpower issues particularly unemployment w1 create various consequences with -1 economic, safety, politic dmensions to a state. As an economic and social singggel factor, but it is not only resulted by a factor, such as skill/quality of manpower, job opportunity, social culture, information and so on, viewing likelyb consecuences and the complexity of their causal factors, the unemployment still will be a crucial issue and its tackling will be no simple then. Legally and formally, government commitment on manpower issues is reflected in the preamble of 1945 Constitution, the paragraph IV, article 27 verse (2) of the 1945 Constitution, then is continued by issuing the 1969 Law No. 14, and by various regulation implementation. Institutionally, from central to reponal level manfower Departement, Regional Offices and have been developed. But, on another side, based on statistical data it is indicated that employment figures are frowing to swell, and manpower issues are always actual. The study attempted to reveal empirical facts conserning the organizational effectvity of the Regronal Office of Manpower Departement in the Province of the Special District of Yogyakarta in implementing development efforts of manpowe, especially, implementation on Manpower Distribution and Making efficient use program, ManpEower skill Training and Upgradingg Program, as the part of Articles 5 of 1969 Law No. 14 implementation. As framework, the author determined four effect variables on the effectivity of the organization, namely external environmental effect variable including public support, and partner organizational. Internal environmental effect variables including technology support, motivation, and employee capacity. Based on data collected through interview, observation and documenter data and after analyzed, it was concluded that the implementation of Manpower Distribution and Malung eficient use Program, Manpower skill Training and Upgrading Program had not been effectively realized yet. Whereas the influencing factor the effectivity fully laid on the external environmental factor. In order to solve inhibiting factor, the author proposed several solutions; 1) providing integrated guidance for public and work seekerhunter to socialize Regional Office missions to unie perception, 2) provide similar perception with all related institutions, both governmental and private ines, associated with responsibility in the manpower issues, 3) providmg wider authority to Regional OEce in conducting coordination wt external institution. 4) providing consistency in the implementation of law saction. 5) ih improving internal coordination, 6) reducing the intervention the intervention of central institution concerning with the authority delegated to the Regional Office, 7) increasing training instruments in training institutions (BLWKLK), 8) improving cornpentation package to reduce employ unsatisfaction
Analisis Data Sub Bottom Profiler Untuk Identifikasi Ketebalan Sedimen (Studi Kasus : Alur Pelayaran Timur Surabaya)
Salah satu instrument akustik yang digunakan untuk pengukuran dasar perairan adalah sub bottom profiler. Instrument ini menggunakan sinyal akustik frekuensi rendah yang memiliki kemampuan untuk menembus lapisan dasar laut sampai dengan kedalaman beberapa meter. Tujuan dari survei menggunakan sub bottom profiler yaitu untuk melakukan nvestigasi dan identifikasi lapisan dasar laut sehingga diperoleh informasi penting yang berhubungan dengan stratigrafi dasar laut. Data yang diolah merupakan data sekunder yang berasal dari Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya dimana lokasi pengambilan data berada di daerah Alur Pelayaran Timur Surabaya. Data berupa Raw data sub bottom profiler, Raw data single beam, serta data pasut dan sound velocity profiler yang telah diolah. Lokasi penelitian merupakan perairan yang digolongkan sebagai perairan dangkal. Hal ini dapat dilihat dari nilai kedalaman yang berkisar antara 2,51 sampai 5,95 m terhadap LWS. Intepretasi citra dasar laut menunjukkan adanya pengaruh hue saturation. Dimana urutan hue saturation sedimen dari terang kegelap yaitu batu karang, pasir, lumpur berpasir, dan lumpur. Sedimen pada daerah Alur Pelayaran Timur Surabaya didominasi oleh jenis sedimen lumpur berpasir dengan luas area sedimen 93.133 m² pada area penelitian. Luas total area sedimen pada area penelitian yaitu 276.891 m². Terdapat tiga lapisan sedimen. Pola refleksi seismik pada konfigurasi data bersifat seragam (parallel) dan relative seragam (subparallel). Ketebalan antara dasar permukaan laut dengan lapisan pertama memiliki sedimen penyusun berupa lumpur berpasir. Volume total ketebalan lapisan sedimen adalah 17.945.928,40 m³.
================================================================================================================================
Sub Bottom Profiler is an acoustic instrument used to acquire the information below the seafloor. This instrument uses a low frequency acoustic and is able to penetrate the sediment under the seafloor up to several water in depter. The purpose of the Sub Bottom Profiler survey is to investigate and identify the stratigraphy of the ocean bottom. The research processed the data collected by the Navigation Distric of Surabaya. The site location is in East Surabaya Acces Channel. Which is classified as a shallow water area. The depth ranges from 2.51 in to 5. 95 m with respect to LWS. Side Scan Sonar Interpretation based on the sediment in this area is classified into rock sand, sandy-mud, and mud. Sandy mud is dominated this area with approve modely 93, 133 m² of 276,891 m² in to area. There are three layers of sediment. The pattern of seismic reflection data are uniform configuration (parallel) and relative uniform (subparallel). The thickness between the base of the sea surface and the first layer has a constituent sediments form the sandy mud. The total volume of the thickness of the layer sediment is 17,945,928.40 m
Pembinaan Keagamaan Siswa-Siswi Sekolah Menengah Atas melalui Rohani Islam (Rohis) di Kota Samarinda dan Balikpapan
The aim of this paper is to explain the concept of religious mentoring by Rohani Islam (Rohis) in planting Islamic religious values to high school students in Samarinda and Balikpapan. This research applies qualitative technique in analyzing data collected trhough in-depth interviews, documentations, and observations. Findings of this research reveal that Rohis’ programs pertaining to increasing the students’ observance of religion (Islam) are based on routine schedule such as daily, weekly, monthly, and annual programs. All of Rohis’ programs represent the implementation of five aspects of religious dimensions; faith, religious practices, religious experiences, religious consequences, and religious knowledge. Rohis’ programs of religious mentoring to high schools students can be categorised into Dakwah Ammah (general proselytizing) and Dakwah Khashshah (special proselytizing). Keywords: Dakwah ammah and khashshah, Rohis, and students religious mentorin
Strategi Pemimpin Dalam Memotivasi Kerja Karyawan (Studi Pada Notaris Farokah, SH, M.Kn Kepanjen-Malang)
ABSTRAKrnrnNovi Wulandari (2018). Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonsia. Program Studi Manajemen. Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Strategi Pemimpin Dalam Memotivasi Kerja Karyawan (Studi Pada Notaris Farokah, SH, M.Kn Kepanjen-Malang). Pembimbing I. Amirullah. Dan Pembimbing II. H. M. Nasikh.rnrnDalam suatu perusahaan, peran pemimpin sangatlah penting terhadap kerja karyawan, sehingga pemimpin harus selalu memikirkan strategi yang tepat untuk membuat karyawan berkembang. Karena karyawan merupakan aset dasar untuk menuju suatu tujuan perusahaan.rnTujuan penelitian ini adalah mengetahu strategi pemimpin dalam memotivasi kerja karyawan. Data penelitian ini meliputi: hasil observasi, respon pemimpin dan karyawan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis.rnMetode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh pemimpin dalam memotivasi kerja karyawan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan mereka dan strategi pemimpin yang diterapkan cukup membuat karyawan merasa termotivasi dan lebih giat lagi dalam bekerja. Namun dalam penerapan strategi tersebut masih terdapat kendala.rn74 hl
ANALISIS ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN PADA MASA PERALIHAN I DAN II MENGGUNAKAN DATA ALTIMETRI (STUDI KASUS: SELAT BALI)
Potensi perikanan di Indonesia sangat besar karena hal ini didukung oleh wilayah Indonesia yang hampir dua pertiganya berupa laut. Salah satu wilayah yang kaya akan perikanannya adalah di Selat Bali. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi persebaran dan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI). Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode pemodelan numerikal menggunakan data altimetri yaitu data arus geostropik dan data tinggi muka laut absolut yang ditumpang susun sehingga identifikasi daerah penangkapan ikan dapat dilakukan. Selain itu juga diperlukan data tambahan dari parameter oseanografi lainnya untuk meningkatkan keakuratan Zona Potensi Penangkapan Ikan di wilayah Selat Bali.
Dari hasil penelitian didapatkan kecepatan arus geostropik Tanggal 11 April 2012 memiliki kecepatan minimum 0,001 m/s dan kecepatan maksimum 1,122 m/s sedangkan Kecepatan arus geostropik Tanggal 09 Oktober 2012 memiliki kecepatan minimum 0,004 m/s dan kecepatan maksimum 0,670 m/s. Tinggi muka laut pada Tanggal 11 April 2012 mempunyai nilai tinggi minimum 0,852 m dan tinggi maksimum 1,094 m sedangkan tinggi muka laut pada Tanggal 09 Oktober 2012 mempunyai nilai tinggi minimum 0,737 m dan tinggi maksimum 0,840 m. Anomali tinggi muka laut pada Tanggal 11 April 2012 mempunyai nilai tinggi minimum -0,082 m dan tinggi maksimum 0,160 m, sedangkan anomali tinggi muka laut pada Tanggal 09 Oktober 2012 nilai tinggi minimum -0,038 m dan tinggi maksimum 0,065 m. Korelasi antara Kecepatan arus geosptropik dan anomali tinggi muka laut pada Tanggal 11 April 2012 mempunyai nilai sebesar 0,664, sedangkan pada Tanggal 09 Oktober 2012 mempunyai nilai 0,697.Terdapat pergeseran antara Zona Potensi Penangkapan ikan pada masa peralihan I dan II. Hal ini dikarenakan tinggi muka laut yang semakin menurun dari bulan April hingga Oktober 2012. Oleh karena itu, diperlukan survei primer ke Selat Bali untuk mendapatkan validasi data jenis ikan yang berada di Zona yang dianggap sebagai ZPPI.
----------------------------------------------------------------------------------
Fishery potential in Indonesia was huge. It was supported by the Indonesian region sea nearly 2/3. One area that rich of fishery was in the Strait of Bali. Therefore, we need methods that can be used as reference to identify the distribution and Potential Fishing Zone (ZPPI). One method that can be used was the method of numerical modeling using altimetry data (geostrophic currents data and absolute sea level data)resulting in the identification of the fishing can be done. Beside that, it also calls for additional data from other oceanographic parameters to improve the accuracy of Potential Fishing Zone in the Strait of Bali.
Geostrophic current velocity dated April 11 th 2012 had minimum speed of 0,001 m/s and maximum speed of 1.122 m/s, while geostrophic current velocity dated October 9 th 2012 had minimum speed of 0.004 m/s and maximum speed of 0.670 m/s. Sea Surface Height dated April 11 th 2012 has minimum speed of 0.852 m and maximum high of 1,094 m, while Sea Surface Height dated October 9 th 2012 had high minimum of 0.737 m and high maximum of 0,84 m. Anomaly from Sea Surface Height on April 11th 2012 has minimum high value -0.086 m and maximum high value 0.160 m, while anomaly from Sea Surface Height on October 9 th 2012 had high minimum of -0.038 and maximum height 0.065 m. Correlation between Geostrophic currents Velocity and sea surface height anomaly on April 11 th 2012 had value 0.664, while on October 9 th 2012 had value 0.697.There were shifts between the Potential Fishing Zone of the transitional period I and II. It caused by sea level that decreased continuously from April until October 2012. Therefore,we need to do primary surveying in Bali Strait to obtain validated kind of fish data around Zone which is considered as ZPP
- …
