2,545 research outputs found
Analisis Dan Optimasi Kinerja Simpang Bersinyal JL.Gunung Bawakaraeng - JL.Jend.Sudirman Berbasis Mikro-Simulasi
Pertumbuhan kendaraan pada Kota Makassar yang mencapai 30 % kendaraan per tahun ( Badan Pusat Statistik Kota Makassar 2013) tidak sebanding dengan panjang prasarana jalan raya yang hanya 1593,46 kilometer dari tahun 2013 , tentu saja kondisi ini membuat lalu lintas khususnya pada daerah persimpangan bersinyal yang menjadi penghubung antar ruas jalan menjadi krodit arus lalu lintas memasuki jam puncak .Studi ini dilakukan pada Simpang bersinyal Jalan Gunung Bawakaraeng Jalan Jendral Sudirman dan penelitian ini berfokus pada pembentukan parameter model simulasi ,karakteristik kinerja simpang,dan mengoptimasi simpan bersinyal. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung kinerja lalu lintas simpang pada studi ini adalah pendekat model mikro-simulasi lalu lintas berbasis Vissim langkah awal dalam menghitung kinerja simpang yaitu dengan melakukan kalibrasi dengan menggunakan Uji GEH terhadap parameter volume kendaraan kemudian menvalidasi panjang antrian kendaraan .Berdasarkan hasil simulasi bahwa parameter kalibrasi tiap periode waktu ada yang sama dan berbeda seperti parameter jarak aman kendaraan,nilai panjang antrian terbesar ada pada pendekat timur ,utara,dan selatan secara berurutan adalah 110.13 m,32.41 m, dan 22.29 m serta hasil simulasi menunjukan untuk mengoptimasi simpang dengan memperpanjang waktu hijau pada pendekat timur
(m) Sabīl de 'Ā'isha as-Suṭūhiyya
Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Mahbub Mahmud Sabri, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. (m) Sabīl de 'Ā'isha as-Suṭūhiyya. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 144
Sejarah perkembangan Yayasan Al-Fahmi di Tambak Wedi Kenjeran Surabaya pada tahun 2007-2020 M
Metode yang yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heurristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori social-institution atau lembaga kemasyarakatan adalah suatu himpunan atau norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang berdirinya Yayasan Al-Fahmi sebagain besar bersumber pada buah fikiran dan kekhawatiran pendiri yayasan sendiri. Beberapa buah fikiran dan kekhawatiran tersebut seperti berkembangnya teknologi, munculnya media sosial sebagai era baru, perkembangan transportasi, kenakalan remaja. Juga, minimnya saran pendidikan Islam di Surabaya Utara. (2) Terbentuknya Yayasan Al-Fahmi tidak terlepas dari peranan pendiri, yaitu KH. Mahfudz dan Renita Sari. Mereka membentuk Taman Pendidikan Al-Quran, Madrasah Diniyah, dan Madrasa Ibtida’iyah. (3) Perkembangan Yayasan Al-Fahmi, meliputi disahkannya pendirian yayasan dengan nama “Yayasan Al-Fahmi Tambak Wedi”, MI Al-Fahmi berhasi mendapatkan Ijin Pendirian/ Operasianal. MI Al-Fahmi semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat Surabaya Utara, khususnya daerah Tambak Wedi dan sekitarnya. Juga, perkembangan mengenai terciptanya peraturan-peraturan yang berkaitan dengan jalannya yayasan
3° Monographies de M. Monneret
Simaïka Marcus H., Greg Robert Hyde, Home John, Verrucci Ernesto, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. 3° Monographies de M. Monneret. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 36, exercice 1930-1932, 1936. p. 256
Tafsir Sesat: 58 Essai Kritis Wacana Islam di Indonesia
"Di tengah arus beragam aliran pemikiran dan keagamaan di Indonesia yang dikenal majemuk, bukan hanya antar-agama tetapi juga intra-agama, umat Islam perlu bimbingan yang tegas dan sejuk untuk menyikapinya dengan bijaksana. Tegas ke dalam untuk membentengi aqidah umat, lembut ke luar untuk menjaga harmoni bangsa. Oleh karena itu, saya menyambut baik terbitnya buku Sdr. Fahmi Salim, salah satu pengurus DMI. Semoga bermanfaat buat para juru dakwah, mubaligh, aktivis Islam, dan masyarakat umum."
(Dr. H. M. Jusuf Kalla, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia)
"Buku karya pemikir muda Muslim cemerlang ini mengajak kita menyoroti dan memikirkan banyak hal, terutama tentang aliran pemikiran dan keagamaan yang menyimpang yang belakangan ini marak berkembang di Indonesia. Penulis menyoroti tentang liberalisme, sekularisme, pluralisme. Juga tentang Ahmadiyah dan Syi\u27ah. Buku ini sangat menarik untuk dibaca, terutama oleh para pemerhati pemikiran Islam, aktivis dakwah, dan para pemimpin umat."
(Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc. M. Ag. Ketua MUI Pusat)
"Liberalisasi Islam di Indonesia kerap kali memanfaatkan modal murah dari hasil kajian Orientalis, pengalaman sosial-politik di Barat yang liberal, dan kaidah ushul fiqih yang dimanipulasi untuk kepentingan pragmatis. Buku Mas Fahmi Salim ini menarik dan penting dibaca karena bernas membongkar dan mematahkan argumen liberalisme di Indonesia."
(Dr. K.H. A. Hasyim Muzadi, Sekjen International Conference of Islamic Scholars/ICIS dan Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Depok)
"Setelah 15 tahun reformasi bergulir di Indonesia, ternyata bukan hanya liberalisasi ekonomi dan politik, tetapi juga liberalisasi agama yang masuk ke Indonesia. Dulu, langkah awal Kiai Dahlan meluruskan arah Kiblat masjid fenomenal di zamannya. Kini, diperlukan juga pikiran cerdas untuk meluruskan kiblat pemikiran Islam di Indonesia yang tampak bergeser akibat tarik-menarik liberalisme dan skripturalisme, ke arah wasatiyah yang lurus, salah satunya adalah buku Sdr. Fahmi Salim."
(Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah)
"Ustadz Fahmi masih satu keluarga dengan saya. Tetapi, beliau memang lebih alim. Saya jadikan salah
satu tempat bertanya juga. Semoga buku ini banyak manfaatnya buat pembaca."
(Ust Yusuf Mansur, Pimpinan PPPA Darul Our\u27an). (less
Studi Kritis Terhadap Pemahaman Fahmi Basya Terkait Dengan Ayat-Ayat Negeri Saba
Criticism is something that must be built in the scientific world. Because, in science there is no such thing as a definite truth. Criticism here to bring it in the right direction. Especially about the story of the past contained in the Qur\u27an. A story that is explained in it contains truth, lessons and teachings evidently undeniable for all creatures of Allah, for the happiness of the world and the hereafter. This study uses qualitative research in the form of library research, the author uses the approach of the theory of the Qur\u27an and Interpretation and the theory of Diltheiy thinking and interpretive writing ideas in Indonesia. Meanwhile, the collection of data by means of documentation, namely the book Indonesia Negeri Saba\u27by Fahmi Basya and also taken from various related sources. Furthermore, the analysis is done by reading and examining Fahmi Basya\u27s understanding writing, which is written in his book. In summary, Fahmi Basya confirmed 14 comparative accounts of Indonesia and Yemen based on the Qur\u27an and 53 scientific facts which he discovered that Indonesia was the State of Saba\u27. Fahmi Basya\u27s understanding is very contrary to the commentators at least caused by two problems. Finally, Fahmi Basya wants to prove that the State of Saba \u27in the Qur\u27an in Indonesia. Based on the study of Fahmi Basya\u27s understanding it was found that Fahmi Basya was not an expert in the field of the Qur\u27an and Tafsir. So, when he understands the Qur\u27an and reveals the results of his research in the community it needs to be reviewed. Seeing with the scientific viewpoints of the Qur\u27an, Fahmi Basya\u27s interpretation seems to match his discoveries with the Qur\u27anic Verses. And forcing all that can be matched look for verses of the Qur\u27an
Filsafat Ekonomi Islam
Buku yang bertemakan tentang Filsafat Ekonomi Islam terbilang belum banyak terpublikasi di masyarakat Indonesia. Sementara itu, praktik dan aktivitas ekonomi Islam yang tercermin dalam kegiatan perbankan syariah dan lembaga-lembaga ekonomi lainnya menjamur di masyarakat. Oleh sebab itu, penting dihadirkan sebuah buku yang dapat membekali pengetahuan filosofis kepada masyarakat untuk mengoperasikan ekonomi yang berbasis pada ajaran-ajaran Islam.
Buku yang ditulis oleh M. Anton Athoillah dan Bambang Qamaruzzaman, yang berjudul Filsafat Ekonomi Islam ini tepat untuk dihadirkan.
Dalam kata pengantarnya, Rosihan Fahmi menuliskan mengkaji Filsafat Ekonomi Islam, pada dasarnya memang tidak akan semudah membalikan tangan, namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dipelajari dengan cara yang mudah.
Ketika filsafat diposisikan sebagai “ibunya segala ilmu”, dengan demikian bisa difahami keberadaan filsafat dalam kajian ini sebagaimana yang pernah diungkap oleh Bertrand Russel, “…filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk…menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan pada kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam kebiasaan ilmu pengetahuan. Akan tetapi secara kritis, dalam arti: setelah segala sesuatunya diselidiki problem-problem apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu dan setelah kita menjadi sadar dari segi kekaburan dan kebingungan, yang menjadi dasar bagi pengertian kita sehari-hari…” Dengan demikian berfilsafat tentu saja tak hanya sekedar meletakan “tanda tanya” secara khas oleh filsafat, yaitu sistematis, radikal, kritis, integral dan bersifat reflektif. Hal inilah yang kemudian menjadi akar pembeda antara kajian ilmu ekonomi dengan filsafat ekonomi
4. Lettre de M. Wiet au sujet du Khānḳāh de Barḳūḳ
Simaïka Marcus H., Shafik Muhammad, Greg Robert Hyde, Home John, Lacau Pierre, Mahbub Mahmud Sabri, Mustafa Fahmy, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. 4. Lettre de M. Wiet au sujet du Khānḳāh de Barḳūḳ. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. pp. 60-61
Codes: "Mapping Natural Product Biosynthetic Hotspots: Prioritizing Conservation for Medicinal Resources"
This dataset contains the computational resources used in our study, "Mapping Natural Product Biosynthesis Hotspots: Prioritizing Conservation for Medicinal Resources.". It encompasses scripts and methodologies for de novo assembly, annotation, and mapping of biosynthetic pathways of natural products (NPs) in woody angiosperms.Publication: Fahmi, M. et al., Mapping Natural Product Biosynthetic Hotspots: Prioritizing Conservation for Medicinal Resources. BioRxiv. (2023). https://doi.org/10.1101/2023.08.12.553062</p
1. Rapport de M. Pauty sur sa visite aux mosquées de Belâl et de Handal Asyû
Simaïka Marcus H., Greg Robert Hyde, Sayyed Ahmad el-, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. 1. Rapport de M. Pauty sur sa visite aux mosquées de Belâl et de Handal Asyû. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 36, exercice 1930-1932, 1936. pp. 95-96
- …
