3,153 research outputs found
The Poems Of Qashqaı Turkısh Author Mansur Shah Muhammadi (Analysıs-Text-Glossary)
Bu tezin konusu, Kaşkay Türklerinden Mansur Şah Muhammediznin şiirleri esasında
Kaşkay Türkçesinin dil bilgisi özelliklerinin incelenmesidir. 1945 yılında Firuzabad
şehrinde dünyaya gelen Mansur Şah Muhammedi, Kaşkayzın Amele Mehterhana boyuna
mensup bir şairdir ve çağdaş Kaşkay Dil ve Edebiyatının önemli temsilcilerindendir. Onun
Klasik Türk şiiri kalıplarını ve hece veznini kullandığı şiirlerinde Kaşkay Dil ve
Edebiyetinin gelişim ve değişimini görmek mümkündür. Ayrıca, onun eserleri 20.
yüzyıldaki Kaşkay hayat tarzı, dünya görüşü ve sanat anlayışı hakkında fikir vermesi
bakımından son derece önemlidir. Kaşkay Türklerinden Mansur Şah Muhammediznin
Şiirleri (İnceleme-Metin-Sözlük) adlı tezimiz: Giriş, İnceleme, Metin ve Sözlük olmak
üzere dört bölümden oluşmaktadır. Giriş bölümünde: Kaşkay Türklerinin ve tarihi,
kökenleri, coğrafyası, nüfusları ve bugünkü durumları, Kaşkay Dili ve Edebiyatı, Mansur
Şah Muhammediznin hayatı ve eserleri hakkında bilgiler verilmiştir. İnceleme bölümünde
Mansur Şah Muhammediznin şiirleri imlâ, ses ve şekil bilgisi yönünden incelenmiştir.
Metin bölümünde Mansur Şah Muhammediznin şiirlerinin transkripsiyonlu metni yer
almaktadır. Sözlük bölümünde eserde yer alan Arapça, Farsça kelimeler ile ses değişmeleri
sebebiyle anlaşılamaycak duruma gelmiş Türkçe kelimeler, anlamlarıyla birlikte
gösterilmiştir.The topic of this thesis is the study of the Qashqai Turkish grammar peculiarities based on
the poems of Qashqai Turkish author Mansur Shah Muhammadi. Mansur Shah
Muhammadi was born in the city of Firuzabad in 1945; besides, he is the poet of the
Qashqai Amale Mehtarkhana tribe and is one of the important representatives of modern
Qashqai language and literature. It is possible to see the development and change of
Qashqai language and literature in his poems where he uses Classic Turkish poetry patterns
and syllabic meter. Moreover, his works are of vital importance in terms of lifestyle,
worldview, and understanding of art of Qashqai people of the 20th century. Our thesis
called The Poems of Qashqai Turkish Author Mansur Shah Muhammadi (Analysis-Text-
Glossary) consists of four sections: Introduction, Analysis, Text, and Dictionary. In the
first section, the information on the history, origin, geography, population and modern state
of Qashqai Turks; Qashqai Turkish language and literature; the life and works of
Mansur Shah Muhammadi is given. In the analysis, the poems of Mansur Shah
Muhammadi are examined in terms of spelling, phonology, and morphology. Transcribed
text of Mansur Shah Muhammadizs poems is given in the third section. Finally, Persian,
Arabic and Turkish words, which due to the sound changes are unrecognizable, together
with their meanings are listed in the glossary
Abul Mansur Ahmed Research Essay 2023
This is a research essay submitted to the 'Abul Mansur Ahmed Smriti Parishad' in 2023 for primary selection for publication, however, in the end, it was decided by the author not to publish it in the local publisher's policy. Thus the author holds the sole copyright of this article and possesses intellectual property of the work and wishes to publish it in future in reputable platforms.An Intellectual Work on Abul Mansur Ahmed produced by Naywaz Shari
Dinamika Politik Muhammadiyah pada masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)
Skripsi berjudul “Dinamika Politik Muhammadiyah Pada Masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)” ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1). Bagaimana awal masuk KH. Mas Mansur dan kiprahnya dalam organisasi Muhammadiyah? (2). Apa saja kemajuan Muhammadiyah pada era KH. Mas Mansur? (3). Bagaimana politik Muhammadiyah pada masa KH. Mas Mansur? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang meliputi: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis yang bertujuan mendeskripsikan peristiwa di masa lampau. Sedangkan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gerakan sosial politik, teori behavioralisme, dan teori kepemimpinan kharismatik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1). Awal masuknya KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah tidak lepas dari pertemuannya dengan pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Pertemuan mereka terjadi sebanyak tiga kali sebelum KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhmmadiyah. Pertemuan yang terakhir membuat KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhammadiyah. Karir beliau di Muhammadiyah cukup penting, hingga puncaknya adalah menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah pada 1937-1942. (2). Peran KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah selama kepemimpinannya juga mengalami kemajuan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan juga keagamaan. (3). Pada masa kepemimpinan KH. Mas Mansur, Muhammadiyah turut berpartisipasi dalam dunia politik, sehingga menimbulkan dinamika politik dalam organisasi. Partisipasi Muhammadiyah dalam politik terlihat dalam MIAI, PII, dan GAPI
Sistem Ekonomi Dinasti Abbasiyah ( Tinjauan Historis Pada Masa Pemerintahan Khalifah Al-Mansur 95 H-159 H/714 M- 775 M)
Dinasti Abbasiyah yang dipelopori oleh al-Abbas Ibnu Muthalib muncul setelah tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah, kekuasaan dinasti Abbasiyah berlangsung dalam waktu yang amat panjang dimulai 132 (750 M) hingga 656 H (1258 M). dan dinasti inilah Islam mencapai puncak kejayaan dan kecermelangan di segala aspeknya, seperti ilmu pengetahuan, politik, ekonomi dan bidang lainnya. Kejayaan dan kecermelangan yang telah diraih awalnya adalah berkat pembinaan dari daulah Abbasiyah itu sendiri, yaitu Abu Ja’far al-Mansur. Berbagai usaha dilakukan oleh al-Mansur untuk memajukan dan stabilitas Negara, seperti pengangkatan Wazir, membantu protocol Negara yang paling signifikan adalah pembangunan ekonomi. Dalam penelitian ini penulis mencoba memaparkan bagaimana system ekonomi yang diterapkan pada masa khalifah al-Mansur dan Implikasinya terhadap kemajuan ekonomi.
Kata Kunci : Sistem Ekonomi, Implikas
KONTRIBUSI PEMIKIRAN ABU NASR MANSUR IBN ”˜ALI IBN ”˜IRAQ AL-JA’DI(960 M ”“ 1036 M) PADA MATERI TRIGONOMETRI
AbstractThis study aims to determine the contribution of the thoughts of Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di (960 AD - 1036 AD) on trigonometric material. This research is a library research using library research data collection techniques or document review regarding Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di. Abu Nasr Mansur is a Muslim scientist who has produced many monumental works in the fields of mathematics and astronomy. Abu Nasr Mansur is the founder of the law of sine on a plane and the law of sine of the sphere. The use of the law of sine on a flat plane in daily life based on the field is divided into two, namely in the field of civil engineering it is used to calculate building heights, calculate distances between two places and calculate aircraft heights; Meteorology is used to model cyclical trends, such as weather patterns and seasonal variations. The usefulness of the law of sine on a flat plane is used in the field of astronomy to determine the direction of prayer Qibla and prayer times. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemikiran Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di (960 M ”“ 1036 M) pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah kepustakaan atau telaah dokumen mengenai Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di. Abu Nasr Mansur merupakan seorang ilmuan muslim yang telah menghasilkan banyak karya yang monumental dalam bidang matematika dan astronomi. Abu Nasr mansur merupakan penemu hukum sinus pada bidang datar dan hukum sinus bola. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan bidangnya dibagi menjadi dua, yaitu pada bidang ilmu teknik sipil digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menghitung jarak antar dua tempat dan menghitung ketinggian pesawat; pada bidang ilmu meteorologi digunakan untuk memodelkan tren siklus, seperti pola cuaca dan variasi musiman. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar digunakan pada bidang astronomi untuk menentukan arah kiblat sholat dan waktu shol
Dimensi Sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur
Odi Darmawan Juli; Dimensi Sufisme dalam Pemikiran Yusuf Mansur, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Asmaran As, MA. Dan pembimbig II: Dr. M. Zainal Abidin, M. Ag, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2016.
Kata Kunci: Yusuf Mansur, Sufisme, Pendidikan, Keluarga
Penelitian ini bermula dari sikap masyarakat (modern) yang antipati terhadap tasawuf. Padahal tasawuf sendiri ada yang membawa pengaruh positif. Sebagaimana yang dimunculkan Al-Ghazali. Tasawuf juga memiliki peran bagi kehidupan modern yang sedang mengalami krisis makna hidup. Permasalahan kehidupan modern juga berimbas pada bidang pendidikan, seperti prilaku mencontek, berpacaran, melakukan zina, galau, pendidikan agama yang sekedar formalitas semata, komersialisasi pendidikan, dan permasalahannya lainnya. Belum lagi dampak materialisme yang merambah pada materi lembaga pendidikan Islam sehingga tasawuf menjadi kambing hitam sasaran kesalahan. Kehadiran pemikiran sufisme Yusuf Mansur sebagai solusi terhadap problematika masyarakat modern dan problem pendidikan. Yusuf berupaya membuktikan bahwa manusia yang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah tidak akan mendapatkan kerugian di dunia apalagi di akhirat.
Dari permasalahan di atas. Minimal ada dua hal yang perlu diteliti yaitu (1) apa saja dimensi sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur? (2) bagaimana relevansi sufisme Yusuf Mansur terhadap pendidikan karakter?
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dalam bidang sufisme. Peneliti melakukan observasi ke perpustakaan, dokumentasi serta meneliti beberapa karya Yusuf Mansur yang berkenaan dengan tasawuf. Selanjutnya hasil penelitian disusun sesuai dengan sistematika penulisan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur terdiri: khauf, raja’, ikhlas, ridha, sabar, niat, malu, husnudzan, istiqomah, jujur, qana’ah, syukur, zuhud, dan akhlak. Namun peneliti memfokuskan pada tiga ranah yakni tauhid yang erat hubungannya dengan keyakinan; muhasabah berkaitan dengan proses taubat dan upaya terus menerus memperbaiki diri; Dan perselisihan antara niat dan doa terhadap suaatu ibadah & doa sebagai upaya mewujudkan impian.
Hasil penelitian yang menjawab masalah kedua ada temuan yang bersifat penguat dan pengembangan terhadap pendidikan (keluarga) yakni: terletak pada penanaman keyakinan, pembersihan dan penggunaan hati, asas kemanfaatan, menggapai perubahan, menghadirkan rasa peduli, jujur, menumbuhkan akhlakul karimah, menjauhi dosa dan husnudzan. Sedangkan pada pendidikan keluarga, temuan juga bersifat penguat dan pengembangan. Penguat yakni berakhlak dan bermanfaat. Pengembangan yakni: memunculkan rasa syukur, sabar, cinta, keikhlasan, berhati-hati, mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap kehidupan, keberadaan ibu sebagai perwujudan keberadaan Allah dan menjadikan amaliyah sebagai modal utama mendidik anak di dalam keluarga
- …
