75 research outputs found

    Pelaksanaan Kegiatan Toilet Training dan Dampaknya dalam kemandirian anak (Studi Kasus Pada Anak Kelompok B TK Mardi Rahayu Kedungkandang Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Zulfa, Luluk. 2018. Pelaksanaan Kegiatan Toilet Training dan Dampaknya dalam kemandirian anak (Studi Kasus Pada Anak Kelompok B TK Mardi Rahayu Kedungkandang Malang). Skripsi, Jurusan kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd, (2) Evania Yafie, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci:Toilet Training, Kemandirian, Kelompok B (Anak Usia 5-6 Tahun) Toilet Training sangat penting bagi kehidupan anak, toilet training dapat diberikan kepada anak pada saat anak mulai memunculkan kemandirian. Permasalahan anak dalam BAK dan BAB dapat terjadi karena anak belum dilatih dan belum terbiasa untuk latihan toilet secara mandiri. Pola asuh orang tua yang kurang tepat menjadikan anak belum bisa bertanggung jawab dalam mengurus dirinya sendiri.Fokus penelitian ini yaitu: pelaksanaan kegiatan toilet training, permasalahan kemandirian anak dalam BAK maupun BAB, serta dampak dari permasalahan kemandirian anak dalam BAK maupun BAB. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti sebagai instrumen pengumpulan data. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam pada suatu permasalahan. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: (1) tahap pra lapangan, (2) tahap pekerjaan lapangan, (3) tahap analisis data. Subjek penelitian ini adalah satu anak yang berusia 6 tahun di kelompok B TK Mardi Rahayu Kedungkandang Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data interaktif. Hasil temuan sebagai berikut; (1) dalam pelaksanaan kegiatan toilet training cara guru menangani permasalahan kemandirian anak dalam BAK dan BAB yaitu melalui kegiatan toilet training dengan menggunakan teknik lisan dan teknik modelling (2) permasalahan kemandirian anak dalam BAK dan BAB karena anak masih bergantung pada orang lain, anak masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri, kesulitan anak dalam membuka kancingnya sendiri, dan rasa tanggung jawab yang belum dimiliki oleh anak karena anak belum terbiasa melakukan aktivitasnya sendiri, (3) dampak dari permasalahan kemandirian anak dalam BAK dan BAB karena seringnya anak dimarahi sehingga anak takut dalam melakukan aktivitasnya sendiri. Rekomendasi untuk sekolah yaitu, sekolah sebaiknya menerapkan aturan tegas bahwa orang tua dilarang untuk menemani anak di sekolah, orang tua hanya diperbolehkan mengantar sampai gerbang sehingga selama di sekolah anak tidak bergantung pada orang tua dan mulai menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Memberi pencahayaan ruang kamar mandi yang cukup, menghias dinding kamar mandi dengan stiker bergambar agar anak merasa nyaman serta tidak takut untuk pergi ke kamar mandi sendiri

    PENGGUNAAN TANDA BACA DALAM CERPEN KARYA SISWA KELAS X MA BUSTANUL MUTA’ALLIMIN KOTA BLITAR TAHUN PELAJARAN 2021/2022

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Penggunaan Tanda Baca dalam Cerpen Karya Siswa Kelas X MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar Tahun Pelajaran 2021/2022” ini ditulis oleh Luluk Dewi Puspita, NIM 12210183105, pembimbing Lilis Anifiah Zulfa, M.Pd. Kata Kunci: Tanda baca, cerpen Penggunaan tanda baca merupakan salah satu aspek yang memengaruhi kualitas suatu karya ilmiah maupun tulisan lainnya. Tanda baca memberikan arahan intonasi atau penggalan yang tepat. Kesalahan-kesalahan penggunaan tanda baca dapat mengakibatkan kesalahpahaman dalam menangkap suatu maksud dari tulisan. Pembaca menjadi tidak bisa mengerti maksud dari kalimat dan bahkan akan berakibat fatal apabila pembaca salah mengartikan maksud sebuah kalimat menjadi maksud lain yang bertentangan. Peneltian ini penting dilakukan karena terdapat kesalahan penggunaan tanda baca terutama kesalahan penggunaan tanda baca dalam teks cerpen karya siswa. Kesalahan penggunaan tanda baca juga masih sering terjadi dalam tulisan siswa. Hal tersebut yang menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan menganalisis penggunaan tanda baca dalam cerpen karya siswa kelas X MA Bustanul Muta’allimin. Fokus penelitian dalam penelitian ini sebanyak lima poin, yaitu bentuk penggunaan tanda titik (.), tanda koma (,), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda petik (“…”) dalam cerpen karya siswa kelas X MA Bustanul Muta’allimin Kota Blitar tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekaatan kualitatif. Sumber data berasal dari karya siswa berupa teks cerpen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak 96 terdiri atas 6 kesalahan penggunaan tanda titik (.), 54 kesalahan penggunana tanda koma (,), 20 kesalahan penggunaan tanda seru (!), 12 kesalahan penggunaan tanda tanya (?), dan 4 kesalahan penggunaan tanda petik (“…”). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesalahan penggunaan tanda baca terbanyak adalah tanda koma. Kesalahan penggunaa tanda koma terbagi menjadi 5, yaitu 2 kesalahan penggunaan tanda koma (,) dipakai di antara unsurunsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan, 13 kesalahan penggunaan tanda koma (,) dipakai sebelum kata penghubung, 12 kesalahan penggunaan tanda koma (,) dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, 13 kesalahan penggunaan tandak koma (,) dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru dan kata yang dipakai sebagai sapaan, dan 14 kesalahan penggunaan tanda koma (,) dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Dari hasil peneletian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tanda koma siswa memiliki kesalahan paling banyak. Jadi, hal tersebut membuktikan bahwa siswa tidak teliti bahkan belum memgetahui penggunaan tanda koma secara baik

    PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUMBERGEMPOL TAHUN AJARAN 2021/2022

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Penggunaan Media YouTube pada Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol Tahun Ajaran 2021/2022”. Ditulis oleh Nimas Luluk Nur Alvina, Nim 12210183076, pembimbing Lilis Anifiah Zulfa, M.Pd. Kata Kunci: Menulis, Teks Eksplanasi, Media YouTube. Dalam proses pembelajaran menulis teks eksplanasi di kelas, guru menggunakan media pembelajaran yang kreatif. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Salah satu media yang digunakan guru untuk mengasah kreativitas siswa menulis teks eksplanasi adalah media YouTube. Media ini diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga media ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Fokus penelitian ini adalah perencanaan media YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol, pelaksanaan media YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol, dan evaluasi media YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbergempol. Objek penelitian ini adalah media YouTube. Penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data. Analisis dalam penelitian ini dengan cara mengolah data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa guru pada tahap perencanaan guru menyiapkan RPP, media, dan metode yang akan digunakan ketika mengajar di kelas. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan guru membuka pelajaran dengan doa, kemudian lanjut mengecek kehadiran siswa, menyampaikan materi. Kemudian, guru menyampaikan tahapan penggunaan media YouTube dengan cara meminta peserta didik membuka ponsel masing- masing dan guru mengarahkan peserta didik membuka grup kelas. Di dalam grup kelas tersebut guru membagikan link YouTube teks eksplanasi yang berisi tentang fenomena alam. Pada tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui efektif atau tidak media YouTube digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Kemudian, dalam evaluasi terdapat bentuk penilaian pembelajaran. Bentuk penilaian pembelajaran yang digunakan guru untuk mengukur pemahaman peserta didik dengan memberikan tugas membuat teks eksplanasi berdasarkan tayangan YouTube yang telah diamati. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti menemukan bahwa penggunaan media YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi efektif dan menunjukkan hasil yang sangat baik

    ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DIABETES MELITUS PADA NY. I DENGAN FOKUS STUDI DEFISIT PENGETAHUAN (DIIT, OBAT DAN AKTIVITAS)DI DESA TANJUNG KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG

    No full text
    Hasil :Pengkajian dilakukan secara anamnesa pada klien didapatkan masalah prioritas yaitu defisit pengetahuan. Intervensi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu ciptakan lingkungan saling percaya, monitor TTV, diskusikan perubahan gaya hidup, diskusikan pentingnya untuk melakukan evaluasi secara teratur dan menjawab pertanyaan klien/keluarga, beri pendidikan kesehatan tentang penyakit diabetes melitus. Evaluasi dilakukan setelah intervensi selesai dan didapatkan hasil bahwa masalah kurangnya pengetahuan klien teratasi sebagian

    Efek Pemberian Jus Cacing (Lumbricus Rubellus) Fermentasi Terhadap Konsumsi Pakan, Hen Day Production (Hdp) Dan Konversi Pakan Pada Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)

    Full text link
    Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditi ternak unggas yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dibudidayakan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang membudidayakan burung puyuh. Tetapi, burung puyuh sangat rentan terhadap penyakit. Penyakit pada burung puyuh dapat diminimalkan dengan pemberian antibiotik alami. Salah satu antibiotik alami yaitu pemberian cacing tanah (Lumbricus rubellum). Cacing tanah mempunyai daya simpan yang rendah. Sehingga perlu adanya perlakuan untuk memperlama daya simpan yaitu dengan cara fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan di kandang milik Bapak Subur yang berlokasi di Jl. Perum Citra Pesona Buring Raya D2 no.9 kelurahan Wonokoyo kecamatan Kedung kandang kota Malang. Pembuatan jus cacing fermentasi dilaksanakan di CV. RAJ organik, Jl. S. Supriyadi Gang 9A/42 RT 07 RW 04 Kecamatan Sukun Kota Malang. Analisis proksimat dilaksanakan di Fakultas Teknologi Pertanian, Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan jus cacing fermentasi pada air minum terhadap performa produksi pada burung puyuh yang meliputi konsumsi pakan, konversi telur serta Hen Day Production (HDP). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai sumber informasi kepada peternak bahwa pemberian jus cacing dapat meningkatkan produktivitas pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Materi penelitian menggunakan 192 ekor burung puyuh betina jenis Coturnix coturnix japonica umur 7 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Setiap ulangan menggunakan 8 ekor puyuh. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (tanpa penambahan jus cacing), P1 (penambahan jus cacing 0,5%), P2 (penambahan jus cacing 1%) dan P3 (penambahan jus cacing 1,5%). Variabel yang diukur yaitu konsumsi pakan, konversi pakan serta Hen Day Production (HDP). Analisis data yang digunakan adalah Analisys of Variance (ANOVA), jika terjadi perbedaan pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jus cacing tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production dan konversi pakan. Nilai rataan konsumsi pakan pada P0 (22,62 ± 0,89) g/ekor/hari, P1 (22,41 ± 0,62) g/ekor/hari, P2 (22,04 ± 0,99) g/ekor/hari dan P3 (22,49 ± 0,66) g/ekor/hari. Nilai rataan Hen Day Production yaitu P0 (38,63 ± 10,09)%, P1 (44,01 ± 16,35)%, P2 (43,49 ± 9,01)% dan P3 (40,97 ± 4,72)%. Nilai rataan konversi yaitu P0 (3,52 ± 0,716), P1 (3,29 ± 1,216), P2 (3,04 ± 0,496) dan P3 (3,28 ± 0,310). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan penambahan jus cacing dalam air pada burung puyuh tidak memperbaiki konsumsi pakan, konversi pakan serta hen day production (HDP). Disarankan pada penelitian selanjutnya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemberian jus cacing fermentasi pada air, sehingga memberikan efek positif terhadap konsumsi, konversi serta Hen Day Production pada burung puyuh

    Islamic Center Di Kabupaten Demak Dengan Pendekatan Arsitektur Islam

    Full text link
    Perancangan sebuah Islamic Center di Kabupaten Demak, yang merupakan daerah dengan populasi Muslim yang signifikan, mencapai 99,46% pada tahun 2020. Dengan adanya sejarah dan budaya Islam yang kuat, termasuk keberadaan Masjid Agung Demak dan makam-makam penting, kebutuhan akan fasilitas yang dapat menampung berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial menjadi semakin mendesak. Islamic Center ini dirancang untuk menjadi wadah bagi kegiatan pendidikan non-formal, seminar, diskusi, serta bimbingan penyuluhan keagamaan. Selain itu, fasilitas ini juga akan menyediakan asrama haji transit untuk jamaah haji dan penginapan bagi wisatawan. Melalui pendekatan arsitektur yang mengintegrasikan elemen-elemen Islam, perancangan ini bertujuan untuk menyusun landasan konseptual yang dapat mendukung pengembangan kegiatan keagamaan di Kabupaten Demak, serta menjawab masalah terkait kebutuhan masyarakat Muslim setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, survei, dan studi banding untuk mendapatkan data yang relevan dan akurat. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan agama dan budaya Islam di daerah tersebut

    PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 NGANTRU

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Perilaku Bullying Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Ngantru” ini ditulis oleh Indana Zulfa Risqi Mu’aly Saputri NIM 126201203205. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Dr. Hj. Luluk ‘Atirotu Zahro, S.Ag.,M.Pd. Kata Kunci: Penanaman Nilai-Nilai, Pendidikan Agama Islam, Perilaku Bullying. Penelitian ini didasarkan fenomena maraknya perilaku bullying pada lembaga pendidikan. Perilaku bullying di sekolah semakin lama banyak bermunculan sehingga mempengaruhi lancaranya aktivitas pembelajaran dan prestasi belajar. Sehingga penting adanya pencegahan perilaku bullying bagi siswa. Penanaman nilai-nilai Agama Islam pada peserta didik merupakan salah satu cara untuk mencegah perilaku bullying. Penanaman nilai-nilai agama Islam kepada diri peserta didik dapat dilakukan melalui Pendidikan agama islam yang ada di sekolah. Baik melalui metode pembelajaran Agama Islam yang variatif maupun program-program sekolah yang mendukung. Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Langkah-langkah menanamkan nilai-nilai Pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ngantru? (2) Faktor penghambat dan pendukung penanaman nilai-nilai Pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ngantru? (3) Hasil penanaman nilai-nilai Pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ngantru? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode induktif dengan alur tahapan Reduksi data, Penyajian data (data display) dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan: (1) Langkah-langkah menanamkan nilai-nilai PAI dalam mencegah perilaku bullying di SMPN 1 Ngantru yaitu dengan cara memberikan nasehat, memberikan pembiasaan program keagamaan, dan memberikan kedisiplinan. (2) Fokus penghambat penanaman nilainilai PAI dalam mencegah perilaku bullying di SMPN 1 Ngantru diantaranya faktor lingkungan, keluarga, dan sekolah. Sedangkan faktor pendukung penanaman nilainilai PAI dalam mencegah perilaku bullying diantaranya kesadaran warga sekolah dalam menerapkan nilai-nilai agama, dan materi Pelajaran PAI yang kaya akan nilai. (3) Hasil penanaman nilai-nilai PAI dalam mencegah perilaku bullying di SMPN 1 Ngantru yakni diyakini dengan membentuk nilai keimanan, membentuk nilai religius, dan membentuk nilai akhlak

    ANALISIS KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU BERUTANG PADA IBU RUMAH TANGGA

    Full text link
    Along with the development of time, globalization has made people's consumption patterns more complex and diverse. People who buy goods beyond the limits of need can lead to debt behavior. This study aims to analyze the effect of self-control on the debt behavior of housewives in Cileungsi District, Bogor Regency. This research method uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 120 housewives who met the criteria. The research location was chosen purposively in Pasir Angin Village, Cileungsi District, because it is an area with a high population density and a strategic location with a shopping center. The data were analyzed using a simple linear regression test. The results showed that more than half of housewives had self-control in managing their finances. Then the results of the study also show that housewives have a low category in debt behavior. This study found a negative influence on self-control on debt behavior in housewives. It means that the higher self-control of housewives can lower their debt behavior of housewives. Through proper self-control, it is hoped that debt behavior can decrease in the community

    Towards a Public-Private-Citizens Collaboration Platform in Public e-Service Provision

    No full text
    Governments all over the world seek to increase the quality of public e-services offered to citizens. One way of doing this is through collaboration with private sectors and citizens in delivering the e-services. Yet, there is little discussion about their collaboration in stage models that provide a guide in public e-service development. Meanwhile, in the field of technological platform, collaboration among multi parties is discussed in the concept of platform as a medium to generate products or services. However, the concept of platform is still rarely incorporated into public e-service development. Hence, there is a lack of research in the platform development for public e-service provision. This research explores the application of the concept of platform in public e-service development. To do so, a platform development model for governments, which consists of stages, is constructed by conducting three main steps. First, stage models that represent public e-service development and platform development are synthesised by following qualitative meta-synthesis methodology. Second, each stage of the model is analysed by employing platform business model components as the attributes. Third, case studies is conducted to evaluate the model. In our findings, five stages of the platform development model are identified delineating the application of the concept of platform in delivering public e-services. Although evaluation cannot be carried out pertaining to the structure of the stages due to limited data, the five stages of the model describe alternatives for governments to collaborate with private sectors and/or citizens in improving the service provision quality. Moreover, description of the state of the art in platforms as a medium for multi parties collaboration in public e-service provision can be gained from the case studies. Yet, we suggest further research in order to refine the model. The analysis of the model can be improved through multiple-case studies for each stage of the model. In addition, circumstances under which a platform evolves from a stage into another could be identified, for example by taking into account the organization’s capabilities and needs, through case studies with more reliable research data.Systems Engineering, Policy Analysis, and ManagementICTTechnology, Policy and Managemen
    corecore