1,720,964 research outputs found
Dua senyawa mangostin dari ekstrak n-heksana pada kayu akar manggis (garcinia mangostana, linn.) Asal Kab.Nganjuk, Jawa Timur
Garcinia mangostana, Linn. (manggis) merupakan salah satu spesies dari famili Clusiaceae yang telah dilaporkan sebagai sumber senyawa santon terprenilasi dan teroksigenasi. Dua
senyawa santon telah berhasil diisolasi dari ekstrak n-heksana pada kayu akar manggis, yaitu β-mangostin ( 1) berupa kristal jarum berwarna kuning (0,2714 g) dengan titik leleh 170- 173 °C dan a-mangostin (2) berupa padatan kuning (0,0458 g) dengan titik leleh 172 - 174 °C. Kedua senyawa tersebut telah diisolasi dengan menggunakan metode kromatografi kolom. Pemurnian di1akukan dengan metode rekristalisasi dengan campuran dua pelarut yang sama yaitu n-heksana : aseton. Penentuan struktur kedua senyawa tersebut dilakukan dengan menggunakan data spektroskopi UV, IR, 1H-NMR, 13C-NMR, DEPT 135, HMB
WIJALINGA: Wonorejo Inisiatif Jaga Lingkungan Aman (Sosialisasi Dampak Pembakaran Sampah dan Demonstrasi Teknologi Tepat Guna Biopori)
Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menghadapi masalah lingkungan, yaitu kasus perilaku pegolahan sampah dengan cara dibakar meskipun fasilitas pengelolaan samapah sudah tersedia. Hal ini menyebabkan pencemaran udara akibat emisi gas beracun hasil pembakaran sampah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui sosialisasi dampak pembakaran sampah, pengenalan teknologi tepat guna biopori, dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 di Desa Wonorejo dengan 31 peserta menggunakan metode ceramah untuk sosialisasi dampak pembakaran sampah dan konsep biopori, serta demonstrasi melalui video praktik pembuatan lubang biopori. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Program dilengkapi pembagian booklet dan penyerahan alat bor biopori untuk keberlanjutannya. Hasil dari kegiatan WIJALINGA ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat rata-rata 28,36% dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman produksi kompos (38,7%), pengetahuan dasar biopori (35,4%), dan jenis sampah organik (29,0%). Implementasi praktis menunjukkan peningkatan terendah (12,9%). Namun demikian, masih perlu adanya pendampingan berkelanjutan, pelatihan praktis, serta monitoring jangka panjang untuk memfasilitasi transisi pengetahuan menjadi implementasi nyata
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Jamur Endofit Mangga Podang (Mangifera indica L.) Asal Kabupaten Kediri Jawa Timur
Jamur endofit merupakan salah satu mikroba endofit yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan diketahui dapat menghasilkan senyawa aktif yang mirip dengan tumbuhan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari ekstrak media dan ekstrak jamur endofit yang berhasil diisolasi dari ranting mangga podang (Mangifera indica L.). Didapatkan empat jenis jamur endofit hasil isolasi yang kemudian dikultur menggunakan media padat Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian dipindahkan ke media cair Potato Dextrose Broth (PDB). Setelah miselia tumbuh selama inkubasi, media dan biomassaa jamur dipisahkan dengan filtrasi vakum. Jamur yang telah dikeringkan dimaserasi menggunakan metanol, sedangkan media jamur diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak jamur dan ekstrak media kemudian diuji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Staphylococcus mutan menggunakan metode difusi cakram kertas. (Disk Diffusion Method). Kontrol negatif yang digunakan adalah aquades sedangkan sebagai pembanding adalah antibiotik ciprofloxacin dan kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jamur dan ekstrak media jamur memiliki aktifitas sebagai antibakteri dengan sensitifitas yang berbeda-beda. Ekstrak media jamur memiliki sensitifitas yang lebih tinggi terhadap beberapa macam bakteri dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dari biomassa jamur
Edukasi Produk Jajanan yang Dapat Merusak Gigi pada Anak Usia Sekolah di SD Islam Kreatif The Naff Kediri
Consumption of sugary, acidic, and refined carbohydrate-rich foods and drinks is a major cause of tooth decay, increasing dental caries among children. This community service program aims to raise awareness, especially among school-aged kids, about the dangers of such snacks. Through an educational approach, leaflets about harmful snacks like candy, soda, and other sugary treats were distributed. Pre- and post-intervention questionnaires measured participants\u27 understanding. Initially, most children were unaware of the dental health risks of sugary snacks. After the intervention, knowledge about toothdecay-causing snacks increased by 95%, alongside a better grasp of healthy habits to maintain dental health. Early education on proper food choices and dental care can reduce dental caries prevalence among children. This program successfully boosted dental health awareness in the elementary school environment
PENGARUH LAMA PEMANASAN TERHADAP KUALITAS MINYAK GORENG KEMASAN KELAPA SAWIT
Latar belakang: Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng diantaranya adalah kandungan Free Fatty Acid (FFA), warna, serta Cloud point. Semua faktor ini perlu dianalisis untuk mengetahui kualitas minyak goreng kelapa sawit. Adapun penurunan mutu dari minyak goreng kelapa sawit antara lain dapat disebabkan oleh pengaruh lama pemanasan. Tujuan: Mengetahui kualitas minyak goreng terhadap lama pemanasan. Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati berupa kandungan Asan lemak bebas, warna dan Could Point. Hasil: Pemanasan akan menurunkan kualitas minyak goreng kualitas super setelah pemanasan sampai 15 menit (mendidih) (FFA= 0,1695,Warna = Merah: 1,5-2,0, dan Kuning 15-20, dan Cloud point  (CP) = 6 oC.). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak goreng menurun setelah pemanasan 15 menit. Perlu dilakukan analisa bilangan iod, bilangan asam, dan bilangan penyabunan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang sesuai dengan standar mutu SNI
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK MEDIA DAN JAMUR ENDOFIT RANTING MANGGA PODANG (Mangifera indica L.)
Salah satu varietas mangga yang merupakan tumbuhan endemik di Kabupaten Kediri, Jawa Timur adalah mangga podang. Mangga podang memiliki potensi menghasilkan berbagai macam senyawa metabolit sekunder dengan berbagai macam aktivitas biologis. Namun, kendala yang dihadapi pada proses isolasi senyawa bioaktif adalah banyaknya bahan dari bagian tumbuhan yang diperlukan untuk proses isolasi. Sehingga, perlu pemanfaatan mikroorganisme yang hidup dalam tumbuhan untuk dijadikan metode isolasi. Metode yang digunakan adalah skrining fitokimia kualitatif, serta dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT) pada ekstrak media dan jamur endofit dari ranting mangga podang. Hasilnya pada ekstrak jamur J2 dan J3 mengandung alkaloid, sedangkan terpenoid dan flavonoid ditemukan pada ekstrak media J2 dan J3. Hasil uji KLT menunjukkan banyak senyawa yang terkandung dalam ekstrak media menggunakan berbagai eluen sedangkan pada ekstrak jamur tidak terdapat senyawa meskipun dilihat dengan lampu UV maupun penambahan CeSO4.
Kata kunci : Fitokimia; Kromatografi Lapis Tipis; Jamur Endofit; Mangga Podang
ABSTRACT
One of the mango varieties which is endemic to Kediri, East Java is the Podang Mango. Podang Mango has the potential to produce various secondary metabolite compounds with various biological activities. However, the obstacle faced in the process of isolating bioactive compounds is the large amount of material from plant parts required for the isolation process. So, it is necessary to use microorganisms that live in plants as an isolation method. The method used was qualitative phytochemical screening and thin layer chromatography (TLC) tests were carried out on media extracts and endophytic fungi from podang mango twigs. The results showed that the J2 and J3 mushroom extracts contained alkaloids, while terpenoids and flavonoids were found in the J2 and J3 media extract. The TLC test results showed that there were many compounds contained in the media extract using various eluents, whereas there were no compounds in the mushroom extract even though seen with a UV lamp or the addition of CeSO4.
Kata kunci : Phytochemical; Thin Layer Chromatography; Endophytic fungi; Podang Mang
PENGARUH LAMA PEMANASAN TERHADAP KUALITAS MINYAK GORENG KEMASAN KELAPA SAWIT
Latar belakang: Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng diantaranya adalah kandungan Free Fatty Acid (FFA), warna, serta Cloud point. Semua faktor ini perlu dianalisis untuk mengetahui kualitas minyak goreng kelapa sawit. Adapun penurunan mutu dari minyak goreng kelapa sawit antara lain dapat disebabkan oleh pengaruh lama pemanasan. Tujuan: Mengetahui kualitas minyak goreng terhadap lama pemanasan. Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati berupa kandungan Asan lemak bebas, warna dan Could Point. Hasil: Pemanasan akan menurunkan kualitas minyak goreng kualitas super setelah pemanasan sampai 15 menit (mendidih) (FFA= 0,1695,Warna = Merah: 1,5-2,0, dan Kuning 15-20, dan Cloud point  (CP) = 6 oC.). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak goreng menurun setelah pemanasan 15 menit. Perlu dilakukan analisa bilangan iod, bilangan asam, dan bilangan penyabunan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang sesuai dengan standar mutu SNI
Psikoedukasi Perilaku Seksual Beresiko Untuk Pencegahan HIV/AIDS Pada Siswa SMK “Y” Wates Kediri (Psychoeducation of Risky Sexual Behavior To Prevent HIV/AIDS In Students Of Smk “Y” Wates Kediri)
Angka kejadian kasus HIV/AIDS di Indonesia, terutama di kalangan remaja semakin meningkat. Remaja menjadi kelompok paling rentan terinfeksi HIV/AIDS karena remaja mulai mempraktikkan perilaku seksual berisiko yang memungkinkan terjadinya penularan HIV/AIDS. Remaja perlu dibekali pengetahuan terkait pencegahan HIV/AIDS yang berbasis sekolah agar dapat mengenali bahaya dari HIV/AIDS dan menghindari perilaku seksual beresiko sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode psikoedukasi di SMK “Y” di wilayah Wates Kediri dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual beresiko untuk mencegah remaja terkena HIV/AIDS. Materi yang disampaikan mencakup memahami HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyebaran, pengobatan dan penanganan, serta pencegahannya termasuk Perilaku Seksual Beresiko. Psikoedukasi dihadiri oleh 31 siswa perwakilan kelas 1-3 dari berbagai jurusan. Metode yang dilakukan adalah one group pretest-posttest design, dengan menggunakan uji normalitas gain (n-gain score). Hasil kegiatan ini menunjukkan rata-rata n-gain score sebesar 0.51 (sedang) yang berarti bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa terkait materi yang disampaikan. Diharapkan melalui pengabdian ini siswa dapat menghindari perilaku seksual beresiko untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.Abstract. The rate of HIV/AIDS cases in Indonesia, especially among adolescents is increasing. Adolescents become the most vulnerable group infected with HIV/AIDS because adolescents begin to practice risky sexual behavior that allows the transmission of HIV/AIDS. Adolescents need to be equipped with knowledge related to school-based HIV/AIDS prevention in order to recognize the dangers of HIV/AIDS and avoid risky sexual behavior as an effort to prevent HIV/AIDS. This community service is carried out by psychoeducational methods at SMK “Y” in the Wates, Kediri with the aim of increasing knowledge about risky sexual behavior to prevent adolescents from getting HIV/AIDS. The material presented includes understanding HIV (Human Immunodeficiency Virus) and AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), spread, treatment and handling, as well as prevention including risky sexual behavior. Psychoeducation was attended by 31 students representing grades 1-3 from various majors. The method is one group pretest-posttest design, using gain normality test (n-gain score). The results of this activity showed an average N-gain value of 0.51 (medium) which means there is an increase in student knowledge related to the material presented. It is expected that through this service students can avoid risky sexual behavior to prevent the transmission of HIV / AIDS among adolescent
Pelatihan Pembuatan Wedang Uwuh sebagai Upaya Pemberdayaan UMKM Berbasis Herbal di Desa Wates, Kabupaten Kediri
This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of residents in Wates Village, Kediri Regency, in processing traditional herbal beverages, specifically wedang uwuh, as an effort to empower local micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Wedang uwuh is a traditional Javanese drink made from a mixture of spices such as ginger, cloves, cinnamon, secang wood, pandan leaves, and rock sugar, which not only carries cultural value but also contains bioactive compounds such as flavonoids and phenolics that act as antioxidants. The potential of Wates Village as a herbal center, supported by its jamu tradition and diverse MSMEs, provided the foundation for this training program. Methods included initial observation, coordination with village officials and student volunteers, counseling on the health benefits of herbal ingredients, demonstration of hygienic preparation techniques, and training in packaging and labeling products. Evaluation was conducted through pretests and posttests with 27 participants to measure improvements in knowledge and skills. Results showed an increase in average scores from 56.30 to 59.26, although not statistically significant, while qualitative observations indicated greater confidence and interest among participants in developing herbal beverage businesses independently. This training had a positive impact on community understanding, skills, and motivation, serving as an initial step toward establishing herbal-based MSMEs in Wates Village
- …
