1,720,959 research outputs found

    PERTUNJUKAN KESENIAN TERBANG DI KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG DAN BENTUK PELESTARIANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR PELATIHAN EKSTRAKURIKULER DI SMA

    No full text
    Logita Embang. 2105 “Pertunjukan Kesenian Terbang dan Bentuk Pelestariannya Sebagai Bahan Ajar Pelatihan Ekstrakurikuler Di SMA” Sekolah Pasca Sarjana UPI. Latar belakang: keberadaan pertunjukan kesenian terbang asli yang hampir tidak diminati oleh generasi muda yang beranggapan merupakan kesenian yang bertradisi lama. Masalah penelitian: Bagaimana bentuk pertunjukan kesenian terbang? Bagaimana struktur teks yang terkandung dalam lagu-lagu? Bagaimana ko-teks dan konteks dan fungsi pada pertunjukan kesenian terbang? Bagaimana bentuk pelestarian di SMA? Tujuan dari penelitian: mendeskripsikan pertunjukan kesenian terbang, menyajikan ancangan buku panduan pelatihan ekstrakurikuler di SMA. Teori yang digunakan: teori kebudayaan, tradisi lisan, bentuk dan struktur teks, kajian semantik, bunyi dan teori isi tradisi lisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data: teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian: peneliti sendiri dan dibantu dengan pedoman wawancara, observasi, catatan lapangan, tape recorder, dan kamera. Sumber datanya: pertunjukan kesenian terbang, teks lagu-lagu dan konteks. Analisis data dan pembahasan mengenai pertunjukan kesenian terbang, bentuk, analisis struktur semantik dan formula bunyi, ko-teks dan konteks dari lagu-lagu pertunjukan kesenian terbang, Teks lagu-lagu dalam pertunjukan kesenian terbang memiliki struktur semantik yang beragam. Formula bunyinya berupa pengulangan bunyi kata, baik dalam baris, maupun antar baris dengan irama yang dinamis. Konteks dari pertunjukan kesenian terbang ini tidak terikat oleh ruang dan waktu, namun harus mempertimbangkan suasana. Fungsi dari pertunjukan kesenian terbang selain sebagai penghibur juga sebagai unsur pendidikan, pranata kehidupan sosial, fungsi keagamaan. Upaya pelestarian dari pertunjukan kesenian terbang, yaitu melalui pembuatan bahan ajar berupa ancangan buku panduan pelatihan kegiatan ekstrakurikuler di SMA.----------Logita Embang. 2015 “Arts Terbang Performance and Instructional Material As a preservation From Extracurricular Training in School”. Post Graduate of UPI. Background: Young generations are not interested in existence of the original art terbang performance, they thought that it is old tradition. The research problem: how is form of art terbang performance? How the structure of the text contained in the songs? How co-text and context of the function of to show art terbang? What are the forms of preservation in high school? The purpose of the research: to describe art terbang performance, presenting definition guidebook extracurricular training in high school. The used theory: the theory of culture, oral traditions, the shape and structure of the text, the study of semantics, the sound and content of the theory of oral tradition. This research used qualitative descriptive method. Data collection techniques: technique of participant observation, interviews, and documentation. Instrument of the research: the researchers themselves and assisted with interview, observation, field notes, tape recorder, and camera. Source of data: art terbang performance of songs and context. Data analysis and discussion of art terbang performance, to analyze the shape, structure, semantic, and sound formula, co-text and context of art performance songs terbang. Text songs of art terbang performance have a diverse semantic structure. Formula repetition of sound such as the sound of the word, both in rows with a dynamic rhythm. Context of art terbang performance is not bound by the cast and the time, but must consider the atmosphere. The function of the art terbang performance as an entertainer also other than as a component of education, social life institution, a religious function. Conservation effort of art terbang performance is through making material definition guide book training extracurricular in high school

    Model Experiential Learning sebagai Alternatif Pembelajaran Menulis Karangan Eksposisi Berdasarkan Faktor Kebahasaan pada Siswa Kelas X di SMA

    No full text
    Penggunaan suatu model, pendekatan atau metode dalam suatu pembelajaran dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Salah satu model pembelajaran berupa model pengalaman atau experiential learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran dalam menulis atau mengkontruksi teks eksposisi pada siswa Sekolah menengah Atas di Kelas X sesuai denga silabus dan kompetensi dasar yang ada dalam Kurikulum 2013. Keterampilan menulis dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam bentuk teks. Pembelajaran menulis dalam bentuk teks pada kurikulum 2013 kelas X salah satunya adalah memproduksi teks eksposisi. Memproduksi teks eksposisi merupakan keterampilan dalam bentuk teks yang harus dikuasai oleh siswa. Siswa diharapkan dapat memahami kelengkapan isi, kelengkapan struktur dan penggunaan bahasa. Siswa Sekolah Menengah Atas merupakan anak yang sudah mempunyai daya wawasan pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan siswa Sekolah Tingkat Pertama sehingga dalam membuat keterampilan menulis teks eksposisi lebih terstruktur karena salah satunya lebih luas wawasan dalam hal kebahasaan.Kata Kunci: experiential learning, teks eksposisi, kebahasaan  The use of models, approach or method in learning can the determine student learning success. One learning model in the form of an experiential learning model can be used as an alternative learning in writing or constructing exposition text in high school student in class X according to syllabus and basic competencies in the 2013 curriculum. Writing skills can be done in various forms, one of which is in the form of text. One of the learning to write in text in the 2013 curriculum for class X is producing exposition text is a textual skill that students must master. Student are expected to understand the completeness of the structure and the use of language.  Middle school students are children who are already have more insight into knowledge compared to junior high school student so that in making exposition text writing skills more structured because one of them has broader insight in term of language.Keywords: experiential learning, exposition text, languageÂ

    NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM NOVEL LENGKING BURUNG KASUARI KARYA NUNUK Y. KUSMIANA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai sosial dalam novel Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana (2) nilai budaya dalam novel Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana. Penelitian ini merupakan penelitian dekripstif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat pada novel Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah novel Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama terdiri dari 224 halaman.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat nilai sosial dan budaya pada novel Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana. (1) Nilai sosial dilihat dari norma keagamaan, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. (2) Sedangkan, nilai budayanya adalah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar

    MAKNA LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU “CINTA LUAR BIASA” KARYA FAISAL RESI DAN DIPOPULERKAN OLEH ANDMESH KAMALENG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal yang terkandung dalam lirik sebuah lagu. Makna leksikal disebut sebagai arti dasar dari suatu kata yang memiliki makna utuh dan berdiri sendiri. Dalam penggunaan bahasa, makna leksikal memegang peran penting karena menghubungkan kata, bahasa, dan kalimat, baik dalam konteks internal maupun eksternal bahasa. Makna ini bersifat tetap dan tidak dapat diubah, karena telah tercantum secara baku dalam kamus. Dalam Penelitian ini, lirik lagu dijadikan sebagai dasar analisis untuk menggali makna leksikal yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang diawali dengan tahap pembacaan dan pemahaman terhadap lirik lagu yang dianalisis. Tujuannya untuk menarik kesimpulan menganai makna leksikal dalam lirik lagu “Cinta Luar Biasa” karya Faisal Resi

    FENOMENA KEHIDUPAN MASYARAKAT TEGALURUNG-INDRAMAYU DALAM NOVEL AIB DAN NASIB KARYA MINANTO (THE PHENOMENON OF TEGALURUNG-INDRAMAYU COMMUNITY LIFE IN THE NOVEL AIB DAN NASIB BY MINANTO)

    Full text link
    AbstractThe Phenomenon of Tegalurung-Indramayu Community Life in The Novel Aib dan Nasib by Minanto. This research aims to describe the phenomenon of Tegalurung-Indramayu community life contained in the novel Aib and Nasib by Minanto. The formulation of the problem contained in this study is how the life of the villagers contained in the novel Aib and Nasib by Minanto and its implications for social life. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The data source of this research is the novel Aib and Nasib by Minanto. Furthermore, the data contained in this novel is associated with Alan Swingewood's theory of literary sociology which states that literary works are born as social documents that record an era. The result of this study revealed that the novel Aib and Nasib by Minanto recorded the phenomena of family disorganisation, poverty, violence, young generation and early marriage in the life of Tegalurung community which implicated in a chaotic and problematic social life.Keywords: Aib dan Nasib, Alan Swingewood, Novel, Sociology of literatureAbstrakFenomena Kehidupan Masyarakat Tegalurung-Indramayu dalam Novel Aib dan Nasib karya Minanto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kehidupan masyarakat Tegalurung-Indramayu yang terdapat di dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini ialah bagaimana kehidupan orang-orang desa yang terdapat dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto dan implikasinya pada kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini ialah novel Aib dan Nasib karya Minanto. Selanjutnya, data yang terdapat dalam novel ini dikaitkan dengan teori sosiologi sastra Alan Swingewood yang menyatakan bahwa karya sastra lahir sebagai dokumen sosial yang merekam suatu zaman. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa novel Aib dan Nasib karya Minanto merekam fenomena disorganisasi keluarga, kemiskinan, kekerasan, generasi muda dan pernikahan dini pada kehidupan masyarakat di Tegalurung yang berimplikasi pada kehidupan sosial yang kacau dan penuh dengan masalah.Kata-kata kunci: Aib dan Nasib, Alan Swingewood, Novel, Sosiologi sastr

    GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU “BERTAUT” KARYA NADIN AMIZAH DALAM ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN: KAJIAN STILISTIKA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan dan menganalisis penggunaan majas dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah sebagai bentuk kajian stilistika. Lagu ini dipilih karena mengandung kekuatan ekspresif yang tinggi serta nilai estetika yang mencerminkan relasi emosional antara penutur dan sosok yang dikasihi, terutama ibu, Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. menggunakan teknik baca-catat. Analisis dilakukan dengan menelaah secara mendalam struktur kebahasaan dalam lirik, khususnya penggunaan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu tersebut ditemukan berbagai jenis majas, antara lain: majas metafora (7 data), simile (5 data), personifikasi (5 data), hiperbola (5 data), antitesis (1 data), repetisi (3 data), paralelisme (2 data), dan pleonasme (1 data). Terdapat 6 data diksi diantaranya, diksi emotif, diksi metaforis, diksi simbolis, diksi puitis, diksi lugas & naratif, diksi kasar/ekspresif. Penggunaan gaya bahasa ini tidak hanya memperkuat makna lirik tetapi juga menambah daya tarik artistik lagu. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguasaan stilistika berperan penting dalam menciptakan karya sastra yang bernilai estetis tinggi dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore