489 research outputs found

    PENERAPAN CERITA ARYA PENANGSANG PADA TANGKI SEPEDA MOTOR CUSTOM

    No full text
    ABSTRAK Dimas Panuntun Asmoro : 13147120. “PENERAPAN CERITA ARYA PENANGSANG PADA TANGKI SEPEDA MOTOR CUSTOM” Deskripsi Karya. Program Studi S-1 Kriya Seni, Institut Seni Indonesia Surakarta. Penciptaan karya seni dengan judul “Penerapan Cerita Arya Penangsang Pada Tangki Sepeda Motor Custom” ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai konsep, tema, bentuk, teknik, proses dan hasil penciptaan karya seni logam dengan menampilkan objek relief cerita Arya Penangsang. Tangki custom sebagai bagian dari Custom Bike atau modifikasi sepeda motor menjadi bagian dari perkembangan zaman yang tumbuh pesat di tengah masyarakat khususnya pada kalangan pecinta roda dua. Proses pembuatan relief dikerjakan menggunakan teknik wudulan dengan bahan utama plat logam kuningan. Setiap relief pada karya menggambarkan adegan dalam cerita Arya Penangsang secara berurutan dan saling berkaitan satu sama lain. Adapun landasan penciptaan yang digunakan dalam proses penciptaan karya yaitu menggunakan teori Monroe Beardsley, ada tiga ciri yang menjadi siat-sifat membuat baik atau indah dari benda-benda estetis yaitu: kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity). Dan tiap-tiap karya mengacu pada landasan penciptaan tersebut, (1) Kesatuan, Yaitu pengayaan penggambaran karakter tokoh, ilustrasi dan unsur hias dalam cerita Arya penangsang yang merujuk pada setiap adegan kedalam kesatuan cerita dan visual yang berurutan. (2) Kerumitan, Unsur kerumitan terdapat pada teknik ukir, teknik las dan finishing serta pembagian setiap adegan yang diwujudkan dalam lima adegan yang diilustrasikan sesuai intrepretasi penulis sesuai dengan tema cerita. (3) Kesungguhan, Suatu benda estetis yang baik harus mepunyai suatu kualitas tertentu yang menonjol dan bukan sekedar sesuatu yang kosong. Kesungguhan di sini berarti cerita atau makna yang terkandung dalam suatu karya. Kata Kunci : Arya Penangsang, Tangki, custo

    Hölder continuity and Harnack estimate for non-homogeneous parabolic equations

    No full text
    In this paper we continue the study on intrinsic Harnack inequality for non-homogeneous parabolic equations in non-divergence form initiated by the first author in Arya (Calc Var Partial Differ Equ 61:30–31, 2022). We establish a forward-in-time intrinsic Harnack inequality, which in particular implies the Hölder continuity of the solutions. We also provide a Harnack type estimate on global scale which quantifies the strong minimum principle. In the time-independent setting, this together with Arya (2022) provides an alternative proof of the generalized Harnack inequality proven by the second author in Julin (Arch Ration Mech Anal 216:673–702, 2015).peerReviewe

    Arya Stark, donzela-guerreira?

    No full text
    This article addresses in its content an analysis on the character Arya Stark of the literary work, the chronicles of Ice and Fire, of the author George R.R. Martin. For this, the study was directed by the study about gender (GALVÃO, 1998), namely, the understanding of the term damsel-warrior and its importance in relation to social issues pertinent to female experience, especially in the literary description. The purpose of analyzing the character is to establish a debate about the feminine 'image' in the work, through Arya and a comparison with the experience of the woman in the contemporary society, being, therefore, the theoretical concepts, through bibliographical revision On the ethos (AMOSSY, 2014, EGGS, 2014) and the enunciative scene (MAINGUENAU, 2014) help in the argumentative constitution for a better understanding of the discursive types that are in the social core historically and that reflect in the analyzed work. The result of the research, from the studies of the theoretical basis, was convergent to elucidation of the social constitution that the discourse has. Thus, it is relevant to note that understanding how discourses are defined and expressed through literature continues to reveal the barriers that result in occasional domains of groups over others.Este artigo aborda em seu conteúdo uma análise sobre a personagem Arya Stark da obra literária, As crônicas de Gelo e Fogo, do autor George R.R. Martin. Para tanto, o estudo foi direcionado pelo estudo a respeito de gênero (GALVÃO, 1998), a saber, sobre a compreensão do termo donzela-guerreira e de sua importância frente às questões sociais pertinentes a vivência feminina, sobretudo na tradição literária. O propósito de analisar a personagem é de estabelecer um debate a respeito da ‘imagem’ feminina na obra, por meio de Arya e de uma comparação com a vivência da mulher na sociedade contemporânea, sendo assim, os conceitos teóricos, por meio de revisão bibliográfica sobre ethos (AMOSSY, 2014; EGGS, 2014) e da cena enunciativa (MAINGUENAU, 2014) auxiliam na constituição argumentativa para melhor compreensão dos tipos discursivos que estão no cerne social historicamente e que refletem na obra analisada. O resultado da pesquisa, a partir dos estudos da base teórica, foi convergente a elucidação da constituição social que o discurso tem frente à temática. Dessa forma, mostra-se relevante pontuar que compreender como os discursos são definidos e expressos através da literatura continua a revelar os entraves que resultam em ocasionais domínios de grupos sobre outros

    Perancangan Website Sistem Informasi Akademik Sekolah Dasar ( Studi Kasus : SDS Arya Jaya Sentika – Tigaraksa Kabupaten Tangerang )

    No full text
    SDS Arya Jaya Sentika merupakan salah satu lembaga pendidikan yang membutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu dalam pengelolaan data akademik, proses bisnis pengelolaan data akademik pada sekolah tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan kegiatan tersebut dan hasilnya pun belum tentu akurat. Sistem Informasi Akademik yang dirancang bertujuan agar proses pengolahan data akademik dapat dilakukan dengan efektif dan efisien serta menghasilkan output yang akurat. Metode yang dingunakan dalam pengembangan sistem adalah metode Waterfall yang memiliki lima tahapan yaitu : analisa, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan. Sistem yang akan dirancang berupa aplikasi berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Codeigniter dan menggunakan MySQL sebagai basis datanya. Berdasarkan hasil pengujian kualitas perangkat lunak dengan model ISO 9126 dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas perangkat lunak sistem informasi akademik sekolah dasar berbasis web pada SDS Arya Jaya Sentika dalam kriteria Sangat Baik dengan persentase tanggapan responden sebesar 83,83%

    Perancangan Website Sistem Informasi Akademik Sekolah Dasar ( Studi Kasus : SDS Arya Jaya Sentika – Tigaraksa Kabupaten Tangerang )

    No full text
    SDS Arya Jaya Sentika merupakan salah satu lembaga pendidikan yang membutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu dalam pengelolaan data akademik, proses bisnis pengelolaan data akademik pada sekolah tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan kegiatan tersebut dan hasilnya pun belum tentu akurat. Sistem Informasi Akademik yang dirancang bertujuan agar proses pengolahan data akademik dapat dilakukan dengan efektif dan efisien serta menghasilkan output yang akurat. Metode yang dingunakan dalam pengembangan sistem adalah metode Waterfall yang memiliki lima tahapan yaitu : analisa, desain, penulisan program, pengujian dan perawatan. Sistem yang akan dirancang berupa aplikasi berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Codeigniter dan menggunakan MySQL sebagai basis datanya. Berdasarkan hasil pengujian kualitas perangkat lunak dengan model ISO 9126 dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas perangkat lunak sistem informasi akademik sekolah dasar berbasis web pada SDS Arya Jaya Sentika dalam kriteria Sangat Baik dengan persentase tanggapan responden sebesar 83,83%

    Perancangan dan Penerapan Metode K-Means untuk Memprediksi Penjualan Toko Arya Elektrik

    No full text
    In a shop, the product is a staple that is sold and bought. There are products in the store between products that sell well and products that don't sell. Given this problem, it is necessary to create a system that can classify products that sell, products that sell well, and products that don't sell well, which was carried out at the Arya Elektrik Store and carried out from March to July 2022. The K-Means algorithm is not affected by the order of objects used. used, this is proven when the author tries to randomly determine the starting point of the cluster center of one of the objects at the start of the calculation. The number of cluster memberships generated is the same when using another object as the starting point for the cluster center. However, this only affects the number of iterations performed. The purpose is to create applications and analyze product sales at the Arya Elektrik Store using the K-Means method. With this system, it can provide convenience benefits for analyzing the grouping of product sales at the Arya Elektrik Store, determining and classifying product sales that are selling well, very selling, and less selling. The method used to collect data is observation and interviews. With this application, shop owners can see the results of grouping these products. So, if there are products that don't sell well, shop owners can look for other alternatives so that products that don't sell can be sold.Pada sebuah toko, produk merupakan bahan pokok yang dijual belikan. Produk di toko terdapat antara produk yang laku dengan produk yang tidak laku. Dengan adanya masalah ini, perlu untuk menciptakan sistem yang dapat mengelompokkan produk laku, produk sangat laku, dan produk yang kurang laku, yang dilakukan di Toko Arya Elektrik dan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2022. Algoritma K-Means tidak terpengaruh terhadap urutan objek yang digunakan, hal ini dibuktikan ketika penulis mencoba menentukan secara acak titik awal pusat cluster dari salah satu objek pada permulaan perhitungan. Jumlah keanggotaan cluster yang dihasilkan berjumlah sama ketika menggunakan objek yang lain sebagai titik awal pusat cluster tersebut. Namun, hal ini hanya berpengaruh pada jumlah iterasi yang dilakukan. Tujuan untuk membuat aplikasi dan menganalisis penjualan produk pada Toko Arya Elektrik menggunakan metode K-Means. Dengan adanya sistem ini dapat memberikan manfaat kemudahan untuk menganalisis pengelompokkan penjualan produk pada Toko Arya Elektrik, menentukan dan mengklasifikasikan penjualan produk yang laku, sangat laku, dan kurang laku. Metode yang digunakan pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Dengan adanya aplikasi ini, pemilik toko dapat melihat hasil pengelompokkan produk tersebut. Maka, bila terdapat produk yang tidak laku, pemilik toko dapat mencari alternative lain agar produk yang tidak laku dapat menjadi laku.   Kata kunci: K-means, Produk, Klaste

    Francis Bacon: Painting in A Godless World

    No full text
    Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century

    Francis Bacon: Painting in A Godless World

    No full text
    Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century

    The Speaking Body: Corporeal Symbolism in Arya Gopi's Poetry

    No full text
    Poetry is an amalgam of both melancholy and bliss for Dr. Arya Gopi. She is an Indian bilingual writer who handles a wide variety of themes, the analysis of which would perhaps be a herculean task for a scholar. Her poetry contains everything. It speaks of inner and outer conflicts. It addresses intricacies of human psyche; confronts with life and death alike. Seldom do her words wither to be of a particular theme; instead it embraces everything general. Gopi\u27s collection of poems, Sob of Strings (2016) reveals her keen observation and unique poetic techniques. Her poetry can perhaps be considered synonymous with several of the confessional poems of Sylvia Plath, Emile Dickinson and Kamala Das. Basic human emotions, life, death, nature and the like never really are redshirts here. Another significant aspect of Gopi\u27s poetry must be the vitality of corporeal imagery made use of in Sob of Strings. Body can best used in theatre rather than literature, however, systematic development of bodily symbolism can make a work of literature complete. Body plays a vital role in meaning-making, which is a complex process. Plath and Emile Dickinson have constantly made use of several body centred symbols in order to depict intricacies of the human psyche. So does the author of Sob of Strings. Her poetry thus is a celebration of versatile themes, to justify which the author, without deliberate interruption, uses a handful of corporeal symbols

    Peran satuan polisi pamong praja dalam penertiban pedagang kaki lima (pkl) di sekitar wisata religi sunan kudus

    No full text
    Skripsi yang berjudul ”PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI SEKITAR WISATA RELIGI SUNAN KUDUS” ini secara umum bertujuan untuk mengetahui peran apa yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan Penertiban Pedagang Kaki Lima. Dan untuk mengetahui Faktor apa saja yang menjadi kendala Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima di sekitar Wisata Religi Sunan Kudus. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Dalam hal teknik pengumpulan data, penulis menggunakan data primer yaitu dengan cara wawancara. Setelah data diperoleh, maka disusun secara sistematisdan selanjutnya dianalisa secara kualitatif, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan yang dibahas dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa Peran yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus No. 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, Dan Perlindungan Masyarakat belum maksimal, karena belum menerapkan sanksi administrasi sesuai Pasal 30 Perda No. 11 Tahun 2017, salah satunya adalah denda administrasi yaitu bagi PKL dan pembeli yang tertangkap tangan mengadakan transaksi jual beli di zona merah PKL dan/atau fasilitas-fasilitas umum yang dilarang untuk digunakan sebagai tempat berjualan atau lokasi berjualan PKL dikenakan denda administrasi sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Kendala yang dialami Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka Melakukan Penertiban Pedagang Kaki Lima di sekitar Wisata Religi Sunan Kudus disebakan oleh faktor SDM, baik secara keterampilan komunikasidan pendekatan, maupun jumlah anggota. Kurangnya pemahaman dari PKL di sekitar Wisata Religi Sunan Kudus mengenai Perda yang berlaku sehingga menyulitkan para Satpol PP dalam memberikan pemahaman kepada PKL di sekitar Wisata Religi Sunan Kudus terkait Perda yang Berlaku. Kurangnya sosialisasi dan kurang aktifnya peran dari Dinas Perdagangan membuat PKL di sekitar Wisata Religi Sunan Kudus tidak mengetahui Perda yang berlaku. Serta Kegigihan Pedagang Kaki Lima mempertahankan tempat berjualan dan tetap kembali berjualan ketempat semula meskipun telah ditertibkan oleh petugas. Hal ini berhubungan dengan pendapatan yang akan diperolehnya ditempat tersebut. Terdapat tempat-tempat tertentuyang menurutpenilaian Pedagang Kaki Lima paling dapat memberikan pendapatan yang tinggi bagi para Pedagang Kaki Lima untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
    corecore