61 research outputs found
Visualisasi Data Penjualan PT XYZ Dengan Tableau
In a competitive business environment, Company XYZ faced challenges in efficiently managing and analyzing sales data. To address this issue, this study developed an interactive dashboard that simplifies data visualization through prototyping methods, using the Extract, Transform, and Load (ETL) process with Google Colab and Python, and final visualization using Tableau. The goal was to speed up and clarify the decision-making process by presenting sales data in various visual formats such as graphs, charts, and maps. The author faced several significant challenges including integrating inconsistent data from various sources, gaining a deep understanding of user needs, overcoming technological limitations, designing an intuitive user interface, and the necessity for comprehensive testing to ensure system reliability. As a result, this dashboard enhanced operational efficiency and data analysis quality at Company XYZ, enabling quicker responses to market dynamics and improving the company’s competitiveness. With this dashboard, Company XYZ has been able to minimize data analysis time while enhancing accuracy in their business and operational strategies
An Analysis of Meteorological Data in Sumatra and Nearby using Agglomerative Clustering
Sumatra is one of the biggest and the second most crowded islands in Indonesia. Sumatra is also a place of abundance of tropical flora and fauna. This paper aims to cluster the cities in Sumatra and nearby based on the meteorology data. It implements Agglomerative hierarchical clustering and uses a daily time series dataset from 17 cities from 1 January 2010 to 31 December 2023. The dataset contains variables minimum temperature, maximum temperature, average temperature, humidity, sunshine duration, and average wind speed. The preprocessing data was dedicated to managing the missing values and data aggregation to create single-form data. The single-form data contains cities and meteorological variables used as an input for the clustering algorithm, i.e. K-Means, Fuzzy C-Means, K-Medoid, intelligent K-KMeans, and Agglomerative clustering. The Agglomerative clustering outperforms other methods (i.e. K-Means, Fuzzy C-Means, K-Medoid, and intelligent K-KMeans) and produces Silhouette scores of 0.11. The clusters are then analyzed to find their unique pattern. The cut-off when the number cluster is two, Agglomerative hierarchical clustering gathers Aceh, Sabang, Pekanbaru, Padang, and Padang Lawas in Cluster 1. Other cities, i.e., Nagan Raya, Batam, Jambi, Bandar Lampung, Medan, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Belitung, Tapanuli, Deli Serdang, and Nias are in Cluster 2. The results can be briefly explained that the characteristic of Cluster 1 has a higher average temperature, lower humidity, and lower sunshine duration than cities in Cluster 2. However, Cluster 1 has a lower average minimum temperature than Cluster 2. The pairs of cities which have the most similarities are (Aceh, Sabang), (Pekanbaru, Padang Lawas), (Nagan Raya, Nias), (Jambi, Palembang), (Bengkulu, Tapanuli), and (Medan, Deli Serdang). The annual trend in several cities shows that there exists an increasing trend in minimum temperature, rising sunshine duration, and decreasing wind speed. These are signs of climate change that need a proper handling
AUTONOMOUS MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE FORMAL LOGIKA TEMPORAL LINIER
Logika temporal linier (LTL) dikontruksi dari formulasi logika tingkah laku sistem yang diharapkan dari waktu ke waktu secara linier. Dengan demikian jika pada bagian atau waktu tertentu terjadi kesalahan pada sistem, kesalahan itu dapat segera diantisipasi. Dalam hal ini penggunaan perencanaan logika temporal linier tidak hanya digunakan pada autonomous mobile robot untuk mencapai sebuah tujuan atau menghindari rintangan, tetapi juga untuk perangkaian, perluasan atau penugasan sementara (temporal ordering) pada sebuah rangkaian tugas yang berbeda dalam satu waktu. Dalam LTL untuk menghasilkan lintasan robot dilakukan tiga tahap tahap aktivitas, yaitu pendefinisan abstraksi diskrit pergerakan robot, perencanaan logika temporal menggunakan model checking, dan implementasi kontinu rencana diskret (continuous implementations of discrete plan).Pada penelitian ini, untuk membuktikan apakah model perencanaan logika temporal linier yang dibuat sebelumnya memenuhi spesifikasi tingkah laku sebuah mobile robot yang dimaksud, maka dibuatlah sebuah autonomous mobile robot sebagai alat uji implementasi formula logika temporal linier tersebut. Untuk membangun sebuah autonomous mobile robot tersebut diperlukan beberapa perangkat elektronika di antaranya mikrokontroler, sensor, kompas, dan motor penggerak. Selain itu dilakukan pula simulasi dengan perangkat lunak MOBOTSIM versi 1.0.03.Implementasi formulasi dengan simulasi menggunakan MOBOTSIM menunjukkan hasil yang lebih ideal daripada pembangunan formulasi pada robot sebenarnya Hal ini disebabkan pergerakan protipe mobile robot banyak dipengaruhi faktor luar yang dalam penelitian ini diabaikan
AUTONOMOUS MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE FORMAL LOGIKA TEMPORAL LINIER
Logika temporal linier (LTL) dikontruksi dari formulasi logika tingkah laku sistem yang diharapkan dari waktu ke waktu secara linier. Dengan demikian jika pada bagian atau waktu tertentu terjadi kesalahan pada sistem, kesalahan itu dapat segera diantisipasi. Dalam hal ini penggunaan perencanaan logika temporal linier tidak hanya digunakan pada autonomous mobile robot untuk mencapai sebuah tujuan atau menghindari rintangan, tetapi juga untuk perangkaian, perluasan atau penugasan sementara (temporal ordering) pada sebuah rangkaian tugas yang berbeda dalam satu waktu. Dalam LTL untuk menghasilkan lintasan robot dilakukan tiga tahap tahap aktivitas, yaitu pendefinisan abstraksi diskrit pergerakan robot, perencanaan logika temporal menggunakan model checking, dan implementasi kontinu rencana diskret (continuous implementations of discrete plan).
Pada penelitian ini, untuk membuktikan apakah model perencanaan logika temporal linier yang dibuat sebelumnya memenuhi spesifikasi tingkah laku sebuah mobile robot yang dimaksud, maka dibuatlah sebuah autonomous mobile robot sebagai alat uji implementasi formula logika temporal linier tersebut. Untuk membangun sebuah autonomous mobile robot tersebut diperlukan beberapa perangkat elektronika di antaranya mikrokontroler, sensor, kompas, dan motor penggerak. Selain itu dilakukan pula simulasi dengan perangkat lunak MOBOTSIM versi 1.0.03.
Implementasi formulasi dengan simulasi menggunakan MOBOTSIM menunjukkan hasil yang lebih ideal daripada pembangunan formulasi pada robot sebenarnya Hal ini disebabkan pergerakan protipe mobile robot banyak dipengaruhi faktor luar yang dalam penelitian ini diabaikan
AUTONOMOUS MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE FORMAL LOGIKA TEMPORAL LINIER
Logika temporal linier (LTL) dikontruksi dari formulasi logika tingkah laku sistem yang diharapkan dari waktu ke waktu secara linier. Dengan demikian jika pada bagian atau waktu tertentu terjadi kesalahan pada sistem, kesalahan itu dapat segera diantisipasi. Dalam hal ini penggunaan perencanaan logika temporal linier tidak hanya digunakan pada autonomous mobile robot untuk mencapai sebuah tujuan atau menghindari rintangan, tetapi juga untuk perangkaian, perluasan atau penugasan sementara (temporal ordering) pada sebuah rangkaian tugas yang berbeda dalam satu waktu. Dalam LTL untuk menghasilkan lintasan robot dilakukan tiga tahap tahap aktivitas, yaitu pendefinisan abstraksi diskrit pergerakan robot, perencanaan logika temporal menggunakan model checking, dan implementasi kontinu rencana diskret (continuous implementations of discrete plan).Pada penelitian ini, untuk membuktikan apakah model perencanaan logika temporal linier yang dibuat sebelumnya memenuhi spesifikasi tingkah laku sebuah mobile robot yang dimaksud, maka dibuatlah sebuah autonomous mobile robot sebagai alat uji implementasi formula logika temporal linier tersebut. Untuk membangun sebuah autonomous mobile robot tersebut diperlukan beberapa perangkat elektronika di antaranya mikrokontroler, sensor, kompas, dan motor penggerak. Selain itu dilakukan pula simulasi dengan perangkat lunak MOBOTSIM versi 1.0.03.Implementasi formulasi dengan simulasi menggunakan MOBOTSIM menunjukkan hasil yang lebih ideal daripada pembangunan formulasi pada robot sebenarnya Hal ini disebabkan pergerakan protipe mobile robot banyak dipengaruhi faktor luar yang dalam penelitian ini diabaikan
Pengembangan aplikasi manajemen stok UMKM rumah makan lesehan Bu Yus
AbstrakUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu usaha mikro yang memberdayakan industri rumahan. UMKM Indonesia memiliki kontribusi sebesar 15.8% terhadap rantai pasok produksi global di tingkat ASEAN. Rumah makan Lesehan Bu Yus merupakan rumah makan yang menjual berbagai jenis makanan. Penjualan rumah makan Lesehan Bu Yus di lakukan secara langsung di rumah makan maupun dengan menerima pesanan melalui platform online. Rumah makan ini mengalami kendala dalam pengelolaan stok bahan baku yang masih dilakukan secara manual, sehingga sering terjadi ketidakakuratan data stok. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk membatu meningkatkan dan mengembangkan UMKM khususnya rumah makan Lesehan Bu Yus yang berlokasi di Jl. Taman Krakatau No. 25 Kabupaten Serang Banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi beberapa tahap mengikuti Software Development Life Cycle (SDLC) Agile Scrumn yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan sistem pengujian dan implementasi serta evaluasi. dengan memanfaatkan teknologi informasi mengembangkan sebuah aplikasi Inventory Management Stock (IMS) berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu mengelola stok menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Safety Stock. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan stok bahan baku dapat meningkatkan efisiensi operasional Rumah makan Lesehan Bu Yus, mengoptimalkan biaya pengadaan bahan baku, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan UMKM melalui penerapan sistem manajemen stok berbasis web. Kata kunci: economic order quantity; inventory management; UMKM; pengabdian masyarakat; safety stock Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the micro enterprises that empower home industries. Indonesian MSMEs contribute 15.8% to the global production supply chain at the ASEAN level. Lesehan Bu Yus restaurant is a restaurant that sells various types of food. The sales at Lesehan Bu Yus restaurant are conducted directly at the restaurant as well as by receiving orders through online platforms. This restaurant faces challenges in managing raw material stock, which is still done manually, leading to frequent inaccuracies in stock data. The objective of this Community Service (PKM) activity is to help improve and develop MSMEs, specifically the Lesehan Bu Yus restaurant located at Jl. Taman Krakatau No. 25, Serang Regency, Banten. The method used in this community service activity includes several stages following the Software Development Life Cycle (SDLC) Agile Scrum, namely requirement analysis, system design, system development, testing, implementation, and evaluation. by utilizing information technology to develop a web-based Inventory Management Stock (IMS) application specifically designed to help manage stock using the Economic Order Quantity (EOQ) and Safety Stock methods. The results of this activity show that the use of information technology in managing raw material stock can improve the operational efficiency of Rumah Makan Lesehan Bu Yus, optimize the procurement costs of raw materials, and provide a positive contribution to the development of SMEs through the implementation of a web-based stock management system. Keywords: economic order quantity; inventory management; MSMEs; community service; safety stoc
ANALISA SENTIMEN TERHADAP COSPLAYER PADA PLATFORM SOSIAL MEDIA INSTAGRAM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING
Media sosial, khususnya Instagram, berperan penting sebagai platform bagi cosplayer untuk berbagi konten serta berkomunikasi dengan pengikutnya. Komentar dari pengguna berisi berbagai pandangan yang dapat dianalisis guna memahami sentimen audiens terhadap cosplayer. Penelitian ini mengumpulkan data komentar Instagram melalui API dan memprosesnya dengan cleaning serta preprocessing untuk menghilangkan informasi tidak relevan dan menormalkan teks. Setelah itu, Untuk klasifikasi sentimen, beberapa model IndoBERT diuji, di antaranya indobenchmark/indobert-base-p1 dengan akurasi 76,34%, yang menunjukkan kinerja unggul dibandingkan model lainnya seperti indobertweet-base-uncased 55,82% dan indobert-base-uncased 43,31%. Metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk membobotkan serta menganalisis sentimen, sehingga memungkinkan pemeringkatan kategori konten berdasarkan tanggapan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa unggahan Daily Share memperoleh respons positif paling tinggi, yang menunjukkan ketertarikan audiens pada konten yang bersifat personal. Sebaliknya, Giveaway memiliki tingkat keterlibatan terendah. Hasil ini memberikan masukan kepada cosplayer agar lebih fokus pada konten yang menarik minat positif dan relevan bagi audiens. Dengan wawasan ini, cosplayer dapat merancang strategi konten dan interaksi yang lebih efektif untuk meningkatkan engagement dan reputasi mereka di media sosial
Sentiment Analysis on Skincare Product Reviews Using Lexicon-Based and Comparison of SVM Kernel
The skincare industry has seen remarkable growth in recent years, fueled by increasing public awareness of skincare and beauty. As awareness of the importance of skincare grows, skincare products are becoming more popular. The skincare brands available on the market today are diverse. However, not all skincare products offer the same quality, and some are more suitable for specific skin types or concerns, depending on the ingredients used and product formulation. To help consumers understand skincare reviews, this study conducts sentiment analysis on skincare products, identifying whether reviews tend to be positive, negative, or neutral. The sentiment analysis utilizes a lexicon-based approach with comparisons of various SVM kernels, including linear, polynomial, RBF, and sigmoid. Additionally, this research applies the Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) for word weighting. The study results indicate that the best performance was achieved with the Sigmoid and Linear kernels when no oversampling technique was applied. The results for the linear kernel without balancing achieved 81.83% accuracy, 77.46% precision, 81.83% recall, and 79.53% F1 score. Meanwhile, the Sigmoid kernel yielded 81.83% accuracy, 77.39% precision, 81.83% recall, and 79.53% F1-score
Clustering Data Meteorologi di Pulau Kalimantan Menggunakan Algoritma K-Means
Kalimantan merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Indonesia. Clustering data meteorologi pulau Kalimantan bertujuan untuk mengelompokkan kota-kota di wilayah tersebut guna mempelajari pertanda perubahan iklim. Artikel ini menggunakan data meteorologi time series harian dari 17 kota periode 1 Januari 2012 sampai 31 Juli 2023. Data dikumpulkan dari dari 17 kota yang tersebar di Pulau Kalimantan meliputi variabel temperatur minimum, temperatur maksimum, temperatur rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata. Clustering dilakukan menggunakan metode K-Means dan K-Medoid. Metode Silhouette dan Davied Bouldin Index digunakan untuk memilih jumlah cluster optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, metode K-Means mengungguli kinerja metode K-Medoid. Hasil eksperimen dengan menggunakan algoritma K-Means memperoleh jumlah cluster terbaik yaitu dua cluster dengan nilai Silhouette dan Davies Bouldin Index masing-masing sebesar 0.139 dan 1.923. Hasil clustering menggunakan metode K-Means memperoleh hasil kota Pontianak, Palangkaraya, Sambas, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kuburaya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Berau berada di Cluster 1. Tarakan, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, dan Nunukan berada di Cluster 2. Trend tahunan variabel temperatur minimum di kota-kota cluster 1 mengalami kenaikan. Secara umum, tren tahunan menunjukkan bahwa kecepatan angin rata-rata dari tahun 2012 – 2023 mengalami penurunan. Kenaikan temperatur dan penurunan kecepatan angin menjadi tanda adanya perubahan iklim
PERANCANGAN DASHBOARD INTERAKTIF UNTUK APLIKASI PEMANTAUAN KEDISIPLINAN KARYAWAN DI PT XYZ
Dalam era digital yang terus berkembang, PT XYZ menghadapi tantangan dalam memantau kedisiplinan karyawan secara real-time. Permasalahan yang muncul adalah keterbatasan sistem manajemen perusahaan yang tidak memiliki alat visualisasi data yang memadai, sehingga informasi disiplin karyawan sulit diakses secara cepat oleh berbagai departemen. Penelitian ini bertujuan merancang dashboard interaktif menggunakan Grafana untuk membantu memvisualisasikan data kedisiplinan karyawan. Metode pengembangan yang digunakan adalah Solo Scrum, yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pembuatan backlog, sprint, dan deployment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dashboard yang dirancang dapat menampilkan data real-time terkait kehadiran dan ketepatan waktu karyawan, serta mengurangi potensi kesalahan manusia dalam pengolahan data. Kesimpulannya, dashboard ini memudahkan PT XYZ dalam memantau kedisiplinan karyawan dan mendukung pengambilan keputusan strategis
- …
