19 research outputs found
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, DAN KETIDAKAMANAN DALAM BEKERJA (JOB INSECURITY) TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PADA CV. CITRA KENCANA LESTARI PEKANBARU
. Penelitian ini dilakukan pada CV. Citra Kencana Lestari terletak di jalan
Tanjung Batu No.59 Pekanbaru. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan komitmen organisasi dan
ketidakamanan dalam bekerja terhadap turnover intention pada CV. Citra
Kencana Lestari Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang pada
bagian pengiriman dengan metode sensus. Berdasarkan hasil persamaan regresi
linier berganda Y = 30,087 – 0,518X1+ 0,593X2+ e. Komitmen organisasi
memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap turnover intention pada
CV.Citra Kencana Lestari Pekanbaru. Sebuah organisasi harus peka terhadap
kabutuhan karyawannya serta memberikan peluang dalam mengembangkan karir
sehingga memberikan kehidupan kerja yang berkualitas. Dengan tingginya
komitmen perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia dengan efektif dan
efisien maka akan mampu mengurangi tingginya tingkat turnover intention yang
terjadi. Dengan tingginya tingkat turnover yang terjadi akan merugikan
perusahaan karena harus mengeluarkan biaya yang besar dalam melakukan
perekrutan karyawan baru. Ketidakamanan memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap turnover intention pada CV.Citra Kencana Lestari Pekanbaru.
Ketidakamanan yang dirasakan oleh karyawan akan sangat mempengaruhi kondisi
kerja serta akan menurunkan kinerja karyawan sehingga menimbulkan niat untuk
mencari pekerjaan yang baru.Karena adanya perubahan yang terjadi yang akan
membuat hubungan kerja sama dan balas jasa yang diterima karyawan juga akan
mengalami perubahan.Secara simultan atau bersamaan komitmen organisasi dan
ketidakamanan memiliki pengaruh terhadap turnover intention pada CV.Citra
Kencana Lestari Pekanbaru. Komitmen perusahaan dan ketidakamanan
merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat turnover
intention yang terjadi, untuk itu perusahaan dituntut harus mampu mengelola
sumber daya manusianya dengan baik dan efisien sehingga akan menurunkan
tingkat turnover intention yang terjadi.
Kata Kunci :Komitmen Organisasi, Ketidakamanan dan Turnover Intentio
On polar Legendre polynomials
10 pages, no figures.-- MSC2000 codes: Primary 42C05; Secondary 33C25.-- ArXiv pre-print available at: http://arxiv.org/abs/0709.4537Accepted in Rocky Mountain Journal of Mathematics.We introduce a new class of polynomials {Pn}, that we call polar Legendre polynomials, they appear as solutions of an inverse Gauss problem of equilibrium
position of a field of forces with n + 1 unit masses. We study algebraic, differential
and asymptotic properties of this class of polynomials, that are simultaneously
orthogonal with respect to a differential operator and a discrete-continuous Sobolev
type inner product.Research by first author (H.P.) was partially supported by Dirección General de Investigación, Ministerio de Ciencia y Tecnología de España, under grant MTM2006-13000-C03-02, by Comunidad de Madrid-Universidad Carlos III de Madrid, under grant CCG06-UC3M/EST-0690 and by Centro de Investigación Matemática de Canarias (CIMAC). Research by second author (J.Y.B.) was supported by CNPq-TWAS. Research by third author (W.U.) was partially supported by Centro de Investigación Matemática de Canarias (CIMAC).En prens
Analysis of the Effect of Microinteraction in Instagram Application on the Users
Before we know it, digital media has grown and changed rapidly. One of the most common media is social media. According to datareportal. com in Digital 2020: Indonesia, 160 million people in Indonesia use social media and spend 3 hours 26 minutes every day on social media applications, and 63 millions of them are Instagram users [1]. An application/web/game always has micro-interaction, including Instagram. Micro interaction is detailed interaction to make users know everything they are currently doing or has done by making feedback in small animation to have more attachment to the application. In the present paper, the author analyses the micro-interaction in Instagram application based on literature and the micro-interaction effect in helping users use Instagram application using the qualitative method of In-Depth Interview with 6 users. The interview result produced a conclusion on the effect of micro-interaction in Instagram application on the users
National Health Insurance Scheme: Internal and External Barriers in the Use of Reproductive Health Services among Women
Lack of familiarity among the community, medical workers, and administrative staff regarding reproductive health services covered by Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) or the National Health Insurance (NHI) in Indonesia remained a problem. Therefore, this resulted in sub-optimal use of the medical services, as shown by surveys from the Women's Health Foundation for three consecutive years (2015-2017). This qualitative study was conducted with a Rapid Assessment Procedure design in three cities within Indonesia: Padang Pariaman, Manado, and Kupang. Data were collected through IDIs (n = 47informants) and 6 FGDs (7 persons/group). Participants also consisted of NHI RHS users (mothers and young women), administrative officers at health facilities, medical services providers, and officials related to the NHI assistance. Data were managed using NVivo version 2.0 software, accompanied by thematic analysis. The internal barriers in NHI use included inadequate knowledge of RHS covered by NHI, and a culture of shame in informants. External barriers included additional costs for medicines not covered by NHI, the dissatisfaction of health services provided by medical workers, busy work and household activities, and lack of women's role in decision-making within families, which related to reproductive wellness
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DAN SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL JELLY DRINK KECOMBRANG
Bunga kecombrang sebagai antioksidan dan antimikroba yang dapat memperpanjang
umur simpan pada makanan dan minuman. Senyawa yang terdapat pada bunga kecombrang
yaitu flavonoid, polifenol, alkaloid, saponin, minyak atsiri dan steroid. Kecombrang
berpotensi untuk menjadi minuman fungsional dan menghambat radikal bebas. Kecombrang
dapat diolah menjadi minuman yaitu Jelly drink merupakan produk minuman yang berbentuk
gel yang memiliki sifat elastis yang mudah dihisap atau dikonsumsi oleh kalangan anak-anak
dan orang dewasa. Penambahan ekstrak bunga kecombrang pada jelly drink memberikan
varian rasa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan
dan sukrosa terhadap sifat kimia, fisik dan organoleptik.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan 2 faktor. Faktor pertama penambahan konsentrasi karagenan, yaitu (K1= konsentrasi
karagenan 0,6%, K2 = konsentrasi karagenan 0,7%, dan K3 = konsentrasi karagenan 0,8%).
Faktor yang kedua adalah sukrosa, yaitu (S1 = 15%, S2 = 20%, dan S3 = 25%). Percobaan
dilakukan dengan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter uji
terdiri dari sifat kimia (pH, total padatan terlarut dan aktivitas antioksidan), sifat kimia
(sineresis, warna dan viskositas) serta uji organoleptik (warna, rasa, aroma, daya sedot dan
overall). Data hasil pengujian sifat kimia dan fisik dianalisis menggunakan metode Analysis
of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data
organoleptik dianalisis menggunakan metode Friedman Test dengan aplikasi SPSS 25.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan karagenan dan sukrosa
berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman (pH), total padatan terlarut, aktivitas
antioksidan, sineresis, warna dan viskositas. Interaksi penambahan karagenan dan sukrosa
berpengaruh nyata terhadap sineresis dan warna. Penambahan karagenan dan sukrosa
berpengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik pada warna, rasa, daya sedot dan
overall (keseluruhan), namun berpengaruh tidak nyata terhadap aroma. Perlakuan terbaik
pada penambahan karagenan 0,8% dan sukrosa 15% dengan nilai rata-rata warna 3,48; aroma
3,52; rasa 4,00; daya sedot 4,20; dan overall 4,24.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Bengkulu)
A comon genomic framework for a diverse assembly of plasmids in the symbiotic nitrogen fixing bacteria
This work centres on the genomic comparisons of two closely-related nitrogen-fixing symbiotic bacteria, Rhizobium leguminosarum biovar viciae 3841 and Rhizobium etli CFN42. These strains maintain a stable genomic core that is also common to other rhizobia species plus a very variable and significant accessory component. The chromosomes are highly syntenic, whereas plasmids are related by fewer syntenic blocks and have mosaic structures. The pairs of plasmids p42f-pRL12, p42e-pRL11 and p42b-pRL9 as well large parts of p42c with pRL10 are shown to be similar, whereas the symbiotic plasmids (p42d and pRL10) are structurally unrelated and seem to follow distinct evolutionary paths. Even though purifying selection is acting on the whole genome, the accessory component is evolving more rapidly. This component is constituted largely for proteins for transport of diverse metabolites and elements of external origin. The present analysis allows us to conclude that a heterogeneous and quickly diversifying group of plasmids co-exists in a common genomic framework
Cardiovascular Risk with Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs: Systematic Review of Population-Based Controlled Observational Studies
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang Demokratis (Studi Kasus Di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara”.
SARI
Widiyanti, Ratih. 2011.“Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam
Menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang Demokratis (Studi Kasus Di Desa
Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara”. Skripsi. Jurusan Hukum dan
Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I: Puji Lestari, S.Pd, M.Si. Pembimbing II: Martien Herna S, S.Sos,
M.Si. 83 hlm.
Kata Kunci : Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintahan Desa,
Demokratis
BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan desa. Fungsi BPD adalah menetapkan Peraturan
Desa bersama Kepala Desa, serta menampung dan menyalurkan aspirasi
masyarakat. Berdasarkan realitas yang ada masyarakat Desa Wedelan tingkat
pendidikannya masih tergolong rendah dan demokrasi di Desa Wedelan dapat
berjalan dengan baik, hal tersebut dipengaruhi oleh kinerja dari Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang
Demokratis di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan
fungsi BPD dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang demokratis, (2)
Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi BPD dalam menyelenggarakan
pemerintahan desa yang demokratis,(3) Upaya-Upaya apa saja yang selama ini
telah dilakukan BPD untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul dalam
menyelenggarakan pemerintahan desa yang demokratis. Tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan fungsi BPD, (2) Untuk mengetahui
Hambatan-Hambatan apakah yang dihadapi BPD, (3) Untuk mengetahui Upaya-
Upaya apakah yang selama ini telah dilakukan untuk mengatasi hambatanhambatan
yang ada.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif,
sumber data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi, untuk mengetahui validitas data dengan
menggunakan teknik triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan
beberapa tahapan yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BPD telah menjalankan kedua
fungsinya dengan baik. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh BPD dalam
melaksanakan fungsinya disebabkan oleh hambatan internal dan eksternal, telah
disikapi secara positif oleh BPD. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Perlu
dilakukan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Jepara dengan Perguruan
Tinggi, khususnya Fakultas Hukum untuk memberikan pembekalan mengenai
legal drafting kepada BPD,(2) Perlu alokasi dana yang lebih memadai bagi
operasional kegiatan BPD,(3) Pemerintah perlu mempertimbangkan adanya
imbalan, yaitu berupa tunjangan kepada BPD
KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DESA YANG DEMOKRATIS (STUDI KASUS DI DESA WEDELAN KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA)
SARI
Widiyanti, Ratih. 2011.“Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam
Menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang Demokratis (Studi Kasus Di Desa
Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara”. Skripsi. Jurusan Hukum dan
Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I: Puji Lestari, S.Pd, M.Si. Pembimbing II: Martien Herna S, S.Sos,
M.Si. 83 hlm.
Kata Kunci : Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintahan Desa,
Demokratis
BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan desa. Fungsi BPD adalah menetapkan Peraturan
Desa bersama Kepala Desa, serta menampung dan menyalurkan aspirasi
masyarakat. Berdasarkan realitas yang ada masyarakat Desa Wedelan tingkat
pendidikannya masih tergolong rendah dan demokrasi di Desa Wedelan dapat
berjalan dengan baik, hal tersebut dipengaruhi oleh kinerja dari Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang
Demokratis di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan
fungsi BPD dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang demokratis, (2)
Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi BPD dalam menyelenggarakan
pemerintahan desa yang demokratis,(3) Upaya-Upaya apa saja yang selama ini
telah dilakukan BPD untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul dalam
menyelenggarakan pemerintahan desa yang demokratis. Tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan fungsi BPD, (2) Untuk mengetahui
Hambatan-Hambatan apakah yang dihadapi BPD, (3) Untuk mengetahui Upaya-
Upaya apakah yang selama ini telah dilakukan untuk mengatasi hambatanhambatan
yang ada.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif,
sumber data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi, untuk mengetahui validitas data dengan
menggunakan teknik triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan
beberapa tahapan yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BPD telah menjalankan kedua
fungsinya dengan baik. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh BPD dalam
melaksanakan fungsinya disebabkan oleh hambatan internal dan eksternal, telah
disikapi secara positif oleh BPD. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Perlu
dilakukan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Jepara dengan Perguruan
Tinggi, khususnya Fakultas Hukum untuk memberikan pembekalan mengenai
legal drafting kepada BPD,(2) Perlu alokasi dana yang lebih memadai bagi
operasional kegiatan BPD,(3) Pemerintah perlu mempertimbangkan adanya
imbalan, yaitu berupa tunjangan kepada BPD
Influence of grilling pretreatment and optimization of sous vide processing parameters on the physicochemical and microbiological quality of pirarucu fillet
The demand for high-quality food products has promoted the study of techniques for its processing and conservation. The present research aimed to evaluate the influence of grilling pretreatment on the physical characteristics of pirarucu fillets and the heat transfer process by a computational modelling, and to optimize the sous vide process parameters. Before and after the sous vide process, the samples were analysed for microbiological, chemical and physical characteristics. There was no significant difference between the total experimental time of grilling and that obtained by computational modelling. Immersion in brine for 300s in combination with grilling at 200/120s was selected because of its water-holding capacity (%) 79.40±0.31, texture (N) 1.91±0.40 and value of L* 74.44±0.38 in the fillets. Cooking at 60 for 568.8s were the best sous vide parameters obtained, with highest water-holding capacity (%) 93.60, texture (N) 6.24, E* 7.43, and with microbiological loads below 6 log CFU/g and 7 log MPN/g in the final product. Useful information obtained from this study highlighted the brine and grill pretreatment in combination with sous vide proved it is a potential solution for developing pirarucu products even at an industrial scale.The author(s) disclosed receipt of the following financial support for the research, authorship, and/ or publication of this article: The work behind this paper was funded by the Coordenação de Aperfeiçoamento de Pessoal de Nivel Superior – CAPES, Brazil. Enrique Pino-Herna´ndez thanks to the Organization of American States (OAS – United States) and the Coimbra Group of Brazilian Universities (GCUB) under the scope of Partnerships Program for Education and Training (PAEC) to Latin America and the Caribbean, by the scholarship received for studying a Master program in the Federal University of Para´ (call Brazil, OASGCUB 2013).info:eu-repo/semantics/publishedVersio
