1,724,619 research outputs found

    R. ONO LESMANA KARTADIKOESOEMAH KREATOR TARI SUNDA GAYA SUMEDANG (1901–1987)

    Get PDF
    ABSTRAKR. Ono Lesmana Kartadikoesoemah merupakan tokoh Tari Sunda yang berhasil mengembangkan Tari Sunda menjadi menarik, tidak hanya sebagai tari pertunjukan, namun juga sebagai materi bahan ajar, baik di sekolah, sangar-sanggar seni, maupun di Perguruan Tinggi Seni. Karya seni yang lebih dikenal dan digemari adalah tari Wayang, tari Keurseus, dan tari Topeng. Tarian tersebut merupakan improvisasi, modifikasi, inovasi serta seleksi terhadap tari Topeng Cirebon dan Tayuban. Karya-karyanya mampu bertahan sampai sekarang dan masih dipelajari di antaranya; tari Jakasona, tari Jayengrana, tari Ekalaya, tari Gandamanah, tari Gatotkaca, tari Topeng  Menak Jingga,  tari Leunyepan  dan tari  Gawil.  Atasdedikasi dan Prestasinya, pada tahun 1982 pemerintah Republik Indonesia menganugrahkan “Piagam Hadiah Seni”. Fenomena kreativitas R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah cukup menawarkan daya tarik untuk diamati dalam suatu penelitian. Untuk menjawab permasalahan kreativitasnya,  digunakan teori Penjelasan Sejarah Kuntowijoyo dengan metode Sejarah melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun hasil yang didapatkan adalah bahwa R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah telah menggunakan bakat, potensi, kualitas dan kapasitasnya dalam proses menciptakan karya seninya.Kata Kunci : R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah, Kreator Tari Sunda, Tokoh Tari Sunda. ABSTRACTR. Ono Lesmana Kartadikoesoemah A Creator of Sundanese Dance of Sumedang Style (1901-1987), June 2020. R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah is a Sundanese dance figure who succeeded in developing Sundanese dance to be interesting, not only as a dance performance  but also as a teaching material in schools, art studios, and in the College of Arts. The art works that are well known and favored are Wayang dance, Keurseus dance, and Mask dance. The dances are improvisation, modification, innovation and selection of the Cirebon mask dance and Tayuban. His works have been able to survive to this day and are still being studied, among others; Jakasona dance, Jayengrana dance, Ekalaya dance, Gandamanah dance, Gatotkaca dance, Menak Jingga Mask dance, Leunyepan dance, and Gawil dance. For his dedication and achievement, in 1982 the government of the Republic of Indonesia awarded him "The Charter of Art Prizes". The creativity phenomenon of R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah offers interests to be observed in a study. To answer the problem of creativity, Kuntowijoyo\u27s Historical Explanation theory is used with the History method through stages of heuristics, critics, interpretation and historiography. The results show that R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah has used his talent, potential, quality and capacity in the process of creating his artworks.Keywords: R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah, Sundanese Dance Creator, Sundanese Dance Figure.

    Gaya Tari Topeng Klana Sumedang Karya R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan menggunakan landasan teori Antropologi Tari  karya Anya Peterson Royce. Penelitian  Tari Topeng Klana Sumedang karya R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah membahas tentang strurtur dan bentuk gerak, yakni penganalisaan meliputi ragam gerak, rias busana, dan iringan tarinya, yang merupakan pengaruh dan perkembangan dari gaya tarin yang konon bersasal dari Tari Wayang Gaya Sumedang dan Topeng Cirebon.   Berdasarkan  latar belakang,  metoda penelitian dan landasan teori yang digunakan,      Tema struktur  gerak  melarap  hanya ditemukan pada Tari Topeng Klana Sumedang yang berkaitan dengan kreativitas seniman. Pada sisi lain gerakan- gerakan  tari dilakukan secara spontan, yakni pada salah satu bagian  “ucapan  selamat datang” dan ungkapan tentang “nasehat nasehat kehidupan” yang disampaikan oleh Dalang dalam mendukung tema gagasan yang dilakukan penari pada pertunjukan Tari Topeng Klana Sumedang tersebut. Tari  Topeng Klana Karya R. Ono Kartadikoesoemah adalah perkembangan dari Tari Wayang gaya Sumedan dan Topeng Cirebon. Kata kunci :  Seniman tari, struktur gerak, gaya topeng klana sumedan

    STRATEGI POSITIONING DAN ANALISIS SWOT PROGRAM LESMANA TOP REQUEST RADIO LESMANA FM BOGOR

    No full text
    STRATEGI POSITIONING DAN ANALISIS SWOT PROGRAM LESMANA TOP REQUEST RADIO LESMANA FM BOGOR - Strategi, Positioning, Analisis, SWOT, Program, Radi

    Tari Tradisi"Lesmana Indrajit"

    No full text
    Tari Tradisi"Lesmana Indrajit" Penyaji: Purwoko, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart

    KOREOGRAFI BEKSAN LESMANA SARPAKENAKA KARYA WAHYU SANTOSO PRABOWO

    Get PDF
    KOREOGRAFI BEKSAN LESMANA SARPAKENAKA KARYA WAHYU SANTOSO PRABOWO ( Relig Baru Priambodo, 2022). Skripsi Program Studi S-1 Seni Tari fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI) Surakarta Koreografi Beksan Lesmana Sarpakenaka karya Wahyu Santoso Prabowo merupakan penelitian yang bermula dari fenomena-fenomena terkait dengan eksistensi tari tradisi gaya Surakarta. Hal tersebut ditunjukkan oleh Wahyu Santoso Prabowo yang menyusun Beksan Lesmana Sarpakenaka di era pandemi covid-19. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu menguraikan bagaimana koreografi Beksan Lesmana Sarpakenaka karya Wahyu Santoso Prabowo dan proses penciptaannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Untuk mengungkap permasalahan bentuk koreografi, teori yang digunakan yaitu teori dari Sumandiyo Hadi tentang elemen-elemen dalam koreografi, sedangkan untuk mengungkap permasalahan tentang proses penciptaan menggunakan teori dari Slamet M.D yang memuat tahapan proses dari observasi, eksplorasi, eksperimen, perenungan, pembentukan dan pelatihan. Hasil penelitian yang memuat bentuk menguraikan bahwa Beksan Lesmana Sarpakenaka merupakan tari berpasangan, yang ditarikan oleh dua orang penari. Penari memerankan tokoh Lesmana dan tokoh Sarpakenaka. Tokoh Lesmana ditarikan oleh penari putra dan ditarikan dengan karakter putra alus, sedangkan tokoh Sarpakenaka ditarikan oleh penari putri dengan karakter putri lanyap. Tari tersebut merupakan tari bertema heroik. Terdapat kekhasan pada tokoh Sarpakenaka dengan bentuk jari tangan bernama naga rangsang, yang menggambarkan ular

    Kewadatan Lesmana dalam Sastra Tulis dan Pertunjukan Wayang

    Get PDF
    AbstractThis paper discusses the nature of Lesmana in the written text and the play text of the purwa leather puppet show. This paper also discusses the text's intertextual relationship, especially regarding the concept of the Lesmana wadat. The data used are Serat Rama Jasadipoera, Novel Anak Bajang Gushing Winds Sindhunata, and the play Banjaran Rahwono Ki Timbul Hadi Prayitno. Intertextual concepts are used as a theoretical framework. Methods of data analysis using qualitative descriptive methods. The finding of this study is that the concept of the Lesmana wadat in the three texts does not experience any deviation or change.AbstrakTulisan ini membahas kewadatan Lesmana dalam teks tulis dan teks lakon pertunjukan wayang  kulit purwa. Tulisan ini juga membahas hubungan intertekstual teks tersebut khususnya tentang konsep wadat Lesmana. Data yang digunakan ialah Serat Rama Jasadipoera, Novel Anak Bajang Menggiring Angin Sindhunata, dan lakon Banjaran Rahwono Ki Timbul Hadi Prayitno. Konsep intertekstual digunakan sebagai kerangka teori. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan dari penelitian ini ialah konsep wadat Lesmana dalam ketiga teks tidak mengalami penyimpangan atau perubahan

    PROSES KREATIF YUSTIANSYAH LESMANA DALAM PENCIPTAAN PERTUNJUKAN JAKARTA KARIKATUR

    Get PDF
    Jakarta Karikatur menceritakan tentang Jakarta sebagai kota yang menampung beragam jenis suku di dalamnya. Keragaman ini menjadikan Jakarta sebagai kota yang dipertanyakan identitasnya. Sebagaimana yang pernah diperdebatkan oleh dua sejarahwan tentang asal-usul Jakarta, Jakarta Karikatur mencoba untuk memproyeksikan fenomena tersebut. Dalam hal ini, proses kreatif penciptaan pertunjukan Jakarta Karikatur tidak bisa lepas dari hasil yang didapat tentang penggambaran Jakarta dalam pertunjukan tersebut. Proses kreatif tersebut yang membawa Yustiansyah Lesmana menuliskan setiap hal yang terjadi selama observasinya. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses kreatif Yustiansyah Lesmana dalam mementaskan drama Jakarta Karikatur. Objek dari penelitian ini adalah pertunjukan drama Jakarta Karikatur karya Yustiansyah Lesmana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik menganalisis data yang didapat dari buku, hasil wawancara, dan jurnal terkait. Adapun hasil yang didapat adalah mendeskripsikan proses kreatif penciptaan dari penulis naskah drama yaitu Yustiansyah Lesmana

    Sanggit Adegan Sumpah Wadat Lesmana Dalam Lakon Banjaran Rahwono Versi Ki Timbul Hadiprayitna

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk memahami sumpah wadat Lesmana dalam pertunjukan lakon Banjaran Rahwono versi Ki Timbul Hadiprayitna, memahami adegan sumpah wadat Lesmana yang ditempatkan di Pathet Sanga, memahami cara Ki Timbul Hadiprayitna menggunakan aspek Greget-sahut dalam adegan sumpah wadat Lesmana dan pengaruh teks-teks sastra terhadap pertunjukannya. Penelitian ini menggunakan data yang berupa pertunjukan wayang kulit gaya Yogyakarta dengan dalang Ki Timbul Hadiprayitna, tiga buah teks sastra dengan kronologi waktu yang berbeda-beda, dan wawancara. Berhubung pertunjukan wayang kulit gaya Yogyakarta yang secara khusus mengangkat judul Sumpah wadat Lesmana tidak diketemukan maka, peneliti memakai lakon Banjaran Rahwono di mana adegan sumpah wadat Lesmana dapat ditemukan. Teks sastra yang dipergunakan dalam penelitian ini : Ramayana Djawa-Kuna yang ditulis abad X, Serat Rama yang ditulis abad XVIII, dan Novel Anak Bajang Menggiring Angin yang ditulis pada abad XX. Penggunaan ketiga teks ini untuk semakin memperkaya bahwa sumpah wadat Lesmana dapat dilihat dalam teks sastra yang bervariasi dari sisi bentuk penulisan dan dalam kerangka abad yang berbeda. Penelitian ini menjadikan paham bahwa adegan sumpah wadat Lesmana ditata sedemikian rupa oleh Ki Timbul Hadiprayitna sehingga dapat ditemukan tahapantahapan dinamika kehidupan wadat Lesmana. Penggunaan iringan Tlutur baik berupa sulukan Tlutur maupun gendhing Tlutur sungguh mendukung suasana adegan sumpah wadat. Penempatan adegan sumpah wadat Lesmana dalam lakon Banjaran Rahwono di Pathet Sanga juga menjadi indikasi bahwa adegan ini begitu penting dan memiliki makna yang begitu mendalam

    Aplikasi Penjualan Pada CV. Wijaya Lesmana Sejahtera Palembang

    Get PDF
    Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi telah memasuki semua sektor kehidupan manusia. Salah satu yang saat ini gencar menggunakan teknologi adalah sektor perdagangan. Meningkatnya penggunaan teknologi pada sektor ini terbukti dengan banyaknya perusahaan yang telah menggunakan teknologi untuk mempermudah transaksi perdagangan yang dilakukan. Akan tetapi, belum semua perusahaan memanfaatkan teknologi yang telah berkembang pesat. Misalnya CV. Wijaya Lesmana Sejahtera yang belum memanfaatkan teknologi dalam pencatatan transaksi penjualannya dikarenakan baru berdiri. Pembangunan aplikasi menggunakan model pengembangan sistem waterfall serta menggunakan Visual Studio 2010 sebagai tampilannya dan MySQL untuk mengolah database. Waterfall dipilih sebagai metode pengembangan sistem pada aplikasi penjualan yang akan dibuat untuk CV. Wijaya Lesmana Sejahtera karena sejak awal pembangunan aplikasi tidak terdapat perubahan permintaan serta tersedianya data yang lengkap sehingga langkah-langkah model pengembangan sistem waterfall dapat terpenuhi yaitu communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa aplikasi penjualan yang menyediakan beberapa fitur. Fitur yang disediakan dalam aplikasi yaitu menu file berupa logout dan keluar, menu master berupa data pelanggan dan data barang, menu transaksi berupa transaksi penjualan dan pelunasan sisa bayar, menu laporan berupa rincian penjualan dan laporan penjualan, menu utilitas berupa ganti password dan menu bantuan untuk membantu admin terkait penggunaan aplikasi. Aplikasi ini bermanfaat bagi CV. Wijaya Lesmana Sejahtera karena mempermudah admin dalam pencatatan transaksi penjualan dan penyusunan laporan penjualan pada CV. Wijaya Lesmana Sejahtera

    An investigation into the effect of the gilding jacket on 12.7 mm armour-piercing projectile penetration of armour materials

    Get PDF
    © Cranfield University, 2018The influence of both the bullet jacket and projectile core hardness for 12.7-mm armour piercing (AP) rounds has been investigated using a variety of different experiments with the aim of optimising projectile performance. The research was designed to elucidate the role of these two elements in the penetration process, building on work elsewhere in the literature. A combination of forwards and reverse (target impacting stationary projectile) investigations provided insight into both penetration efficiency and resultant target failure modes. The results of these experiments, backed by a pressure-gauge based impact technique, were validated via numerical modelling. It was observed that the jacket appears to serve three inter-linked functions: pre-damage of the target; cushioning of the AP core and confinement of the core. Modifying the core hardness showed that penetration efficiency was maximised when this hardness was greater than / overmatched that of the target (Armox Advance) plate. This behaviour was more pronounced when a thicker (9 rather than 5-mm thick) target plate was employed, suggesting that projectile / target interaction time was of particular importance (a potential confinement effect). However, for the 9-mm target plates where overmatch did not occur, reduced penetration / a ‘ceramic-like’ response was observed. In a similar manner, the presence of a jacket had the greatest effect for thicker plates. However, this confinement effect was complemented by pressure gauge results which suggested that the presence of the jacket enhanced energy coupling into the target (and, in corollary, that the jacket prevented premature and excessive loading of the core). In turn, numerical simulations provided further evidence that the jacket appeared to be protecting (cushioning) the core on impact. However, these also highlighted the extent of pre-damage caused by the jacket
    corecore