57 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SDN 4 RANTETAYO KAB.TANA TORAJA
Srianti Tandi Lebang., 2025. The Influence of the VAK Learning Model (Visual, Auditory, Kinesthetic) on IPAS Learning Outcomes in Fifth Grade Students at SDN 4 Rantetayo, Tana Toraja Regency. Thesis. Study Program in Educational Administration with a Specialization in Basic Education, Postgraduate Program, Makassar State University. (supervised by Dr. H. M. Ali Latief, M.Pd. and Dr. Erma Suryani Sahabuddin, M.Si)
This study uses an experimental research type with a quantitative research approach aimed at testing a specific theory by examining the extent of the influence of a teaching method (treatment) or variable, which is then analyzed statistically. The independent variable in this study is the use of the VAK (Visual, Audio, Kinesthetic) learning model, while the dependent variable is the students' learning outcomes in IPAS on the topic of the properties of light. The research design used is the nonequivalent control group design. The population in this study consists of all fifth-grade students, while the sample includes class V.A as the experimental group with 17 students and class V.B as the control group with 15 students. The research data were obtained using a learning outcome test on the properties of light in the form of pretest and posttest. The research data were analyzed using SPSS version 25. The data analysis technique used was the independent sample t-test. Based on the results of the inferential statistical analysis, a significance (2-tailed) = 0.000 was obtained, which is less than α = 0.05. It can be concluded that the use of the VAK (Visual, Audio, Kinesthetic) learning model has an effect on the IPAS learning outcomes of students at SDN 4 Rantetayo, Tanah Toraja Regency, on the basic material of the properties of light.
 
Analysis of Airflow in Corridors, Staircases, and Voids using Exhaust Fans
The existence of corridors, stairs and void spaces is often overlooked in terms of thermal comfort, especially in buildings that are large and have many floors. This study aims to investigate the performance of exhaust fans in ventilating air out of the building to address heat issues in corridors, staircases, and void spaces, using a case study of the Classroom Building in the Engineering Faculty of Unhas Gowa Campus. The method employed in this study involved computer simulations using Solid Work Flow Simulation software. The simulation scenarios consisted of four types, with variations in volume flow, opening types, and fan placement. The results of the study indicate that the exhaust fan system is considered less effective in ventilating air out of the building due to the presence of long corridors, large void spaces, and environmental opening systems, resulting in only the areas near the exhaust fan having significant airflows. Furthermore, the air stacking effect that occurs in the void, directing air upwards towards the roof ventilation, also leads to a less effective performance of the exhaust fan
Mengintegrasikan Warisan Budaya dalam Arsitektur Modern: Tinjauan Literatur Tentang Menyeimbangkan Keberlanjutan dan Identitas
Penelitian ini mengeksplorasi integrasi warisan budaya ke dalam praktik arsitektur modern, menekankan perannya dalam melestarikan identitas lokal, mempromosikan keberlanjutan, dan mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen desain tradisional dan material lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan teknik arsitektur kontemporer untuk menciptakan struktur yang mencerminkan narasi budaya sekaligus memenuhi kebutuhan modern. Strategi utama meliputi penggunaan kembali bangunan warisan secara adaptif dan penerapan teknologi canggih, seperti Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan pemindaian 3D, untuk memastikan pelestarian dan adaptasi yang tepat. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan elemen budaya tidak hanya memperkaya lanskap perkotaan modern tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal dan prinsip-prinsip desain hemat energi. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan budaya dalam menghadapi urbanisasi dan globalisasi yang cepat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi arsitektur modern untuk meningkatkan relevansi fungsional dan budaya dari lingkungan binaan dengan mengintegrasikan warisan budaya. Penelitian di masa depan harus berfokus pada perluasan penerapan prinsip-prinsip ini, terutama dalam konteks tantangan lingkungan dan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang, untuk lebih memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini dalam desain arsitektur.ABSTRACT:This research explores the integration of cultural heritage into modern architectural practice, emphasizing its role in preserving local identity, promoting sustainability, and encouraging community engagement. The research investigates how traditional design elements and local materials can be harmoniously combined with contemporary architectural techniques to create structures that reflect cultural narratives while meeting modern needs. Key strategies include adaptive reuse of heritage buildings and the application of advanced technologies, such as Building Information Modeling (BIM) and 3D scanning, to ensure proper preservation and adaptation. Findings show that the incorporation of cultural elements not only enriches the modern urban landscape but also supports sustainable development by utilizing local materials and energy-efficient design principles. This study highlights the importance of maintaining cultural continuity in the face of rapid urbanization and globalization. In conclusion, this study demonstrates the potential of modern architecture to enhance the functional and cultural relevance of the built environment by integrating cultural heritage. Future research should focus on expanding the application of these principles, especially in the context of environmental challenges and evolving urban needs, to further strengthen the link between past and present in architectural design
Studi Kenyamanan termal dan konsentrasi CO2 pada kamar anak ber-pendingin udara masa Pandemi Covid-19
Pembelajaran secara daring yang diatur oleh pemerintah dimasa Covid-19 terhadap pelajar sejak awal Maret 2019, memiliki dampak pada kenyamanan termal dan konsentrasi CO2 dalam ruangan tempat anak beraktivitas di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kenyamanan termal dan konsentrasi CO2 pada kamar anak ber-pendingin udara (AC) di masa pandemi covid-19. Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran lapangan berupa pengumpulan data iklim eksternal, internal kamar dan kadar konsentrasi CO2. Data pengukuran temperatur, kelembapan udara dan kadar konsentrasi CO2 dicatat setiap menit selama empat hari. Selain itu pencatatan panas permukaan lantai, plafon dan dinding bersamaan mulai jam 06.00-18.00 WITA, dicatat setiap menit. Hasil menunjukkan bahwa temperatur udara rata-rata dalam ruangan 26,2 °C dengan pengaturan termostat AC pada posisi 26 °C. Namun distribusi udara tidak merata disebabkan pola peletakan perabot yang menghalangi distribusi udara secara merata. Konsentrasi CO2 meningkat diatas batas normal jika penghuni kamar lebih dari 3 orang, terutama dimalam hari. Untuk menurunkan kadar CO2 secara cepat hingga memenuhi standar yaitu dengan membuka jendela atau pintu hingga terjadi sirkulasi udara
Strategic Role of Human Resource Quality in Construction Management Effectiveness: A Literature Review
ABSTRAK: Efektivitas manajemen proyek konstruksi semakin bergantung tidak hanya pada sumber daya teknis dan finansial, tetapi juga pada kualitas strategis modal manusia. Tinjauan pustaka ini mengadopsi pendekatan naratif tematik untuk menelaah faktor-faktor utama sumber daya manusia (SDM) yang memengaruhi hasil proyek di sektor konstruksi. Berdasarkan seleksi sistematis terhadap studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025, enam tema sentral berhasil diidentifikasi: kompetensi teknis, perilaku kepemimpinan, pelatihan berkelanjutan, kesiapan digital, motivasi karyawan, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Temuan menunjukkan bahwa keahlian teknis dan personel berpengalaman berkontribusi signifikan terhadap efisiensi proyek dan kinerja waktu. Gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi meningkatkan kohesi tim serta kualitas pengambilan keputusan. Program pelatihan—khususnya yang melibatkan simulasi digital—memperkuat pengembangan keterampilan dan mengurangi kesalahan operasional. Selain itu, literasi digital dan lingkungan kerja yang inklusif memperkuat kolaborasi serta inovasi. Kepatuhan terhadap standar K3 terbukti mampu menurunkan risiko dan mendukung stabilitas tenaga kerja, sehingga mendorong keberlanjutan proyek jangka panjang. Tinjauan ini menegaskan pentingnya strategi SDM yang terintegrasi, selaras dengan kemajuan teknologi dan tuntutan lingkungan. Hasilnya memberikan wawasan praktis bagi perusahaan konstruksi, pembuat kebijakan, dan institusi akademik yang berupaya memperkuat kapasitas tenaga kerja serta meningkatkan kinerja proyek dalam lanskap industri yang semakin kompleks.ABSTRACT: The effectiveness of construction project management increasingly depends not only on technical and financial resources but also on the strategic quality of human capital. This literature review adopts a thematic narrative approach to examine key human resource (HR) factors influencing project outcomes in the construction sector. Based on a systematic selection of empirical studies published between 2015 and 2025, six central themes are identified: technical competence, leadership behavior, continuous training, digital readiness, employee motivation, and occupational health and safety (OHS). The findings indicate that technical expertise and experienced personnel contribute significantly to project efficiency and time performance. Leadership styles and organizational commitment enhance team cohesion and decision-making. Training initiatives—particularly those involving digital simulations—improve skill development and reduce operational errors. Furthermore, digital literacy and inclusive work environments strengthen collaboration and innovation. Compliance with OHS standards is shown to reduce risks and support workforce stability, promoting long-term project sustainability. This review highlights the necessity of integrated HR strategies that align with technological advancements and environmental demands. The results offer practical insights for construction firms, policymakers, and academic institutions aiming to strengthen workforce capabilities and improve project delivery in an increasingly complex industry landscape
Pengembangan Pototipe Sistem Monitoring Level Air Berbasis NodeMCU
ABSTRAK: Sistem Penelitian ini menyajikan pengembangan prototipe sistem pemantauan ketinggian air berbasis NodeMCU V3 dan sensor ultrasonik yang terintegrasi dengan platform Blynk IoT untuk pemantauan secara real-time. Sistem ini dirancang untuk mengatasi ketidakefisienan sistem monitoring manual di wilayah rawan banjir dengan menyediakan data ketinggian air secara akurat dan peringatan langsung melalui aplikasi seluler. NodeMCU V3 dipilih karena desainnya yang ringkas, biaya rendah, dan konektivitas Wi-Fi yang terintegrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau level air dengan akurasi tinggi (±1 cm) dan mengirimkan peringatan dalam hitungan detik ketika ambang batas terlampaui. Selain itu, sistem beroperasi secara andal selama masa uji coba dua minggu berturut-turut dengan tingkat ketersediaan (uptime) di atas 95%. Meskipun sistem ini menawarkan sejumlah keunggulan seperti biaya implementasi rendah dan kemudahan integrasi, terdapat keterbatasan berupa ketergantungan pada koneksi internet yang stabil serta kebutuhan pemeliharaan berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang teknik lingkungan dengan menyediakan alat monitoring berbasis IoT yang skalabel dan mudah diakses. Pengembangan lanjutan dapat mencakup integrasi sensor tambahan dan fitur kendali otomatis untuk mendukung manajemen sumber daya air yang lebih adaptif.KATA KUNCIPemantauan Level Air, NodeMCU V3, Sensor Ultrasonik, Blynk, Sistem IoT.
ABSTRACT: This study presents the development of a water level monitoring system prototype based on NodeMCU V3 and ultrasonic sensors, integrated with the Blynk IoT platform for real-time monitoring. Designed to address the inefficiency of manual monitoring systems in flood-prone regions, the system provides accurate, real-time water level data and immediate alerts via a mobile application. The NodeMCU V3 was selected for its compact design, low cost, and integrated Wi-Fi connectivity. The testing phase demonstrated that the system could monitor water levels with high accuracy (±1 cm) and deliver alerts within seconds when thresholds were exceeded. Furthermore, the system operated reliably over a continuous two-week trial, with a system uptime above 95%. While the system offers key benefits such as low implementation cost and ease of integration, limitations include dependency on stable internet connectivity and the need for periodic maintenance. This work contributes to the field of environmental engineering by providing a scalable and accessible IoT-based monitoring tool. Future developments may include integration with additional sensors and control features to support automated water resource management.
Keywords:Water level monitoring, NodeMCU V3, ultrasonic sensor, IoT, Blynk
Pengaliran Udara untuk Kenyamanan Termal Ruang Kelas dengan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamics
Sirkulasi udara yang baik sangat dibutuhkan pada ruang berventilasi alami untuk mencapai Kenyamanan termal, karena dapat mempercepat proses evaporative cooling,pengeluaran panas dan ketersediaan udara segar dalam ruang. Penelitian ini bertujuanmengkaji aliran udara pada Ruang Kelas Gedung Kuliah Bersama Fakultas TeknikUniversitas Hasanuddin di Kabupaten Gowa, agar ditemukan rekayasa pengaliran udarayang dapat mempercepat terjadinya proses pengeluaran panas. Penelitian eksperimentalini menggunakan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi ruang kelas, luas bukaan ventilasi, dan parameter iklim mikro. Rekayasa aliran udara dilakukanterhadap tiga perlakuan yaitu kecepatan udara, luas bukaan, serta modifikasi darikecepatan udara dan luas bukaan. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagian ruangyang mengalami aliran udara tinggi dan rendah serta mengetahui faktor pendukung dan kendala dengan menggunakan perangkat lunak SolidWorks Simulation 2013. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa sistem ventilasi eksisting ruang-ruang kelas dapatmendistribusikan pergerakan udara yang nyaman di dalam ruang antara 0.25 m/s hingga 1.5 m/s, pada parameter inlet 1 m/s hingga 3 m/s dengan Kenyamanan ruangan (51.85%) hingga (85.19%). Setelah dilakukan perbaikan sistem ventilasi pada ruang kelas,Kenyamanan ruang dapat ditingkatkan menjadi (96.30%) hingga (100%), dengan rasioluasan bukaan ventilasi (21.60%) dari luas lantai ruangan, dengan rincian luas bukaaninlet (14.50%) dan luas bukaan outlet (7.10%). Disimpulkan bahwa penambahan luas inlet dan outlet dengan rasio yang tepat pada ruang kelas, dapat mengoptimalkansirkulasi udara. Diharapkan agar jendela kaca mati pada ruang-ruang kelas di buka untukmenambah luas inlet dan penambahan luas bukaan dinding outlet bagian bawah, pintusebaiknya di tutup pada saat ruang digunakan
Thermal Comfort Identification of Traditional Bugis House in Humid Tropical Climate
This study aims to determine the thermal comfort conditions in the interior of traditional Bugis houses in South Sulawesi. This phase measured 18 (eighteen) houses by collecting data on 2 (two) main variables of room thermal comfort, namely air temperature and relative humidity. The recording time starts from 08.00 to 16.00 WITA. Observation made to collect room geometry data, building orientation, roof slope, and material used. Measuring instruments are placed in the living room throughout the room. The analysis carried out on the measurement data is then correlated with the observation. The results show that the average outside temperature above the thermal comfort standard is around 32.0 to 37.4℃ from morning to afternoon, the maximum temperature reaching 41.7℃ occurs around 13.00 to 14.00 WITA and the minimum temperature is 28.2℃ only occurs in the morning. Air humidity average is relatively fair in the thermal comfort zone between 42.8 to 69.8%. Material gives the most dominant influence on heat induction from the outside environment to the interior space. The orientation of the house found in North-South is hotter, the roof with a double slope is hotter, and the lower the ceiling is more hot
- …
