1,727,238 research outputs found

    Beksan srikandi larasati

    Full text link
    Beksan srikandi larasati termasuk dalam aktegori beksan pethilan bertema perang tanding dalam arti oleh keprajuritan. Ragam gerak yang terdapat dalam beksan srikandi larasati termasuk tingkatan yang tibnggi, karena di persiapkan untuk siswa tingakt SMTA. Hal ini membuktikan bahwa tidak setiap orang yang menariknya dapat dengan mudah menjiwai tokoh-tokoh dalam beksan ini apalagi terdapat pocapan yang harus dilakukan dengan nada yang pas

    PERJUANGAN TOKOH LARASATI DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KAJIAN FEMINISME MARXIS

    Full text link
    Novel Larasati menampilkan perjuangan tokoh perempuan yang tangguh juga berani. Larasati berjuang untuk mendapatkan kesetaraan. Walau tergolong dalam keluarga kelas menengah ke bawah, tidak melonggarkan semangat Larasati untuk terus berusaha. Ketidakadilan yang sering perempuan alami memunculkan sebuah gerakan feminisme. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kisah perjuangan tokoh utama dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan feminisme marxis. Fakta cerita yang terdiri atas tokoh dan penokohan, alur dan latar. Dengan tokoh utama Larasati juga beberapa tokoh pendukung lainnya. Alur maju yang disajikan menggambarkan bagaimana panasnya keadaan di jaman tersebut

    Beksan Srikandi-Larasati

    Full text link
    Beksan Srikandi-Larasati adalah cipataan R.W Sasmintamardawa. Adapun beksan tersebut pethikan dari cerita :Srikandi Belajar Memanah"/"Srikandi Meguru Manah". Bentuk penyajian beksan ini menggambarkan dua orang prajurit wanita. Beksan Srikandi-Larasati merupakan salah satu bentuk beksan klasik gaya Yogyakarta. Sedangkan pada tarinya dimulai dari lagon maju gending, enjer & perangan, serta lagon sebagai penutup. Bahkan ada suatu pendapat bahwa ciri khusus dari beksan adalah mempunyai 3 bagian, yaitu: tarian maju, tarian inti yang selalu mengandung perangan, & tarian mundur

    Tari Klasik"Srimpi Larasati"

    No full text
    Tari Klasik"Srimpi Larasati" Penyaji: Dewi Kristantianti, Gelar Karya Dosen ISI Surakarta, Pendapa ISI Surakarta

    Beksan Srikandi-Larasati

    No full text
    Beksan Srikandi-Larasati adalah cipataan R.W Sasmintamardawa. Adapun beksan tersebut pethikan dari cerita :Srikandi Belajar Memanah"/"Srikandi Meguru Manah". Bentuk penyajian beksan ini menggambarkan dua orang prajurit wanita. Beksan Srikandi-Larasati merupakan salah satu bentuk beksan klasik gaya Yogyakarta. Sedangkan pada tarinya dimulai dari lagon maju gending, enjer & perangan, serta lagon sebagai penutup. Bahkan ada suatu pendapat bahwa ciri khusus dari beksan adalah mempunyai 3 bagian, yaitu: tarian maju, tarian inti yang selalu mengandung perangan, & tarian mundur

    Tari Berthema"Srikandi Larasati"

    No full text
    Tari Berthema"Srikandi Larasati" Karya: Sri Marhandayani, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart

    KAJIAN KRITIS TERHADAP ROMAN LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

    Full text link
    ABSTRACT This study examines the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer based on critical studies or Critical Discourse Analysis (AWK). The objectives of the study are to describe (a) macro structure (theme), (b) author’s cognition in creating romance, (c) ideology contained in the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, and (d) plans for its implementation in Indonesian Language learning in High School. The form of this research is qualitative research with descriptive method. The data used in this research are the quotations of sentences and paragraphs taken from romance. The source of data is Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, the 5th print in 2010. The technique for data obtaining is documentary study and the tool is a note card. Techniques to test the data validity is triangulation and discussion with colleagues. Data analysis is done by analyzing the contents of the text. Based on data analysis, it can be concluded that: (1) Macro structure (theme) is revolution after independence; (2) Author cognition reflected in the Larasati novel by Pramoedya Ananta Toer are: a) artist, b) imprisoned, and c) the names of several characters in a romance such as (a) Chaidir who is meant as Chairil Anwar, (b) Prime Minister who is meant as Soetan Sjahrir or Amir Sjarifuddin Harahap (c) Jassir who is meant as HB Jassin. (3) Political ideology found in the novel Larasati by Pramoedya Ananta Toer are a) racist ideology and b) class conflict ideology. There are three things that present the existence of racist ideology, that are: a) Japan as an invader and Indonesia as colonized; (b) The Dutch as invaders and Indonesia as colonized; and (c) Nica versus Republikein. (4) Considering the curriculum, the purpose of literary learning, how to choose materials, and aspects of readability, the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer can be implemented in Indonesian Language learning in high school especially in XII grade. Recommendation: Larasati romance can be used as material for Indonesian Language learning in high school. Keywords: Critical Analysis, romance, macro structure, author cognition, political ideolog

    Ambivalensi Kehidupan Tokoh Larasati dalam Roman Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Pascakolonialisme

    Full text link
    Larasati is a novel by Pramoedya Ananta Toer that records Indonesia's flaming revolution at post-proclamation, not by “the great people and elders”, but a woman, Larasati. She was an ordinary villager whom became a stage artist and beautiful movie star as well as a woman who “prostitute herself to the colonialist”. This research uses post-colonialism theory and descriptive-analysis method. From the approachment used, the representation of ambivalency action from the live of the ruled ones can be seen

    Karya Kepenarian Tokoh, Larasati, Tari "Gladhen"

    No full text
    Abstract Karya Tari Gladhen merupakan sebuah karya tari yang menggambarkan konflik diantara Dewi Larasati dan Dewi Srikandhi. Konflik tersebut merupakan pententangan prinsip sebagai seorang prajurit wanita, yang menjadikan keduanya beradu kekuatan dalam olah keprajuritan. Sajian karya ini dibagi menjadi beberapa adegan untuk mengungkapkan suasana dan dilengkapi dengan garap tembang dan antawecana. Pada Tugas Akhir penyaji tertarik untuk memilih kepenarian tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen. Pemilihan ini didasarkan atas dasar ide dan skenario oleh Nanuk Rahayu juga terkait dengan pengalaman pribadi penyaji pada semester tujuh, selain itu penyaji juga tertantang untuk berperan sebagai tokoh Larasati yang berkaitan dengan capaian kompetensi kepenarian tokoh Tari Gaya Surakarta. Tantangan tersebut meliputi teknik gerak dan kualitas gerak, tidak hanya dalam hal itu tetapi juga penjiwaan karakter, ekspresi, dan acting dengan menggunakan tembang dan antawecana. Penyaji dituntut untuk menafsirkan Tokoh Larasati dalam karya Tari Gladhen sesuai dengan interpretasi penyaji sebagai media ungkap agar rasa yang ingin disampaikan tercapai. Tafsir garap penyaji masih menggunakan sumber yang ada, tafsir bentuk penyaji menggarap gerak tari putri, beberapa gerak gaya Yogyakarta, gerak tari gagah dan mengadaptasi dari beberapa gerak tari alus sebagai pengkayaan vokabuler gerak. Tata rias penyaji mengutamakan pada kenyamanan gerak yang berhubungan dengan kerapian teknik dan sesuai dengan konsep penyaji. Selain itu penyaji menafsirkan karawitan tari sebagai media ungkap rasa dan suasana sesuai dengan interpretasi penyaji. penyaji juga menggarap tari kelompok putri sebagai penguat suasana. Harapan utama adalah capaian karakter tokoh Larasati dapat terlihat jelas. Awal mula penggarapan karya ini sebagai proses kerja kreatif untuk pembedahan karya. Konsep garap yang digunakan penyaji menggunakan pendekatan terhadap konsep bedhayan, dramatari dan konsep wireng. Kata kunci : Kepenarian Tokoh, Larasati, Karya Tari Gladhe

    FIGUR FEMINIS DI MASA KOLONIAL DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

    Full text link
    Artikel ini membahas novel Larasati yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel Larasati menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan apda masa kolonial bernama Larasati. Terdapat dua fokus pembahasan terkait dengan novel Larasati dalam artikel ini. Pertama adalah pembahasan mengenai figur feminis dalam novel Larasati. Dengan memanfaatkan teori kritik sastra feminisme, ditemukan bahwa tokoh utama dalam novel Larasati, Larasati menunjukkan beberapa karakteristik sebagai seorang feminis. Meski demikian, terdapat beberapa tindakan dan keputusan tokoh yang kemudian menunjukkan keambivalensian feminisme pada karakter Larasati. Pembahasan kedua menyoroti tentang Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis Larasati. Dengan menggunakan konsep écriture feminine (feminine writing), artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah Larasati merupakan sebuah écriture feminine dari Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tokoh Larasati menunjukkan beberapa karakter feminis, Larasati bukanlah sebuah écriture feminine
    corecore