58 research outputs found

    Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Keberagaman (Multikultural) dalam Membina Warga Sekolah

    Full text link
    The purpose of this research is to enhance students\u27 competencies in applied research, data collection, and analysis, and to develop recommendations that benefit the school. The research method employed was qualitative, utilizing data collection techniques that included observation, interviews, and documentation. The data obtained were then analyzed using Miles and Huberman\u27s data analysis techniques, which included data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicate: (1) a lack of respect for differences and empathy. (2) a lack of acceptance of the diversity of peers. (3) a lack of teacher training and a lack of diversity-based (multicultural) teaching materials. In conclusion, this research-based PPL can make significant contributions to institutions in developing their businesses, as well as to students in honing their analytical, problem-solving, and applied research skills.   Keywords: Research-Based Internship, Experiential Learning, Learning Implementatio

    IMPLEMENTASI DAN ANALISA RSVP PADA MPLS

    Full text link
    ABSTRAKSI: Kata Kunci : ABSTRACT: Keyword

    Pemberdayaan pengrajin rajutan melalui penguatan kelompok swadaya masyarakat (KSM) bagi pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat: kasus pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami penanganan kemiskinan berbasis kelembagaan lokal yang berbeda dengan penanganan kemiskinanan yang dilakukan sebelumnya. Penelitian ini difokuskan pada aspek input, proses, dan hasil capaian program. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dari para informan di lapangan yang menghasilkan data deskriptif, yakni gambaran implementasi program di lapangan secara sistematis dan faktual. Penentuan informan dilakukan atas dasar penilaian bahwa para informan mengetahui secara baik pemasalahan yang sedang diteliti. Untuk itu, informan dalam penelitian ini adalah pengurus lembaga lokal, ketua dan anggota KSM, pemuka masyarakat, dan perangkat Kelurahan setempat. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun lembaga lokal (masyarakat) telah menunjukkan kinerjannya (pada awal implementasi program), dimana telah mampu melakukan pembangunan sejumlah prasarana desa melalui dana hibah program ditambah swadaya masyarakat setempat, menyalurkan dana kepada KSM, dan telah mampu menggulirkan beberapa kali, tetapi jika dicermati (setelah program menginjak tahun kedua), dapat dinyatakan belum/tidak terjadi proses pemberdayaan (khususnya) bagi warga miskin, karena: (a) tidak terjadi transfer daya kepada warga miskin, sebab program lebih dimanfaatkan oleh kelompok yang mampu; (b) proses belajar sosial tidak berlangsung, sebab program lebih bernuansa economic; dan (c) lembaga lokal masyarakat lebih berperan sebagai penyalur kredit dari pada lembaga pemberdayaan. Terkait dengan itu, saran ditekankan pada kualitas pelaku program (khususnya di lapangan), yaitu: (a) perlu mempunyai pemahaman secara baik terhadap konsep P2KP; (b) perlunya pelaksanaan sosialisasi program secara benar yang lebih diarahkan pada penyadaran tentang permasalahan yang dihadapi dan tumbuhnya semangat untuk memecahkan masalah secara mandiri; (c) perlunya pendampingan secara berkelanjutan terhadap lembaga lokal masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sehingga lembaga lokal masyarakat tersebut dipandang mampu melakukan penanganan masalah (khususnya) kemiskinan warganya secara mandiri

    Reconstruction of Marriage and Divorce Law for Civil Servants

    No full text
    This article analyzes Government Regulation Number 45 of 1990, this regulation contains gaps in polygamy arrangements between men and women who are civil servants.  The focus of this article is to describe the construction of polygamy regulations for the State Civil Apparatus (ASN) which seems gender biased, then how efforts to reconstruct polygamy rules for the State Civil Apparatus (ASN) and then analyze its contribution to the reform of Islamic family law in Indonesia. This library research article is descriptive analytical. The primary data sources in writing this article are the Qur'an, Hadith, and positive laws in Indonesia that regulate marriage and divorce for Civil Servants. The analysis uses the theory of Mashlahah Mursalah, Gender and Feminist Amina Wadud and Gustav Redbruch's theory of legal objectives. The result of the analysis is Government Regulation Number 45 of 1990 concerning Marriage and Divorce Permits for Civil Servants which regulates polygamy for Civil Servants, must be rejected because it contains legal content that is not fair to women as legal subjects. It should be reconstructed by providing equitable regulations, no discrimination, and equalizing the position of men and women before the law. Keyword: Reconstruction, Marriage and Divorce Law, Civil Servant

    Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spritual Dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Pemahaman Mata Kuliah Pengantar Akuntansi Dengan Perilaku Belajar Sebagai Variabel Moderasi Di PTN Dan PTS Kota Bengkulu

    No full text
    This research is constituted to investigate the effect of emotional intelligence, spiritual intelligence and intellect to the understanding of introductory accounting courses to study behavior as a moderating variable. This research method is survey by questionnaire is a research taking samples of 78 students in Universities and Colleges as a means of collecting basic data. Test equipment used to test the hypothesis is logistic regression and then the test results be interpreted. This research is expected to contribute fundamental knowledge for Higher Education in order to improve the level of understanding of students of economic faculties. The results using multiple regression analysis showed emotional intelligence and spiritual intelligence significantly influence the level of understanding of introductory accounting courses and learning influence significant influence as a moderating variable.</jats:p

    Berita penolakan RUU KPK dalam perspektif mahasiswa peserta aksi: Studi kualitatif pada mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Full text link
    Aksi penolakan revisi Undang-Undang KPK jadi salah satu aksi demonstrasi besar yang terjadi dipenghujung tahun 2019. Aksi tersebut banyak digelar dibeberapa daerah di Indonesia dan dihadiri oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus. Aksi tersebut muncul sebagai respon atas adanya revisi yang dilakukan oleh lembaga legislatif (DPR) terhadap Undang-Undang KPK. Satu diantara revisi tersebut mengatur mengenai adanya Dewan Pengawas KPK dalam rangka mengawal dan mengawasi kinerja KPK memberantas tindak pidana korupsi. Media massa memiliki peranan penting ditengah masyarakat, sebab salah satu fungsi dari media massa disebutkan dalam pasal 3 Undang-Undang no 40 tahun 1999 mengenai pers bahwa salah satu fungsi media adalah sumber informasi selain dari instrumen pendidikan, kontrol sosial, dan hiburan. Media sebagai sumber informasi harus mampu memproduksi berita yang sesuai dengan kaidah yang tercantum dalam UU Pers No. 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perspektif mahasiswa peserta aksi mengenai sajian berita yang disajikan oleh kumparan berkaitan dengan pemberitaan aksi mahasiswa menolak RUU KPK yang disahkan oleh DPR. Penelitian ini memfokuskan bahasannya terhadap tiga persoalan yaitu pengungkapan fakta, angle berita, dan interpretasi data. Ketiga fokus penelitian tersebut diambil dari buku berjudul New Survey of Jurnalism yang ditulis oleh Frank Luther Mott pada abad ke 18. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisa data induktif dan menggunakan teori DeFleur dan Ball Rokeach mengenai pertemuan khalayak dengan media. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perspektif mahasiswa mengenai berita yang ditampilkan oleh media kumparan cenderung beragam. Baik dari segi pengungkapan fakta, penentuan angle dan interpretasi data. Beberapa informan menunjukan perspektif yang sama mengenai satu topik dan satu kelompok lainnya menampilkan respon yang berbeda. Dua hal tersebut muncul didasari oleh berita yang ditampilkan, pengalaman, pemahaman dan pandangan informan yang secara alamiah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Selain keberagaman, penelitian ini menghasilkan kesimpulan dari sudut pandang lain. Yaitu dari segi kualitas berita yang menunjukan bahwa kumparan dalam memberitakan aksi dianggap sudah cukup, alasan tersebut berdasar perspektif mahasiswa peserta aksi

    BUDAYA LITERASI ULAMA KECAMATAN BELITANG SEBAGAI UPAYA MEMPERDALAM DAN MENYEBARLUASKAN ILMU AGAMA ISLAM BAGI MASYARAKAT

    Full text link
    This study discusses the literacy culture of the ulama in Belitang as an effort to deepen and disseminate islamic religious knowledge for the community. The purpose of this study was to determine the activities and literacy culture of ulama in Belitang, as well as the efforts made by ulama so that literacy culture can take place from time to time. This research is using qualitative-descriptive method, with data collection techniques carried out through in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the activities of the ulama in Belitang were teaching, entrepreneurship, preaching, and working where these activities were still related to literacy activities. The number of readings owned by ulama is 815 printed readings at house of 7 ulama(s) with variants of reading materials in the form of print, electronic, and Indonesian as well as Arabic and English. The frequency of reading by the ulama is in the range 20-40 minutes a day and the ulama are more focused on delivering teaching. The number of readings read by ulama is still minimal and focuses more on islamic religious knowledge. The writings produced are in the form of journals, song lyrics, notes, and summaries. Ulama's efforts to keep the literacy culture are by teaching using books, ordering students to take notes, suggesting books that can be read to students, and lending books they have. Keywords: Literacy Culture, Ulam

    Fungsi Etika Profesi Hukum sebagai Upaya Penegakan Hukum Yang Berkeadilan

    Full text link
    Etika merupakan konsepsi tentang baik atau buruknya perangai atau perilaku seseorang. Sedangkan moral adalah perilaku yang baik atau buruknya seseorang. Etika merupakan ide – ide, cita – cita tentang dambaan kebaikan perbuatan atau perilaku manusia. Etika senantiasa memberikan contoh – contoh yang baik, sementara moral selalu memberi penilaian terhadap pelaksanaan dari contoh – contoh yang diberikan oleh etika. Oleh karenanya, orang yang beretika adalah orang yang memberi contoh perilaku keteladanan, sedangkan yang bermoral adalah orang yang lakoni keteladanan it
    corecore