178 research outputs found
PENGARUH KERJASAMA TIM, MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN MAJU HARDWARE OKAZ PONOROGO
RINGKASAN
PENGARUH KERJASAMA TIM, MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA
TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN MAJU HARDWARE
OKAZ PONOROGO
Heppy Lailatul Rohmah, Naning Kristiyana dan Siti Chamidah
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan,
pengalaman, dan kesungguhan serta waktu (Hushori & Novianty, 2015). Prestasi
kerja karyawan bukanlah suatu kebetulan, tetapi banyak faktor yang mempengaruhi
diantaranya kerjasama tim, motivasi kerja dan lingkungan kerja yang mendukung
(Mangngi & Fanggidae, 2018). Prestasi kerja akan dapat dicapai apabila didahului
dengan perbuatan yakni melaksankan tugas yang dibebankan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu data yang dapat dihitung berupa angka
angka. Penelitian dengan metode kuantitatif ini dimaksudkan untuk mengetahui
Pengaruh Kerjasama Tim, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Prestasi
Kerja Karyawan Maju Hardware Okaz Ponorogo. Analisis data penulis lakukan di
awali dengan pengumpulan dan pengolahan data berupa kuesioner tertutup dengan
skala likert dimana alternatif jawaban nilai 1 sampai dengan 5 pemberian skor
dilakukan atas jawaban pertanyaan. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan
bahwa; Kerjasama Tim, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja berpengaruh
terhadap Prestasi Kerja Karyawan baik secara parsial maupun simultan/bersama
sama pada Maju Hardware Okaz Ponorogo.
.
Key Word: Kerjasama Tim, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Prestasi Kerj
Keterampilan Berargumentasi Ilmiah dan Korelasinya dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pagak pada Materi Asam Basa
ABSTRAK Rohmah, Lailatul. 2017. Keterampilan Berargumentasi Ilmiah dan Korelasinya dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pagak pada Materi Asam Basa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Subandi, M.Si., (II) Muntholib, S.Pd.,M.Si. Kata kunci: keterampilan berargumentasi ilmiah, hasil belajar, materi asam basaMateri asam basa merupakan materi kimia yang sebagian besar merupakan pengetahuan konseptual dan terintegrasi dengan banyak konsep kimia lainnya seperti karakteristik partikel dalam materi, sifat dan komposisi larutan, struktur atom, ikatan ionik dan kovalen, simbol, formula dan persamaan reaksi, ionisasi serta kesetimbangan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi asam basa masih rendah padahal materi asam basa menjadi materi dasar untuk memahami materi kimia lain yang lebih kompleks. Di samping itu, tingkat literasi sains siswa Indonesia tergolong sangat rendah yakni urutan 62 dari 70 negara partisipan dengan kategori kualitas dan kuantitas aktivitas sains di sekolah berada pada peringkat ke 66 dari 68 negara partisipan tes PISA. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat keterampilan berpikir kritis siswa salah satunya keterampilan berargumentasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berargumentasi ilmiah siswa pada materi asam basa dan mengkorelasikannya dengan hasil belajar siswa pada materi terkait.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan ex post facto, yakni penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi; dengan jenis causal research (penelitian korelasi) yang mana melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan dan bagaimana tingkat hubungan antara dua variabel yang ada. Variabel dalam penelitian ini yakni keterampilan berargumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa, sementara subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Pagak kelas XI MIPA 1. Keterampilan berargumentasi ilmiah dalam penelitian ini meliputi keterampilan membuat klaim, menguraikan bukti dan memberikan penjelasan sementara hasil belajar siswa merupakan hasil ulangan harian siswa kelas XI MIPA 1 pada materi asam basa yang dilaksanakan pada 24 Februari 2017. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes keterampilan berargumentasi ilmiah yang dikembangkan dengan mengacu pada kerangka analitik argumentasi ilmiah Sampson & Schleigh (2016) sedangkan soal tes hasil belajar merupakan soal tes ulangan harian materi asam basa yang dibuat oleh guru mata pelajaran kimia SMA Negeri 1 Pagak. Instrumen tes keterampilan berargumentasi ilmiah yang digunakan telah divalidasi isi dan diujicobakan pada 42 partisipan sebelumnya dan telah dinyatakan reliabel (r11=0,703). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berargumentasi ilmiah siswa SMA Negeri 1 Pagak kelas XI pada materi asam basa termasuk dalam kategori cukup (51,47%), dengan rincian keterampilan membuat klaim termasuk dalam kategori cukup (56,7%), keterampilan memaparkan bukti termasuk dalam kategori cukup (58,4%), dan keterampilan memberikan penjelasan termasuk dalam kategori kurang (39,1%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keterampilan berargumentasi ilmiah siswa berkorelasi rendah (α=0,357) dengan hasil belajar siswa pada materi asam basa
(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR KEASLIAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI, (LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN (STEMPEL DAN TTD ASLI), Pengaruh Pembiasaan dalam Belajar dan Kedisiplinan Siswa Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadist Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo
Rohmah, Alfi Lailatul. 2021. Pengaruh Pembiasaan dalam Belajar dan Kedisiplinan Siswa Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Ssiwa Kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Kayyis Fithri Ajhuri, MA.
Kata Kunci: Pembiasaan Dalam Belajar, Kedisiplinan Siswa, Hasil Belajar.
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan ketrampilan untuk membentuk keberagaman sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah kedisiplinan belajar dan pembiasaan siswa. Setiap siswa harus menanamkan sikap disiplin, karena sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin menjadi persyaratan bagi pembentukan sikap, perilaku, tata kehidupan berdisiplin, dan pembiasaan dalam belajar yang menjadi suatu proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa dengan melakukan hal itu secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu ketrampilan di lingkungan sekolah yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar. Dari realita lampangan tampak ada pengaruh antara kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar, selain itu pembiasaan siswa juga turut serta mempengaruhinya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pembiasaan dalam belajar belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo, (2) pengaruh kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo, (3) pengaruh pembiasaan dalam belajar belajar dan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an hadist siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan noneksperimen dan metode yang digunakan adalah ekspos fakto. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 105 responden dari jumlah populasi 140 siswa. Sampel ini diambil dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sample) dengan mengambil pendapat Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda.
Dari hasil penelitian ditemukan: (1) kedisiplinan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 97,4% (2) pembiasaan siswa secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 92%, (3) kedisiplinan belajar dan pembiasaan siswa secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 47,1%
PENGARUH PEMBIASAAN DALAM BELAJAR DAN KEDISIPLINAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH DARUL HUDA PONOROGO
Rohmah, Alfi Lailatul. 2021. Pengaruh Pembiasaan dalam Belajar dan Kedisiplinan Siswa Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Ssiwa Kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Kayyis Fithri Ajhuri, MA.
Kata Kunci: Pembiasaan Dalam Belajar, Kedisiplinan Siswa, Hasil Belajar.
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan ketrampilan untuk membentuk keberagaman sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah kedisiplinan belajar dan pembiasaan siswa. Setiap siswa harus menanamkan sikap disiplin, karena sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin menjadi persyaratan bagi pembentukan sikap, perilaku, tata kehidupan berdisiplin, dan pembiasaan dalam belajar yang menjadi suatu proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa dengan melakukan hal itu secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu ketrampilan di lingkungan sekolah yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar. Dari realita lampangan tampak ada pengaruh antara kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar, selain itu pembiasaan siswa juga turut serta mempengaruhinya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pembiasaan dalam belajar belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo, (2) pengaruh kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo, (3) pengaruh pembiasaan dalam belajar belajar dan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an hadist siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan noneksperimen dan metode yang digunakan adalah ekspos fakto. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 105 responden dari jumlah populasi 140 siswa. Sampel ini diambil dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sample) dengan mengambil pendapat Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda.
Dari hasil penelitian ditemukan: (1) kedisiplinan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 97,4% (2) pembiasaan siswa secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 92%, (3) kedisiplinan belajar dan pembiasaan siswa secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Darul Huda Ponorogo sebesar 47,1%
HUBUNGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TERHADAP KEPUASAN WALI MURID DI TPQ AR ROHMAH PANGGANG JEPARA
Latar belakang penelitian ini berawal dari keterkaitan peneliti terhadap kompetensi profesional guru dan kualitas layanan pendidikan yang berperan penting dalam kepuasan wali murid. Guru yang kompeten serta layanan pendidikan yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap kepuasan wali murid TPQ Ar Rohmah Panggang Jepara. (2) mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan wali murid TPQ Ar Rohmah Panggang Jepara. (3) mengetahui apakah terdapat hubungan antara kompetensi profesional guru dan kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan wali murid TPQ Ar Rohmah Panggang Jepara.(4) mengetahui apakah terdapat mediasi di setiap hubungan antar variabel kompetensi profesional guru, kualitas pelayanan pendidikan, dan kepuasan wali murid.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif melalui analisis deskriptif dan analisisi inferensial menggunakan korelasi sederhana dan korelasi multivariate. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh dikarenakan jumlah sampel kurang dari 100 orang maka seluruh anggota populasi dalam penelitian dijadikan sampel sehingga sampel penelitian berjumlah 88 wali murid di TPQ Ar Rohmah Panggang Jepara. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara Kompetensi Profesional Guru dengan kepuasan wali murid di TPQ Ar Rohmah Panggang Jepara. Hasil tersebut dibuktikan dengan nilai pearson correlation kompetensi profesional guru 0,651 yang menunjukkan korelasi pada tingkat tinggi/kuat dan nilai signifikansi 0,000 ryx.z. kemudian hubungan kompetensi profesional guru dengan kepuasan wali murid dimediasi oleh kualitas pelayanan pendidikan dengan nilai ryx = 0,651 dan ryx.z = -0,048 yang berarti ryx > ryx.z dan hubungan kualitas pelayanan pendidikan dengan kepuasan wali murid dimediasi oleh kompetensi profesional guru dengan nilai ryx = 0,831 dan ryx.z = 0,682 yang berarti ryx > ryx.z. sehingga dapat disimpulkan Ha4 diterima dan H04 ditolak
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, BRAND IMAGE, DAN WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT GENERASI Z DALAM PENGGUNAAN MOBILE BANKING BANK SYARIAH (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)
Skripsi dengan judul "Pengaruh Literasi Keuangan, Brand Image, dan Word Of
Mouth Terhadap Minat Generasi Z dalam Penggunaan Mobile Banking Bank
Syariah (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid
Ali Rahmatullah Tulungagung)" ini ditulis oleh Lailatul Mudrikah, NIM.
126401213148, dengan pembimbing Mutmainatur Rohmah, M.M.
Kata Kunci: Literasi Keuangan, Brand Image, Word Of Mouth, Minat Generasi
Z, Mobile Banking, dan Bank Syariah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang kontras terhadap
pertumbuhan perbankan syariah yang minim peminat di kalangan generasi z. Era
digital telah mengubah cara bertransaksi, menjadikan mobile banking bank
syariah sebagai solusi cepat, efektif, dan efisien. Kemudahan ini sangat cocok
dengan gaya hidup generasi z, sehingga berpotensi menjadi kebiasaan baru di
masa depan.
Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi ilmiah tentang:
1) Minat generasi z dalam penggunaan mobile banking bank syariah melalui
literasi keuangan; 2) Minat generasi z dalam penggunaan mobile banking bank
syariah melalui brand image; 3) Minat generasi z dalam penggunaan mobile
banking bank syariah melalui word of mouth; 4) Implementasi minat generasi z
dalam penggunaan mobile banking bank syariah melalui literasi keuangan, brand
image, dan word of mouth.
Metode Penelitian yang diterapkan adalah penelitian deskriptif yang
menjelaskan kajian dengan menganalisis fakta secara sistematis dari objek yang
diteliti. Sumber data yang diteliti berasal dari kepustakaan. Teknik pengumpulan
data adalah penyebaran kuesioner.
Hasil penelitian ini, menegaskan bahwa minat generasi z dalam penggunaan
mobile banking bank syariah didasari oleh: 1) Literasi keuangan yang kuat,
dibangun melalui edukasi yang terintegrasi untuk membangun pemahaman dan
loyalitas. 2) Brand image berasal dari sekumpulan asosiasi merek konsumen yang
terpercaya, mudah diakses, dan berkualitas. 3) Word of mouth menciptakan
pengalaman jujur sebagai rekomendasi pemasaran yang efektif dan menarik bagi
nasabah baru. 4) Implementasi terkait literasi keuangan, brand image, dan word of
mouth mencakup edukasi keuangan kontekstual, citra merek yang modern dan
relevan, dan strategi aktif mendorong rekomendasi, sehingga menciptakan
pengalaman perbankan yang menyeluruh, etis, dan menarik bagi generasi z
Developing Motion Comic Video for Eleventh Graders’ Speaking Material of Senior High School
ABSTRAK Rohmah, Danik Lailatul. 2017. Developing Motion Comic Video for Eleventh Graders’ Speaking Material of Senior High School. Thesis,Department of English, Faculty of Letter, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Hj. Emalia Iragiliati, M.Pd. (II) Nunung Suryati, M.Ed., Ph.D. Keywords: Motion Comic Video, animation, speaking materialSpeaking is a crucial part of foreign language teaching and learning. Many students or people have strong intention to learn how to communicate well because they realize that being able to interact with other people in the right way is very essential. However, there are still many problems that can affect the students’ speaking ability such as lack of vocabulary, lack of confidence and having fear to make mistakes. To solve those problems, the researcher wanted to develop motion comic video as the medium in teaching speaking for senior high school’s students.This study was aimed to develop Motion Comic Video as the speaking material for eleventh graders of Senior High School. The medium was developed in order to help the students understand the story better and make it easy for them when they are going to retell the story. It is also containing of vocabulary exercises in the form of cloze test which is aimed to improve the students’ vocabulary mastery.The study adapted the Research and Development (R&D) design by Borg and Gall (2003), which were (1) needs analysis, (2) product development, (3) experts’ validation, (4) revision based on the experts’ validation, (5) try-out the product, (6) revision based on the try-out, and (7) final product. The instruments used for needs analysis stage were students’ questionnaire, teacher’s interview, and classroom observationsheet. The data from the questionnaire were described quantitatively in the form of percentage and qualitatively in the form of explanation. The data from teacher’s interview and classroom observation sheet were described in qualitative way. The data obtained from needs analysis were used as the consideration for product development. Meanwhile, the data from the experts’ validation stage were used for the product improvement. After that the revised product was tried-out to the subjects of the study.Based on the two expert validators, the medium is considered very applicable and suitable for the eleventh graders as the speaking material. It was shown from the expert validation sheets. Besides, the students were also interested in this Motion Comic Video.According to the result of product try-out, 93.3% of the students stated that the medium could help them understand the story better. 90% of the students also agreed that the medium could make it easy for them to retell the short story. The English teachers are suggested to use the product of this study as the speaking material. It can be an alternative in teaching speaking skill. It is also suggested for further researchers to develop more products with other short stories which are suitable with the students’ proficiency. It is also advisable to give additional sophisticated features for the product
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QAWAID WA TARJAMAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS V-A SDI AL – HAKIM BOYOLANGU TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Pembelajaran Qawaid wa Tarjamah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Arab Peserta Didik Kelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung” ini ditulis oleh Deka Lailatul Rohmah, NIM.2817133024, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan PGMI, IAIN Tulungagung, yang dibimbing oleh bapak Muhamad Zaini, MA
Kata kunci : Qowaid wa Tarjamah, danHasil Belajar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pembelajaran Bahasa Arab di sekolah dimana guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional sehingga peserta didik merasa kurang memahami materi dan berdampak pada hasil belajar peserta didik yang belum maksimal. Peneliti berusaha mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan metode pembelajaran Qowaid wa Tarjamah untuk meningkatkan hafalan dan hasil belajar Bahasa Arab pada peserta didik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peningkatan hafalan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Arab materi في المكتبة melalui penerapan metode Qowaid wa Tarjamahkelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung?, (2) Bagaimana peningkatan hasil belajar Bahasa Arab Arab materi في المكتبة melalui penerapan metode Qowaid wa Tarjamah kelas V-ASDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung?
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk memaparkan peningkatan hafalan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Arab materi في المكتبة melalui penerapan metode Qowaid wa Tarjamah kelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung (2) Untuk memaparkan peningkatan hasil belajar Bahasa Arab peserta didik materi في المكتبة melalui penerapan metode Qowaid wa Tarjamah kelas V-ASDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung.
Skripsi ini bermanfaat bagi Kepala SDI Al-Hakim Boyolangu sehingga dapat dijadikan sumbangan pemikiran dalam rangka merumuskan kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan proses pembelajaran yang akan datang. Bagi guru SDI Al-Hakim untuk mengembangkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan penguasaan materi bahasa Arab.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research) sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data,verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini apabila penguasaan materi peserta didik mencapai 75 % dari tujuan yang seharusnya dicapai, dengan nilai KKM 70.
Hasil penelitian ini adalah (1) Penerapan metode pembelajaran qawaid wa tarjamah pada mata pelajaran Bahasa Arab dapat meningkatan hafalan peserta didik. Hasil tes hafalan peserta didik menunjukkan peningkatan. Terbukti dari hasil tes hafalan pada siklus I dengan nilai rata-ratanya adalah 71,33 dengan presentase ketuntasan tes hafalan peserta didik dalam pembelajaran pada siklus I mencapai 66%, sehingga kriteria keberhasilan tindakan tergolong cukup. Selanjutnya pada siklus II seluruh nilai rata-ratanya adalah 79,53 dengan presentase ketuntasan mencapai 86,67%, sehingga kriteria keberhasilan tindakan tergolong sangat baik.
(2) Penerapan metode pembelajaran qawaid wa tarjamah pada mata pelajaran Bahasa Arab menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada peserta didik kelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung. Hal ini dapat dilihat dari proses belajar mengajar dan nilai tes akhir pada proses belajar mengajar siklus 1 dan 2. Pada siklus 1 nilai rata-rata kelas 79,9. Peserta didik yang mendapat >70 sebanyak 11 peserta didik (73%) dan 70 sebanyak 16 peserta didik (89,1%). Peserta didik yang mendapat >70 sebanyak 15 peserta didik atau keseluruhan (100%) dan <70 sebanyak 0 peserta didik atau tidak ada (0%). Dengan demikian, membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran qawaid wa tarjamah dapat meningkatkan hafalan dan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Arab peserta didik kelas V-A SDI Al-Hakim Boyolangu Tulungagung
Implementasi Model Pembelajaran Guided Discovery untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains pada Materi Kalor dan Perpindahannya di Kelas VII SMP Negeri 1 Madiun
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, keterampilan proses sains siswa, dan respon siswa terhadap model pembelajaran guided discovery. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental, dengan rancangan penelitian one-group pre-test post-test design. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII-F SMP Negeri 1 Madiun, ditetapkan dengan purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan, keterlaksanaan model pembelajaran guided discovery berlangsung efektif, dengan peningkatan skor rerata dari pertemuan 1 hingga pertemuan 3, yaitu sebesar 3,31 (baik) pada pertemuan 1, 3,49 (baik) pada pertemuan 2,02 dan 3,88 (sangat baik) pada pertemuan 3. Dari analisis uji N-Gain keterampilan proses sains mengalami peningkatan. Nilai keterampilan proses sains awal siswa adalah 2,02 mengalami peningkatan menjadi 3,41 dengan ketuntasan siswa sebesar 90% dan hanya 10% yang tidak tuntas. Hasil uji N-Gain diperoleh hasil bahwa tiap aspek keterampilan proses sains mengalami peningkatan yaitu: 5 aspek dengan kategori tinggi, dan 1 aspek dengan kategori sedang. Siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran dengan model guided discovery sebesar 90%.
Kata Kunci: Guided Discovery, Keterampilan Proses Sains
 
Pengembangan Media Puzzle Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Siswa Kelas XI SMA
Vocabulary Puzzle is a new medium that can facilitate students to understand new vocabulary in German. Based on the Needs questionnaire of students who have been deployed in Language class XI SMAN 1 Krian, showed that 80.95% of students are interested in learning media, that it is formed a game that can help students where there are 76.19% of students had difficulty in understanding new vocabulary in German. Therefore it takes the media to help students. Problem Formulation of this research is "Does Vocabulary Puzzle feasible for learning German?" And the purpose of this research was to describe the feasibility Puzzle Vocabulary for learning the German language.
This type of research is the development of research based on the theory Sadiman. There are 6 stages in this study, namely (1) to analyze the needs of students, (2) formulate instructional purposes (instructional objective) with operational and distinctive, (3) formulating particles of matter in detail that supports the achievement of goals, (4) develop the tools measuring success, (5) writing the script media, (6) conduct trials / tests and revisions. The results of this research, validation media who got 68.75% of votes with the assessment criteria "Strong" and the results of the validation of 78.57% subject matter expert with the assessment criteria "Strong". If the results of the validation are averaged, then the overall result is 73.66% with the assessment criteria "Strong".
Based on the validation results, we can conclude that the media Vocabulary Puzzle feasible to use in learning German.
Keywords: media, puzzle, vocabulary
- …
