1,721,264 research outputs found

    Lasmi Hartati 's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Lasmi Hartati 's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Citra Perempuan Tokoh Utama Dalam Novel Lasmi Karya Nusya Kuswantin: Tinjauan Feminisme Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di Sma

    Full text link
    Tujuan penelitian ada ini tiga: (1) Mendeskripsikan struktur novel Lasmi karya Nusya Kuswantin, (2) Mendeskripsikan citra perempuan tokoh komplek dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin, dan (3) Mendeskripsikan implementasi citra perempuan tokoh utama dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, dan ungkapan citra perempuan oleh Nusya Kuswantin sebagai penulis novel Lasmi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pusaka, simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil Penelitian ini ada 3: (1) Struktur Novel Lasmi diketahui tema novel ini tentang perjuangan seorang perempuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan perilaku tidak berperikemanusiaan supaya tidak terjadi di Indonesia ini. Latar tempat terjadi di Tulungagung, Malang, Jawa Timur Latar waktu terjadi sekitar lima tahun Latar sosial terjadi di masyarakat Tulungagung Malang Jawa Timur ekonomi kehidupan masyarakat saat itu rata – rata kurang mampu (2) Analisis Citra perempuan dari tinjauan feminisme novel Lasmi karya Nusya Kuswantin menunjukkan adanya persamaan kedudukan atau derajat antara perempuan dan laki-laki baik dalam rumah tangga maupun dalam masyarakat. (3) Iplementasi citra perempuan dengan pembelajaran sastra mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA atau sebagai bahan ajar di SMA adalah 1. Melatih kemandirian, 2. Mempunyai rasa tanggung jawab, 3. Mengajarkan untuk bersikap adil dan 4. Mempunyai sifat tolong menolong sesama manusia memberikan contoh adanya kemandirian, rasa tanggung jawab juga mengajarkan untuk bertindak adil terhadap sesama

    REPRESENTASI KARYA TARI “LASMI” DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENCIPTAAN TARI MOVING FROM WITHIN ALMA M HAWKINS TERJEMAHAN I WAYAN DIBIA YANG BERJUDUL “BERGERAK MENURUT KATA HATI”

    Full text link
    Karya tari Lasmi mengacu pada teori penciptaan Alma M. Hawkins dalam bukunya Moving From Within terjemahkan I Wayan Dibia, dengan judul Bergerak Menurut Hati. Proses penciptaan karya tari Lasmi meliputi dan melibatkan proses penciptaan serta menggunakan metode penciptaan kualitatif. Karya Tari Lasmi menggunakan Desain Dramatik dan Mode Penyajian Representasi Simbolik. Penciptaan karya tari Lasmi melibatkan empat orang penari sebagai tokoh dalam karya tari Lasmi. Gerak tradisi Jawa Barat sebagai pijakan yang dikembangkan kedalam beberapa motif gerak tradisi yaitu : galieur, tumpang tali dan ukel yang kemudian dikembangkan dengan gerak keseharian menggunakan teknik tari, slide, wafe, roll yang tentunya melibatkan proses eksplorasi, improvisasi dan pembentukan dalam menciptakan karya tari inovatif yang memiliki nilai akademis dan berangkat dari kisah perjuangan seorang tokoh perempuan intelektual pertama berasal dari Garut dalam memberantas kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan. ********************************************************** Lasmi's dance work refers to Alma M. Hawkins' theory of creation in his book Moving From Within translated by I Wayan Dibia, with the title Moving According to the Heart. The process of creating Lasmi dance works includes and involves the creation process and uses qualitative methods of creation. Lasmi Dance works using Dramatic Design and Symbolic Representation Presentation Mode. The creation of the Lasmi dance involves four dancers as characters in the Lasmi dance. West Java's traditional movement as a foothold was developed into several traditional movement motifs, namely: galieur, overlapping rope, ukel which were then developed with daily movements using dance techniques, slides, wave, rolls which of course involved a process of exploration, improvisation, formation in creating innovative dance works. which has academic value and departs from the story of the struggle of the first female intellectual character from Garut in eradicating the gender gap between men and women

    Strategi Pemasaran Politik Lasmi Indaryani Dalam Pemilihan Umum Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Pada Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII di Tahun 2019

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan menjelaskan strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani dalam pemilihan umum calon anggota DPR RI di Dapil Jawa Tengah VII pada tahun 2019. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat penghambat strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani. Dengan dilandasi oleh perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Kemudian data tersebut dianalisa melalui model analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi pemasaran politik yang digunakan oleh Lasmi Indaryani adalah melalui proses positioning sebagai anak Bupati Banjarnegara yang merakyat dan perwakilan perempuan yang memperjuangkan masyarakat. Lasmi Indaryani membentuk personal branding melalui strategi pemasaran politik dengan cara blusukan langsung menemui masyarakat dan menggunakan media, baik offline maupun online. Selain itu, faktor yang yang mendukung keberhasilan strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani adalah statusnya sebagai anak Bupati Banjarnegara, aktif di kegiatan sosial, dan membongkar kasus mafia sepak bola. Sedangkan, faktor yang menghambat keberhasilan strategi pemasaran politik yang dilakukan Lasmi Indaryani adalah latar belakangnya sebagai pengusaha dan pendatang baru di Dapil Jawa Tengah VII yang disebut dapil neraka

    STRATEGI DAKWAH JARINGAN PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA (JPRMI) PEKANBARU DALAM KEGIATAN DAKWAH PADA REMAJA KOTA PEKANBARU RIAU

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Lasmi Nim : 12140420805 Judul : Strategi Dakwah Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI Pekanbaru dalam Kegiatan Dakwah pada Remaja Masjid Kota Pekanbaru Riau. Penelitian ini menjelaskan tentang Strategi dakwah Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Pekanbaru dalam kegiatan dakwah pada remaja kota Pekanbaru Tujuan dari penelitian ini mengungkapkan Bagaimana strategi dakwah Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Pekanbaru dalam kegiatan dakwah pada remaja masjid kota Pekanbaru sehingga bisa mengajak remaja-remaja aktif kembali dalam melakukan kegiatan keagamaan. Dalam penelitian ini digunakannya metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Data-data dalam penelitian ini ditemukan dari hasil observasi dan wawancara langsung ke Sekretariat JPRMI Pekanbaru, kemudian dilakukannya wawancara dan observasi dengan lima orang informan dan mengumpulkan dokumentasi sebagai penguat penelitian. Sedangkan informan dalam penelitian ini yaitu Ketua dari JPRMI yaitu Mohd.Arif Permana dan rekan-rekannya. Hasil penelitian ini ditemukan bahwasanya strategi dakwah yang dilakukan JPRMI kepada remaja masjid di Pekanbaru terdapat menjadi empat bagian program yaitu, JPRMI melakukan Strategi Sentimental yang berupa program Safari dakwah, JPRMI juga melakukan Strategi Rasional yang berupa adanya program JPRMI Time, lalu JPRMI juga melakukan Strategi Indrawi yaitu dengan mengadakan program kajian islam intensif (KIS), dan JPRMI menggunakan Strategi Indrawi dengan mengadakan program mini cup. Kata Kunci : Strategi dakwah, Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Remaja Masji

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore