1,722,063 research outputs found
VARIASI PRODUK LADU KHAS MALANGBONG-GARUT
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah variasi produk ladu yang ditambahkan kacang tanah dan kacang mete yang prosesnya disangrai terlebih dahulu sebagai nilai gizi tambahan pada ladu tersebut. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena produk ladu hingga saat ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas dan yang mengetahuinya hanya warga lokal Garut saja, itu pun tidak semua. Pun rasa, bentuk dan variasi dari ladu hanya ada original saja, belum dikembangkan sedemikian rupa. Maka, dari penelitian ini diharapkan produk ladu bisa menjadi produk tradisional yang diminati dan dikenal oleh masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif karena menggunakan metode eksperimental.
Kata kunci : variasi produk, ladu.
ABSTRACT
This study aims to make a variety of products ladu added peanuts and cashew nuts which the process is roasted first as extra nutritional value in ladu such. The background of this research is because the product ladu until today not very well known by the wider community and who know only the local residents of Garut, it was not all. No matter flavor, form and variation of ladu there is only the original course, has not yet been developed in such a way. Then, from this research, expected product ladu can be a traditional product that is in demand and known by the public. The method used in this research is qualitative method because it uses the experimental method.
Keywords : product variations, ladu
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI LADU KETAN (Studi Kasus pada Ladu Ketan Lestari di Desa Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut)
Ladu Ketan Lestari adalah suatu usaha agroindustri dibidang kuliner yang memproduksi ladu. Ladu merupakan makanan tradisional dari daerah Malangbong, Garut. Dalam perkembangannya agroindustri Ladu Ketan Lestari tidak banyak perkembangan yang signifikan meskipun berdiri sudah cukup lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha dan mengetahui strategi pengembangan usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari. Metode studi kasus, yang merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memeriksa secara menyeluruh fenomena, kejadian, atau contoh tertentu, digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel di mana peneliti memilih secara sengaja dan berdasarkan pertimbangan tertentu terhadap subjek atau objek yang dianggap paling relevan dan memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari ini layak untuk dijalankan. Karena Nilai R/C Ratio yang didapakan usaha tersebut lebih besar dari 1, yaitu 1,84 satuan rupiah. Menurut kriteria R/C Ratio nilai tersebut menunjukan bahwa usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari mendapatkan keuntungan Rp.1,84 untuk setiap Rp.1 modal usaha yang dikeluarkan. Sedangkan pada strategi pengembangan yang dilakukan menggunakan analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary), EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary), diagram dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan agroindustri Ladu Ketan Lestari yaitu strategi SO (Strenght-Opportunity)
ANALISIS USAHA LADU ARAI PINANG ONE DI KOTA PARIAMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Usaha Ladu Arai Pinang One, dan menganalisis besar keuntungan yang diperoleh dan tingkat penjualan Usaha Ladu Arai Pinang One untuk mencapai titik impas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dan perhitungan keuangan menggunakan metode variable costing. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan kunci dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Ladu Arai Pinang One belum melakukan pencatatan keuangan yang sesuai dengan kaidah akuntansi. Keuntungan yang diperoleh usaha pada periode Februari 2024 sebesar Rp21.470.759,-. Berdasarkan analisis titik impas yang telah dilakukan, produk ladu arai pinang original kemasan 250gr memperoleh impas kuantitas sebesar 1.407 dengan impas penjualan sebesar Rp16.879.898,-. Produk ladu arai pinang original kemasan 500gr memperoleh impas kuantitas sebesar 224 dengan impas penjualan sebesar Rp5.372.363,-. Produk ladu arai pinang rasa sala lauak kemasan 250gr memperoleh impas kuantitas sebesar 188 dengan impas penjualan Rp2.637.136,-. Produk ladu arai pinang rasa sala lauak kemasan 500gr memperoleh impas kuantitas sebesar 29 dengan impas penjualan sebesar Rp821.348,-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Ladu Arai Pinang One sudah berada diatas titik impas. Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang dapat diberikan kepada pihak usaha yaitu meningkatkan skill tenaga kerja bagian keuangan, membedakan harga jual antara konsumen akhir dengan pedagang pengecer, dan untuk meningkatkan minat belanja konsumen, pimpinan usaha dapat mengadakan promosi pembelanjaan untuk pelanggan
LADU ARAI PINANG DALAM FOOD PHOTOGRAPHY
ABSTRAKKota Pariaman memiliki beragam kuliner salah satunya cemilan kerupuk yang disebut Ladu Arai Pinang. Makanan ini terbuat dari tepung beras sebagai bahan utama, dicetak menggunakan Arai Pinang (bunga pohon pinang), memiliki dua varian rasa Original dan Sala. Pada penciptaan karya tugas akhir ini memvisualkan Ladu Arai Pinang kedalam Food Photography dengan konsep Tradisional dan Modern, sebanyak 20 karya foto, didukung dengan penataan lighting, komposisi, dan food stylish. Menerapkan teknik Low Key dan Side Light pada karya foto. Metode Penciptaan karya seni ini dilakukan dengan 4 tahapan, pertama persiapan dengan melakukan observasi, studi literatur, dan wawancara, kedua perancangan konsep berupa storyboard dan skema lighting, ketiga perwujudan karya, dan keempat penyajian karya. Dengan konsep ini Ladu Arai Pinang bisa dikenal publik secara luas sehingga menjaga eksistensi makanan Khas Pariaman. Dengan tetap menggunakan Arai Pinang secara tidak langsung telah mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan Ladu dari Arai Pinang yang terkikis akibat dari perkembangan zaman
STRATEGI PEMASARAN USAHA LADU ARAI PINANG ONGGA DI KOTA PARIAMAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) Usaha Ladu arai pinang ongga (2) Merumusakan strategi pemasaran yang bisa diterapkan pada Usaha Ladu ongga. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha Ladu Arai Pinang Ongga yang beralamat di Kompleks Cacat Veteran No. 10 Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode analasis deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data pada penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian ini diperoleh nilai IFE sebesar 2, 716 artinya usaha Ladu arai Pinang Ongga memiliki posisi internal yang kuat dan untuk nilai EFE diperoleh nilai sebesar 2,737 artinya usaha Ladu Arai Pinang Ongga merespon dengan kuat terhadap peluang dan ancaman yang muncul. Perumusan strategi yang dihasilkan menggunakan matriks SWOT yaitu (1) Memperluas pasar produk dan meningkatkan jumlah pedagang pengecer dengan mengoptimalkan kualitas produk yang dimiliki (2) Memakai sistem pembayaran digital pada usaha dan tanggal kadaluwarsa pada kemasan produk usaha (3) Memvariasikan ukuran kemasan produk dengan harga lebih terjangkau agar dapat bersaing dengan pesaing sejenis (4) Mengaktifkan kembali media sosial dan mengoptimalkan promosi offline dan online. Sedangkan untuk matriks QSPM diperoleh nilai yang paling tinggi pada strategi I dengan nilai TAS sebesar 6,515 artinya strategi I: Memperluas pasar produk dan meningkatkan jumlah pedagang pengecer dengan mengoptimalkan kualitas produk yang dimiliki, merupakan strategi prioritas utama yang dapat diimplemntasikan pada usaha Ladu Arai Pinang Ongga
ANALISIS USAHA LADU ARAI PINANG DI KOTA PARIAMAN
Penelitian ini dilakukan ada tanggal 18 Mei – 17 Juni 2016 pada usaha Ladu Arai Pinang di Kota Pariaman. Penelitianinibertujuanuntuk mendeskripsikanprofilusahaLadu Arai Pinang di Kota Pariamandan menganalisiskeuntungandantitikimpas (break evenpoint)padausahaLadu Arai Pinang di Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari pimpinan usaha. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Usaha Ladu Arai Pinang telah memperoleh keuntungan pada periode 18 Mei – 17 Juni 2016 yaitu pada usaha skala produksi besar sebesar Rp. 4.489.992, skala produksi menengah sebesar Rp. 1.748.525 dan skala produksi kecil sebesar Rp. 763.775. Berdasarkan analisis titik impas pada Usaha ladu Arai Pinang pada periode 18 Mei – 17 Juni 2016, maka diperoleh kuantitas titik impas pada skala produksi besar sebesar 190 kg, skala produksi menengah sebesar 96,7 kg dan skala produksi kecil sebesar 93,5 kg dengan impas penjualan yaitu skala produksi besar Rp. 6.709.677,4, skala produksi menengah sebesar Rp. 3.469.274,2 dan skala produksi kecil sebesar Rp. 3.243.250. Pada saat ini usaha Ladu Arai Pinang berproduksi diatas titik impas.
Kata kunci :Usaha Kecil,Keuntungan, Titik Impas, Ladu AraiPinan
The relationship between total factor productivity growth and employment: some evidence from a sample of European Regions
This paper provides a structural estimation of an equilibrium matching
model with exogenous productivity growth on a sample of European Regions for the
period 1976–2000. Using a three-stage least squares procedure, I estimate a simultaneous
equation model for employment, wages and capital stock. The importance of
the study of the relationship between growth and employment is due to the fact that
the sign of this connection is not clear-cut. Theoretical models imply that the impact
of productivity on employment is ambiguous. Furthermore, the empirical contributions
are still not so many to reach a strong conclusion on the sign of the relationship
above. This paper finds that the impact of productivity growth on employment is
negative in the short-run and this effect remains negative even in the long-run. The
implication of my results is that all new technology is embodied in new jobs and job
creation plays no role in the employment dynamics of the sample I have considered
Narasi Penyelamatan Lingkungan dalam Novel Sarongge dan Ladu.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud narasi penyelamatan lingkungan, (2) faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya narasi penyelamatan lingkungan, dan (3) unsur fiksi yang mengekspresikan narasi penyelamatan lingkungan dalam novel Sarongge dan Ladu.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data primer adalah dua novel, yaitu Sarongge dan Ladu. Sumber data sekunder adalah jurnal dan buku- buku terkait ekologi lingkungan. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data dengan reduksi, penyajian, dan menyimpulkan data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, wujud narasi penyelamatan lingkungan dalam novel Sarongge dan Ladu karya Tosca Santoso adalah (a) prinsip tanggung jawab, (b) prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, (c) prinsip solidaritas, (d) prinsip hormat terhadap alam, (e) prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam, (f ) tidak menganggu alam, dan (g) prinsip keadilan. Kedua, faktor- faktor yang melatarbelakangi munculnya narasi penyelamatan lingkungan dalam novel tersebut adalah (a) pencegahan, (b) pengawasan, dan(c) penegakan. Ketiga, unsur fiksi yang mengekspresikan narasi penyelamatan lingkungan dalam novel tersebut adalah: a) tokoh dalam novel Sarongge, yaitu Husin, Karen, Asep, dan Rangga, dan dalam novel Ladu, yaitu Yanis dan Arti. Kedua, latar dalam novel Sarongge yaitu Sarongge, Sumba, Yamdena, Kampar, dan Hutan Gambut; dan latar dalam novel Ladu yaitu Lereng Merapi, Gunung Sindoro, Wonosobo, dan Gunung Kelud. Ketiga, alur dalam kedua novel tersebut menggunakan alur (progresif). Keempat, tema dalam novel Sarongge adalah perjuangan manusia dalam menyelamatkan kerusakan alam di seluruh pelosok Indonesia. Sementara itu, tema dalam novel Ladu adalah kisah tentang perjalanan tokoh Yanis dan Arti ke gunung-gunung yang ada di Indonesia, serta menggambarkan daya tahan masyarakat yang mampu beradaptasi di sekitar gunung
- …
