76 research outputs found

    Uji preferensi Eristalis Tenax L. terhadap tiga spesies gulma air beserta kombinasinya berdasarkan bau

    No full text
    ABSTRAK Pengendalian populasi serangga hama dengan predator sebagai musuh alaminya, merupakan salah satu alternatif penyelesaian dalam meningkatkan produksi pangan yang efektif, ekonomis dan aman bagi manusia dan lingkungan. Peningkatkan efektivitas potensial predator di agroekosistem memerlukan adanya mikrohabitat yang sesuai dan dapat mendukung kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi serangga spesies Eristalis tenax L.١ terhadap tumbuhan Kangkung (Ipomoea aqua(ica F.), Semanggi (Marsilea crenata P.) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes L ), serta kombinasinya dan waktu orientasinya terhadap bau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2001 sampai Nopember 2001 di Laboratorium Ekologi dan Keanekaragaman Hayati, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (M1PA) Universitas Bra١vijaya. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah : Olfactometer, stop watch, pompa vakum, empat buah kotak kaca ukuran 40 x 40 x 80 cm, jaring serangga, botol kecil (tempat serangga), toples (tempat tumbuhan) dan lampu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian statistik deskriptif-kualitatif. Hasil uji preferensi dengan 20 kali ulangan menunjukkan bahwa E. tenax L. tertarik pada bau M. crenata P. sebanyak 55 % dengan waktu orientasi rata-rata 5 menit 55 detik. Preferensi E. tenax L. terhadap P. stratiotes L. sebanyak 30 % dengan waktu orientasi rata-rata 4 menit 41 detik. Preferensi E. tenax L. terhadap kontrol sebanyak 10 ٠ /٥dengan waktu orientasi rata-rata 1 menit. Preferensi E. tenax L. terhadap /. Aauatica F. sebanyak 5 % dengan waktu orientasi rata-rata 6 detik. Uji preferensi dengan menggunakan kombinasi ketertarikan E. tenax L. terhadap kombinasi M. crenata P. - M. crenata P. sebanyak 45 % dengan waktu orientasi rata- rata 5 menit 6 detik. Preferensi ٨٦ tenax L. terhadap kombinasi M. crenata P. - P. stratiotes L. sebanyak 40 ٥ /٥dengan waktu orientasi rata-rata 4 menit 8 detik. Preferensi E. tenax L. terhadap kombinasi M. crenata P. - /. Aquatica F. tidak tertarik sama sekali (0 % ). Preferensi E. tenax L. untuk tidak memilih terhadap gulma air sebanyak 15 /٥o. ABSTRACT The control of pest population with employing predators as their natural enemies, is one of solving, alternatives to in crease food production effectively, economic and safety for people and enviroment. To increase predator potential effectivity in agroecosystem is neccessary suffiency microhabitat and can improve life quality. The aim of this research is to know the insect preferency of Eristalis tenax L. to the water weeds, ،،Kangkung” {Ipomoea aquatica F.), ،،Semanggi" {Marsilea crenata P.) and ،،Kayu Apu٦٦ (Pistia stratiotes L.), their combination preferency and also their oriented duration to the smell. The research was done on Oktober 2001 until November 2001 at Ecology and Biodiversity Laboratorium, Departement of Biology, Matemathic and Natural Science Faculty Brawijaya University. The tools which used this research are : Olfactometer, Slop Watch, vaccum pump, four glass boxes with size 40 x 40 x 80 cm, flying net and the lamp. The insect was collected and placed in the little bottle. The water weeds placed in the vase. This research is using descriptive-qualitative statistic. The results of preferency test within 20 times repeatations showed that E. tenax L. attracted to smell of M. crenata P. was 55 % precentially and its oriented duration rate is 5 minutes and 55 seconds. The preferency of E. tenax L. to P. stratiotes L. was 30 % and its oriented duration rate is 4 minutes and 41 seconds. The preferency of £. tenax L. to control was 10 % and its oriented duration rate is 1 minutes. The preferency of E. tenax L. to /. Aquatica F. was 5 % and its oriented duration rate is 6 seconds. The preferency test by using combination attractively of E. tenax L. to combination of M. crenata P. - M. crenata P. was 45 % and its oriented duration rate is 5 minutes 6 seconds. The preferency of E. tenax L. to combination of M. crenata P. - P. statiotes L. was 40 % and its oriented duration rate is 4 minutes 8 seconds. The preferency of E. tenax L. t

    Russian cases in aspect of modern linguodidactics (the initial stage of study)

    No full text
    The article is devoted to Russian cases teaching to foreign students at the initial stage of study. The description of the cases is based on two fundamental principles - communicative and cognitive. It enables the author to allocate a comprehensive formal and cognitive representation of cases for teaching purposes

    Efek Penambahan Ekstrak Biji Pinang (Areca Catechu L.) Dalam Pengencer Susu Skim Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali Pada Penyimpanan -196 ºc

    No full text
    Masalah yang sering timbul pada proses pembekuan semen adalah rusaknya membran plasma spermatozoa akibat terbentuknya peroksidasi lipid. Keadaan ini terjadi karena membran spermatozoa banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang sangat rentan terhadap kerusakan peroksidasi. Antioksidan merupakan senyawa yang digunakan untuk meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas radikal bebas sehingga mencegah kerusakan pada spermatozoa. Ekstrak biji pinang diketahui memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi daripada kulit buah pinang. Penambahan ekstrak biji pinang yang mengandung antioksidan pada pengencer diharapkan dapat menangkal radikal bebas penyebab peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan ekstrak biji pinang (Areca catechuL.) pada pengencer susu skim kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi Bali yang disimpan pada suhu -196 °C. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 November - 30 Desember 2017 di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar dari pejantan unggul sapi Bali berkualitas rendah dengan kriteria motilitas individu 40-50% dan motilitas massa ++ (2+). Semen segar diuji kualitas makroskopis dan mikroskopis. Pengencer yang digunakan yaitu susu skim kuning telur dengan penambahan ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.). Biji pinang (Areca catechu L.) didapatkan dari Laboratorium Materia Medika Batu. Pembuatan ekstrak tepung biji pinang (Areca catechu L.) dilakukan di Laboratorium Biomol Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Malang. Gliserol yang digunakan sebanyak 13% sebagai krioprotektan intraseluler. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium (experimental laboratory) dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan yaitu P0 (100% Pengencer Susu Skim Kuning Telur), P1 (100% Pengencer Susu Skim Kuning Telur + 1% Ekstrak Biji Pinang), P2 (100% Pengencer Susu Skim Kuning Telur + 3% Ekstrak Biji Pinang), P3 (100% Pengencer Susu Skim Kuning Telur + 5% Ekstrak Biji Pinang), semua perlakuan diamati pada tahap before freezing dan post thawing minimal 24 jam setelah pembekuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak biji pinang pada pengencer susu skim kuning telur memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada persentase motilitas individu dan viabilitas spermatozoa post thawing. Nilai rataan motilitas post thawing setiap perlakuan P0 20±6,67%, P1 26,5±7,09%, P2 27±5,37%, dan P3 24±3,94%, sedangkan nilai viabilitas post thawing setiap perlakuan, P0 34,58±8,45%, P1 42,53±5,82%, P2 41,45±6,2%, dan P3 41,27±5,49%. Penambahan ekstrak biji pinang tidak memberikan pengaruh yang nyata pada abnormalitas spermatozoa post thawing (P>0,05). Antioksidan yang terkandung pada ekstrak biji pinang dapat menangkal radikal bebas sehingga meminimalkan terjadinya peroksidasi lipid yang dapat merusak membran plasma spermatozoa yang akan menyebabkan penurunan motilitas dan kematian spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) sebanyak 1%, 3% dan 5% dalam pengencer susu skim kuning telur berpengaruh meningkatkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Bali setelah penyimpanan suhu -196 °C. Penambahah ekstrak biji pinang 3% pada pengencer susu skim kuning telur merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi Bali selama proses pembekuan sampai dengan post thawing

    Pengaruh Serbuk Effervescent Berbasis Cincau Hitam (Mesona palustris BL) terhadap Sistem Imun Mencit Jantan yang Diinfeksi Salmonella typhimurium.

    No full text
    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cincau hitam (Mesona palustris BL) memiliki aktifitas antioksidan yang tinggi dan dapat berfungsi sebagai imunomodulator. Untuk meningkatkan nilai dari cincau hitam, perlu pengolahan untuk membuat produk yang lebih praktis, higienis, awet dan disukai, salah satunya adalah serbuk effervescent. Untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap serbuk effervescent dan dengan memperhatikan manfaat serta bahayanya bagi kesehatan, diperlukan penambahan komponen flavour alami, di antaranya daun pandan wangi dan kayu manis. Kedua bahan flavour alami ini memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat memberikan rasa dan aroma yang khas, sehingga dapat mempengaruhi nilai organoleptik Effervescent berbasis cincau hitam (EBCH). Selain minyak atsiri, kedua bahan ini juga memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi karakteristik fisiko-kimia EBCH. Dengan kandungan senyawa bioaktif yang terkandung dalam bahan bakunya, EBCH diharapkan dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap sistem imun mencit jantan yang diinfeksi dengan Salmonella typhimurium. Penelitian dimulai dengan mencari formulasi ekstrak cincau hitam, ekstrak daun pandan dan ekstrak kayu manis untuk menghasilkan Teh Instan Berbasis Cincau Hitam (TIBCH) yang memiliki sifat fisiko-kimia dan organoleptik yang paling baik. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa formulasi terbaik adalah pada perbandingan ekstrak cincau hitam: ekstrak daun pandan : ekstrak kayu manis 75:12,5:12,5 dengan nilai aktivitas antioksidan (IC50) 145,13 ppm, kadar fenol 4,52%, kadar air 6,14%, densitas kamba 0,79 g/ml, daya larut 95,17%, daya serap air 10,08%, warna L 34,48. Sedangkan karakteristik organoleptik memiliki tingkat kesukaan warna 5,45 (agak menyukai - menyukai), aroma 5,80 (agak menyukai - menyukai), kenampakan 5,20 (agak menyukai - menyukai) dan rasa 4,70 (netral - agak menyukai). Formulasi TIBCH yang terpilih ini kemudian digunakan untuk membuat EBCH yang akan digunakan untuk uji invivo pada mencit Uji invivo pada penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni dengan pendekatan post test only control group design yang menggunakan mencit sebagai obyek penelitian. Perlakuan yang dilakukan berupa pemberian larutan EBCH atau larutan ekstrak cincau hitam pada mencit Balb/c sehat dan pada mencit sakit (diinfeksi dengan bakteri Salmonella typhimurium). Parameter pengukuran ekspresi imun berupa jumlah Interferon γ (IFN-γ) dan Imunoglobulin G (Ig-G) pada serum darah mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EBCH dengan dosis 1 (18,2 mg/ 20 g BB mencit) merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan jumlah IFN-γ baik pada mencit sehat maupun mencit sakit. Sedangkan untuk jumlah Ig-G, perlakuan kontrol menghasilkan jumlah Ig-G paling tinggi baik pada mencit sehat maupun mencit sakit. Salmonella typhimurium merupakan tipe bakteri intraseluler, sehingga pemberian imunomodulator cenderung meningkatkan differensiasi limfosit menjadi sel Th1 (menghasilkan IFN-γ) dibandingkan differensiasi menjadi Th2 (menghasilkan Ig-G). Akibatnya, IFN-γ dan Ig-G memiliki kecenderungan yang berkebalikan (korelasi negatif). Kata Kunci: Mesona palustris BL, TIBCH, EBCH, Imunomodulator, Salmonella typhimurium, Interferon γ, Imunoglobulin

    Pengaruh Jenis Amelioran Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Pada Tanah Salin

    No full text
    Tanah salin merupakan salah satu kondisi tanah dengan jumlah kadar garam mudah larut tinggi di dalam tanah. Nilai salinitas yang tinggi menunjukkan adanya pengaruh dari keberadaan kadar garam (Na) yang tinggi pula, dimana nilai EC (Electrical Conductivity) juga meningkat. Kandungan Na+ dan Cl- yang berlimpah menyebabkan ketidakseimbangan ion dalam jaringan tanaman sehingga aktivitas metabolisme suatu tanaman terganggu. Konsentrasi Na+ dan Cl- pada kondisi salin melebihi batas kebutuhan tanaman dan justru menyebabkan toksisitas bagi tanaman yang kurang toleran. Upaya mengatasi permasalahan salinitas dapat dilakukan dengan memanfaatkan komoditas tanaman toleran seperti jagung dan pemanfaatan bahan pembenah tanah (amelioran). Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemanfaatan macam amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas jagung pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Oktober 2016 pada lahan salin dengan nilai EC ±4.24 mS di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada letak geografis antara 06° 53’ 30,81” - 7° 23’ 6” Lintang Selatan dan 112° 17’ 01,22” - 112° 33’12” Bujur Timur dengan ketinggian tempat 25-120 m dpl. Jenis tanah berupa Grumosol dengan nilai pH 8,6, C-organik 2,12%, unsur N 0,2%, P 13 ppm, K 3,79 me.100g-1, Na 5,93 me.100g-1, Ca 42,25 me.100g-1 dan Mg 11,95 me.100g-1. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan petak utama berupa penggunaan varietas jagung toleran salinitas (varietas Pioneer 21 dan varietas Bisma). Anak petak berupa jenis amelioran (pupuk kandang sapi 20 ton ha-1, gipsum 5 ton ha-1, Crotalaria juncea 20 ton ha-1, dan jerami padi 5 ton ha-1. Jumlah perlakuan sebanyak 10 yang diulang tiga kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya respon yang berbeda pada varietas Pioneer 21 dengan Bisma akibat penggunaan macam amelioran. Pada pertumbuhan jagung varietas Pioneer 21 penggunaan gipsum meningkatkan respon terhadap laju pertumbuhan tanaman sebesar 30,82% dan indeks luas daun sebesar 66,66% dibandingkan dengan kontrol. Rata-rata panjang tanaman meningkat sebesar 22,70% dan rata-rata jumlah daun meningkat sebesar 60,55% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Aplikasi pupuk kandang sapi pada varietas Bisma meningkatkan respon terhadap laju pertumbuhan tanaman sebesar 28,21% dan indeks luas daun 39,24% dibandingkan dengan kontrol. Rata-rata jumlah daun meningkat sebesar 33,33% dibandingkan dengan tanaman kontrol. Rata-rata hasil pipilan kering per tongkol akibat aplikasi gipsum meningkat sebanyak 57,26% untuk varietas Pioneer 21 dan 58,93% untuk varietas Bisma. Aplikasi gipsum meningkatkan rata-rata kandungan N total sebesar 14,57%, kandungan P sebesar 11,43% dan kandungan K sebesar 40% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi pupuk kandang sapi meningkatkan rata-rata kandungan N total sebesar 16,93%, kandungan P sebesar 27,27% dan kandungan K sebesar 37,98% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Rata-rata kandungan Na pada aplikasi gipsum menurun sebanyak 14,05% dan sebanyak 4,72% pada aplikasi pupuk kandang sapi dibandingkan dengan perlakuan tanpa amelioran. Rata-rata kadar prolin yang dihasilkan tanaman akibat aplikasi gipsum sebesar 17,57% dan pupuk kandang sapi sebesar 20,05% lebih kecil dibandingkan tanpa amelioran

    THE IMPORTANCE OF INTRODUCING A "GREEN ECONOMY" TO THE STATE BUDGET

    No full text
    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;The publication explores the importance of introducing a &ldquo;green economy&rdquo; into the state budget, in particular, the relevance of reorienting public spending on environmentally friendly technologies, infrastructure and innovations is noted, and the question of what measures can be taken by the government to stimulate &ldquo;green&rdquo; investments and the development of environmentally oriented industries is highlighted. The author concludes that the economic benefits of introducing a &ldquo;green economy&rdquo; into the state budget include the potential to create new jobs, increase energy efficiency and reduce environmental risks, which in turn can lead to economic growth and reduce dependence on depleted resources.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt

    Balanced Scorecard: A Strategy for the Quality Improvement of Islamic Higher Education

    No full text
    The main issue in improving the quality of Islamic Higher Education is to increase the competence and professionalism of teachers and education personnel to achieve its vision and mission in the middle of the complexity of the demands of society and the changing times. so that the quality of education and governance of Islamic Religion clean and transparent with the principles of good governance is achieved as a matter of strategic policy development, the concept of the balanced scorecard as a strategic management system that is implemented by a world-class organization and even as a means of guiding and driving the change management process and the culture of the organization, in this case integrated in educational organization in order to create Islamic institutions of higher education quality. Through the balanced scorecard, which focuses on four perspectives, namely financial perspective, customer perspective, internal business perspective and learning and growth perspective is expected to create a system of organizing the Islamic Higher Education that upholds the values of trust, tafaqquh fi 'l-Din, professional, transparent, accountable and quality. Through balanced scorecard Similarly, Islamic higher education will be more qualified, marketable and globally competitive.</p

    PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN KALSIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUNGA POTONG KRISAN (Chrysanthemum sp.)

    No full text
    Tanaman krisan menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi karena lebih dari setengah produksi tanaman hias di Indonesia berasal dari tanaman krisan. Budidaya tanaman krisan dilakukan secara monokultur dan berulang-ulang dalam setiap periode tanam yang mengakibatkan unsur hara yang terkandung dalam tanah menjadi berkurang. Perlu ada upaya penambahan unsur hara agar pertumbuhan tanaman seragam dan bunga yang berkualitas. Unsur hara yang diberikan dapat berupa pupuk organik dan pupuk anorganik. Bahan organik yang digunakan salah satunya adalah pupuk kandang sapi. Sementara itu, pupuk sintetis yang diberikan umumnya pupuk majemuk yang mengandung unsur N, P, K dan mikro lainnya. Pupuk kalsium nitrat digolongkan sebagai pupuk tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk kalsium nitrat terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga potong tanaman krisan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 9 perlakuan kombinasi dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk kandang sapi dengan pupuk kalsium nitrat terhadap jumlah daun tanaman krisan, dan ketahanan bunga potong. Perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan P3H2 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha &amp; pupuk kalsium nitrat 10 g/l) yang memiliki jumlah daun terbanyak (14.9 helai) pada 28 HST, ketahanan bunga potong selama 13.3 hari dan memiliki kualitas bunga grade A

    The burden of injury in Central, Eastern, and Western European sub-region: a systematic analysis from the Global Burden of Disease 2019 Study.

    No full text
    Background Injury remains a major concern to public health in the European region. Previous iterations of the Global Burden of Disease (GBD) study showed wide variation in injury death and disability adjusted life year (DALY) rates across Europe, indicating injury inequality gaps between sub-regions and countries. The objectives of this study were to: 1) compare GBD 2019 estimates on injury mortality and DALYs across European sub-regions and countries by cause-of-injury category and sex; 2) examine changes in injury DALY rates over a 20 year-period by cause-of-injury category, sub-region and country; and 3) assess inequalities in injury mortality and DALY rates across the countries. Methods We performed a secondary database descriptive study using the GBD 2019 results on injuries in 44 European countries from 2000 to 2019. Inequality in DALY rates between these countries was assessed by calculating the DALY rate ratio between the highest-ranking country and lowest-ranking country in each year. Results In 2019, in Eastern Europe 80 [95% uncertainty interval (UI): 71 to 89] people per 100,000 died from injuries; twice as high compared to Central Europe (38 injury deaths per 100,000; 95% UI 34 to 42) and three times as high compared to Western Europe (27 injury deaths per 100,000; 95%UI 25 to 28). The injury DALY rates showed less pronounced differences between Eastern (5129 DALYs per 100,000; 95% UI: 4547 to 5864), Central (2940 DALYs per 100,000; 95% UI: 2452 to 3546) and Western Europe (1782 DALYs per 100,000; 95% UI: 1523 to 2115). Injury DALY rate was lowest in Italy (1489 DALYs per 100,000) and highest in Ukraine (5553 DALYs per 100,000). The difference in injury DALY rates by country was larger for males compared to females. The DALY rate ratio was highest in 2005, with DALY rate in the lowest-ranking country (Russian Federation) 6.0 times higher compared to the highest-ranking country (Malta). After 2005, the DALY rate ratio between the lowest- and the highest-ranking country gradually decreased to 3.7 in 2019. Conclusions Injury mortality and DALY rates were highest in Eastern Europe and lowest in Western Europe, although differences in injury DALY rates declined rapidly, particularly in the past decade. The injury DALY rate ratio of highest- and lowest-ranking country declined from 2005 onwards, indicating declining inequalities in injuries between European countries

    The ASIASAFE road safety handbook: the best practices in traffic safety between Europe – Indonesia, Malaysia, and Vietnam

    No full text
    This handbook on Road Traffic Safety, titled "The ASIASAFE Road Safety Handbook: The Best Practices in Traffic Safety between Europe – Indonesia, Malaysia, and Vietnam," is a collaborative effort involving nine universities across Asia and Europe. It represents over three years of intensive research, discussions, and consultations with relevant agencies in participating countries. The six Asian universities involved are the Malaysia University of Science and Technology, Universiti Malaya (Malaysia), Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah (Indonesia), and Nguyen Tat Thanh University, University of Transport and Communications (Vietnam). The three European universities are Linkoping University (Sweden), University of Porto (Portugal), and University of Rome "Tor Vergata" (Italy). While every effort has been made to ensure the accuracy and relevance of the information provided in this handbook, it is essential to acknowledge that each country has its own unique conditions and circumstances concerning road traffic safety. Therefore, the content of this handbook should be adopted and adapted according to the specific situations and needs of individual countries. Readers are advised to exercise caution and discretion in implementing the recommendations and strategies outlined in this handbook, considering the local context and consulting with relevant authorities and experts as needed. The authors and contributing institutions do not accept any responsibility for the consequences of actions taken based on the information provided in this handbook
    corecore