1,721,009 research outputs found
Maskulinisasi Ikan Cupang Betta splendens dengan Ekstrak Tanaman Purwoceng Pimpinella alpina Melalui Perendaman Artemia
Ikan cupang Betta splendens jantan memiliki keindahan warna serta sifat yang agresif sehingga banyak diminati dan memiliki harga jual yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji penggunaan ekstrak tanaman purwoceng dengan teknik perendaman artemia pada maskulinisasi ikan cupang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dosis ekstrak tanaman purwoceng (20, 40, dan 60 mg/L), perlakuan 17α-methyltestosterone (MT) 500 μg/L dan kontrol dengan masing-masing tiga ulangan setiap perlakuan. Artemia bervolume 100 mL diperkaya selama 24 jam melalui perendaman dan diberikan pada larva sejak berumur 4 hari setelah penetasan hingga 40 hari. Jenis kelamin ikan yang telah berumur 2 bulan diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak tanaman purwoceng 20 mg/L memberikan nisbah kelamin jantan (75,00%) dan kelangsungan hidup (86,67%) tertinggi bila dibandingkan dengan kontrol (40,00 % dan 77,78%) dan perlakuan dengan 17-α methyltestosterone (MT) 500 μg/L (62,50% dan 46,67%). Dengan demikian, ekstrak tanaman purwoceng dapat digunakan untuk maskulinisasi ikan cupang melalui perendaman artemia dengan dosis terbaik adalah 20 mg/L yang membuat nisbah kelamin jantan ikan cupang lebih tinggi dari kontrol
Vaksinasi Ikan Koi Menggunakan Vaksin DNA Anti- KHV dengan Dosis Berbeda
An effort to overcome the KHV outbreak that usually attack koi fish and common carp is administation of DNA vaccine, because DNA vaccines can stimulate specific immune responses and induced immunity in relatively high level, and safe to use. The aim of this research was to get the effective dose of DNA vaccine than can provide the best relative percents survival (RPS) and immunity. The treatments were vaccinated with different doses by the intramuscular injection technique, as follows: Treatment A (7.5 μg/100 mL), B (10 μg/100 mL), C (12.5 μg/100 mL), and the positive control (unvaccinated but were challenged by KHV) and negative control (unvaccinated and were not challenged by KHV). Results of this study showed that administation of the vaccine with different doses was able to provide survival value and RPS were not significantly different (p>0.05), the survival value of 97.22% and give RPS values of 95.8%. In addition based on the blood analysis, the result showed that the treatment dose of 12.5 mg/100 mL provides the best value in almost all parameters
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011-2020.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh PDRB
Perkapita, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Pengeluaran
Pemerintah Sektor Kesehatan Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2011-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder
yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan
Republik Indonesia. Data panel merupakan gabungan dari cross section 5
kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan time series tahun 2011-2020.
Pemilihan model yang tepat adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel PDRB Perkapita tidak berpengaruh terhadap
kemiskinan. Variabel pengeluaran pemerintah sektor pendidikan tidak
berpengaruh terhadap kemiskinan. Sedangkan pengeluaran pemerintah sektor
kesehatan berpengaruh negatif terhadap kemiskinan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH IKAN HIAS LAUT UNTUK MELESTARIKAN SUMBERDAYA GENETIKNYA
Ikan hias laut merupakan salah satu komoditas sumberdaya kelautan yang potensinya masih kurang diperhatikan. Padahal beberapa jenis ikan hias laut tersebut mempunyai nilai jual tinggi di pasaran internasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbenihan guna mendapatkan benih yang unggul agar produksi budidaya dapat lebih maju. Sumberdaya genetik ikan hias laut yang tersebar di perairan Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam. Sumberdaya genetik yang ada selama ini telah termanfaatkan untuk komoditas ekspor dan telah dilakukan penangkapan yang terus-menerus. Eksploitasi yang berlebihan dikhawatirkan akan menyebabkan sumberdaya genetik yang ada habis. Penelitian dan pengembangan budidaya ikan hias laut telah dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, dan Balai Budidaya Laut Ambon untuk beberapa jenis di antaranya clown fish, banggai cardinal fish, clown biak, dan letter six. Teknologi pembenihan ikan hias laut tersebut telah dikuasai dengan baik, namun tingkat sintasan dan kualitas benih belum seperti yang diharapkan. Keberhasilan suatu usaha pembenihan ikan hias laut sangat tergantung pada sistem pengelolaan pembenihannya yaitu cara penyediaan dan pematangan induk, cara melakukan pemijahan, pemeliharaan larva dan benih, pengelolaan pakan, penanganan lingkungan, dan pengendalian penyakit. Pada makalah ini akan dipaparkan tentang teknik budidaya ikan hias laut yang telah berhasil dilakukan baik tahap domestikasi maupun pembenihannya, guna ke depannya produksi benih tersebut dapat dijadikan induk-induk yang berkualitas sehingga dapat melestarikan plasma nutfahnya
Register Pedagang Sapi Di Pasar Hewan Kalongan, Purwodadi : Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik
Penelitian ini mengangkat masalah mengenai register pedagang sapi di
pasar hewan Kalongan, Purwodadi. Penelitian ini berkaitan dengan bidang kajian
sosiolinguistik yang merupakan kajian tentang hubungan bahasa dengan
masyarakat. Ada dua tujuan dalam penelitian ini. (1) untuk mendeskripsikan
bentuk pengungkapan register pedagang sapi di pasar hewan Kalongan. (2) untuk
mendeskripsikan fungsi sosial register pedagang sapi di pasar hewan Kalongan.
Objek dalam penelitian ini adalah bahasa yang digunakan pedagang sapi di pasar
hewan Kalongan, Purwodadi dalam proses jual-beli. Data dalam penelitian ini
adalah kata, ungkapan, kalimat, wacana yang terdapat dalam register pedagang
sapi di pasar hewan Kalongan.
Simpulan penelitian ini adalah bentuk dan fungsi dalam register pedagang
sapi, menunjukkan karakteristik tuturan pedagang sapi di Pasar Hewan Kalongan,
Purwodadi. Bentuk nominal digunakan pada saat pengungkapan fungsi
menawarkan sapi. Bentuk frase verbal digunakan pada saat pengungkapan fungsi
mengungkapkan perasaan atau sika
Diferensiasi Genetik Populasi Udang Jerbung (Fenneropenaeus merguiensis De Man) dari Banten, Jawa Tengah, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat
Genetic differentiation (phenotype and genotype) of population is need as base information for banana prawn breeding program. Information of genetic differentiation banana prawn in Indonesia is few, so this study was purposed for determine morphologycally and molecular different banana prawn (Fenneropenaeus merguiensis) from Banten, Central Java, Bengkulu, West Kalimantan, and West Nusa Tenggara. Morphologycally measurement with morphometric method was applied for determine phenotype, and mitochondrial DNA 16S ribosomal RNA analysis with sequencing method for determine genotype different. Results of analysis showed that there were morphometrically genetic variations among banana prawn population studied. Banana prawn from West Kalimantan had highest variation of morphology and Bengkulu lowest variation. Results of Cluster analysis indicated that two main clusters were found, i.e. banana prawn from West Kalimantan, West Nusa Tenggara and Bengkulu as the first cluster, Central Java and Banten as the second cluster. PCR amplification and sequencing of 16S-rRNA mitochondrial DNA region were performed using 5’-CGCCTGTTTAAC-AAAAACAT-3’ and 5’-CCGGTCTGAACTCAGATCATGT- 3’. Analysis of homology sequences of 16S-rRNA mtDNA show that banana prawn used in this study was Fenneropenaeus merguiensis. Result of family relationship analysis indicated that 5 population of banana prawn can divided into 2 groups, i.e. West Kalimantan and group of Bengkulu-Banten-Central Java-NTB. Banana prawn from West Kalimantan and Bengkulu has specific sequences at 5’ terminal, ACTGACT and C-GAC, respectively. Those sequences may be able to be use as a marker in the breeding program of banana prawn in Indonesia
HUBUNGAN FAKTOR KEMAMPUAN PETUGAS KESEHATAN, KENYAMANAN LINGKUNGAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN DI PUSKESMAS JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG
Survey ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor kemampuan petugas kesehatan, kenyamanan lingkungan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Jogoloyo.
Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden dengan menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan selanjutnya data dianalisa menggunakan uji Regresi Ganda dengan tingkatsignifikasi ά 0,05.
Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh antara Kemampuan Petugas Kesehatan, Kenyamanan Lingkungan Terhadap Kepuasan Pasien Tentang Pelayanan (r = 0,400 , p = 0,001) yang lebih kecil dari ά 0,05.
Saran yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pengembangan mutu pelayanan yang lebih baik kepada pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan Puskesmas
- …
