1,688 research outputs found
Pengaruh syukur terhadap Body Image pada siswi program Keahlian Akomodasi Perhotelan di SMK Umi Kulsum Banjaran angkatan 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh syukur terhadap Body Image pada Siswi Program Keahlian Akomodasi Perhotelan di SMK Umi Kulsum Banjaran angkatan 2022. Sikap syukur adalah bentuk ungkapan terima kasih kepada pihak yang
telah memberikan kebaikan. Ketika seseorang merasa bersyukur terhadap pemberian Tuhan sedangkan body image adalah sikap yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya, apakah itu berupa penilaian positif atau negatif terhadap diri sendiri. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari siswi program keahlian akomodasi perhotelan yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik untuk mencari korelasi antara kedua variabel tersebut. Sampel yang digunakan berjumlah 32 siswi. Syukur sebagai variabel X, dan body image sebagai variabel Y. Teknik analisis data yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas data, uji lineartas dan uji hipotesis. Hipotesis yang diajukan adalah H0: Tidak adanya pengaruh antara Syukur terhadap body image siswi program keahlian akomodasi perhotelan di SMK Umi Kulsum banjaran angkatan 2022, Ha: Adanya Pengaruh antara Syukur terhadap body image siswi program keahlian akomodasi
perhotelan di SMK Umi Kulsum banjaran angkatan 2022 . Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh Syukur terhadap body image pada siswi di SMK Umi Kulsum Banjaran Angkatan 2022. Dengan R square atau juga disebut analaisis koefisien determinan sebesar 0,286 sehingga bisa menunjukan adanya pengaruh Syukur terhadap body image pada siswi program keahlian akomodasi perhotelan di SMK Umi Kulsum Banjaran Angkatan 2022 dengan hasil persentase sebesar 286%. Denggan demikian maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan atau diterima
INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN RELEVANSINYA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TK MERAK PONOROGO
ABSTRAK
KULSUM UMI. 2021. Interaksi Teman Sebaya Dan Relevansinya Dengan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Di TK Merak Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Yuli Salis Hijriyani, M.Pd.
Kata Kunci: Interaksi Teman Sebaya, Perkembangan Sosial-Emosional, Anak Usia Dini
Interaksi teman sebaya memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Dengan demikian, kurangnya interaksi teman sebaya dapat mempengaruhi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Fakta ditemukan bahwa anak di TK Merak Ponorogo ada beberapa anak yang masih suka menyendiri, tidak mau berbagi antar sesama, dan ada juga anak yang agresif (suka memukul). Hal ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan sosial-emosional anak.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk-bentuk interaksi teman sebaya anak usia dini di TK Merak Ponorogo; dan 2) mengetahui relevansi interaksi teman sebaya dengan perkembangan sosial-emosional anak usia dini di TK Merak Ponorog
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk-bentuk interaksi teman sebaya usia 5-6 tahun di TK Merak Ponorogo yaitu interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok dan interaksi antar kelompok. 2) relevansi interaksi teman sebaya dengan perkembangan sosial-emosional anak usia dini di TK Merak Ponorogo yaitu dapat mengembangkan percaya diri, memiliki rasa tanggungjawab dan memiliki sikap prososial
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB ABA V KANIGARAN TAHUN PELAJARAN 2017-2018
Kulsum, Umi. 2018. Peningkatan Kemampuan Berbicara dengan Media Buku Cerita Bergambar pada Anak Usia 3-4 Tahun di KB Aba V Kanigaran Tahun Pelajaran 2017-2018. Skripsi, Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dosen Pembimbing Choirun Nisak Aulina, M.Pd. Dari pengamatan peneliti tentang keadaan peserta didik Kelompok Bermain ABA V, kemampuan berbicara masih kurang, hal ini dikarenakan media yang digunakan untuk berkomunikasi kurang menarik. Maka dari itu peneliti ingin menerapkan buku cerita bergambar 2 dimensi untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik. Dari sinilah penelitian ini diadakan untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan berbicara dengan media buku cerita bergambar dan apakah dapat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik, setelah diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek tindakan adalah anak usia 3-4 tahun Kelompok Bermain ABA V Kota Probolinggo yang berjumlah 21 anak. Pada penelitian tindakan kelas ini digunakan 3 tahapan yaitu tahap Pratindakan, Siklus I dan Siklus II.
Kata Kunci : Kemampuan Berbicara, Media Buku Cerita Bergamba
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN KEBUTUHAN KEAMANAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO CEDERA (Studi Kasus di UPT PSTW Kabupaten Magetan)
ABSTRAK
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI
GANGGUAN KEBUTUHAN KEAMANAN DENGAN
MASALAH KEPERAWATAN RISIKO CEDERA
(Studi Kasus di UPT PSTW Kabupaten Magetan)
Oleh :
Umi Kulsum
19613326
Risiko cedera merupakan suatu kondisi seseorang yang berisiko mengalami
bahaya ataupun kerusakan fisik sehingga menyebabkan seseorang tidak
sepenuhnya sehat atau dalam kondisi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah
menerapkan asuhan keperawatan pada lansia yang mengalami gangguan
kebutuhan keamanan dengan masalah keperawatan risiko cedera.
Metode yang dipakai adalah pemecahan masalah dengan pendekatan proses
keperawatan. Partisipan pada penelitian ini adalah lansia yang memiliki gangguan
keamanan di Ruang Wisma Kunthi UPT PSTW Kabupaten Magetan. Asuhan
keperawatan dilakukan selama 7 hari pada bulan Juni 2022.
Hasil dari pengkajian didapatkan Tn. T tidak bisa melihat kurang lebih 1
tahun yang lalu, ia pernah jatuh beberapa kali saat berjalan di panti, terkadang
Tn.T tidak menggunakan tongkat pada saat menjemur baju dan ke kamar mandi
karena merasa kesulitan untuk membawanya. Tindakan keperawatan yang
dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu dengan pencegahan cedera antara lain :
menggunakan alas lantai jika berisiko mengalami cedera, menyediakan alas kaki
anti slip dan memberikan edukasi tentang pencegahan cedera. Hasil evaluasi
didapatkan Tn. T dapat melakukan pencegahan terjadinya cedera secara mandiri.
Diharapkan risiko cedera pada Tn. T dapat menurun
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKUKAN PERSONAL HYGIENE PADA SAAT KEPUTIHAN DI SMP UMI KULSUM BANJARAN
Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Di Indonesia sekitar 90% wanita mengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang sehingga mengakibatkan banyak terjadinya keputihan pada wanita di Indonesia. Keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Di seluruh dunia, kini terdapat sekitar 2,2 juta penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja dalam melakukan personal hygiene pada saat keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian pendekatan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswi kelas VII yang berjumlah 189 orang dan sampel yang digunakan berjumlah 66 orang dengan tehnik pengambilan yaitu Tehnik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik angket menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data melalui tiga tahapan, univariat (distribusi frekuensi), bivariat (wilcoxon signed rank test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja tentang keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran. Disarankan kepada siswa untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi institusi pendidikan dapat mengoptimalkan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan bekerja sama dengan tenaga kesehatan di lingkungan sekitar
Pengaruh Konsep Diri dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kematangan Karir Mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP UNS
ABSTRAK Umi Kulsum. K7413167. PENGARUH KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KEMATANGAN KARIR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FKIP UNS. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya (1) pengaruh konsep diri terhadap kematangan karir mahasiswa; (2) pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kematangan karir mahasiswa; (3) pengaruh konsep diri dan dukungan sosial keluarga terhadap kematangan karir mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013 Program StudiPendidikan Akuntansi FKIP UNS yang berjumlah 65 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh dengan menjadikan seluruh populasi sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan kuesioner atau angket. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengolahan data dilakukan menggunakan software SPSS versi 22.0 for windows. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri terhadap kematangan karir. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji t yang menunjukkan signifikansi<0,05 (0,000<0,05). Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan dukungan sosial keluarga terhadap kematangan karir. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji t yang menunjukkan signifikansi<0,05 (0,002<0,05). Ketiga, terdapat pengaruh konsep diri dan dukungan sosial keluarga terhadap kematangan karir. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji F yang memperoleh hasil signifikansi< 0,05 (0,000 < 0,05). Sumbangan relatif konsep diri terhadap kematangan karir sebesar 77,5% sedangkan sumbangan relatif dukungan sosial keluarga terhadap kematangan karir sebesar 22,5%. Sehingga dapat dikatakan bahwa konsep diri berkontribusi lebih besar terhadap kematangan karir. Sumbangan efektif yang diperoleh dari uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0,767, artinya sebesar 76,7% kematangan karir dapat dijelaskan oleh variabel konsep diri dan dukungan sosial keluarga, sedangkan sisanya sebesar 23,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Konsep Diri, Dukungan Sosial Keluarga, Kematangan Karir ABSTRACT Umi Kulsum. K7413167. THE INFLUENCE OF SELF-CONCEPT AND FAMILY SOCIAL SUPPORT TOWARD CAREER MATURITY OF ACCOUNTING EDUCATION STUDENTS OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY, SEBELAS MARET UNIVERSITY, SURAKARTA. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty,Sebelas Maret University Surakarta, July 2017. This research aims to examine (1) the influence of self-concept toward career maturity of the students; (2) the influence of family social support toward career maturity of the students; (3) the influence of self-concept and family social support toward career maturity of the students. This research uses quantitative technique using associative method. Population of this research is 65 student of Accounting Education Department of the FKIP UNS period 2013. Technique of sampling uses saturation sampling which uses all the participants of this research as samples. In addition, technique of collecting data are by documentation, filling a questionnaire, and interviewing. Moreover, analysis data use multiple linier regression analysis and technique analysis data apply SPSS software version 22.0 for windows. The results of this study are (1) there is a positive and significant influence of self-concept toward career maturity. It is proved from from the result of t-test which shows significant<0,05 (0,000 <0,05). (2) There is a positive and significant influence of family social support toward career maturity. It can be seen from the result of t-test which indicates significant<0.05 (0.002 <0.05). (3) There is influence of self concept and family social support to career maturity. The results of the F-test that which produces significant<0,05 (0,000 <0,05). Relative contribution of self-concept in career maturity is 77.5% meanwhile the relative contribution of family social support toward career maturity is 22.5%. In conclusion self-concept contributes greater toward career maturity. Additionaly, effective contribution gained from determination coefficient test (R2) is 0,767. It means that 76,7%of career maturity can be explained by variable of self-concept and family social support. Besides, the rest of them has 23,3% influenced by other variables which are not examined in this research . Keywords: Self Concept, Family Social Support, Career Maturit
Motivasi Kerja Ditinjau Dari Rasa Bersyukur Karyawan
MOTIVASI KERJA DITINJAU DARI RASA BERSYUKUR KARYAWAN Umi Kulsum Universitas Yudharta Pasuruan Kehilangan motivasi kerja memang terlihat sangat sepele, namun sebena ya kondisi ini sangat berbahaya bahkan dapat mengakibatkan kondisi yang lebih fatal. Akibat kehilangan motivasi kerja, tugas kantor tidak bisa dikerjakan dengan baik dan bisa dipecat karena tidak bisa bekerja secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rasa Bersyukur Karyawan terhadap Motivasi Kerja. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu penelitian lapangan yang dimaksudkan untuk memperoleh data primer yang diperoleh dari skala psikologi serta pengumpulan data sekunder dengan cara uji validitas, uji reliabilitas dan analisis data menggunakan analisis regresi linier (satu prediktor). Hasil perhitungan uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment person untuk skala motivasi kerja dan skala rasa bersyukur mendapatkan nilai yang bergerak sama yaitu dari 0,3 sampai 0,7. Sedangkan hasil uji reliabilitas menggunakan analisi varians HOYT untuk skala motivasi kerja dan skala rasa bersyukur juga mendapatkan hasil yang sama yaitu 0,91. Hasil analisis data menggunakan korelasi product moment person mendapatkan nilai sebesar 0,37 dan untuk hasil analisis data menggunakan metode analisis regresi linier (satu presiktor) mendapatkan nilai F-reg sebesar 18,91 yang lebih besar dari F-tab 1%=6,85. Dari hasil analisis data yang mengahasilkan nilai positif dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara rasa bersyukur karyawan dengan motivasi kerja, yang artinya jika rasa bersyukur karyawan itu tinggi maka motivasi kerja yang dimiliki karyawan tersebut tinggi pula dan sebaliknya, jika rasa bersyukur karyawan itu rendah maka rendah pula motivasi kerja yang dimiliki karyawan tersebut
Pemeliharaan dan pendidikan anak yatim dalam Al-Qur'an
Umi Kulsum (3102119) Pemeliharaan dan Pendidikan Anak Yatim dalam Al-Qur’an. Skripsi. Semarang. Fakultas Tarbiyah. IAIN Walisongo. 2008.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemeliharaan dan Pendidikan Anak Yatim yang terdapat dalam Al-Qur’an
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach). Artinya, mengumpulkan data yang diinginkan dan relevan dengan masalah yang dikaji, konsentrasi penelitian ini pada kajian ayat, untuk mendapatkan interpretasi dan mengungkapkan makna dibalik teks (al-Qur’an). Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode maudhu’i, yakni dengan menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang membicarakan satu topik yang kemudian dikaji dari berbagai sudut pandang.
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa anak yatim dalam al-Qur’an mempunyai pengertian anak yang masih kecil belum baligh dan telah ditinggal mati oleh bapaknya. Kata yatim dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak 23 kali yang diantaranya bertempat pada surat al-Baqarah ayat 220, yang merupakan perintah untuk bergaul dan memelihara anak yatim dengan baik, surat an-Nisa’ ayat 2, 3, 6, 8, 10, 36, dan 127, surat al-An’am ayat 152, merupakan ayat tentang pemeliharaan terhadap harta anak yatim. Sedangkan dalam surat al Ma'un ayat 2 merupakan penegasan Allah terhadap larangan berbuat kasar dan menghardik anak yatim serta ayat-ayat lain yang semuanya memuat tentang pemeliharaan anak yatim secara keseluruhan.
Memelihara anak yatim dalam al-Qur'an ditegaskan sebagai kewajiban bagi seluruh umat terutama bagi kerabatnya, dengan memperlakukannya sebagaimana anak kandung dan bergaul dengannya sebagaimana saudaranya sendiri. Memelihara anak yatim diartikan termasuk memelihara harta ataupun mengembangkannya untuk nantinya diserahkan kembali ketika anak yatim tersebut jika sudah mencapai usia dewasa dan telah mampu memelihara hartanya sendiri dengan baik.
Pemeliharaan anak yatim diantaranya memberikan pendidikan melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan untuk mengembangkan seluruh aspek pribadinya, dengan tujuan untuk menjadikannya manusia yang memiliki sikap positif terhadap agama, berkepribadian yang kuat dan mandiri, potensi jasmani dan rohani serta intelektual yang berkembang secara optimal. Melalaikan dan tidak memperhatikannya akan berakibat fatal pada berbagai macam dampak negatif yang akan menuju pada kehancuran umat. Tanggung jawab besar bagi kerabat atau wali, para pendidik dan pengasuh atau masyarakat serta pemerintah terhadap pemeliharaan anak yatim untuk membina dan mendidiknya
- …
