1,724,867 research outputs found

    Leslie Behm interviews science fiction writer Michael Kube-McDowell

    No full text
    Science fiction writer Michael Kube-McDowell shares his thoughts about writing, his interests in the military, music, and sports, and the appeal of science fiction to him. Kube-McDowell is interviewed by Michigan State University Librarian Leslie Behm. Part of the MSU Libraries' Michigan Writers Series

    Science fiction writer Michael Kube-McDowell reads his selected works at the Michigan Writers Series

    No full text
    Science fiction writer Michael Kube-McDowell reads his award-winning nonfiction piece "Divining the Mind" and the beginning chapters of his science fiction novel "The Trigger" co-authored with Sir Arthur C. Clarke. Kube-McDowell shares his views on copyrights and collaboration among science fiction writers. He answers questions from the audience. The event is convened by Michigan State University Librarian Leslie Behm. Part of the MSU Libraries' Michigan Writers Series. Held at the Main Library

    RADAR-base/radar-helm-charts: kube-prometheus-stack-0.4.3

    No full text
    <p>A Helm chart for Prometheus operator stack. This chart is an overlay for original kube-prometheus-stack chart. It defines some the default values for namespaces to monitor, alert templates, Nginx configuration and authentication and a few extra charts for Grafana. For more details on how to customize those values refer to original chart.</p&gt

    RADAR-base/radar-helm-charts: kube-prometheus-stack-0.4.2

    No full text
    <p>A Helm chart for Prometheus operator stack. This chart is an overlay for original kube-prometheus-stack chart. It defines some the default values for namespaces to monitor, alert templates, Nginx configuration and authentication and a few extra charts for Grafana. For more details on how to customize those values refer to original chart.</p&gt

    DINAMIKA KELOMPOK DALAM KELOMPOK USAHA BERSAMA KOTA BOGOR KASUS KUBE CEMPAKA DAN KUBE TULIP

    No full text
    AbstrakMasalah kemiskinan terus menjadi kajian yang tidak akan ada habisnya. Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Kemiskinan yang terjadi dapat diintervensi melalui pendekatan individu maupun kelompok. Salah satu upaya mengatasi kemiskinan melalui pendekatan kelompok yang dilakukan Kementerian Sosial adalah melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama). KUBE merupakan salah satu pendekatan kelompok dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin melalui pemberian bantuan stimulan kegiatan usaha ekonomi produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang menyebabkan KUBE dapat berhasil dan yang menyebabkan KUBE gagal khususnya dalam mengelola kelompok dan usahanya yang dilihat dari sudut pandang dinamika kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengamati KUBE, dengan metode studi kasus, teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif, studi ini dilakukan pada KUBE Cempaka (KUBE aktif atau berhasil) dan KUBE Tulip (KUBE tidak aktif atau gagal) di Kota Bogor Kecamatan Bogor Barat. Hasil temuan lapangan terungkap bahwa KUBE yang berhasil cenderung mampu memanage kelompoknya dengan baik, memiliki dinamika kelompok yang baik. Sedangkan KUBE yang gagal cenderung tidak mampu memanage kelompoknya, tidak ada dinamika dalam kelompok. Agar KUBE lebih dapat mempertahankan kelompoknya lebih lama dan berhasil dalam usaha kelompok diperlukan pendampingan tentang pengetahuan atau kecakapan mengenai cara mengorganisir kelompok agar kelompok dapat lebih dinamis dan sustainable, serta diperlukan pendampingan yang intens mengenai kewirausahaan, hal ini karena minimnya pengetahuan dan keterampilan keluarga miskin. Kata Kunci : KUBE, Pemberdayaan, Pendampingan, Dinamika Kelompo

    PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO KUBE DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN FAKIR MISKIN (STUDI KASUS LKM KUBE SEJAHTERA 05)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan usaha sebelum dan setelah mendapatkan fasilitasi pinjaman modal usaha dari LKM KUBE Sejahtera 05, serta menganalisis pengaruh bimbingan usaha LKM KUBE Sejahtera 05 terhadap peningkatan pendapatan usaha fakir miskin anggota KUBE LKM KUBE Sejahtera 05. Metode analisis dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) cara yaitu analisis data secara deskriptif kuantitatif dan uji sampel berpasangan (Paired Sampel T Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% fakir miskin anggota KUBE yang mendapatkan pinjaman modal LKM KUBE Sejahtera 05 mengalami kenaikan pendapatan usaha. Pendapatan rata-rata responden anggota LKM KUBE Sejahtera 05 sebelum mendapatkan fasilitasi pinjaman adalah sebesar Rp 895.677,97, dan setelah mendapatkan fasilitasi pinjaman adalah sebesar Rp 1.523.275,00. Hasil uji sampel menyatakan bahwa korelasi antara pendapatan usaha sebelum dan setelah mendapatkan pinjaman adalah kuat dengan nilai r = 0,782, korelasi ini signifikan pada taraf kepercayaan 95 persen dengan nilai probabilitas < 0,05. Hasil uji sampel berpasangan juga menunjukkan bahwa secara meyakinkan terdapat perbedaan rata-rata pendapatan usaha responden LKM KUBE Sejahtera 05 sebelum dan setelah mendapatkan pinjaman dari LKM KUBE Sejahtera 05 pada taraf kepercayaan 95% dengan nilai t-hitung = 8,587 dan nilai probabilitas 0,000. Hasil analisis diatas mengandung makna bahwa peran LKM KUBE Sejahtera 05 diantara kelompok KUBE telah mampu meningkatkan rata-rata pendapatan usaha anggota kelompok KUBE. Berdasarkan analisis deskriptif jawaban responden dapat dikatakan bahwa fasilitasi bimbingan usaha yang diberikan oleh LKM KUBE Sejahtera 05 kepada anggota KUBE berjalan cukup baik dan berpengaruh positif dalam meningkatkan pendapatan usaha anggota KUBE LKM KUBE Sejahtera 05. Simpulan tersebut didasarkan pada jawaban responden bahwa 94,64% responden yang mendapatkan bimbingan usaha mengalami peningkatan pendapatan usaha. Sedangakn 5,36% lainnya tetap tidak mengalami peningkatan pendapatan, disebabkan tidak memanfaatkan pinjaman modal yang diterima secara maksimal untuk memperkuat modal usaha dan produksi, namun dimanfaatkan untuk kepentingan konsumtif. Kata kunci: pinjaman modal, bimbingan, pendapatan

    MENAKAR KEBERLANJUTAN PROGRAM KUBE: PELUANG DAN TANTANGANPROGRAM KUBE DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN PERKOTAANDI KELURAHAN KEPARAKAN, KECAMATAN MERGANGSAN, KOTAYOGYAKARTA

    Get PDF
    KUBE is one of the poverty alleviation programs under the Directorate of Social Empowerment and Poverty Reduction, Ministry of Social Affairs. This program aims to empower the poor groups through the financial assistance to support productivity in economy. KUBE in Keparakan Village, Mergangsan, Yogyakarta City is one of the KUBE in DIY Province which is the best KUBE candidate in DIY. Ironically, within 3 years implementation of the KUBE Program, from 6 KUBE, 4 KUBE sustainable and the other 2 was discontinued. This paper seeks to examine what are the supporting and inhibiting factors for the implementation of sustainability KUBE in Keparakan Village.SWOT analysis and indicator of KUBE’s sustainability from the government can be used to interpret the causes of sustainable and discontinued KUBE.This research is using descriptive qualitative method and the data is collected using observation, deep interview, documentation, and audio visual. The results show that the internal factors gave the biggest impact for the sustainability of KUBE in Keparakan Village.All these sustainable KUBE has strong internal factors. It is reflected by the member’s commitment to obey the rules of the group. On the other hand, the discontinued KUBE has weak internal factors for its member ignorance to the rules. Besides, the role from KUBE facilitator wasn’t optimal enough to solve the problems faced by two discontinued KUBE

    Social Network Group Kube Mekar Sari Kelurahan Guntung, Bontang City: Jaringan Sosial Kelompok Kube Mekar Sari Kelurahan Guntung, Kota Bontang

    Get PDF
    ABSTRACT: KUBE is one of the programs launched by the Bontang city government in poverty reduction. KUBE in Bontang City was first formed in 2013. Based on data from the Bontang City Social Service in 2018, the number of KUBE in Bontang City reached 282 groups. The large number of KUBE can be a big hope for the local government in improving the welfare of the community. However, the implementation of the KUBE program in the city of Bontang has not met the government's expectations. This is made clear by the large number of KUBE in the city of Bontang that are not developing or moving towards independence. However, in the city of Bontang there is one KUBE that stands out the most, namely Mekar Sari. KUBE Mekar Sari is the best group at city, provincial to national levels. This study aims to determine how the process behind the success of KUBE Mekar Sari in achieving independence and the success of KUBE Mekar Sari can be seen from two sides, namely social and economic, and there are several factors that KUBE independence has a network of connections with each other. ABSTRAK: KUBE merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bontang dalam hal penanggulangan kemiskinan. KUBE di kota Bontang pertama kali dibentuk pada tahun 2013. Berdasarkan data Dinas Sosial kota Bontang pada tahun 2018, jumlah KUBE di kota Bontang mencapai 282 kelompok. Kuantitas KUBE yang tergolong banyak dapat menjadi harapan besar bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi implementasi program KUBE di kota Bontang belum sesuai dengan harapan pemerintah. Hal tersebut diperjelas dengan banyaknya jumlah KUBE di kota Bontang yang tidak berkembang atau bergerak menuju kemandirian. Meskipun demikian, di kota Bontang terdapat satu KUBE yang paling menonjol dibanding dengan yang lainnya yaitu Mekar Sari. KUBE Mekar Sari adalah kelompok terbaik tingkat kota, provinsi hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses di balik keberhasilan KUBE Mekar Sari dalam mencapai kemandirian dan keberhasilan KUBE Mekar Sari dapat dilihat dari dua sisi yaitu sosial dan ekonomi, dan ada beberapa faktor kemandirian KUBE memilki jaringan koneksi satu sama lain

    PERAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DALAM MENANGANI KEMISKINAN DI KUBE SEJAHTERA DESA GIRIPURNO, NGADIREJO, TEMANGGUNG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan peran Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam menangani kemiskinan di KUBE Sejahtera, Desa Giripurno, Ngadirejo, Temanggung; (2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran KUBE. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subyek penelitian ini adalah KUBE Sejahtera, dan informannya adalah pengelola, anggota, dan tokoh masyarakat di KUBE Sejahtera Desa Giripurno, Ngadirejo, Temanggung. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dengan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) KUBE dalam menangani kemiskinan berupa peningkatan kemampuan intelektual, sosial psikologi, keterampilan dan taraf kesejahteraan masyarakat, yang berwujud adanya peningkatan pendapatan, ada pertukaran informasi, pemberian motivasi, dan adanya hubungan baik dengan berbagai pihak. (2) Faktor pendukungnya yaitu, selalu berperan aktif, adanya kerjasama dan dukungan dari tokoh masyarakat, minat masyarakat tinggi, semangat anggota tinggi, adanya pendamping KUBE, Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, adanya hubungan yang baik, dan interaksi terjalin dengan baik karena kesamaan tujuan. Sedangkan faktor penghambat yaitu, rendahnya tingkat pendidikan anggota, belum terbiasa dengan hal baru, adanya sikap iri, dan kesibukan masing-masing anggota. Kata Kunci: Kelompok Usaha Bersama (KUBE), kemiskina

    mobile-kube

    No full text
    Source code of "Mobile-Kube: Mobility Aware and Energy Efficient Service Orchestration on Kubernetes Edge Servers" https://github.com/saeid93/mobile-kub
    corecore