1,722,108 research outputs found
DAKWAH SOSIAL EKONOMI KIAI MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh peneliti yang
ingin mengetahui Dakwah sosial Ekonomi Kiai Kholil Bangkalan. Penelitian ini merupakan
penelitian Studi Tokoh, dengan menggunkan teori Dakwah Sosial Ekonomi. Penelitian in
bertujuan untuk mendskripsikan Dakwah Sosial Ekonomi Kiai Kholil Bangkalan dalam
mengembangkan masyarakat Islam di bangkalan Madura. Hasil penelitian menunjukan bahwa
Dakwah Kiai Kholil Bangkalan termasuk kedalam bentuk dakwah Sosial Ekonomi yaitu
dengan memberdayakan masyarakat Bangkalan, mengembangkan pontensi sumber daya
kelautan dengan membuatkan perahu Sarimuna, dan Dakwah sosial berupa mendirikan
pesantren, mendirikan Masjid serta sebagai inspirator berdirinya lembaga keagamaan yang
beranama Nahdatul Ulama. Relevansi Dakwah Kiai Kholil bisa di lihat sekarang ini terbukti
perkembangan Nahdatul Ulama di Berbagai bidang diantaranya dalam bidang sosial, ekonomi,
dan pendidikan. Selain itu Madura saat ini menjadi penghasil garam terbesar di Indonesia.
This event will
be based on research by researchers who want to know the socioeconomic Da'wah Kiai
Kholil Bangkalan. This research is a research study of the Figures, with either socio�economic theory of Da'wah. The research aims to mendskripsikan Socioeconomic
Da'wah Kiai Kholil Bangkalan in developing Islamic society in bangkalan Madura.
Research results show that the Da'wah Kiai Kholil Bangkalan contains socio-economic
forms of propagation is by empowering communities Bangkalan, develop marine
resources with pontensi make boat Sarimuna, and social form of Dawah founded the
boarding school, founded the Mosque as well as the establishment of a religious
institution inspirator beranama Nahdatul Ulama. The relevance of the Da'wah Kiai
Kholil can now see this proven development of Nahdatul Ulama in various fields
including in the areas of social, economic, and education. Besides Madura is currently
the largest salt producer in Indonesia
Syaikhona Muhammad Kholil: Motif Perjuangan melalui Pendidikan, Karya dan Pesantren
Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan is one of the great Ulama’s figures. Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan is said as the teacher of the teachers. One of the biggest roles of Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan was his central role in establishing Nahdlatul Ulama'. This research method was historiography research. The technique in this study used documentation techniques in the form of primary sources of manuscripts and relevant references. This research data analysis used descriptive-interpretative In conclusion, the relationship between Syaikhona Mohammad Kholil 's struggle in nationalism and the independence of the Indonesian nation was aplied through education, book, and Islamic boarding schools. Syaikhona Mohammad Kholil choose the patterns and strategies to pursue education, work and Islamic boarding schools are conscious choices. This conscious choice is based on the analogy of the example of preaching carried out by the Prophet Muhammad. the Prophet Muhammad was preached the Islamic struggle, through strengthening the spirit of ideology in faith, Islam and Ihsan
The Views of Sheikh Kholil Bangkalan on Moral Education
Moral education is very important besides learning to understand the subject matter. This study aims to describe the thoughts or views of Sheikh Kholil Bangkalan on moral education. Sheikh Kholil Bangkalan is a national hero as well as a cleric who has earned the nickname of a professor of clerics and clerics who has deep thoughts on morals, fiqh, sharia, and muamalah education. The research method uses literacy studies by describing the thoughts of Sheikh Kholil Bangkalan. Data sources were obtained from journals, e-books, books, and websites. Data analysis in this study used content analysis. One of the findings from this study is that according to Syekh Kholil Bangkalan, the aim of education is to make students have noble morals, meaning that there is a change in the behavior of students in a better direction
Manajemen wisata religi makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan perspektif dakwah
Skripsi dari Imam Bukhori (1601036167) dengan judul Manajemen Wisata Religi Makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan Perspektif Dakwah. Melakukan perjalanan keagamaan atau yang biasa disebut dengan wisata religi merupakan jenis wisata yang dikaitkan dengan agama, kepercayaan, ataupun adat istiadat dalam masyarakat. Wisata religi dilakukan dengan mengunjungi tempa-tempat suci, makam-makam kyai/sunan. Pengelolaan makam sangat berperan penting dalam kegiatan wisata religi. Oleh karena itu, skripsi ini memfokuskan pada: 1. Bagaimana manajemen wisata religi makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan? 2. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen wisata religi makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan?.
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian wawancara, observasi, dan dokumentasi yang menghasilkan temuan-temuan atau fenomena yang ada dilapangan. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 1). Manajemen wisata religi makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan dikelola langsung oleh ahli waris dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu dengan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengawasi terhadap program kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di makam Syekh Muhammad Kholil. Perencanaan dilakukan dengan cara membuat program jangka panjang dan jangka pendek yang kemudian diorganisir oleh para santri yang dipilih oleh pihak yayasan untuk mengelola makam Syekh Muhammad Kholil dengan pembagian kerja didukung dengan adanya pemberian motivasi, bimbingan dan pengarahan. Kemudian dilakukan pengawasan terhadap program kerja yang telah terlaksana dalam pengelolaan makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan. Selain itu, dalam pelaksanaan program kerja juga didukung oleh unsur-unsur manajemen yang terdiri dari manusia, uang, materi, mesin, metode dan pemasaran. 2). Fakor pendukung dan penghambat dalam manajemen wisata religi makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan adalah: a). Faktor pendukung dalam pengelolaan makam Syekh Muhammad Kholil yaitu memiliki bangunan masjid yang mewan dan megah serta suasana lingkungan yang Islami sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk melakukan ziarah makam Syekh Muhammad Kholil Bangkalan b). Faktor penghambat dalam pengelolaan makam Syekh Muhammad Kholil yaitu banyaknya pelanggaran aturan dalam berziarah makam Syekh Muhammad Kholil dengan berbaurnya peziarah laki-laki dengan perempuan serta masih adanya pengunjung yang yang membuang sampah pada tempatny
Kontribusi Kiai Kholil Bangkalan dalam Mengembangkan Tasawuf Nusantara
This paper aims to elaborate the sufism thought of Kiai Kholil as Madurese scholars who still remembered and respected until now. He has important role in spreading Islam with sufism approach and also has been successfully shaping the best muslim generations. This study uses library research to reveal the thought and the role of Kiai Kholil in developing sufism in the Nusantara. This study uses descriptive method to gain a comprehension of his figure known as sufi that inspire muslim generations in Nusantara. The results of this study show that Kiai Kholil has a big contribution in the development of Sufism in Nusantara. The First, Kiai Kholil developed tarekat in Madura, because he has become member of Qadariyah wa Naqsabandiyah Tarekat. Kiai Kholil manages to practice sufism harmoniously to the norms of fiqh. Based on the norms of fiqih, sufism was successfully accepted by people. The second, Kiai Kholil successfully developed the thought and practice of sufism based on the character of ahlussunah wa al-jama>’ah. In this way, he integrates sufism into the life of the society. The character of sufism developed by Kiai Kholil based on ahlussunah wa al-jama>’ah were accepted by the majority of Indonesian society, which emphasize on mutual respect (tasa>muh{), balance (tawa>zun), justice (taa>dul) and moderation (tawa>sut})
TAREKAT QODARIYAH WA NAQSABANDIYAH SYAIKHONA MUHAMMAD KHOLIL BANGKALAN TAHUN 1834-1925
Abstrak
Syaikhona Kholil merupakan seorang kiai atau ulama asal Madura yang masih tetap dikenang dan dihormati oleh masyarakat sampai sekarang.Syaikhona Kholil tidak hanya terkenal di Madura, tetapi juga di luar Madura.Hal ini dikarenakan perjungannya dalam menyebarkan agama Islam.Banyak murid-murid Syaikhona Kholil yang menjadi tokoh besar dan berpengaruh bagi masyarakat.Syaikhona Kholil juga terkenal sebagai seorang yang mampu menggabungkan antara ilmu fiqih dan ilmu tarekat dengan serasi tanpa mempertentangkan keduanya.Syaikhona Kholil mampu menundukkan tarekat dibawah fiqih, sehingga ajaran-ajaran tarekat memiliki batasan-batasan terendiri yaitu fiqih. Syaikhona Kholil belajar ilmu fiqih di pondok pesantren Bangkalan dan Jawa, sedangkan ilmu tarekat dipelajrinya di Makkah kepada Syaikh Ahmad Khatib Sambas selaku pendiri tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah. Ilmu tarekat yang dipelajari dari Syaikh Ahmad Khatib Sambas memungkinkan Syaikhona Kholil untuk menganut tarekat yang sama. Selama menganut tarekat, Syaikhona Kholil tidak pernah menyebarkan, mengajarkan, dan membaiat seorang murid, namun sebagian muridnya juga menganut tarekat yang sama. Cara Syaikhona Kholil dalam menganut tarekat diikuti oleh sebagian muridnya, sehingga secara tidak langsung Syaikhona Kholil ikut berperan dalam perkembangan tarekat.
Kata Kunci: Syaikhona Kholil, Qodariyah wa Naqsabandiya
KEPEMIMPINAN KH. MUNAWAR ADNAN KHOLIL DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN DARUTTAQWA SUCI GRESIK TAHUN 1987-2012
Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci yang beralamatkan di Desa Suci jalan KH. Syafi’i Gg KH. Kholil No. 9 Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik berdiri pada tahun 1987 dengan pimpinan KH. Munawar Adnan Kholil adalah salah satu lembaga pendidikan islam yang awalnya hanya terdapat pendidikan non formal, Madrasah Diniyah dan pengajian Kitab Kuning. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1994 mulai didirikan pendidikan formal dan pada tahun berikutnya juga didirikan sekolah formal lainnya hingga tahun 2012 ada beberapa tingkatan sekolah formal di Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1). Bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci Gresik? 2). Bagaimana kepemimpinan KH. Munawar Adnan Kholil dalam mengembangkan Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci Gresik tahun 1987 -2012 ? metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah : 1) heuristik 2) kritik 3) interpretasi 4) historiografi. Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis mendapatkan sumber utama berupa wawancara dikarenakan arsip tertulis yang ada jumlahnya terbatas.
Berdirinya Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci bukanlah keinginan pribadi KH. Munawar Adnan Kholil tetapi atas amanat dari gurunya yaitu KH. Ustman Al-Ishaqi dan putera gurunya yaitu KH. Asrori Al-Ishaqi, dengan tujuan untuk meneruskan perjuangan kakeknya yaitu KH. Kholil. Atas amanat tersebut KH. Munawar Adnan Kholil pasrah menerima dan melaksanakan amanat tersebut. Akhirnya pada tanggal 1 Maret 1987 pondok tersebut diresmikan oleh KH. Asrori Al-Ishaqi dan diberi nama “ DARUTTAQWA” artinya rumah orang-orang yang bertaqwa.
Kepemimpinan KH. Munawar Adnan Kholil dalam mengembangkan Pondok Pesantren Daruttaqwa Suci Gresik memiliki beberapa tipe kepemimpian diantaranya adalah tipe kepemimpinan karismatik, tipe kepemimpinan tradisional, dan tipe kepemimpinan rasional. Kepemimpinan karismatik KH. Munawar Adnan Kholil terbukti beliau sering diminta memberikan do’a restu pada orang-orang dari partai politik, kepemimpinan tradisional KH. Munawar Adnan Kholil terbukti beliau sebagai pendidik yang mengajar santri, kepemimpinan rasional KH. Munawar Adnan Kholil terbukti beliau sebagai pengembang pendidikan di Pondok Pesantren Daruttaqwa.
Kata Kunci : Kepemimpinan, KH. Munawar Adnan Kholil, Pondok Pesantren Dauttaqwa Suci Gresik
- …
